Lengan Kiri Sakit, Pertanda Apakah?

Nyeri atau sakit di bagian lengan kiri sakit sebenarnya merupakan hal normal dan menjadi bagian dari masalah penuaan. Lengan kiri sakit juga akan Anda rasakan apabila Anda mengalami cedera di bagian tersebut.

lengan kiri sakit

Namun selain alasan-alasan tersebut, nyatanya ada beberapa faktor lain yang dapat membuat Anda merasa lengan kiri sakit. Alasan lain tersebut berhubungan dengan masalah kesehatan Anda! Beberapa penyakit serius diketahui memiliki gejala lengan kiri sakit

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang memiliki gejala lengan kiri sakit. Anda mungkin saja boleh khawatir mengenai kemungkinan penyakit serius yang melatarbelakangan rasa sakit di lengan bagian kiri. Namun, jangan panik! Perhatikan pula gejala lain terkait penyakit tersebut untuk bisa mengambil tindakan yang cepat, namun tidak ceroboh.

  1. Patah Tulang

Kondisi patah tulang di bagian lengan akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Jika terjadi di bagian kiri, Anda akan merasakan lengan kiri sakit yang berkepanjangan. Banyak orang memang tidak mampu mendeteksi sendiri patah tulang yang dialaminya. Cenderung ada penyamaan opini terkait patah tulang dengan rasa lelah lengan kiri yang berlebihan. Namun jika Anda mengalami patah tulang, tanda-tanda lainnya adalah lengan kiri Anda akan mengalami mati rasa sampai ke pembengkakan ekstrem.

  • Serangan Jantung

Lengan kiri sakit dapat menjadi penanda adanya masalah pada bagian jantung Anda. Bahkan lebih pada daripada itu, lengan kiri yang tiba-tiba terasa nyeri dapat menjadi pertanda awal munculnya serangan jantung yang dapat berakibat fatal bagi keselamatan Anda. Namun, jangan panik dahulu. Tidak semua kondisi lengan kiri sakit merujuk pada serangan jantung. Gejala awal lain dari serangan jantung adalah nyeri di bagian punggung atau leher, keringat dingin, sampai mual dan muntah.

  • Tendonitis

Pernah mendengar istilah tendonitis? Dalam dunia medis, tendonitis merupakan peradangan yang umum terjadi di bagian otot maupun tulang. Kondisi tersebut terjadi karena bagian yang mengalami peradangan terlalu sering bergerak dengan pola yang sama dan berulang. Salah satu bagian yang kerap mengalami tendosnitis adalah bagian lengan baik kanan maupun kiri. Ketika tendonits menimpa, Anda tidak hanya merasa lengan kiri sakit atau lengan kanan sakit. Anda juga akan merasa kesemutan dan terbakar di bagian yang meradang.

  • Angina Pektoris

Lengan kiri sakit juga dapat menjadi gejala pektoris. Angina pektoris sendiri merupakan kondisi ketika jantung kekurangan pasokan oksigen. Tentunya kondisi ini tidak bisa disepelekan karena bisa berakibat pada melemahnya fungsi jantung secara signifikan. Beberapa gejala lain yang merujuk pada angina pektoris adalah rasa nyeri di leher, punggung, dan rahang. Anda juga akan merasa sulit bernapas dan nyeri di dada secara tiba-tiba atua kambuh dari waktu ke waktu.

  • Saraf Kejepit

Saraf kejepit bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, tidak terkecuali di bagian lengan kiri Anda. Jika Anda merasa lengan kiri sakit, bisa jadi itu merupakan tanda kondisi tersebut. Untuk diketahui, saraf kejepit  merupakan kondisi ketika saraf di suatu bagian tubuh tertekan oleh massa di sekitarnya. Tekanan tersebut umumnya timbul akibat ada peradangan atau cedera. Selain menimbulkan rasa nyeri yang tidak tertahan, saraf kejepit juga menimbulkan gejala lain berupa rasa kesemutan dan mati rasa. Tanda khas lainnya dari kondisi ini adalah bagian tubuh yang mengalami saraf kejepit akan makin terasa sakit jika digerakkan semakin banyak.

*** Jika mengalami lengan kiri sakit disertai dengan tanda-tanda lain yang merujuk pada penyakit serius di atas, tidak ada salahnya untuk segera menjumpai dokter. Konsultasikan kondisi Anda dan dapatkan penanganan yang tepat guna bisa lekas pulis dalam waktu cepat.

Farmakologi: Sejarah dan Cabang Keilmuannya

Farmakologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang obat dan segala aspeknya, baik itu bersifat kimiawi, fisika, proses fisiologi, resorbsi, dan perannya untuk semua organisme hidup. Obat sendiri didefiniskan sebagai senyawa yang digunakan untuk mencegah, mengobati, mendiagnosis penyakit, atau menimbulkan reaksi tertentu, misalnya menyebabkan infertil atau melumpuhkan otot selama pembedahan.

Sejarah farmakologi

Farmakologi berasal dari kata farmakon dan logos. Dalam arti luas, farmakon berarti semua zat selain dari makanan yang menyebabkan adanya perubahan pada fungsi jaringan tubuh, sedangkan logos artinya ilmu. Farmakologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang cara kerja obat di tubuh.

Perkembangan farmakologi terbagi dalam dua periode, yaitu:

  • Periode kuno (Sebelum tahun 1700).

Periode ini merupakan awal mula manusia meriset tentang penggunaan obat secara empiris. Hal ini dibuktikan dari catatan tertua di Materia Medika yang disusun oleh Dioscorides (Pedanius). Adapun tokoh-tokoh hebat yang terlibat adalah:

  • Claudius Galen, yang pertama kalinya mengenalkan teori dan pengalaman empiris tentang obat.
  • Theophrastus von Hohenheim, yang dijuluki sebagai bapak toksikologi, sebagai pionir penggunaan senyawa kimia dan mineral.
  • Johann Jakob Wepfer, yang pertama kalinya meneliti farmakologi dan toksikologi menggunakan hewan percobaan.
  • Periode modern (Abad 18 – 19).

Pada periode ini, mulailah dilakukan penelitian eksperimental tentang cara kerja obat di tingkat jaringan dan organ tubuh organisme hidup. Adapun tokoh-tokoh hebat yang terlibat adalah:

  • Rudolf Buchheim, mendirikan institusi pertama, yaitu Institute of Pharmacology di The University of Dorpat, Tartu, Estonia pada tahun 1847.
  • Oswald Schmiedeberg menerbitkan jurnal farmakologi pertama bersama dengan Bernhard Naunyn.
  • John J. Abel, yang dijuluki sebagai The Father of American Pharmacology.

Cabang farmakologi

Seiring dengan perkembangan hasil penelitian dari tahun ke tahun, farmakologi terbagi menjadi 8 cabang keilmuan, yaitu:

  • Farmakognosi

Ilmu yang mempelajari tentang obat dari tanaman, mineral, dan hewan, serta zat aktif yang terkandung di dalamnya. Contoh obat dalam keilmuan ini adalah:

  • Tinctura echinaceae untuk meningkatkan imunitas tubuh.
  • Tingtur hyperici sebagai antidepresi.
  • Ekstrak ginko biloba untuk meningkatkan daya ingat.
  • Bawang putih sebagai antikolesterol.
  • Ekstrak chrysantemum parthenium sebagai obat migrain.
  • Biofarmasi.

Cabang farmakologi ini meneliti pengaruh formulasi obat terhadap efek penyembuhannya. Artinya, dalam bentuk sediaan seperti apa agar obat dapat memberikan efek yang optimal. Ruang lingkup keilmuan ini juga mempelajari ketersediaan biologis obat di dalam tubuh (biological availability) dan kesetaraan efek penyembuhannya dengan sediaan obat lain yang mengandung zat aktif sama (therapeutic equivalance).

  • Farmakokinetika.

Farmakokinetika merupakan cabang farmakologi yang meneliti seluruh aktivitas obat di dalam tubuh. Ilmu ini mempelajari perjalanan obat dari mulai saat dikonsumsi, diserap oleh usus, dialirkan oleh darah untuk didistribusikan ke jaringan tubuh, hingga proses ekresinya melalui ginjal.

  • Farmakodinamika.

Farmakodinamika akan meneliti seluruh efek dan reaksi yang diberikan obat di dalam tubuh. Cabang ilmu ini akan mempelajari seluruh aktivitas obat di tubuh, termasuk cara kerja, reaksi fisiologi, dan efek terapinya.

  • Toksikologi.

Toksikologi adalah ilmu pengetahuan tentang efek racun (toksin) dari obat yang dikonsumsi terhadap tubuh. Hal ini akan menunjukkan bahwa obat dalam dosis tinggi dapat bertindak sebagai racun dan merusak jaringan organisme.

  • Farmakoterapi.

Farmakoterapi akan mempelajari bagaimana penggunaan obat untuk mengobati penyakit atau gejalanya. Penggunaan ini sesuai dengan pengetahuan tentang hubungan antara khasiat obat dan sifat fisiologisnya pada penyakit di salah satu pihak dengan penyakit di pihak yang lain.

  • Farmakogenetik atau farmakogenomik.

Farmakogenetik adalah cabang farmakologi yang mempelajari efek dari keragaman genetik pada satu gen terhadap respons obat, sedangkan farmakogenomik adalah ilmu yang mempelajari efek dari keragaman genetik pada banyak gen terhadap respons obat.

  • Farmakovigilans.

Farmakovigilans merupakan proses terstruktur yang dilakukan untuk memonitor dan mencari efek samping obat (adverse drugs reaction) yang telah dipasarkan. Data-datanya dapat diperoleh dari sumber-sumber yang terpercaya, seperti Medicines Information, Toxicology and Pharmacovigilance Centres.

Ternyata, banyak sekali ya cabang keilmuan farmakologi yang bisa dipelajari. Bagaimana? Apakah Anda tertarik mempelajari farmakologi lebih dalam? Jangan lupa, share artikel bermanfaat ini ke teman-temanmu, ya!

Kuku Palsu

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan wanita jika ingin membuat diri mereka cantik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan kuku palsu. Banyak wanita yang menggunakan kuku palsu untuk membuat diri mereka menarik.

Walaupun kuku palsu dapat membuat seseorang terlihat menarik, kuku palsu sebenarnya juga dapat menimbulkan risiko pada tubuh yang perlu diwaspadai, salah satunya termasuk infeksi pada kuku.

Jenis-Jenis Kuku Palsu

Seseorang yang menggunakan kuku palsu dapat menggunakan berbagai bahan berupa akrilik, gel, atau silk. Berikut adalah penjelasan tentang ketiga bahan tersebut:

  1. Kuku palsu akrilik

Kuku palsu akrilik merupakan salah satu jenis kuku palsu yang paling diminati wanita. Bahan tersebut dapat membentuk cangkang yang keras.

Sebelum seseorang dapat menggunakannya, kuku akrilik akan dicampurkan dengan bahan-bahan lain yang akan dipasangkan pada bagian ujung kuku atau seluruh permukaan kuku sehingga akan terlihat seperti kuku asli.

Pemasangan kuku akrilik akan membuat seseorang pergi ke salon sebanyak 2 hingga 3 kali setiap minggu. Hal tersebut bertujuan untuk memperbaiki celah antara kutikula kuku dengan kuku akrilik yang terbentuk karena adanya pertumbuhan kuku.

  • Kuku palsu gel

Kuku palsu gel merupakan bahan yang lebih mahal dibandingkan dengan kuku palsu akrilik. Tidak hanya itu, tekstur kuku tersebut tampak serupa dengan cat kuku biasa. Setelah mengecat kuku, kuku gel akan dipanaskan di bawah cahaya ultraviolet. Sinar tersebut digunakan untuk mengeraskan kuku supaya tidak terlepas.

  • Kuku palsu silk

Kuku palsu silk merupakan jenis kuku yang dapat mempercantik penampilan seseorang. Tidak hanya itu, jenis kuku tersebut dapat memperkuat kuku seseorang dan memperbaiki kuku yang pecah sehingga tampak mulus.

Bahaya Penggunaan Kuku Palsu

Walaupun akan memberikan berbagai manfaat, kuku palsu juga dapat menimbulkan masalah pada tubuh. Pada dasarnya, kuku palsu menggunakan bahan kimia yang dapat merusak bagian tangan seseorang.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan jika Anda memutuskan untuk menggunakan kuku palsu:

  1. Kuku asli akan rusak

Salah satu alasan mengapa Anda sebaiknya tidak menggunakan kuku palsu adalah akan merusak kuku asli Anda. Bahan kimia yang ada pada kuku palsu dapat membuat kuku menjadi tipis, lemah, dan kering.

  • Infeksi kuku

Alasan lain mengapa Anda sebaiknya tidak menggunakan kuku palsu adalah kuku palsu dapat menyebabkan infeksi kuku. Pemakaian kuku palsu akan menimbulkan celah dimana masalah tersebut akan membuat jamur dan bakteri berkembang. Jika terus terjadi, maka akan menimbulkan infeksi pada kuku.

  • Reaksi alergi

Penggunaan kuku palsu juga dapat menimbulkan reaksi alergi. Reaksi alergi yang timbul adalah kuku memerah, gatal, bahkan bernanah.

Cara Menghindari Risiko Pada Kuku

Kuku palsu sebaiknya tidak Anda gunakan secara terus menerus. Oleh karena itu, jika Anda ingin mengurangi risiko seperti ini, Anda dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Anda sebaiknya gunakan kuku palsu ketika Anda menghadiri acara khusus seperti pernikahan.
  • Pemasangan kuku palsu memerlukan keterampilan khusus. Oleh karena itu, Anda sebaiknya pilih salon yang memiliki pelayanan yang bagus, serta staf yang ahli dalam menangani hal seperti ini.
  • Jika ingin mengeringkan kuku, sebaiknya gunakan sinar LED, karena dapat memancarkan radiasi yang lebih rendah dibandingkan dengan sinar UV.
  • Jangan memotong kutikula kuku, karena akan membuat celah untuk bakteri dan kuman ke dalam kuku sehingga dapat menimbulkan risiko yang lebih besar terhadap infeksi.

Kesimpulan

Kuku palsu merupakan perawatan yang serius dan membutuhkan keterampilan khusus. Anda sebaiknya gunakan kuku palsu jika ingin mempersiapkan diri untuk acara khusus. Penggunaan kuku palsu secara berlebihan akan menimbulkan bahaya bagi kuku Anda seperti infeksi.

Bahan Alami Sebagai Obat Gangguan Kulit

Gangguan pada kulit sekiranya pernah kita alami. Tetapi, dalam pengobatannya, beberapa di antara kita ada yang memiliki alergi terhadap obat gangguan kulit berbahan kimia atau sedianya memang ingin menggunakan obat herbal dalam mengatasinya.

Tidak ada yang salah memang jika kita ingin menggunakan bahan alami dalam mengatasi gangguan pada kulit, terutama saat gatal-gatal atau mengalami kurap. Untuk itu, mari kita simak apa saja bahan-bahan alami yang bisa digunakan jika di masa mendatang kita mengalami gangguan pada kulit.

  • Gatal

Dalam mengatasi gatal, setidaknya ada dua jenis bahan alami yang bisa dengan mudah kita temui. Pertama, lidah buaya. Tumbuhan tersebut memang sudah dikenal memiliki banyak manfaatnya, termasuk mengatasi gatal.

Cara penggunaanobat gangguan kulit alami ini adalah dengan mengoleskan gel lidah buaya di area yang gatal. Fungsinya adalah membantu iritasi yang terjadi. Tenang, pada umumnya lidah buaya aman digunakan, tetapi kita perlu mengetes diri sendiri apakah ada alergi atau tidak sebelum mengoleskannya.

Selain lidah buaya, minyak kelapa juga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi gatal. Minyak kelapa diketahui tidak hanya memiliki sifat antiinflamasi, tetapi juga bisa digunakan untuk menghilangkan rasa sakit karena peradangan.

Lebih lanjut, mengoleskan obat gangguan kulit alami ini bisa meningkatkan kadar antioksidan yang memiliki fungsi untuk menstabilkan radikal bebas dan mengatasi peradangan pemicu gatal.

  • Kurap

Penyakit ini adalah infeksi kulti karena jamur. Biasanya, jika sudah terjadi akan muncul kemerahan, bersisik, dan gatal. Tetapi, selain obat yang tersedia di apotek, dalam mengatasinya kita juga bisa menggunakan bahan-bahan herbal.

Obat gangguan kulit alami yang bisa digunakan untuk mengatasi kurap ada minyak sereh. Minyak tersebut memang terbukti menguarangi jamur, termasuk mengobati kurap. Dalam penggunaannya, kita bisa mencampurkan minyak sereh dengan minyak dasar atau nabati. Lalu, tinggal dioleskan pada kulit yang terkena kurap dua kali sehari. Tetapi, kita perlu berhati-hati agar minyak tak terkena mata karena bisa menyebabkan iritasi.

Berikutnya ada bawang putih yang bisa mengatasi jamur, seperti candida, torulopsis, tricophyton dan cryptococcus. Karenanya, bawang putih diyakini bisa menggatasi kurap. Cara pengguaan obat gangguan kulit ini sangat mudah. Kita hanya perlu menghaluskan bawang putih dan dicampurkan dengan minyak ziatun atau minyak kelapa. Setelahnya, tinggal dioleskan ke bagian yang kurap.

Selain itu, kunyit juga dipercaya bisa membunuh kuman karena memiliki zar antimikroba. Dalam mengatasi kurap, sama seperti bawang putih, kita hanya perlu memarut kunyit dan mencampurnya dengan minyak kelapa sebelum dioleskan pada bagian yang terkena kurap.

Selanjutnya adal lidah buaya. Ya, lidah buaya yang bisa mengatasi gatal juga dapat digunakan untuk mengobati kurap. Sebabnya, tanaman tersebut mengandung zat antiseptik yang memberikan manfaat antijamur. Dalam penggunaannya, kita bisa mengoleskan gelnya di bagian kurap empat kali sehari.

Selain lidah buaya, minyak kelapa juga ampuh sebagai obat gangguan kulit. Mengoleskannya sebanyak tiga kali sehari pada bagian kurap bisa memberikan efek maksimal dalam mengatasinya.

Berikutnya, bahan herbal yang bisa digunakan mengatasi kurap adalah cuka apel. Cairan tersebut terbukti bisa membunuh jamur candida serta meringankan gejala infeksi jamur, termasuk kurap. Penggunaan cuka apel sangat mudah. Kita hanya perlu meneteskan cuka apel pada kapas, lalu oleskan ke kulit yang mengalami kurap.

Dari penjabaran di atas, kita dapat mengetahui ternyata bahan-bahan alami yang mudah kita temui dikehidupan sehari-hari ternyata bisa juga digunakan untuk mengatasi gatal dan kurap. Tentu tidak ada salahnya kita mencoba obat gangguan kulit alami tersebut bila sekali waktu, kita mengalami gatal-gatal atau kurap.

Alami Hipopigmentasi? Ini Penyebabnya

Sesuai namanya, hipopigmentasi adalah sebuah kondisi ketika tubuh Anda memiliki kadar pigmen yang rendah. Pigmen yang rendah membuat tubuh tidak mampu menghasilkan cukup melanin untuk memberi warna pada kulit, mata, maupun rambut. Kondisi ini pun akhirnya memicu munculnya sebagian atau bahkan keseluruhan kulit terlihat pucat atau menyerupai bercak putih.

Hipopigmentasi dapat terjadi pada orang dari semua ras. Namun, kondisi kekurangan pigmen ini akna lebih mudah terlihat pada orang berkulit lebih gelap karena kontrasnya warna kulit alami dan bercak putih akibat hipopigmentasi. Pada hipopigmentasi menyeluruh, keseluruhan kulit Anda akan terlihat pucat dan umumnya ini merupakan bawaan genetik yang didapati sedari lahir. Sementara itu pada hipopigmentasi lokal atau sebagian, Anda akan menyadari kekurangan melanin karena muncul bercak pada area kulit yang tampak lebih putih dibandingkan area kulit lainnya.

Mungkin Anda bertanya-tanya, sebenarnya apa yang memicu kondisi hipopigmentasi pada diri seseorang? Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat memicu rendahnya kandungan pigmen sehingga membuat kulit Anda tampak memiliki bercak putih atau pucat secara keseluruhan.

  1. Bekas Luka Bakar

Hipopigmentasi sangat mudah tercipta ketika seseorang mengalami inflamasi pada kulitnya. Namun tidak sembarang inflamasi, kondisi inflamasi yang kerap memunculkan bercak putih akibat menghilangnya melanin di area kulit tersebut adalah luka bakar.

Luka bakar yang dimaksud dapar berasal dari melepuhnya kulit karena air panas ataupun luka akibat terkena benda padat yang panas, seperti knalpot. Luka bakar tersebut membuat munculnya jaringan parut yang tidak terpigmentasi secara maksimal. Jaringan parut tersebutlah yang memiliki warna lebih terang dibandigkan area kulit lain di sekitarnya.

  • Infeksi Kulit

Ketika Anda mengalami infeksi kulit, kemungkinan mengalami hipopigmentasi juga tinggi. Beberapa infeksi kulit yang kerap memunculkan kondisi hipopigmentasi, antara lain panu yang disebabkan oleh infeksi jamur pada permukaan kulit dan kusta yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Saat menderita berbagai infeksi kulit tersebut, bagian kulit yang terserang jamur dan bakteri akan menampilkan bercak putih yang terang dibandingkan warna kulit di area sekitarnya. Hipopigmentasi yang disebabkan oleh infeksi kulit rata-rata bersifat menyebar dengan ukuran yang tidak terlalu besar.

  • Penyakit Autoimun

Adalah psoriasis, yang menjadi penyakit autoimun penyebab munculnya hipopigmentasi. Psoriaris merupakan peradangan pada kulit yang kerap ditandainya dengan munculnya ruam merah kulit yang bersisik, sampai mengelupas. Orang-orang dengan usia produktif kerap lebih mudah diserang oleh jenis penyakit yang satu ini.

Alasan psoriasis dapat menjadi pemicu hipopigmentasi terkait dengan produksi sel yang tidak wajar. Pada penderita penyakit autoimun ini, produksi sel baru akan lebih cepat dibandingkan yang seharusnya. Pembentukan yang lebih cepat ini memunculkan area keabua-abuan yang kerap diikuti oleh samar merah. Di mana area ini lebih terang dibandingkan area kulit di sekitarnya.

  • Faktor Genetik

Faktor genetik menjadi pemicu kuat lain yang bisa membawa seseorang pada kondisi hipopigmentasi. Biasanya, orang-orang yang mengalami hipopigmentasi akibat faktor genetik sudah memiliki tanda-tanda penampakan sejak dilahirkan.

Banyak jenis hipopigmentasi yang disebabkan oleh faktor genetik. Contohnya ada albinisme yang membuat kulit seseorang tampak pucat secara menyeluruh, bahkan sampai ke bagian mata dan rambut. Ada juga kondisi yang dikenal dengan sebutan medis sebagai vitiligo. Penderita vitiligo uumnya memiliki warna kulit yang tidak merata karena menjalarnya area-area yang tampak puncat akibat kekurangan pigmen.

Beberapa kondisi hipopigmentasi masih dapat dipulihkan dengan penggunaan obat ataupun terapi laser. Namun untuk kasus yang disebabkan oleh faktor genetik, penanganannya menjadi sangat sulit.

Alat Pelindung Diri (APD) Tenaga Medis ketika Bertugas di Masa Pandemi

Bagi beberapa orang, mungkin sudah mulai lengah dan jengah berada di tengah masa pandemi COVID-19, namun tidak bagi para tenaga medis. Ketika bertugas, tenaga medis diharuskan untuk dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) guna menghalau masuknya virus melalui hidung, mulut, mata, atau kulit tubuh. Tidak sedikit tenaga medis yang telah gugur dalam masa tugasnya akibat APD yang tidak memadai.

Penggunaan alat pelindung diri yang memadai berperan penting terhadap kelancaran bertugas para tenaga medis. Jika tidak, maka akan semakin banyak tenaga medis yang malah ikut tertular COVID-19, atau bahkan gugur, yang kemudian kondisi ini berisiko terhadap kolapsnya sistem kesehatan di Indonesia.

Apa saja alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis?

Alat pelindung diri yang dikenakan oleh tenaga medis, umumnya terdiri dari masker medis atau masker bedah, sarung tangan sekali pakai, dan gaun medis sekali pakai. Namun, perlengkapan ini dapat dikenakan hingga berlapis atau ditambah dengan alat pelindung diri lainnya, seperti pelindung wajah (face shield), kacamata, baju pelindung, bahkan alas kaki tertutup (sepatu boot karet). Informasi selengkapnya dapat Anda simak di bawah ini.

  • Masker

Penggunaan masker adalah salah satu kelengkapan dari alat pelindung diri bagi tenaga medis ketika bertugas menangani COVID-19. Masker berguna untuk melindungi tenaga medis dari virus yang terbawa oleh partikel kecil melalui udara (airborne), droplet, atau cairan. Terdapat dua jenis masker yang tenaga medis gunakan, yaitu:

  • Masker bedah: terbuat dari bahan non woven spunbond meltblown spunbond (sms) dan spunbond meltblown meltblown spunbond (smms), penggunaan masker ini hanya berlaku untuk sekali pakai (single use).

Walaupun terdiri atas tiga lapisan: lapisan luar kain tanpa anyaman kedap air, lapisan dalam yang berfungsi sebagai filter densitas tinggi, dan lapisan dalam, masker bedah tidak digunakan oleh tenaga medis yang memiliki kontak langsung dengan pasien COVID-19, melainkan oleh tenaga medis yang umumnya bertugas di fasilitas layanan kesehatan.

  • Masker N95: serupa dengan penggunaan masker bedah yang hanya diperbolehkan untuk sekali pemakaian, masker N95 ini dikatakan mampu menyaring partikel kecil berukuran 0,3 mikron secara efektif hingga 95%. Masker ini sering kali digunakan oleh tenaga medis yang bertugas untuk menangani pasien COVID-19.
  • Pelindung mata (goggle)

Alat pelindung diri (APD) untuk nakes selanjutnya adalah kacamata (goggles) yang berguna untuk melindungi nakes dari percikan cairan, baik itu berupa darah maupun droplet. Penggunaan goggle diperbolehkan untuk kembali dikenakanan, hanya jika telah dilakukan desinfeksi atau dekontaminasi. Meskipun begitu, goggle tidak dapat digunakan kembali jika terdapat adanya kerusakan.

  • Pelindung wajah (face shield)

Sesuai dengan namanya, pelindung wajah atau face shield ini berguna dalam melindungi bagian wajah nakes, khususnya pada bagian tepi wajah. Alat pelindung diri ini dibuat dari material plastik bening untuk menjamin kemudahan penglihatan bagi nakes. Face shield dilengkapi dengan ikatan khusus yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

  • Sarung tangan

Kelengkapan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis selanjutnya adalah sarung tangan. Terdapat dua jenis sarung tangan yang digunakan, yaitu:

  • Sarung tangan pemeriksaan (examination gloves): terbuat dari bahan nitrile, latex, dan isoprene, digunakan ketika memeriksa pasien yang belum terkonfirmasi positif COVID-19 dan prosedur medis ringan lain.
  • Sarung tangan bedah (surgical gloves): penggunaan sarung tangan ini ketika nakes melakukan prosedur medis berat, seperti penanganan pasien positif COVID-19.
  • Alat pelindung tubuh

Penggunaan alat pelindung tubuh sebagai kelengkapan APD tenaga medis terdiri atas beberapa jenis:

  • Heavy duty apron: serupa dengan apron pada umumnya, namun bersifat tahan air dan dilengkapi dengan jahitan tali untuk mengikat leher dan punggung.
  • Gaun sekali pakai: memiliki panjang hingga setengah betis yang berguna untuk melindungi bagian atas sepatu boots dan berwarna cerah atau terang. Fungsi dari gaun sekali pakai ini, yaitu melindungi bagian depan, lengan, dan setengah kaki nakes ketika bertugas.
  • Coverall medis: coverall medis atau yang sering disebut hazmat ini berfungsi melindungi seluruh tubuh nakes, mulai dari kepala hingga mata kaki.
  • Alas kaki tertutup

Alat pelindung diri (APD) yang terakhir, yaitu berupa sepatu boots yang menutup keseluruhan bagian kaki hingga lutut. Di samping itu, nakes juga memiliki penutup sepatu khusus yang berguna melindungi kaki dan sepatu para nakes dari percikan air yang terkontaminasi virus.

Penyebab dan Gejala Orang Menderita Mental Illness

Perasaan bersalah terus-menerus, bisa menandakan mental illness.

Gangguan jiwa atau gangguan mental merupakan penyakit yang berfokus dan memengaruhi emosi, pola pikir dan perilaku penderita. Kondisi ini sama dengan penyakit fisik, bukan tidak mungkin untuk bisa disembuhkan. Keadaan yang populer disebut mental illness ini juga memiliki obat yang berfungsi sebagai penyembuh.

Khusus di Indonesia, penderita penyakit atau gangguan ini sangat identik dengan sebutan orang gila atau sakit jiwa. Biasanya orang dengan kondisi demikian sering mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain atau masyarakat sekitar. Tidak jarang orang sakit jiwa berakhir dengan pasung, padahal kondisi ini sangat mungkin bisa disembuhkan dengan diberi pengobatan.

Gejala Mental Illness

Beberapa gangguan yang umum terjadi meliputi depresi klinis atau dikenal sebagai depresi, gangguan bipolar, kecemasan, gangguan stres pasca-trauma (PTSD), gangguan obsesif kompulsif (OCD) dan psikosis. Namun, beberapa penyakit mental hanya terjadi pada jenis pasien tertentu seperti postpartum depression, selebihnya berikut ini beberapa gejala gangguan tersebut.

  • Delusi, disebut juga waham merupakan keyakinan akan sesuatu yang tidak nyata dan tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya.
  • Halusinasi, merupakan sensasi ketika seseorang melihat, mendengar dan merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak nyata.
  • Suasana hati kerap berubah-ubah dalam masa atau periode tertentu, seperti perasaan sedih yang berlangsung berminggu hingga berbulan.
  • Muncul rasa cemas dan takut secara berlebihan serta terus menerus, hingga kondisi ini mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang.
  • Gangguan makan, merasa takut akan berat badan bertambah, cenderung memuntahkan makanan dan makan dalam jumlah banyak.
  • Terjadinya perubahan pola tidur, kaki gelisah saat tidur, mudah mengantuk dan tertidur, sulit tidur serta mengalami gangguan pernapasan.
  • Ketergantungan terhadap nikotin, alkohol dan penyalahgunaan NAPZA disertai marah berlebihan hingga mengamuk sampai melakukan tindak kekerasan.
  • Munculnya perilaku tidak wajar, seperti teriak tidak jelas, berbicara dan tertawa sendiri hingga keluar rumah dalam keadaan telanjang.

Penyebab Gangguan Mental

Kesehatan mental bisa dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang memberi atau meninggalkan dampak besar pada kepribadian dan perilaku seseorang tersebut. Peristiwa yang muncul bisa seperti kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak atau stres dalam jangka waktu yang cukup panjang, berikut ini beberapa penyebab gangguan mental yang lain.

  • Faktor generik.
  • Kelainan otak.
  • Cedera kepala.
  • Isolasi sosial atau kesepian.
  • Pengangguran atau seseorang yang kehilangan pekerjaan.
  • Kerugian sosial, kemiskinan atau terlilit hutang.
  • Mengalami diskriminasi dan stigma.
  • Kematian seseorang yang dekat dengan orang tersebut.
  • Tunawisma atau berada dalam lingkungan perumahan yang buruk.
  • Merawat anggota keluarga atau teman.

Pengobatan Gangguan Mental

Perawatan dan pengobatan yang tepat bisa membuat banyak orang dengan penyakit mental bisa sembuh dengan tidak memerlukan waktu lama. Meskipun beberapa orang tertentu membutuhkan waktu sedikit lama untuk bisa pulih, perlu diketahui siapa saja yang berisiko terkena penyakit gangguan mental ini.

Perempuan dapat berisiko tinggi terkena penyakit mental seperti depresi dan kecemasan, sementara itu laki-laki akan cenderung memiliki ketergantungan terhadap zat dan antisosial ketimbang perempuan. Mental illness juga bisa menyerang orang yang dilahirkan dengan kelainan pada otak dan anggota keluarga memiliki riwayat demikian.

Segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis kesehatan jiwa atau psikiater jika mengetahui seseorang atau mengalami sendiri beberapa gejala yang ada di atas. Khususnya, apabila beberapa gejala yang ada muncul secara bersamaan dan mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang tersebut, selain itu jangan pernah abaikan orang yang terkena penyakit ini.

Ini Dia, Cara Mudah Hitung Berat Badan Ideal!

Punya berat badan ideal adalah impian semua orang, baik itu laki-laki maupun perempuan. Berat badan yang kurus ataupun gemuk tidak berdampak baik untuk kesehatan tubuh. Misalnya saja, orang dengan berat badan kurus cenderung lebih mudah terserang penyakit infeksi, seperti penyakit paru-paru. Sementara itu, orang gemuk cenderung mudah terserang penyakit degeneratif, seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan stroke. Oleh sebab itu, penting sekali mengetahui berat badan ideal, untuk menjaga asupan makanan sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda.

Berat badan ideal setiap orang bervariasi yang ditentukan berdasarkan jenis kelamin, tinggi badan, dan berat badan. Nah, apakah Anda masih bingung menghitung berat badan ideal? Ini dia, cara mudah menghitung berat badan ideal!

  • Indeks Massa Tubuh (IMT)

IMT adalah cara mudah untuk mengetahui status gizi Anda saat ini. Dengan menghitung nilai IMT, Anda akan mengetahui apakah saat ini Anda berada di zona kurus (underweight), normal, atau gemuk (overweight atau obesitas). Rumusnya adalah sebagai berikut.

Indikator nilai IMT

Klasifikasi Range (kg/m2)
Underweight (Kurus) < 18,5
Normal 18,5-24,9
Overweight (Kegemukan) 25-29,9
Obesitas kelas I 30-34,9
Obesitas kelas II 35-39,9
Obesitas kelas III ≥40

Yang perlu digarisbawahi adalah nilai IMT hanya menunjukkan range bahwa berat badanmu saat ini sudah ideal (normal) atau belum (kurus atau gemuk). Oleh sebab itu, perhitungan IMT adalah instrumen mudah yang dapat bisa Anda aplikasikan.

  • Rumus Brosca.

Selanjutnya, perhitungan berat badan ideal menggunakan rumus Brosca. Rumus ini akan memberikan nilai berat badan yang sesuai dengan jenis kelamin dan tinggi badan Anda. Berikut perhitungannya.

Perempuan :

TB <150 cm, BBi = TB – 100

TB >150 cm, BBi = TB – 100 – [15% (TB – 100)]

Laki-laki :

TB <160 cm, BBi = TB – 100

TB >160 cm, BBi = TB – 100 – [10% (TB – 100)]

Contoh kasus:

Nn. A memiliki berat badan 57 kg dengan tinggi badan 160 cm. Nn. A ingin mengetahui apakah berat badannya saat ini sudah termasuk ideal? Ini cara perhitungannya.

Langkah 1: Hitung IMT – menentukan status gizi.

 =  = 22,27 kg/m2

Jadi, status gizi Nn. A termasuk dalam kategori normal. Artinya, berat badan Nn. A saat ini sudah termasuk range ideal.

Langkah 2: Hitung berat badan ideal – sesuai jenis kelamin dan tinggi badan.

BBi = TB – 100 – [15% (TB – 100)]

BBi = 160 – 100 – [15% (160 – 100)]

BBi = 51 kg

Jadi, berat badan ideal Nn. A sesuai denga tinggi badannya adalah 51 kg. Artinya, Nn. A masih perlu menurunkan berat badan sebanyak 6 kg untuk mencapai ideal.

Tips mencapai berat badan ideal.

Ada beberapa tips untuk membantu Anda mencapai berat badan ideal, yaitu:

  1. Lakukan aktivitas fisik dan olahraga secara teratur, seperti lari, bersepeda, jogging, dan sejenisnya.
  2. Memiliki waktu istirahat dan tidur yang cukup.
  3. Perhatikan porsi makanan, terlalu sedikit ataupun kebanyakan dapat berisiko asupan makanan Anda kurang atau lebih. Lebih baik lakukan pola makan dengan porsi kecil, tetapi sering, seperti 3 kali makan utama dan 2 kali selingan.
  4. Konsumsi buah dan sayuran 3-4 porsi setiap hari. Buah dan sayuran kaya vitamin, mineral, dan serat yang dapat membantu Anda mengontrol asupan makan sehari-hari.
  5. Jangan melewatkan sarapan. Orang yang melewatkan sarapan seringkali merasa sangat lapar, sehingga makan lebih banyak di siang harinya.

Catatan

Kedua rumus di atas adalah cara yang bisa Anda aplikasikan langsung dengan mudah. Perlu Anda ketahui, perhitungan di atas masih belum memasukkan variabel penting lainnya, seperti persentase lemak, lingkar perut, dan lingkar pinggang. Oleh sebab itu, segeralah konsultasikan dengan nutritionist atau dietitian untuk membantu Anda mencapai berat badan ideal dengan cara yang sehat.

Berhubungan Seks dengan BDSM, Sehat atau Tidak?

BDSM merupakan salah satu isu terkait hubungan seksual yang banyak menuai kontroversi di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia. Sebagian besar orang menilai bahwa BDSM merupakan bentuk dari kelainan seksual. Lantas, apa sebenarnya BDSM itu?

Mengenal pengertian BDSM

BDSM merupakan singkatan dari Bondage, Dominance, Sadism, and Masochism. Atau, dalam bahasa Indonesia, BDSM merupakan praktik seksual yang melibatkan perbudakan, dominasi, sadisme, dan masokisme.

Praktik BDSM dilakukan dengan mengambil peran tertentu, dimana salah satu pasangan akan menjadi pihak yang dominan sementara pasangan lainnya tunduk pada yang dominan. Biasanya, penerapannya akan melibatkan kekerasan.

Seringkali, BDSM diasosiasikan dengan kelainan seksual. Akan tetapi, menurut penelitian, praktik ini sangat wajar dilakukan pada pasangan.

Pengaruh BDSM terhadap kondisi kesehatan

Sadar atau tidak, praktik BDSM sebenarnya bisa juga memberikan manfaat bagi kesehatan. Menurut penelitian, pasangan yang pernah atau senang melakukan praktik BDSM akan mendapat keuntungan berupa:

  • Peningkatan kesehatan mental

Banyak orang mengira praktik BDSM justru akan menganggu kondisi emosional. Akan tetapi, berdasarkan penelitian, praktik ini justru bisa meningkatkan kesehatan mental pasangan.

Orang-orang yang terlibat dalam aktivitas seksual BDSM mengaku merasa hubungannya dengan pasangan lebih aman, lebih terbuka untuk mencoba pengalaman baru, penurunan kecemasan, serta peningkatan rasa kesejahteraan.

Akan tetapi, perlu diingat, praktik ini hanya akan meningkatkan kesehatan mental apabila dijalankan berdasarkan persetujuan dari kedua belah pihak.

  • Hubungan asmara yang lebih baik

Selain meningkatkan kesehatan mental, peneliti juga menemukan bahwa pasangan yang melakukan BDSM saat berhubungan seksual memiliki hubungan asmara yang lebih baik.

Setelah menjalankan praktik BDSM, keterikatan dan keintiman pasangan akan semakin terbangun. Selain itu, aktivitas ini juga memicu hormon dopamin dan meningkatkan perasaan senang terhadap satu sama lain.

  • Mengurangi stres

Praktik BDSM juga bisa membantu untuk mengurangi stres. Kadar hormon stres dalam tubuh akan berkurang dengan sendirinya, seiring dengan pelaksanaan kegiatan ini.

Biasanya, pasangan yang mengambil peran dominan lebih mungkin untuk merasakan penurunan stres setelah praktik BDSM. Hal ini karena perannya sebagai pihak yang dominan merangsang penurunan kadar hormon kortisol, yaitu hormon yang menyebabkan stres.

Apakah BDSM merupakan gangguan kesehatan mental?

BDSM tidak bisa selalu dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental. Pada orang dewasa dan pasangan, kegiatan BDSM yang dilakukan berdasarkan persetujuan kedua belah pihak dianggap sebagai hal yang normal dan tidak bertentangan dengan nilai psikologis.

Akan tetapi, orang yang senang melakukan BDSM di luar persetujuan pasangan, bisa saja dianggap memiliki gangguan kesehatan mental.

Ada jenis kelainan seksual lain yang praktiknya hampir serupa dengan BDSM. Kelainan ini disebut dengan gangguan sadisme seksual, dimana seseorang memberikan penderitaan fisik dan psikologis pada orang lain demi memuaskan hasrat seksualnya.

Selain itu, ada juga gangguan seksual masokisme, dimana seseorang dengan sengaja memposisikan diri sebagai pihak yang dihina, dipukuli, dan dilecehkan untuk membangkitkan gairah seksual.

Kedua gangguan ini berbeda dengan BDSM. BDSM dilakukan atas dasar kesepakatan dan tidak menyebabkan masalah signifikan bagi kesehatan. Sementara, gangguan seksual sadisme dan masokisme dilakukan dengan benar-benar melakukan kekerasan, sehingga memicu kerusakan fungsi tubuh.

Bagi pasangan yang sudah menikah, BDSM bisa menjadi variasi berhubungan seksual yang tepat untuk meningkatkan kedekatan hubungan dengan pasangan. Akan tetapi, pastikan bahwa Anda dan pasangan telah sama-sama setuju untuk melakukan praktik tersebut.

Kapan Anda Disarankan untuk Bed Rest saat Hamil?

Saat sedang menjalani masa kehamilan, ada beberapa kondisi yang mengharuskan dokter menganjurkan Anda untuk bed rest saat hamil. Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan ibu dan kandungannya.

bed rest

Akan tetapi ibu hamil ternyata tidak boleh bed rest berlebihan tanpa alasan yang jelas. Ada beberapa hal yang harus Anda tahu mengenai bed rest saat hamil.

Kondisi yang Membuat Anda Harus Bed Rest saat Hamil

Umumnya, Anda yang tengah hamil akan disarankan untuk bed rest ketika memiliki kondisi kronis tertentu atau saat keadaan kehamilan Anda berisiko. Ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda harus bed rest, yaitu:

  1. Kontraksi Prematur

Ibu hamil yang mengalami kontraksi teratur sebelum memasuki minggu ke-37 kehamilan dianjurkan untuk bed rest. Tujuannya adalah agar mencegah terjadinya persalinan dini dan mempersiapkan ibu hingga waktu yang tepat.

  • Preeklampsia

Preeklampsia alias tekanan darah yang tinggi membuat ibu hamil dianjurkan untuk bed rest. Pada kondisi ini, bed rest akan membuat kehamilan ibu tetap aman hingga waktu persalinan nantinya.

  • Ketuban Pecah Dini

Kondisi ketuban pecah dini dapat diindikasikan dengan keluarnya air merembes dari vagina sebelum waktu persalinan. Hal ini dapat menyebabkan infeksi dan dapat membahayakan janin. Bed rest saat ketuban pecah dini ini bisa membantu agar robekan selaput pembungkus janin tidak semakin lebih besar.

  • Kehamilan Kembar

Kehamilan kembar lebih berisiko dibanding kehamilan normal. Biasanya bed rest saat hamil bayi kembar juga dianjurkan untuk membantu ibu beristirahat. Dengan harapan, masa kehamilan berjalan dengan lancar dan aman hingga waktu persalinan tiba.

  • Pendarahan Vagina

Ada beberapa penyebab terjadinya pendarahan vagina, yaitu ketika plasenta posisinya rendah (plasenta previa) atau plasenta terlepas dari rahim sebelum waktunya (solusio plasenta). Pada kondisi ini, bed res saat hamil sangat dianjurkan agar kondisi ibu dan kandungannya tidak berbahaya. Untuk kasus plasenta rahim terlepas sebelum waktunya tiba, ada baiknya Anda segera ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis.

  • Gaya Hidup Terlalu Aktif

Ibu hamil yang aktif bergerak dan tidak memperhatikan kesehatan tubuh dan kandungan juga disarankan untuk bed rest total. Hal ini untuk meningkatkan perkembangan janin agar tumbuh sehat.

  • Masalah Serviks

Serviks atau leher rahim yang lemah atau memendek sebelum waktunya akan berisiko membuat bayi lahir prematur. Oleh karena itu, jika ibu mengalami masalah serviks ini, sebaiknya melakukan bed rest.

Sebab, bed rest akan membantu mengurangi tekanan pada leher rahim dan tekanan pada jantung. Ini akan membantu meningkatkan sirkulasi ke rahim. Selain bed rest, ibu hamil juga sebaiknya mendapatkan perawatan medis agar mencegah kondisi semakin parah. Namun, bed haruslah sesuai anjuran dokter dan tidak boleh berlebihan.

Risiko Bed Rest Berlebihan saat Hamil

Bes rest saat hamil tidak boleh dilakukan secara berlebihan untuk jangka waktu lama. Hal ini akan menimbulkan risiko dan masalah kesehatan lainnya. Berikut risiko yang mungkin terjadi:

  • Demineralisasi tulang atau massa tulang berkurang
  • Terjadinya penggumpalan darah di pembuluh darah vena (tromboemboli)
  • Berat badan mengalami kenaikan drastis
  • Meningkatkan stres dan depresi
  • Persendian dan otot terasa nyeri
  • Stres
  • Terasa pusing
  • Menyebabkan berat bayi rendah
  • Setelah persalinan akan membuat proses pemulihan menjadi lebih lama
  • Punggung terasa sakit

Jika kondisi kandungan Anda cukup lemah dan harus banyak bed rest saat hamil, sebaiknya Anda tetap menjaga kekuatan otot dengan berlatih ringan sesuai rekomendasi dokter. Anda juga bisa menggerakan kaki agar tidak terjadinya pembekuan darah saat bed rest. Anda juga harus memperbanyak konsumsi makanan yang bergizi seimbang dan sehat.