Kapan Anda Disarankan untuk Bed Rest saat Hamil?

Saat sedang menjalani masa kehamilan, ada beberapa kondisi yang mengharuskan dokter menganjurkan Anda untuk bed rest saat hamil. Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan ibu dan kandungannya.

bed rest

Akan tetapi ibu hamil ternyata tidak boleh bed rest berlebihan tanpa alasan yang jelas. Ada beberapa hal yang harus Anda tahu mengenai bed rest saat hamil.

Kondisi yang Membuat Anda Harus Bed Rest saat Hamil

Umumnya, Anda yang tengah hamil akan disarankan untuk bed rest ketika memiliki kondisi kronis tertentu atau saat keadaan kehamilan Anda berisiko. Ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda harus bed rest, yaitu:

  1. Kontraksi Prematur

Ibu hamil yang mengalami kontraksi teratur sebelum memasuki minggu ke-37 kehamilan dianjurkan untuk bed rest. Tujuannya adalah agar mencegah terjadinya persalinan dini dan mempersiapkan ibu hingga waktu yang tepat.

  • Preeklampsia

Preeklampsia alias tekanan darah yang tinggi membuat ibu hamil dianjurkan untuk bed rest. Pada kondisi ini, bed rest akan membuat kehamilan ibu tetap aman hingga waktu persalinan nantinya.

  • Ketuban Pecah Dini

Kondisi ketuban pecah dini dapat diindikasikan dengan keluarnya air merembes dari vagina sebelum waktu persalinan. Hal ini dapat menyebabkan infeksi dan dapat membahayakan janin. Bed rest saat ketuban pecah dini ini bisa membantu agar robekan selaput pembungkus janin tidak semakin lebih besar.

  • Kehamilan Kembar

Kehamilan kembar lebih berisiko dibanding kehamilan normal. Biasanya bed rest saat hamil bayi kembar juga dianjurkan untuk membantu ibu beristirahat. Dengan harapan, masa kehamilan berjalan dengan lancar dan aman hingga waktu persalinan tiba.

  • Pendarahan Vagina

Ada beberapa penyebab terjadinya pendarahan vagina, yaitu ketika plasenta posisinya rendah (plasenta previa) atau plasenta terlepas dari rahim sebelum waktunya (solusio plasenta). Pada kondisi ini, bed res saat hamil sangat dianjurkan agar kondisi ibu dan kandungannya tidak berbahaya. Untuk kasus plasenta rahim terlepas sebelum waktunya tiba, ada baiknya Anda segera ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis.

  • Gaya Hidup Terlalu Aktif

Ibu hamil yang aktif bergerak dan tidak memperhatikan kesehatan tubuh dan kandungan juga disarankan untuk bed rest total. Hal ini untuk meningkatkan perkembangan janin agar tumbuh sehat.

  • Masalah Serviks

Serviks atau leher rahim yang lemah atau memendek sebelum waktunya akan berisiko membuat bayi lahir prematur. Oleh karena itu, jika ibu mengalami masalah serviks ini, sebaiknya melakukan bed rest.

Sebab, bed rest akan membantu mengurangi tekanan pada leher rahim dan tekanan pada jantung. Ini akan membantu meningkatkan sirkulasi ke rahim. Selain bed rest, ibu hamil juga sebaiknya mendapatkan perawatan medis agar mencegah kondisi semakin parah. Namun, bed haruslah sesuai anjuran dokter dan tidak boleh berlebihan.

Risiko Bed Rest Berlebihan saat Hamil

Bes rest saat hamil tidak boleh dilakukan secara berlebihan untuk jangka waktu lama. Hal ini akan menimbulkan risiko dan masalah kesehatan lainnya. Berikut risiko yang mungkin terjadi:

  • Demineralisasi tulang atau massa tulang berkurang
  • Terjadinya penggumpalan darah di pembuluh darah vena (tromboemboli)
  • Berat badan mengalami kenaikan drastis
  • Meningkatkan stres dan depresi
  • Persendian dan otot terasa nyeri
  • Stres
  • Terasa pusing
  • Menyebabkan berat bayi rendah
  • Setelah persalinan akan membuat proses pemulihan menjadi lebih lama
  • Punggung terasa sakit

Jika kondisi kandungan Anda cukup lemah dan harus banyak bed rest saat hamil, sebaiknya Anda tetap menjaga kekuatan otot dengan berlatih ringan sesuai rekomendasi dokter. Anda juga bisa menggerakan kaki agar tidak terjadinya pembekuan darah saat bed rest. Anda juga harus memperbanyak konsumsi makanan yang bergizi seimbang dan sehat.

Program Hamil Tak Kunjung Sukses, Mungkin Ini Sebabnya

Power Pregnancy – Workouts & pelvic Health Tips for Every Stage of ...

Tak dapat dimungkiri bahwa salah satu tujuan dari pernikahan dan perkawinan merupakan mendapatkan generasi penerus. Namun, kadang ada saja hal-hal yang membuat pasangan tak kunjung mendapatkan anak. Atas dasar itu, muncullah apa yang disebut program hamil.

Pasangan yang menjalani program hamil biasanya akan lebih fokus dalam tujuan utama mereka. Hal ini disebabkan karena apa yang diniatkan di awal adalah terjadinya pembuahan. Banyak dari pasangan yang langsung berhasil dalam program hamil, meski tak sedikit juga yang tak kunjung sukses.

Ada beberapa kemungkinan mengapa program hamil tak juga berbuah hasil, seperti halnya ada banyak kemungkinan juga di balik keberhasilan program hamil. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini beberapa kemungkinan yang bisa saja menjadi penyebab program hamil tak kunjung sukses: 

  • Menjalani Gaya Hidup Tidak Sehat

Peluang hamil tak bisa terlepas dari kondisi kesehatan pasangan. Hal ini tentu saja berbanding lurus dengan gaya hidup yang dijalankan seseorang. Kebiasaan-kebiasaan buruk seperti pola makan yang tidak sehat, merokok, serta konsumsi alkohol, dan obat-obatan terlarang, tentu punya peran dalam ketidaksuburan seseorang.

Meski tak terlalu signifikan, tetapi pikiran yang sehat juga memainkan peran yang penting dalam program hamil. Oleh karenanya, hindari stress dan menjaga diri untuk tetap rileks juga penting. Stres dan depresi dapat memengaruhi peluang kesuburan.

  • Tidak Punya Jadwal Berhubungan Intim

Salah satu kesalahan utama yang dilakukan oleh pasangan suami istri saat program hamil adalah jadwal hubungan intim yang tidak teratur. Pasalnya, melakukan hubungan intim sebelum dan selama masa ovulasi adalah waktu terbaik untuk proses konsepsi.

Ketika suami istri abai dan tidak memiliki jadwal yang tersusun dengan rapi, ada peluang besar mereka melewatkan waktu yang tepat untuk mendapat kesuksesan yang besar. Peluang hamil pun justru menjadi stagnan atau bahkan menurun.

Cobalah untuk melakukan hubungan intim sekitar 2-3 kali seminggu. Ini guna mendapatkan peluang yang lebih besar untuk berada di waktu yang tepat, dibandingkan jika pasangan hanya melakukannya sekali dalam seminggu.

  • Mengabaikan Masa Subur

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa ini merupakan kesalahan fundamental dalam kegagalan program hamil. Aktivitas seksual yang paling baik untuk terjadinya pembuahan adalah 3-5 hari sebelum ovulasi dan pada hari ovulasi.

Oleh karenanya menjadi penting untuk mengetahui masa subur pasangan dan melakukan hubungan intim selama periode tersebut.

  • Tak Kunjung Periksa ke Dokter

Jangan anggap remeh pentingnya berkonsultasi ke dokter saat merencanakan program hamil. Terutama jika Anda dan pasangan berusia di bawah 35 tahun dan belum kunjung dikaruniai momongan setelah menikah dalam kurun waktu minimal satu tahun.

Apabila kondisi tersebut sudah terjadi, sudah saatnya untuk segera cek ke dokter spesialis fertilitas. Nanti akan dilakukan beberapa pemeriksaan khusus, guna mengetahui kondisi Anda dan pasangan.

Saat melakukan kunjungan ke dokter, usahakan untuk datang berdua dengan pasangan. Tujuannya agar pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh pada kedua belah pihak. Ketidaksuburan seringkali dianggap sebagai kesalahan dari pihak perempuan, padahal nyatanya tidak selalu demikian.

  • Kerap Menggunakan Pelumas

Kebiasaan menggunaan cairan lubrikasi atau pelumas saat berhubungan intim merupakan salah satu hal yang bisa menggagalkan program hamil seseorang. Pasalnya, sebagian besar cairan lubrikasi tidak ramah sperma dan dapat mengurangi peluang mereka bertahan sebelum melakukan pembuahan. 

Pada dasarnya, vagina sudah mampu menghasilkan cairan lubrikasi sendiri yang berfungsi melancarkan sperma mencapai sel telur. Jadi, jika kerap kesulitan dalam melakukan penetrasi, mungkin ada yang salah dalam prosesnya.

***

Meski tidak selalu dan masih ada banyak peluang atau faktor lain yang dapat menggagalkan program hamil, tetapi beberapa hal di atas bisa dijadikan sebagai bahan refleksi. Jika Anda dan pasangan seperti yang ditulis di atas, sebaiknya segera perbaiki demi datangnya buah hati yang selama ini ditunggu-tunggu.

Memahami Perbedaan Jenis Suplemen Fitness

Banyak orang mengonsumsi suplemen fitness dengan harapan mendapatkan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari penurunan berat badan hingga pembentukan otot. Suplemen fitness menjadi semakin populer di kalangan pengunjung gym.

Orang yang tertarik dalam kebugaran dan meningkatkan fisik dapat memilih suplemen yang dapat meningkatkan pertumbuhan otot ketika dikombinasikan dengan olahraga, seperti angkat beban. 

Banyak orang yang juga mungkin mencari cara untuk mengendalikan nafsu makan ketika mencoba menurunkan berat badan sebagai bagian dari diet. Namun, sangat penting untuk mengetahui dan memahami produk suplemen fitness sebelum Anda mengkonsumsinya.

Berikut adalah dua pertanyaan penting sebelum Anda melanjutkan untuk mengkonsumsi suplemen tersebut:

  1. Jenis aktivitas apa yang tubuh Anda lalui dalam rezim kebugaran dan olahraga Anda?
  2. Apa yang ingin Anda capai dengan suplemen fitness?

Jawaban atas pertanyaan di atas dapat membantu Anda menggunakan suplemen fitness yang tepat untuk alasan yang tepat.  Berikut jenis suplemen fitness yang baik untuk Anda dan tergantung kebutuhan Anda:

  • Suplemen fitness untuk penguat otot 

Untuk membangun otot, cari suplemen fitness dengan protein whey berkualitas baik, yang mengoptimalkan pembentukan otot Anda saat dikonsumsi dengan latihan yang tepat. Suplemen asam amino yang terbuat dari protein putih telur berkualitas tinggi dan whey mengandung asam amino terikat peptida yang meningkatkan retensi nitrogen dan bagus untuk pertumbuhan otot Anda yang optimal. Anda dapat meningkatkan kinerja dan massa tanpa lemak dengan suplemen fitness yang mengandung creatine monohydrate murni.

  • Suplemen pemulihan otot 

Hambatan terbesar dalam olahraga dan latihan kekuatan adalah pemulihan otot. Suplemen fitness pasca latihan yang baik, meningkatkan metabolisme otot Anda yang mengarah ke latihan yang lebih baik.  Pertimbangkan suplemen fitness dengan L-Glutamine, asam amino gratis yang meningkatkan pelepasan hormon pertumbuhan dan meningkatkan metabolisme otot Anda. Hal ini juga menghasilkan efek anti-katabolik (hemat otot).

  • Suplemen fitness untuk manajemen berat badan 

Cobalah produk suplemen fitness dengan L-Carnitine yang mendukung pembakaran lemak dengan hasil yang terbukti secara klinis dan akselerator metabolik yang tidak mengandung stimulan. Jika Anda ingin mengurangi lemak tanpa mengurangi otot, cobalah suplemen dengan Conjugated Linoleic Acid (CLA), asam lemak esensial.

Suplemen fitness dapat membantu Anda mencapai tujuan Anda. Namun perlu Anda ingat, untuk tetap konsumsi makanan sehat, tidur yang cukup, dan latihan atau berolahraga secara rutin. 

Jika Anda memiliki masalah kesehatan tertentu, Anda disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi suplemen fitness apapun.

Sama-Sama Operasi Otak, Apa Perbedaan Lesionektomi dan Hemisferektomi?

Otak merupakan sebuah organ yang sangat rentan terhadap penyakit. Karenanya jika otak mengalami sebuah kelainan maka akan diambil tindakan pencegahan untuk mengatasi kondisi tersebut. Tindakan pencegahan dan pengobatan itu sendiri terdiri dari berbagai macam. Seperti lesionektomi dan hemisferektomi yang keduanya meruapakan tindakan pembedahan yang dilakukan bagian otak.

  • Apa Perbedaan Lesionektomi dan Hemisferektomi?

Lesiektomi adalah prosedur operasi pengangkatan satu atau lebih lesi abnormal pada otak seseorang. Sebagian dari area di sekitar otak juga dapat dihilangkan dengan lesionektomi, tetapi hanya sedikit jaringan yang dipotong. Setelah lesi dihapus, sumber epilepsi hilang, yang biasanya berarti kejang juga hilang.

Hemisferektomi sendiri merupakan tindakan pembedahan yang berhubungan dengan pengangkatan cerebrum atau otak tengah manusia. Operasi hemisferektomi ini sendiri juga merupakan sebuah tindakan operasi yang bertujuan untuk mengobati pasien yang terkena epilepsi atau ayan. Metode penonaktifan bagian otak yang rusak ini sendiri sedikit banyak dapat mengurangi penyebaran sumber dari penyakit ayan ke bagian otak yang lain.

  • Hal yang Dipersiapkan Sebelum Tindak Pembedahan

Pasien yang akan menjalani tindakan pembedahan otak, baik itu lesionektomi atau hemisferektomi, sama-sama harus menjalani evaluasi pra-operasi, seperti pemantauan kejang, electroencephalography (EEG) dan magnetic resonance imaging (MRI). Tes-tes ini membantu menentukan lokasi lesi dan memastikan bahwa lesi adalah sumber kejang.

Pada tindakan pembedahan hemisferektomi pasien akan melakukan tes wada. Tes wada ini bertujuan untuk  memeriksa ucapan dan memori di satu sisi otak pasien sekaligus. Dokter akan  melihat sisi otak mana yang mengendalikan bicara dan sisi mana yang memiliki daya ingat yang lebih baik (mungkin bukan sisi yang sama). Dokter akan membandingkan hasilnya dengan tes lain yang memberi tahu di mana kejang pasien bermula.

  • Tindakan Pembedahan Selama Oprasi

Baik lesiononektomi dan hemisferektomi membutuhkan pemaparan area otak menggunakan prosedur yang disebut kraniotomi. Setelah pasien ditidurkan dengan anestesi umum, dokter bedah akan membuat sayatan (luka) di kulit kepala, menghilangkan sepotong tulang dan menarik bagian belakang dura, membran tangguh yang menutupi otak. Kemudian kraniotomi akan dilakukan (pengangkatan sepotong tengkorak yang akan diganti pada akhir operasi). Dokter bedah dapat mengangkat beberapa bagian otak dan memutuskan bagian-bagian lain. Corpus callosum akan dipotong untuk mencegah penyebaran kejang ke sisi fungsional otak.

Mikroskop bedah digunakan untuk membantu penglihatan ahli bedah terhadap lesi dan jaringan otak di sekitarnya. Pada akhir prosedur, tengkorak akan diganti dan kulit kepala akan dijahit kembali. Operasi ini memakan waktu sekitar enam jam.

  • Pasca Oprasi Pembedahan

Setelah oprasi pembedahan, pasien biasanya akan dibawa ke unit perawatan intensif selama 24 hingga 48 jam  dan kemudian tinggal di kamar rumah sakit selama tiga hingga empat hari. Jahitan atau staples akan terlepas dengan sendirinya setelah 10 hingga 14 hari pasca operasi.

Pasien mungkin memiliki beberapa efek samping dalam beberapa minggu pertama. Biasanya ini hilang perlahan. Efek samping itu antara lain:                                                     

  • Mati rasa di kulit kepala;
  • Mual;
  • Merasa lelah atau tertekan;
  • Sakit kepala;
  • Kesulitan berbicara, mengingat, atau menemukan kata-kata;
  • Kelemahan hingga kelumpuhan;
  • Perubahan kepribadian hingga kehilangan ingatan;
  • Otot terasa lemah pada satu sisi tubuh Anda (sisi yang dikendalikan oleh bagian otak yang dioperasi oleh dokter);
  • Mata bengkak; dan
  • Merasa depresi;

***

Lesionektomi menawarkan tingkat keberhasilan yang besar dalam mengendalikan kejang yang menjadi ciri khas epilepsi. Namun, tingkat keberhasilan bervariasi berdasarkan posisi dari lesi itu sendiri. Meski sebagian otaknya diambil, orang yang melakukan hemisferektomi tidak akan mengalami penurunan kecerdasan. Namun, mereka bisa mengalami perubahan ingatan, perubahan selera humor, dan perubahan kepribadian.

Diet Golongan Darah A: Solusi Tepat untuk Hidup Sehat

Anda pemilik golongan darah A dan sedang ingin menerapkan pola diet? Sudah pernah dengar tentang diet berdasarkan golongan darah? Diet golongan darah A tentu saja ada! Begitu juga dengan diet golongan darah lainnya.

Pola diet golongan darah pertama kali dikenalkan oleh Dr. Peter D’Adamo lewat bukunya yang berjudul Eat Right 4 Your Type. Dalam buku tersebut, ia menegaskan bahwa setiap golongan darah memiliki ciri dan karakteristik tersendiri, begitu pula dengan pola diet dan olahraganya. Menerapkan pola diet golongan darah dapat menjawab kebutuhan tubuh secara tepat.

Lalu, bagaimana selengkapnya dengan pola diet golongan darah A?

Diet golongan darah A memiliki beberapa manfaat bagi orang itu sendiri, seperti melancarkan dan menyehatkan pencernaan, menurunkan berat badan, mengurangi risiko penyakit tertentu, hingga menambah energi.

Sumber gizi dan makanan mana saja yang direkomendasikan untuk pola diet golongan darah A?

Berdasarkan teori, pemilik golongan darah A dianggap lebih mudah untuk mencerna sayuran dan karbohidrat. Namun, di sisi lain, mereka memiliki kesulitan dalam menerima asupan protein hewani dan lemak. Berdasarkan teori Peter, beberapa santapan yang sesuai untuk kebutuhan pemilik golongan darah A, antara lain:

  • teh hijau
  • buah-buahan, terutama blueberry dan elderberry
  • sayuran, khususnya sayuran hijau, seperti bayam atau kale
  • makanan-makanan laut, terutama ikan sarden dan salmon
  • makanan dengan kandungan kedelai yang memiliki protein tinggi, seperti tahu
  • biji-bijian, seperti gandum
  • kacang walnut
  • minyak zaitun
  • ayam
  • jahe
  • bawang putih.

Sebagai menu sarapan di pagi hari untuk mengawali aktivitas, pemilik golongan darah A dianjurkan untuk mengonsumsi protein. Menu sederhana yang dapat dicoba, antara lain ikan sarden kalengan atau tahu dengan susu kambing. Selain itu, pemilik golongan darah A juga dapat mengonsumsi protein hewani dalam porsi rendah.

Apa saja pantangan diet golongan darah A?

Seperti pola diet lainnya, diet golongan darah A juga memiliki pantangan tertentu yang perlu untuk dihindari, sehingga khasiat diet dapat dirasakan secara maksimal. Menurut Peter, diet golongan darah A pada dasarnya memiliki risiko memicu masalah kecemasan dan sistem kekebalan tubuh.

Pantangan yang perlu dihindari ketika menerapkan diet golongan darah A, yaitu:

  • daging sapi
  • kentang
  • daging bebek
  • daging babi
  • susu sapi
  • sayuran tertentu, seperti kubis, terong, tomat, dan jamur
  • jenis buah tertentu, seperti melon, jeruk, stroberi, mangga
  • daging domba

Saran menu santapan diet golongan darah A

Menu santapan di bawah ini dapat Anda coba untuk mengawali program diet golongan darah A.

  • Menu sarapan: sebagai santapan di awal hari, Anda dapat memasak sup jagung hangat untuk menu sarapan. Sup jagung ini dapat Anda tambahkan dengan telur rebus sebagai penunjang metabolisme tubuh Anda.
  • Menu makan siang: sebagai penambah energi untuk kembali beraktivitas, Anda dapat mengonsumsi tumis brokoli yang dimasak dengan tahu. Menu ini cocok bagi Anda yang memiliki target untuk menurunkan berat badan, namun tetap mendapatkan nutrisi yang cukup. Sebagai menu alternatif, Anda juga dapat mengonsumsi menu ayam bakar dengan bumbu rempah-rempah.
  • Menu makan malam: sebagai hidangan penutup setelah seharian beraktivitas, Anda dapat mengonsumsi sup ayam yang dimasak dengan sayuran, seperti brokoli dan wortel. Jika Anda tidak ingin mengonsumsi hidangan berat, Anda dapat mengonsumsi kacang-kacangan atau buah.

Miliki Risiko Ini? Hati-hati Depresi Pascapersalinan Membayangi

Selepas melahirkan, perjuangan Anda sejatinya baru dimulai. Mengurus bayi yang baru lahir akan menjadi perjuangan yang melelahkan sekaligus menyenangkan. Namun berhati-hatilah, awal-awal mengurus bayi bisa jadi menimbulkan depresi pascapersalinan alias postpartum depression bagi Anda maupun pasangan.

depresi pasca persalinan

Depresi pascapersalinan merupakan kondisi yang cukup umum dialami oleh ibu yang baru melahirkan. Menurut sebuah penelitian, setidaknya 15 persen ibu yang baru melahirkan berisiko menderita depresi pascapersalinan. Gejala dari depresi yang satu ini, seperti selalu merasa sedih, sulit berkonsentrasi, selalu merasa lelah, bahkan sampai memiliki pikiran untuk menyakiti bayi yang baru dilahirkan. Jika sudah demikian, proses perawatan bayi dan pembangunan koneksi antara ibu dan anak bisa sangat terganggu.

Umumnya depresi pascapersalinan dialami oleh orang-orang yang memang memiliki risiko kuat sebelumnya. Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang bisa memicu terjadinya depresi pascapersalinan bagi ibu baru.

  1. Usia Terlalu Muda

Semakin muda usia ibu yang baru melahirkan, semakin besar pula ia terkena potensi depresi pascapersalinan. Sebaliknya, ketika usia Anda sudah cukup matang ketika melahirkan, gejala depresi setelah melahirkan bisa dikurangi.

Risiko terkena depresi pascapersalinan kala usia ibu masih terlalu muda berhubungan dengan kemampuan untuk mengelola emosi. Semakin muda usia seseorang, emosinya masih menggebu-gebu sehingga sulit dikendalikan.

  • Riwayat Depresi

Apabila Anda pernah mengalami depresi sebelum menikah atau sebelum hamil, risiko untuk kembali terkena depresi pascapersalinan cukup besar. Ini karena ada kecenderungan kehamilan dan kehadiran anak dianggap sebagai suatu ketakutan baru.

Jika memang Anda memiliki riwayat depresi sebelumnya, baiknya ketika mengetahui sedang mengandung, Anda mulai berkonsultasi kembali ke dokter maupun psikolog. Arahan yang tepat bisa mengurangi tingkat kemungkinan terkena depresi pascamelahirkan sehingga proses merawat Anda dan mengembalikan perasaan pascamelahirkan ke situasi normal akan lebih mudah.

  • Konflik Perkawinan

Dalam sebuah pernikahan, konflik sangat mungkin terjadi antarpasangan. Konflik tersebut bisa memicu kondisi depresi, apalagi bagi seorang ibu yang baru melahirkan. Kondisi konflik akan membuat ketakutan dan pikiran berlebih sehingga sang ibu merasa kehadiran anak akan terancam dan bisa membuka kondisi perkawinan makin buruk.

Dalam situasi ini, peran suami sangat dibutuhkan. Meredam konflik dan tidak membahasnya kepada sang istri perlu ditempuh agar ibu baru tersebut bisa lebih fokus merawat anak yang baru dilahirkannya, tanpa merasa ancaman.

  • Kurang Dukungan Sosial

Dukungan sosial yang dimaksud di sini tidak sebatas pada dukungan suami. Kerap yang lebih berpengaruh pada mental ibu baru adalah sikap dari keluarga besar dan teman-teman. Jika ia merasa keluarga dan teman-teman kurang memberi dukungan sosial, risiko munculnya depresi pascapersalinan bisa semakin besar.

Karena itu, menjadi penting bagi keluarga dan teman-teman baik untuk selalu mendukung sang ibu baru. Salah satunya tidak perlu mengomentasi bentuk badan pasca kehamilan ataupun cara mengurus bayi yang diterapkan oleh ibu baru tersebut. Semakin banyak komentar dan saran, semakin sang ibu merasa tidak didukung oleh orang-orang yang ada di sekelilingnya.

  • Kekhawatiran Finansial

Depresi pascapersalinan tidak hanya dipicu dari kekhawatiran tidak mampunya ibu tersebut mengurus anak yang baru dilahirkannya. Kekhawatiran lain yang kerap memunculkan depresi adalah adanya ketakutan akan masalah finansial di keluarga kecilnya.

Kekhawatiran finansial tersebut berhubungan dengan pikiran sang ibu mengenai bisa tidaknya ia menyediakan segala kebutuhan yang diperlukan oleh bayi ynag baru dilahirkannya. Adanya kekhawatiran finansial juga menimbulkan rasa tidak percaya diri sebagai ibu yang baik sehingga ia makin mudah terserang stres.

*** Baiknya bagi Anda yang memiliki risiko pemicu depresi pascapersalinan, melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum melahirkan ke psikolog menjadi jalan yang bijak. Dengan mempersiapkan mental dan berkonsultasi kepada pihak yang tepat, Anda bisa mencegah munculnya postpartum depression sehingga perawatan anak bisa lebih maksimal.

Benarkah Bermain TikTok Akan Menyebabkan TikTok Syndrome?

belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa TikTok syndrome merupakan kondisi dari suatu penyakit tertentu

Belum lama ini, media sosial sempat diramaikan oleh pernyataan seorang pengguna yang mengaku mengalami TikTok syndrome. Kondisi itu diakui mulai terjadi karena kebiasaan bermain media sosial TikTok terus menerus. Sebenarnya, benarkah kebiasaan itu akan menyebabkan TikTok syndrome? 

Bukan TikTok syndrome melainkan kecanduan bermedia sosial

Secara medis, belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa TikTok syndrome merupakan kondisi dari suatu penyakit tertentu. Akan tetapi, dorongan untuk menggunakan media sosial terus menerus, termasuk TikTok, bisa saja menyebabkan seseorang mengalami kecanduan bermedia sosial. 

Kecanduan media sosial merupakan kondisi saat seseorang memiliki dorongan yang sangat tinggi untuk terus menggunakan media sosial, bahkan sampai mengganggu kegiatan sehari-harinya. Kondisi ini akan menyebabkan gejala yang serupa dengan orang yang kecanduan zat adiktif. 

Seseorang yang mengalami kecanduan media sosial akan mengalami perubahan suasana hati secara drastis, perasaan tidak nyaman saat berhenti menggunakan media sosial, dan merasa gelisah apabila tidak bisa bermain media sosial sesuai waktu yang diinginkan. Hal ini akan memperburuk kondisi emosional serta perilaku terhadap orang-orang lain di sekitarnya. 

Oleh sebab itu, meski TikTok syndrome bukanlah penyakit yang nyata, dorongan untuk bermain TikTok secara tidak terkendali akan membuat Anda mengalami kecanduan media sosial. Apabila hal ini terjadi, sebaiknya Anda mencoba untuk melakukan diet media sosial untuk menjaga kondisi kesehatan mental dan perilaku. 

Tips melakukan diet media sosial

Bagi Anda yang sudah kecanduan menggunakan media sosial, berhenti sepenuhnya dari media sosial tentunya bukanlah hal yang mudah. Untuk memudahkan hal tersebut, berikut beberapa tips diet media sosial yang mungkin bisa diikuti.

  • Pengurangan bertahap

Salah satu cara mudah untuk berdiet media sosial adalah dengan mengurangi intensitas menggunakan media sosial secara bertahap. Langkah pertama, cobalah untuk memasang waktu selama lima belas menit untuk berhenti menggunakan teknologi sama sekali. 

Seiring berjalannya waktu, apabila Anda berhasil menahan diri selama lima belas menit, tingkatkanlah waktu pemberhentian secara berkala, misalnya menjadi tiga puluh menit, kemudian enam puluh menit, dan seterusnya. 

  • Membuat timer pada ponsel

Saat ini, sebagian besar ponsel telah dilengkapi dengan layanan timer untuk membatasi pemilik ponsel dalam mengakses internet dalam jumlah waktu tertentu. Cobalah untuk memanfaatkan fitur tersebut dengan memasang waktu bagi diri Anda sendiri agar terhindar dari penggunaan media sosial secara berlebihan.

Selain itu, hindarilah juga menggunakan ponsel sebagai alarm untuk bangun di pagi hari. Hal ini untuk menghindari dorongan membuka media sosial di pagi hari setelah Anda bangun tidur. 

  • Olahraga dan meditasi

Olahraga dan meditasi sering digunakan sebagai salah satu metode untuk mengurangi kecanduan, salah satunya kecanduan media sosial. Cobalah untuk melakukan kegiatan olahraga yang memungkinkan Anda untuk berhenti menggunakan teknologi selama beberapa waktu, misalnya lari, jogging, berenang, dan sebagainya. 

Selain itu, lakukanlah meditasi dengan mengikuti kelas-kelas khusus seperti yoga. Hindarilah melakukan meditasi menggunakan aplikasi daring pada ponsel atau media sosial.

  • Terapi

Selain melakukan upaya pribadi, Anda juga bisa mencoba untuk mengobati kecanduan Anda dengan melakukan terapi dengan ahli profesional. Selama terapi, Anda akan membicarakan tentang kecanduan yang dialami serta emosi yang ditimbulkannya. 

Selain terapi individu, Anda juga bisa bergabung dengan terapi kelompok yang mempertemukan Anda bersama dengan orang-orang lain yang memiliki kondisi serupa. 

TikTok syndrome bukanlah hal yang nyata. Meski begitu, hal ini bisa saja menjadi dampak dari kecanduan Anda bermedia sosial. Untuk itu, cobalah untuk melakukan tips di atas agar bisa terhindar dari kecanduan media sosial.

Teh dan Madu, Pasangan dengan Manfaat Kesehatan

Bubuhkan sedikit madu dalam teh Anda

Terdapat begitu banyak jenis teh berbeda yang bisa Anda pilih. Tapi begitu Anda sudah memilih satu atau dua jenis teh tertentu, biasanya akan sangat cocok jika digabungkan dengan madu.

Pemanis alami berwarna keemasan ini dapat meningkatkan rasa dan menambah manfaat kesehatan untuk teh favorit Anda, dan terdapat banyak jenis teh untuk dipilih yang cocok dengan madu. 

Banyak orang telah menggunakan madu selama berabad-abad, tidak hanya untuk mempermanis makanan dan minuman tetapi juga untuk khasiat obatnya. Para ilmuwan telah menyatakan bahwa madu menghasilkan efek antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, antiproliferatif, antikanker, dan antimetastatik, yang berguna untuk mengobati berbagai penyakit, mulai dari luka bakar hingga penyakit kardiovaskular. Anda bisa menggunakan madu:

  • Untuk meredakan sakit tenggorokan dan batuk karena pilek, atau meredakan gejala radang tenggorokan dan flu
  • Meningkatkan kesehatan mulut
  • Mengurangi risiko penyakit jantung 
  • Jika digabungkan dengan elektrolit dalam jus lemon segar dan kafein dalam teh, berguna sebagai penambah energi alami

Ketika seseorang bertanya kepada Anda tentang pasangan yang cocok, apa nama yang muncul di benak Anda? Tambahan madu dan teh juga termasuk pasangan yang cocok untuk Anda konsumsi. Madu alami adalah sumber karbohidrat yang baik dan sebagai pemanis tanpa menambahkan pengawet apapun pada minuman Anda.

Oleh karena itu, banyak orang saat ini beralih menggunakan madu dalam teh daripada menggunakan gula sebagai pemanis. Ketika Anda menambahkan madu ke teh hijau, itu juga mengurangi efek pada kadar insulin dan glukosa Anda. Berbagai jenis madu dapat dicampur dengan berbagai jenis teh, tidak hanya untuk manfaat kesehatannya, tetapi juga untuk rasa yang lebih baik.

Secangkir teh biasanya mengandung 40mg kafein, yang jauh lebih rendah dari pada 85mg yang ditemukan dalam secangkir kopi.  Secangkir teh juga mengandung flavonoid, kelas antioksidan alami. Mereka membantu dalam menghilangkan radikal bebas dari tubuh Anda, yang merupakan sel-sel tubuh yang tidak stabil yang bereaksi negatif dengan molekul lain seperti DNA dan menyebabkan kerusakan pada tingkat sel.

Setiap profil rasa unik akan melengkapi jenis teh tertentu dan akan memenuhi selera Anda saat dicampur dengan yang lain, seperti madu. Namun Anda tidak akan menggabungkan teh bunga ringan dengan madu yang kaya dan menyengat. Berikut beberapa jenis teh yang cocok dicampur dengan madu:

  • Madu dan Teh Hitam

Berbagai jenis teh hitam di seluruh dunia menawarkan berbagai rasa dan manfaat kesehatan Teh Earl Grey, misalnya, memiliki rasa jeruk, karena mengandung minyak bergamot. Teh ini rasanya paling pas dipadukan dengan madu untuk memunculkan cita rasa jeruk.

Pecinta teh menganggap Rooibos sebagai minuman herbal, bukan teh asli, karena berasal dari tanaman Aspalathus linearis dan bukan Camellia sinensis tradisional. Namun Anda bisa mencampur dengan madu untuk menonjolkan rasa kayu manis dan vanila pada teh jenis ini.

  • Madu dan Teh Jasmine

Teh melati yang harum dan aromatik berasal dari bunga yang dipetik di pagi hari dengan aroma yang dalam dan harum. Teh aromatik ini cocok jika dicampur dengan madu Clover atau madu apapun.

  • Madu dan Teh Chamomile

Teh chamomile dikenal karena efeknya yang menenangkan. Anda dapat mencampur madu ringan untuk menambah cita rasa dan manfaatnya.

Karena Anda akan merebus air panas untuk teh, Anda disarankan untuk menunggu sampai air mendidih mendingin sebelum menambahkan madu untuk mempertahankan manfaat kesehatannya.

Hindari menambahkan madu saat menyeduh teh Anda, karena rasanya akan berubah selama proses seduhan dan pendinginan. Biarkan teh dingin selama beberapa saat sebelum Anda menambahkan madu untuk menciptakan rasa yang Anda inginkan.

Kenali Betul Penyebab Mata Ikan untuk Atasi Sampai ke Akar

Anda tahu tentang mata ikan? Secara fisik, bentuknya serupa dengan kutil atau daging putih kasar yang umumnya tumbuh di telapak kaki. Mungkin Anda penasaran apa yang menjadi penyebab mata ikan tumbuh di telapak kaki Anda. Informasi lebih jelas mengenai mata ikan, dapat Anda simak berikut ini.

Apa yang menjadi penyebab mata ikan dan apakah ia menular?

Ternyata, yang menjadi penyebab mata ikan adalah infeksi virus Human Papilloma atau yang disingkat dengan virus HPV. Mungkin, Anda akan terbayang tentang kanker serviks sesaat ketika memikirkan virus HPV. Untungnya, virus HPV penyebab mata ikan tidak meningkatkan risiko kanker pada manusia.

Sayangnya, mata ikan ternyata dapat menular dengan mudah, seperti melalui sentuhan. Seseorang dapat tertular ketika ia menyentuh mata ikan secara langsung dari penderita. Selain itu, risiko tertular juga terdapat pada penggunaan handuk atau baju yang dikenakan secara bersamaan dengan orang yang mengalami mata ikan.

Seperti apa gejala mata ikan dan apa perbedaan antara mata ikan dengan kapalan?

Mata ikan tidak hanya dapat tumbuh di telapak kaki, namun juga di tangan. Hanya saja, bentuk fisik dari mata ikan yang tumbuh di kaki dan di tangan, tidaklah sama. Mata ikan yang tumbuh di telapak kaki, cenderung memiliki bentuk fisik yang pipih atau datar akibat seringkali tertekan ketika berjalan dan berdiri.

Ketika seseorang memiliki mata ikan, biasanya ia tidak menunjukkan kepala apa pun. namun, jika mata ikan timbul pada telapak kaki, seseorang dapat merasakan sesuatu yang berbeda ketika sedang berjalan maupun berdiri. Penderita mata ikan akan merasakan sensasi seperti menginjak batu jika mata ikan tumbuh di telapak kaki.

Membedakan mata ikan dengan kapalan dapat dilakukan dengan menekan benjolan tersebut. Mata ikan akan terasa sakit jika ditekan, sementara kapalan tidak.

Seperti apa cara pencegahan mata ikan?

Beberapa hal berikut dapat Anda lakukan untuk mencegah tumbuhnya mata ikan:

  • Hindari menyentuh mata ikan orang lain.
  • Jika melakukan perawatan pedicure di salon, pastikan bahwa alat yang digunakan tidaklah sama dengan alat yang digunakan oleh orang lain.
  • Jika mata ikan terlanjur tumbuh, usahakan untuk menjaga kaki agar tetap kering, sehingga mata ikan tidak menyebar ke area lain.

Orang Tua, Waspadai 3 Penyakit Bayi Berikut yang Lazim Menyerang Buah Hati

Penyakit bayi cenderung sulit untuk dideteksi, mengingat bahwa bayi belum memiliki kemampuan untuk berkomunikasi. Bayi yang belum memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, memiliki cara tersendiri untuk memberikan pesan, seperti melalui tangisan.

Terdapat berbagai macam kemungkinan, penyakit bayi yang dapat dialami oleh buah hati Anda. Lebih jelasnya, simak informasi tentang penyakit bayi yang lazimnya menyerang buah hati agar tidak salah langkah dan lebih siap untuk menghadapi situasi.

  • Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

GERD tidak hanya terjadi pada orang dewasa, namun juga dapat menyerang bayi. GERD dipicu oleh asam lambung yang naik ke esofagus, sehingga menimbulkan rasa sakit, panas dada, mual, muntah, bahkan erosi atau kerusakan tertentu pada gigi akibat asam lambung tersebut.

GERD pada bayi lazim terjadi, karena katup antara esofagus dengan otot perut bayi belum terbentuk dengan sempurna. Jika bayi mengalami kondisi ini, ia akan terlihat lebih rewel, menangis lebih sering, dan kolik. Di saat tertentu, bayi mungkin akan muntah atau meludah disertai dengan gerakan mengangkat kaki ke atas atau melengkungkan punggung. Selain itu, tandanya juga berupa suara bayi yang terdengar seperti serak atau bersendawa.

  • Demam

Secara umum, demam adalah salah satu gejala dari penyakit bayi. Demam juga merupakan alarm tubuh, bahwa terdapat gangguan pada tubuh yang harus diperhatikan.

Jika tubuh bayi terasa panas, segera ukur suhu tubuhnya dengan termometer. Kondisi demam bayi terjadi ketika suhu tubuh melebihi 37 derajat celcius.

  • RSV (Respiratory Syncytial Virus)

RSV adalah virus yang menyerang saluran pernapasan bayi di tahun pertama ia tumbuh. Kondisi ini dapat berakibat serius jika tidak ditangani. RSV menjadi penyebab utama banyaknya anak di bawah usia satu tahun yang harus menjalani rawat inap.

Gejala dari RSV yang perlu diperhatikan, adalah pilek, batuk, dan sesak. Gejala tersebut dapat terjadi selama berminggu-minggu. Jika virus RSV menginfeksi saluran bronkus, maka ia dapat berisiko memicu penyakit bronkitis dan radang paru-paru.