Benarkah Bermain TikTok Akan Menyebabkan TikTok Syndrome?

belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa TikTok syndrome merupakan kondisi dari suatu penyakit tertentu

Belum lama ini, media sosial sempat diramaikan oleh pernyataan seorang pengguna yang mengaku mengalami TikTok syndrome. Kondisi itu diakui mulai terjadi karena kebiasaan bermain media sosial TikTok terus menerus. Sebenarnya, benarkah kebiasaan itu akan menyebabkan TikTok syndrome? 

Bukan TikTok syndrome melainkan kecanduan bermedia sosial

Secara medis, belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa TikTok syndrome merupakan kondisi dari suatu penyakit tertentu. Akan tetapi, dorongan untuk menggunakan media sosial terus menerus, termasuk TikTok, bisa saja menyebabkan seseorang mengalami kecanduan bermedia sosial. 

Kecanduan media sosial merupakan kondisi saat seseorang memiliki dorongan yang sangat tinggi untuk terus menggunakan media sosial, bahkan sampai mengganggu kegiatan sehari-harinya. Kondisi ini akan menyebabkan gejala yang serupa dengan orang yang kecanduan zat adiktif. 

Seseorang yang mengalami kecanduan media sosial akan mengalami perubahan suasana hati secara drastis, perasaan tidak nyaman saat berhenti menggunakan media sosial, dan merasa gelisah apabila tidak bisa bermain media sosial sesuai waktu yang diinginkan. Hal ini akan memperburuk kondisi emosional serta perilaku terhadap orang-orang lain di sekitarnya. 

Oleh sebab itu, meski TikTok syndrome bukanlah penyakit yang nyata, dorongan untuk bermain TikTok secara tidak terkendali akan membuat Anda mengalami kecanduan media sosial. Apabila hal ini terjadi, sebaiknya Anda mencoba untuk melakukan diet media sosial untuk menjaga kondisi kesehatan mental dan perilaku. 

Tips melakukan diet media sosial

Bagi Anda yang sudah kecanduan menggunakan media sosial, berhenti sepenuhnya dari media sosial tentunya bukanlah hal yang mudah. Untuk memudahkan hal tersebut, berikut beberapa tips diet media sosial yang mungkin bisa diikuti.

  • Pengurangan bertahap

Salah satu cara mudah untuk berdiet media sosial adalah dengan mengurangi intensitas menggunakan media sosial secara bertahap. Langkah pertama, cobalah untuk memasang waktu selama lima belas menit untuk berhenti menggunakan teknologi sama sekali. 

Seiring berjalannya waktu, apabila Anda berhasil menahan diri selama lima belas menit, tingkatkanlah waktu pemberhentian secara berkala, misalnya menjadi tiga puluh menit, kemudian enam puluh menit, dan seterusnya. 

  • Membuat timer pada ponsel

Saat ini, sebagian besar ponsel telah dilengkapi dengan layanan timer untuk membatasi pemilik ponsel dalam mengakses internet dalam jumlah waktu tertentu. Cobalah untuk memanfaatkan fitur tersebut dengan memasang waktu bagi diri Anda sendiri agar terhindar dari penggunaan media sosial secara berlebihan.

Selain itu, hindarilah juga menggunakan ponsel sebagai alarm untuk bangun di pagi hari. Hal ini untuk menghindari dorongan membuka media sosial di pagi hari setelah Anda bangun tidur. 

  • Olahraga dan meditasi

Olahraga dan meditasi sering digunakan sebagai salah satu metode untuk mengurangi kecanduan, salah satunya kecanduan media sosial. Cobalah untuk melakukan kegiatan olahraga yang memungkinkan Anda untuk berhenti menggunakan teknologi selama beberapa waktu, misalnya lari, jogging, berenang, dan sebagainya. 

Selain itu, lakukanlah meditasi dengan mengikuti kelas-kelas khusus seperti yoga. Hindarilah melakukan meditasi menggunakan aplikasi daring pada ponsel atau media sosial.

  • Terapi

Selain melakukan upaya pribadi, Anda juga bisa mencoba untuk mengobati kecanduan Anda dengan melakukan terapi dengan ahli profesional. Selama terapi, Anda akan membicarakan tentang kecanduan yang dialami serta emosi yang ditimbulkannya. 

Selain terapi individu, Anda juga bisa bergabung dengan terapi kelompok yang mempertemukan Anda bersama dengan orang-orang lain yang memiliki kondisi serupa. 

TikTok syndrome bukanlah hal yang nyata. Meski begitu, hal ini bisa saja menjadi dampak dari kecanduan Anda bermedia sosial. Untuk itu, cobalah untuk melakukan tips di atas agar bisa terhindar dari kecanduan media sosial.

Teh dan Madu, Pasangan dengan Manfaat Kesehatan

Bubuhkan sedikit madu dalam teh Anda

Terdapat begitu banyak jenis teh berbeda yang bisa Anda pilih. Tapi begitu Anda sudah memilih satu atau dua jenis teh tertentu, biasanya akan sangat cocok jika digabungkan dengan madu.

Pemanis alami berwarna keemasan ini dapat meningkatkan rasa dan menambah manfaat kesehatan untuk teh favorit Anda, dan terdapat banyak jenis teh untuk dipilih yang cocok dengan madu. 

Banyak orang telah menggunakan madu selama berabad-abad, tidak hanya untuk mempermanis makanan dan minuman tetapi juga untuk khasiat obatnya. Para ilmuwan telah menyatakan bahwa madu menghasilkan efek antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, antiproliferatif, antikanker, dan antimetastatik, yang berguna untuk mengobati berbagai penyakit, mulai dari luka bakar hingga penyakit kardiovaskular. Anda bisa menggunakan madu:

  • Untuk meredakan sakit tenggorokan dan batuk karena pilek, atau meredakan gejala radang tenggorokan dan flu
  • Meningkatkan kesehatan mulut
  • Mengurangi risiko penyakit jantung 
  • Jika digabungkan dengan elektrolit dalam jus lemon segar dan kafein dalam teh, berguna sebagai penambah energi alami

Ketika seseorang bertanya kepada Anda tentang pasangan yang cocok, apa nama yang muncul di benak Anda? Tambahan madu dan teh juga termasuk pasangan yang cocok untuk Anda konsumsi. Madu alami adalah sumber karbohidrat yang baik dan sebagai pemanis tanpa menambahkan pengawet apapun pada minuman Anda.

Oleh karena itu, banyak orang saat ini beralih menggunakan madu dalam teh daripada menggunakan gula sebagai pemanis. Ketika Anda menambahkan madu ke teh hijau, itu juga mengurangi efek pada kadar insulin dan glukosa Anda. Berbagai jenis madu dapat dicampur dengan berbagai jenis teh, tidak hanya untuk manfaat kesehatannya, tetapi juga untuk rasa yang lebih baik.

Secangkir teh biasanya mengandung 40mg kafein, yang jauh lebih rendah dari pada 85mg yang ditemukan dalam secangkir kopi.  Secangkir teh juga mengandung flavonoid, kelas antioksidan alami. Mereka membantu dalam menghilangkan radikal bebas dari tubuh Anda, yang merupakan sel-sel tubuh yang tidak stabil yang bereaksi negatif dengan molekul lain seperti DNA dan menyebabkan kerusakan pada tingkat sel.

Setiap profil rasa unik akan melengkapi jenis teh tertentu dan akan memenuhi selera Anda saat dicampur dengan yang lain, seperti madu. Namun Anda tidak akan menggabungkan teh bunga ringan dengan madu yang kaya dan menyengat. Berikut beberapa jenis teh yang cocok dicampur dengan madu:

  • Madu dan Teh Hitam

Berbagai jenis teh hitam di seluruh dunia menawarkan berbagai rasa dan manfaat kesehatan Teh Earl Grey, misalnya, memiliki rasa jeruk, karena mengandung minyak bergamot. Teh ini rasanya paling pas dipadukan dengan madu untuk memunculkan cita rasa jeruk.

Pecinta teh menganggap Rooibos sebagai minuman herbal, bukan teh asli, karena berasal dari tanaman Aspalathus linearis dan bukan Camellia sinensis tradisional. Namun Anda bisa mencampur dengan madu untuk menonjolkan rasa kayu manis dan vanila pada teh jenis ini.

  • Madu dan Teh Jasmine

Teh melati yang harum dan aromatik berasal dari bunga yang dipetik di pagi hari dengan aroma yang dalam dan harum. Teh aromatik ini cocok jika dicampur dengan madu Clover atau madu apapun.

  • Madu dan Teh Chamomile

Teh chamomile dikenal karena efeknya yang menenangkan. Anda dapat mencampur madu ringan untuk menambah cita rasa dan manfaatnya.

Karena Anda akan merebus air panas untuk teh, Anda disarankan untuk menunggu sampai air mendidih mendingin sebelum menambahkan madu untuk mempertahankan manfaat kesehatannya.

Hindari menambahkan madu saat menyeduh teh Anda, karena rasanya akan berubah selama proses seduhan dan pendinginan. Biarkan teh dingin selama beberapa saat sebelum Anda menambahkan madu untuk menciptakan rasa yang Anda inginkan.

Kenali Betul Penyebab Mata Ikan untuk Atasi Sampai ke Akar

Anda tahu tentang mata ikan? Secara fisik, bentuknya serupa dengan kutil atau daging putih kasar yang umumnya tumbuh di telapak kaki. Mungkin Anda penasaran apa yang menjadi penyebab mata ikan tumbuh di telapak kaki Anda. Informasi lebih jelas mengenai mata ikan, dapat Anda simak berikut ini.

Apa yang menjadi penyebab mata ikan dan apakah ia menular?

Ternyata, yang menjadi penyebab mata ikan adalah infeksi virus Human Papilloma atau yang disingkat dengan virus HPV. Mungkin, Anda akan terbayang tentang kanker serviks sesaat ketika memikirkan virus HPV. Untungnya, virus HPV penyebab mata ikan tidak meningkatkan risiko kanker pada manusia.

Sayangnya, mata ikan ternyata dapat menular dengan mudah, seperti melalui sentuhan. Seseorang dapat tertular ketika ia menyentuh mata ikan secara langsung dari penderita. Selain itu, risiko tertular juga terdapat pada penggunaan handuk atau baju yang dikenakan secara bersamaan dengan orang yang mengalami mata ikan.

Seperti apa gejala mata ikan dan apa perbedaan antara mata ikan dengan kapalan?

Mata ikan tidak hanya dapat tumbuh di telapak kaki, namun juga di tangan. Hanya saja, bentuk fisik dari mata ikan yang tumbuh di kaki dan di tangan, tidaklah sama. Mata ikan yang tumbuh di telapak kaki, cenderung memiliki bentuk fisik yang pipih atau datar akibat seringkali tertekan ketika berjalan dan berdiri.

Ketika seseorang memiliki mata ikan, biasanya ia tidak menunjukkan kepala apa pun. namun, jika mata ikan timbul pada telapak kaki, seseorang dapat merasakan sesuatu yang berbeda ketika sedang berjalan maupun berdiri. Penderita mata ikan akan merasakan sensasi seperti menginjak batu jika mata ikan tumbuh di telapak kaki.

Membedakan mata ikan dengan kapalan dapat dilakukan dengan menekan benjolan tersebut. Mata ikan akan terasa sakit jika ditekan, sementara kapalan tidak.

Seperti apa cara pencegahan mata ikan?

Beberapa hal berikut dapat Anda lakukan untuk mencegah tumbuhnya mata ikan:

  • Hindari menyentuh mata ikan orang lain.
  • Jika melakukan perawatan pedicure di salon, pastikan bahwa alat yang digunakan tidaklah sama dengan alat yang digunakan oleh orang lain.
  • Jika mata ikan terlanjur tumbuh, usahakan untuk menjaga kaki agar tetap kering, sehingga mata ikan tidak menyebar ke area lain.

Orang Tua, Waspadai 3 Penyakit Bayi Berikut yang Lazim Menyerang Buah Hati

Penyakit bayi cenderung sulit untuk dideteksi, mengingat bahwa bayi belum memiliki kemampuan untuk berkomunikasi. Bayi yang belum memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, memiliki cara tersendiri untuk memberikan pesan, seperti melalui tangisan.

Terdapat berbagai macam kemungkinan, penyakit bayi yang dapat dialami oleh buah hati Anda. Lebih jelasnya, simak informasi tentang penyakit bayi yang lazimnya menyerang buah hati agar tidak salah langkah dan lebih siap untuk menghadapi situasi.

  • Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

GERD tidak hanya terjadi pada orang dewasa, namun juga dapat menyerang bayi. GERD dipicu oleh asam lambung yang naik ke esofagus, sehingga menimbulkan rasa sakit, panas dada, mual, muntah, bahkan erosi atau kerusakan tertentu pada gigi akibat asam lambung tersebut.

GERD pada bayi lazim terjadi, karena katup antara esofagus dengan otot perut bayi belum terbentuk dengan sempurna. Jika bayi mengalami kondisi ini, ia akan terlihat lebih rewel, menangis lebih sering, dan kolik. Di saat tertentu, bayi mungkin akan muntah atau meludah disertai dengan gerakan mengangkat kaki ke atas atau melengkungkan punggung. Selain itu, tandanya juga berupa suara bayi yang terdengar seperti serak atau bersendawa.

  • Demam

Secara umum, demam adalah salah satu gejala dari penyakit bayi. Demam juga merupakan alarm tubuh, bahwa terdapat gangguan pada tubuh yang harus diperhatikan.

Jika tubuh bayi terasa panas, segera ukur suhu tubuhnya dengan termometer. Kondisi demam bayi terjadi ketika suhu tubuh melebihi 37 derajat celcius.

  • RSV (Respiratory Syncytial Virus)

RSV adalah virus yang menyerang saluran pernapasan bayi di tahun pertama ia tumbuh. Kondisi ini dapat berakibat serius jika tidak ditangani. RSV menjadi penyebab utama banyaknya anak di bawah usia satu tahun yang harus menjalani rawat inap.

Gejala dari RSV yang perlu diperhatikan, adalah pilek, batuk, dan sesak. Gejala tersebut dapat terjadi selama berminggu-minggu. Jika virus RSV menginfeksi saluran bronkus, maka ia dapat berisiko memicu penyakit bronkitis dan radang paru-paru.

Ini Perbedaan Pengeroposan dan Pengapuran Tulang

Pengapuran tulang (osteoarthritis) dan pengeroposan tulang (osteoporosis) adalah dua kondisi yang seringkali dianggap sama oleh kebanyakan orang. Kedua masalah tulang ini  merupakan kondisi kronis yang terjadi pada tulang tetapi berbeda mulai dari penyebab dan gejalanya. Yuk, simak artikel kali ini untuk memahami perbedaan dari pengapuran tulang dan pengeroposan tulang.

Apa itu pengapuran tulang?

Pengapuran tulang atau osteoartritis merupakan penyakit tulang dan persendian yang berkaitan dengan penuaan. Pada pengapuran tulang terjadi penipisan pada tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan antar tulang yang satu dengan yang lain dan menjaga agar pergerakan antar sendi dapat berlangsung dengan lancar dan mudah.

Kondisi ini paling sering terjadi di tulang-tulang besar yang berfungsi sebagai penyangga berat badan tubuh seperti lutut, panggul, tulang belakang, dan pergelangan kaki. Pengapuran tulang dapat terjadi secara perlahan dengan penyebab yang hingga kini tidak diketauhi. Namun, ada beberapa faktor resiko seperti obesitas, lemah otot, aktivitas fisik berlebih atau kurang, trauma sendi, dan faktor keturunan turut menyumbang terjadinya pengapuran tulang.

Pada pengapuran tulang, gejala utama yang biasanya dialami penderitanya adalah nyeri sendi, gangguan pergerakan, kaku sendi pada pagi hari atau setelah beristirahat, dan bengkak di sekitar persendian. Nyeri sendi umumnya diperparah jika seseorang makin banyak bergerak dan kadang terdengar bunyi “klik” pada saat bergerak.

Akibat pengeroposan tulang yang bisa dirasakan

Pengeroposan tulang berbeda dengan pengapuran tulang. Apabila pengapuran terjadi pada tulang rawan, pada pengeroposan tulang terjadi pengurangan kepadatan dan kualitas tulang secara perlahan dan terus menerus. Pengeroposan tulang dapat terjadi pada siapa saja, tetapi wanita, orang dengan lanjut usia, dan orang dari ras kaukasia lebih beresiko mengalami pengeroposan tulang.

Pada wanita menopause pengeroposan tulang dapat terjadi lebih cepat. Tidak seperti pengapuran tulang yang menimbulkan gejala nyeri, pada pengeroposan tulang gejala tidak dirasakan hingga terjadi patah tulang. Hal ini menyebabkan pengeroposan tulang disebut sebagai silent disease. Baik pengapuran dan pengeroposan tulang merupakan kondisi kronis yang terjadi pada tulang. Meskipun terlihat mirip, tetapi keduanya memiliki gejala dan penyebab yang sangat berbeda.

Perawatan untuk Penderita Mioma Uteri

Mioma uteri adalah tumor jinak di dinding rahim yang seringkali tidak menunjukan gejala yang tidak berarti. Namun, pada beberapa kasus tertentu mioma uteri dapat menimbulkan gejala yang mengganggu, seperti perdarahan berat dan nyeri di perut yang hebat. Jika mioma uteri sudah menimbulkan gejala serius, maka penderitanya membutuhkan perawatan dari ahli kandungan.

Tindakan perawatan pada mioma uteri dapat dilakukan dengan berbagai macam cara bergantung pada gejala yang timbul, letak mioma uteri, dan rencana persalinan di kemudian hari. Pada kasus mioma uteri yang ringan, pemberian obat-obatan dapat digunakan untuk mengatasi mioma uteri. Sedangkan pada kasus mioma uteri sedang hingga berat, operasi merupakan pilihan utama untuk perawatan mioma uteri.

Macam-macam operasi mioma uteri

  1. Ablasi endometrium

Operasi ini dilakukan pada mioma uteri yang berukuran kecil dengan gejala yang berat. Ablasi endometrium dilakukan melalui vagina dan bertujuan untuk menghancurkan lapisan rahim yang mengandung mioma uteri dengan laser, listrik, panas, atau pembekuan. keuntungan dari ablasi endometrium adalah perdarahan yang minimal dan pemulihan yang cepat paska operasi.

  • Miolisis

Operasi ini dapat menghilangkan mioma uteri yang berukuran kecil dengan memotong suplai darah ke tumor sampai menyusut dan mati. Energi dari frekuensi radio, pemanasan, dan pembekuan bisa digunakan pada prosedur miolisis. Prosedur ini dapat menyebabkan infeksi dan timbulnya jaringan parut yang dapat mempengaruhi kesuburan. Oleh karena itu, Anda perlu diskusikan lebih lanjut jika Anda merencanakan kehamilan di kemudian hari sebelum melakukan miolisis.

  • Embolisasi arteri uterus

Operasi ini dilakukan jika mioma uterus menimbulkan gejala perdarahan atau nyeri hebat. Tabung tipis dimasukkan ke dalam arteri rahim dan disuntikkan zat yang dapat memotong suplai darah ke mioma untuk mengecilkan ukuran mioma uteri.

  • Miomektomi

Prosedur menghilangkan mioma uteri dengan meninggalkan jaringan yang sehat. Prosedur ini disarankan pada wanita yang ingin hamil di kemudian hari. Terdapat tiga pilihan miomektomi, yaitu abdominal, histeroskopi, dan laparaskopi yang pemilihannya dilakukan berdasarkan ukuran, jumlah, dan letak mioma uteri.

  • Histerektomi

Prosedur pengangkatan rahim sebagian atau seluruhnya. Umumnya, histerektomi dilakukan pada mioma uteri yang berukuran besar dan menunjukkan gejala perdarahan hebat. Histerektomi total dapat mencegah timbulnya mioma uteri kembali.

Catat Makanan Penambah Darah Berikut untuk Penderita Anemia

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Anemia Convention pada tahun 2017, disebutkan bahwa angka prevalensi penderita anemia di Asia Tenggara, termasuk Indonesia di dalamnya, mencapai angka 85%.

Anemia adalah kondisi ketika tubuh tidak memiliki jumlah sel darah merah sebanyak yang dibutuhkan oleh tubuh. Sel darah merah ini berperan penting dalam mengantarkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Penyebab umum dari anemia adalah kurangnya zat besi yang dapat membantu pertumbuhan sel darah merah. Maka dari itu, memilih makanan yang kaya akan zat besi dapat mencegah terjadinya anemia.

Seseorang yang mengidap anemia akan merasakan beberapa gejala, seperti letih, lesu, lemas, sulit untuk berkonsentrasi, jantung berdebar secara tidak teratur, napas pendek, dan juga merasakan kepala pusing. Jika anemia dibiarkan terjadi terus menerus, maka kesibukan sehari-hari seseorang akan terganggu.

Anemia dapat diatasi dengan hal sederhana, seperti memasukkan makanan tertentu yang kaya akan kandungan zat besi ke dalam menu makanan sehari-hari keluarga. Makanan apa saja yang perlu Anda tahu? Mari simak informasi lengkapnya berikut ini.

  • Daging merah

Sudah bukan rahasia lagi, bahwa daging merah mengandung zat besi tinggi. Setidaknya per 100 gram daging merah memiliki 2.8 miligram zat besi. Kandungan zat besi dalam daging merah cenderung mudah diserap oleh tubuh. Gizi zat besi ini dapat dioptimalkan dengan menambahkan makanan dengan kandungan vitamin C yang tinggi, seperti tomat, paprika, atau brokoli sebagai pendamping hidangan. Cara sederhana untuk membuat kombinasi makanan ini adalah dengan membuat hidangan tumis daging.

  • Hati sapi dan ayam

Di dalam hati sapi terdapat setidaknya 17 miligram zat besi tiap 100 gram ukuran. Sementara itu, hati ayam yang berukuran 100 gram memiliki sekitar 9 miligram zat besi. Namun, kedua jenis makanan ini terkenal dapat memicu kolesterol, sehingga tidak direkomendasikan bagi Anda untuk mengonsumsi jeroan terlalu sering.

  • Sayuran hijau tua

Sayuran hijau tua yang mudah Anda temui, seperti bayam, kangkung, daun singkong, dan brokoli, ternyata menjadi salah satu sumber makanan zat besi yang tinggi. 100 gram bayam atau kangkung memiliki sekitar 2.7 miligram zat besi. Sementara itu, 100 gram brokoli setara dengan 0.7 miligram zat besi.

Zat besi yang berasal dari makanan ini tergolong sebagai zat besi non-heme, yang mana lebih sulit diserap oleh tubuh. Namun, jenis makanan ini dapat menjadi alternatif yang ideal bagi Anda yang menghindari konsumsi daging.

Mengenal Kardiomegali, Kondisi Jantung yang Membesar

Jantung memiliki peran vital dalam tubuh untuk memompa darah. Namun sama seperti organ tubuh lainnya, jantung manusia juga memiliki kemungkinan untuk mengalami kondisi yang tidak Anda inginkan. Salah satu kondisi masalah pada jantung adalah kardiomegali. Apa itu kardiomegali dan apa yang menjadi penyebabnya?

Kardiomegali merupakan sebuah kondisi dimana jantung mengalami pembengkakan atau pembesaran yang tidak normal. Kondisi kardiomegali ini bukan seperti suatu penyakit, melainkan bisa menjadi pertanda dari penyakit atau kondisi medis tertentu.

Penyebab terjadinya kardiomegali

Terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya pembesaran pada jantung. Contohnya, kardiomegali dapat dipicu oleh suatu kondisi dimana jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya. Kardiomegali juga bisa disebabkan oleh kelainan pada otot jantung. Ada juga kasus dimana jantung dapat membesar dan menjadi lebih lemah tanpa sebab yang jelas disebut dengan kondisi idiopatik. Beberapa kondisi medis di dalam tubuh manusia dapat berkaitan dengan kardiomegali. Kondisi medis tersebut di antaranya adalah:

  • Valvular heart, yaitu penyakit katup jantung
  • Hipertensi pulmonal atau hipertensi arteri paru, yaitu kondisi terjadinya penyumbatan pembuluh nadi yang menuju ke paru-paru
  • Tekanan darah tinggi
  • Kardiomiopati, yaitu kelainan yang terjadi pada otot jantung
  • Anemia atau kurangnya sel darah merah
  • Hemokromatosis, kondisi medis dimana tubuh kelebihan zat besi
  • Menumpuknya cairan pada pericardium (kantong yang menyelimuti jantung)
  • Gangguan pada kelenjar tiroid, seperti hipotiroid atau kurangnya hormone serta kebalikannya, hipertiroiditis atau kelebihan hormon tiroid dalam tubuh.
  • Kelainan jantung bawaan seperti, anomali ebstein, koarktasio aorta, defek septum ventrikel, defek septum ventrikel, patent ductus arteriosus, dan tetralogy of fallot.
  • Penyakit langka yang bisa berdampak pada jantung seperti amiloidosis atau kondisi dimana berkumpulnya zat protein amyloid di organ-organ tubuh.

Faktor risiko terjadinya kardiomegali

Seseorang yang memiliki faktor terserang penyakit jantung, memiliki potensi untuk mengalami kardiomegali. Beberapa faktor risiko tersebut meliputi:

  • Obesitas atau kegemukan
  • Hipertensi
  • Memiliki keluarga yang juga menderita kardiomegali
  • Pernah mengalami serangan jantung
  • Mempunyai gangguan metabolic, seperti penyakit tiroid
  • Gaya hidup pasif atau malas bergerak

Kenali Gejala Hemangioma pada Bayi

Melihat anak tumbuh dengan kondisi yang sehat tentu menjadi impian setiap orang tua. Meskipun demikian, orang tua juga harus tetap mengerti dan mengenali beberapa penyakit yang umum menyerang anak dan bayi. Hemangioma pada bayi menjadi salah satu abnormalitas yang menyerang buah hati Anda yang biasanya dapat muncul sejak tahun pertama kelahiran mereka.

Mengenal hemangioma

Hemangioma pada bayi adalah pertumbuhan pembuluh darah abnormal yang terjadi di kulit anak dan bayi. Kondisi ini tidak ganas serta tidak menyebabkan kanker. Umumnya tidak ada gejala khusus saat dan sesudah terbentuknya hemangioma. Ketika muncul, hemangioma di kulit bayi tersebut timbul dalam bentuk goresan atau bisa jadi berupa benjolan kecil berwarna merah.

Hemangioma tidak memiliki penyebab yang pasti. Meskipun demikian, keturunan menjadi faktor yang paling mungkin berpengaruh pada munculnya abnormalitas ini. Selain itu, beberapa kondisi seperti bayi yang lahir prematur, atau berjenis kelamin perempuan.

Gejala hemangioma

Hemangioma pada kulit biasanya akan dikenali dengan tanda lahir yang berwarna ungu atau merah gelap, sehingga seringkali disebut sebagai hemangioma stroberi. Pada tahun pertama Si Kecil, tanda merah ini akan tumbuh dan membentuk massa dengan cepat yang muncul menyerupai spons pada kulit. Setelahnya, hemangioma akan memasuki fase istirahat. Secara perlahan, hemangioma akan menghilang dengan sendirinya setelah fase istirahat tersebut.

Selain di kulit, hemangioma juga bisa muncul di organ dalam tubuh seperti pada lambung, paru-paru, otak, dan usus besar. Hemangioma ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, kecuali jika ukurannya membesar atau jumlahnya bertambah banyak dan menjadi hemangioma multiple. Untuk kasus hemangioma internal yang membesar atau bertambah banyak tersebut, buah hati biasanya akan mengalami gejala berupa mual, muntah, rasa tidak nyaman pada perut, penurunan berat badan, hilang nafsu makan, serta perasaan penuh pada perut.

Hemangioma pada umumnya tidak menimbulkan masalah yang membahayakan Si Kecil. Namun, orang tua perlu tetap waspada karena di beberapa kasus, ukuran hemangioma bisa menjadi sangat besar atau menyebabkan rasa sakit.

Golongan Darah O? Berikut Tips Diet yang Dapat Diterapkan

Pernahkah Anda mendengar tentang diet golongan darah? Peter J. D’Adamo, seorang naturopath merupakan orang pertama yang mengenalkan pola diet ini. Ia beranggapan bahwa pola diet golongan darah O, B, A, dan AB, akan memberikan hasil yang lebih optimal untuk kesehatan tubuh.

Hal tersebut terjadi, karena makanan yang dikonsumsi akan memberikan reaksi secara kimia dengan darah yang ada dalam tubuh. Dengan mengikuti pola diet golongan darah ini, tubuh dapat menyerap makanan yang dikonsumsi secara lebih baik. Maka dari itu, pola diet ini dianggap lebih ideal untuk kebutuhan tubuh.

Bagi yang memiliki golongan darah O, berikut ini tips diet golongan darah O yang dapat Anda terapkan sehari-hari.

Asupan apa saja yang direkomendasikan untuk diet golongan darah O?

Khusus untuk pola diet golongan darah O, makanan utama yang direkomendasikan untuk dikonsumsi adalah sumber protein hewani rendah lemak, seperti daging sapi tanpa lemak, ikan, dan unggas. Di samping itu, sayuran juga diharuskan untuk selalu dikonsumsi sebagai penyeimbang gizi.

Pemilik golongan darah O umumnya memiliki masalah dengan sistem pencernaan. Beberapa dari mereka bahkan direkomendasikan untuk mengonsumsi suplemen makanan khusus untuk mengatasi masalah tersebut.

Larangan untuk diet golongan darah O

Jika Anda sedang menerapkan diet golongan darah O, maka sebaiknya Anda mulai untuk mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang terbuat dari kacang-kacangan, biji-bijian, dan juga berbagai produk susu. Pantangan lain yang perlu Anda hindari adalah makanan berlemak, seperti ikan salmon, bebek, dan juga gurita. Sementara itu, terdapat pula beberapa jenis sayuran yang sebaiknya dihindari:

  • Kol
  • Kembang kol
  • Jamur shiitake
  • Terong
  • Kentang
  • Jagung

Sebagai tambahan, Anda juga direkomendasikan untuk menghindari buah-buahan seperti alpukat, melon, dan jeruk, ketika sedang dalam program diet golongan darah O. Anda juga direkomendasikan untuk menghindari konsumsi kopi, bir, dan teh hitam.

Setelah mengetahui tips sumber makanan yang tepat untuk diet golongan darah O, Anda dapat mulai mengatur menu hidangan sehari-hari. Sebelum memutuskan untuk melakukan program diet ini, Anda perlu untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.