Tidak Melulu Pilek, Berikut 5 Penyebab Bersin yang Unik

Seringkali bersin dikaitkan dengan penyakit pilek, flu, dan sejenisnya. Tidak hanya karena virus influenza, penyebab bersin ada banyak. Tidak jarang penyebabnya pun unik. Mulai dari serbuk sari pada tanaman hingga terpapar sinar matahari, masih banyak lagi yang menjadi penyebab seseorang menjadi bersin. Hal tersebut turut membuktikan bahwa bersin merupakan respon alami tubuh pada manusia.  

Berbagai penyebab bersin

Oleh karena itu, menjadi hal yang lumrah apabila Anda merasakan bersin meski sedang tidak menderita flu dan pilek. Berikut situasi yang memungkinkan seseorang untuk merasakan gejala bersin:

Serbuk sari tanaman

Serbuk sari pada tanaman merupakan salah satu jenis  iritan selain debu dan kuman yang bisa masuk ke hidung manusia. Apabila serbuk sari masuk ke dalam tenggorokan, maka saraf akan merespon dan mengirim pesan ke pusat bersin. Pusat tersebut kemudian mengirimkan sinyal ke bagian tubuh yang lain seperti pita suara, diafragma, otot dada, hingga otot di belakang tenggorokan sehingga terjadi bersin. Meski tidak berbahaya, ada baiknya untuk terus menggunakan masker sebagai bentuk pencegahan masuknya berbagai kemungkinan alergi dari iritan. 

Alergi Makanan

Berhati-hatilah saat memilih dan mengonsumsi makanan, ternyata alergi makanan juga memicu terjadinya gejala bersin. Selain itu, reaksi lainnya yang muncul adalah hidung berair, area mata gatal-gatal, hingga timbul ruam kemerahan di sekitar kulit. Beberapa contoh makanan yang sering memicu terjadinya alergi diantaranya adalah kedelai, telur, susu, kacang hingga hewan air tawar yang memiliki cangkang. 

Alergi Bulu Hewan

Menjadi hal yang menyedihkan apabila pecinta hewan peliharaan harus mengalami alergi yang satu ini. Betul, beberapa kasus menunjukkan bahwa seseorang yang alergi dengan bulu hewan berpotensi merasakan gejala bersin. Hal yang umum apabila seseorang bersin-bersin saat berada dekat dengan hewan berbulu. Sebab ada kemungkinan besar hewan berbulu lebat seperti anjing dan kucing mengalami kerontokan pada bulunya. Tidak hanya itu, alergi bulu hewan juga menyebabkan gatal di area kulit, pembengkakan, peradangan, hingga sesak napas.

Konsumsi Makanan Pedas

Secara spesifik, alergi yang dipicu dari mengonsumsi jenis makanan tertentu disebut dengan gustatory rhinitis. Salah satu penyebab bersin dan hidung berair disebabkan mengonsumsi beberapa jenis makanan seperti: sup pedas, wasabi, salsa, bubuk cabai, sambal, hingga kari pedas. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali makanan apa saja yang menimbulkan reaksi alergi.

Terpapar Cahaya Sinar Matahari

Pernahkan Anda tanpa sengaja terkena paparan sinar matahari kemudian bersin-bersin? Kondisi tersebut disebut dengan refleks nasokuler. Dalam dunia medis, kondisi tersebut melibatkan respon antara hidung dan mata. Ada reaksi terjadi pada saraf dalam selaput lendir hidung sehingga menimbulkan gejala bersin. Scientific American mencatat bahwa refleks nasokuler dialami sekitar 18-35 persen populasi dan biasanya dialami oleh perempuan. 

Lima penyebab bersin di atas memanglah unik. Seseorang bisa mengalami gejala bersin meski tidak sedang sakit pilek dan flu. Apabila Anda memiliki alergi terhadap iritan tertentu, tidak ada salahnya untuk mencari tahu apa saja yang bisa dilakukan. 

Itulah 5 penyebab bersin yang unik dan sering terjadi di sekitar kita. Solusi dapat dimulai dengan rutin menggunakan masker dan kacamata hitam saat keluar rumah. Selain itu, jika gejala bersin timbul dalam waktu yang lama, segera konsultasikan dengan dokter terdekat dan gunakan obat untuk meredakannya. 

Mengenal Penyakit Gonore dan Pengobatannya

Penyakit gonore adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kontak seksual. Namun kontak sosial tidak hanya mencakup hubungan seksual tanpa penggunaan kondom, namun, juga termasuk seks oral, ciuman dan penggunaan mainan seks seperti vibrator. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) setiap tahun terjadi 1,14 juta infeksi baru di Amerika Serikat.

Penyakit gonore atau kencing nanah adalah penyakit menular seksual yang dapat dialami oleh pria dan wanita

Pada wanita, tempat infeksi yang paling umum terjadi pada leher rahim. Sedangkan pada pria, terjadi di uretra yang merupakan tabung yang membantu urin keluar dari tubuh.

Gejala Penyakit Gonore

Pada pria maupun wanita penyakit gonore memiliki gejala yang sama, rasa sakit dan nyeri di tenggorokan, sakit saat buang air kecil serta meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Sedangkan gejala yang berbeda pada pria meliputi:

  • Gatal di sekitar anus
  • Testis yang sakit atau bengkak
  • Keluar nanah atau cairan putih, kuning, atau hijau dari penis
  • Testis nyeri dan membengkak
  • Pembukaan uretra merah atau bengkak

Dan gejala penyakit gonore pada wanita yaitu:

  • Keputihan yang tidak biasa (putih dan kuning)
  • Nyeri di perut bagian bawah atau panggul
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Pendarahan di antara periode haid

Diagnosa Penyakit Gonore

Jika Anda merasakan beberapa gejala diatas, Anda harus segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sebelum gonore menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Diagnosa gonore dilakukan dengan tes urin guna mengidentifikasi bakteri di uretra Anda.

Dan tes usap di bagian yang terinfeksi seperti vagina, tenggorokan, uretra atau rektum. Nantinya melalui uji laboratorium, 

Tes terbaru untuk mendiagnosis gonore melibatkan penggunaan probe DNA atau teknik amplifikasi (misalnya, reaksi berantai polimerase , atau PCR) untuk mengidentifikasi materi genetik bakteri.

Pengobatan Penyakit Gonore

Gonore bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Pengobatan yang ada hanya dapat menghentikan infeksi dan tidak dapat memperbaiki kerusakan permanen yang disebabkan oleh penyakit gonore.

Selain itu, penderita gonore akan mendapatkan suntikan antibiotik ceftriaxone satu kali di bokong dan satu dosis azitromisin melalui mulut. Namun sayangnya saat ini muncul strain gonore yang resisten antibiotik.

Kasus tersebut mungkin memerlukan perawatan yang lebih ekstensif, dengan pemberian antibiotik oral selama 7 hari atau terapi ganda dengan dua antibiotik yang berbeda, biasanya dengan total terapi selama 7 hari.

CDC juga merekomendasikan pada kelompok orang di bawah ini untuk melakukan tes gonore secara teratur.

  • Wanita berusia dibawah 25 tahun atau diatas 25 tahun yang aktif secara seksual harus diuji setahun sekali.
  • Semua wanita hamil harus melakukan tes di awal kehamilan.
  • Penderita HIV harus menjalankan tes gonore setidaknya setahun sekali.

Faktor Risiko Gonore

Satu-satunya cara untuk mencegah tertular penyakit gonore adalah dengan tidak melakukan seks bebas. Anda yang tidak berganti-ganti pasangan memiliki risiko rendah terkena gonore. Anda bisa berisiko tinggi terkena gonore jika:

  • Berusia dibawah usia 25 tahun dan aktif secara seksual.
  • Memiliki pasangan seks baru.
  • Memiliki banyak pasangan seks atau memiliki pasangan yang sering melakukan seks bebas.
  • Pernah menderita penyakit menular seksual lain.
  • Tidak menggunakan kondom dengan benar

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menderita Gonore

Jika Anda merasa mengalami beberapa gejala diatas, Anda tentu harus langsung menemui dokter. Lalu Anda juga harus menghindari aktivitas seksual dalam bentuk apa pun. Saat menemui dokter, Anda harus memberikan informasi jelas mengenai riwayat seksual Anda.

Jika hasilnya Anda positif gonore, maka beritahu pasangan seksual Anda untuk melakukan pengetesan. Anda dan pasangan Anda harus melakukan pengobatan hingga dinyatakan bersih dan negatif dari penyakit gonore.

Kenali Obat Herbal Diabetes Menggunakan Ginseng Korea

Berbagai upaya dilakukan oleh penderita diabetes untuk tetap sehat dan bugar. Meski tidak sepenuhnya sembuh, penderita diabetes tetap bisa hidup sehat dengan menghindari pantangan, konsumsi obat secara rutin, dan berolahraga. Tidak hanya memanfaatkan bantuan medis, obat herbal diabetes masih menjadi pilihan sebagai obat alternatif. 

Ada berbagai alasan mengapa penderita diabetes memilih obat herbal. Berbagai macam tanaman dipercaya memiliki khasiat kesehatan dan sudah ditemukan selama ribuan tahun. Tiongkok dan Korea adalah contoh negara yang populer dengan obat herbal. Mereka diwarisi berbagai ilmu pengobatan tradisional yang sebagian besar menggunakan tanaman herbal, ginseng adalah salah satunya. 

Ginseng Sebagai Obat Herbal Diabetes

Ginseng merupakan tanaman langka yang dipercaya masyarakat memiliki berbagai khasiat kesehatan. Sayangnya, tanaman tersebut tergolong langka dan tidak mudah didapatkan. Maka, bukan hal mengherankan apabila ginseng memiliki nilai jual yang sangat mahal. Harganya mulai dari ratusan ribu hingga 5 juta rupiah per kilogramnya. Semakin langka jenis ginsengnya, semakin mahal harga jual ginseng tersebut di pasaran. 

Ada dua jenis ginseng yang biasanya dipakai untuk obat herbal diabetes, yaitu ginseng putih dan ginseng merah. Perbedaan keduanya terletak dari proses pembuatannya. Ginseng putih diproses dengan cara akar ginseng yang dikeringkan saja dan tidak ada proses lainnya. Sedangkan ginseng merah dibuat dengan proses lebih lanjut berupa dipanaskan kemudian dikeringkan. Dari berbagai khasiat yang ada, studi menemukan bahwa ginseng merah bermanfaat bagi penderita diabetes terutama pasien tipe 2. Lantas, khasiat apa saja yang ada dalam kandungan ginseng merah dan bagaimana cara mengolahnya?

Khasiat Ginseng Merah

Zat utama yang terkandung dalam ginseng merah adalah ginsenoside. Zat tersebut membantu mengendalikan aktivitas hormon dan menyeimbangkan kinerja saraf. Ginsenoside juga memberikan pengaruh terhadap produksi insulin, tekanan darah, hingga meningkatkan metabolisme tubuh. Selain ginsenoside, ginseng merah juga mengandung berbagai zat berkhasiat lainnya, seperti panaxytriol, panaxynol, dan panaxydol. Lebih lengkapnya, berikut  khasiat ginseng  Korea secara umum bagi kesehatan:

  • Meningkatkan hasrat seksual dan disfungsi ereksi
  • Meningkatkan fungsi kognitif
  • Meringankan gejala penyakit paru obstruktif kronis
  • Menurunkan risiko flu
  • Menjaga kadar gula darah pada penderita diabetes

Studi yang pernah dilakukan menemukan bahwa ginseng juga membantu para penderita diabetes tipe 2. Ginseng merah  berguna meningkatkan sensitivitas insulin serta interaksinya dengan glimepiride, glipizide dan glyburide bermanfaat menurunkan kadar gula darah. 

Resep Obat Herbal Diabetes Menggunakan Ginseng 

Khasiat ginseng dapat Anda nikmati dengan berbagai pilihan penyajian. Biasanya di Korea Selatan, ginseng diolah menjadi bubuk halus, air rebusan, hingga menjadi teh. Berikut resep membuat teh ginseng yang bisa Anda coba. 

Siapkan akar ginseng yang masih segar, potong tipis-tipis hingga berjumlah 6-7 irisan. Tuang 4 gelas air panas ke dalam panci atau pot, masukkan irisan ginseng, dan tambahkan parutan jahe. Tunggu hingga 10 menit, saring teh dan tuangkan ke dalam gelas. Teh ginseng siap untuk dinikmati. 

Selain teh ginseng, anda juga bisa mengolah ginseng menjadi bubuk halus. Cara mengolah ginseng menjadi bubuk adalah dengan cara dipotong kecil-kecil dan ditumbuk hingga halus. Anda bisa menambahkan bubuk ginseng sebagai campuran masakan atau menyeduhnya dengan air panas.

Itulah resep membuat obat herbal diabetes menggunakan ginseng Korea. Tidak ada salahnya menggunakan obat alternatif selain obat-obatan medis Kehadiran obat herbal diharapkan dapat menjadi alternatif bagi para pasien untuk menikmati obat dari bahan alami. 

Apa Sih Geriatri Itu? Cari Tahu di Sini!

Dokter geriatri, juga disebut ahli geriatri, berspesialisasi dalam merawat orang dewasa yang menua yang sering memiliki masalah medis yang kompleks. Mereka fokus terutama untuk menjaga Anda tetap berfungsi dan membantu Anda mempertahankan kualitas hidup Anda.

 Dokter geriatri memahami peran pengasuh dan bekerja dengan anggota keluarga juga. AS menghadapi kekurangan dokter geriatri untuk populasi orang dewasa yang terus bertambah. 

Menurut American Geriatrics Society, kita membutuhkan sekitar 20.000 dokter geriatri untuk memenuhi kebutuhan orang dewasa yang lebih tua.  Tetapi saat ini kami memiliki kurang dari 7.300 dokter geriatri bersertifikat.

Apa yang Dilakukan Dokter Geriatri?

Dokter geriatri mendiagnosis dan mengobati masalah yang memengaruhi orang dewasa yang lebih tua.  Pasien mereka sering memiliki satu atau lebih masalah kesehatan kronis. Dewan Nasional Penuaan melaporkan bahwa 80% orang dewasa yang lebih tua memiliki setidaknya satu penyakit kronis, dan 68% memiliki setidaknya dua.

Sementara ahli geriatri umumnya akan mengelola perawatan Anda secara keseluruhan, mereka juga bekerja dengan orang lain di tim perawatan kesehatan Anda, seperti:

  •  Anggota keluarga
  •  Pengasuh
  •  Dokter keluarga
  •  Perawat
  •  Apoteker
  •  Pekerja sosial
  •  Penyedia layanan berbasis komunitas
  •  Terapis fisik
  •  Terapis

Orang tua sering menggunakan beberapa obat untuk penyakit yang berbeda.  Untuk alasan ini, dokter geriatri sangat berpengetahuan tentang efek samping obat dan interaksinya.

Pendidikan dan Pelatihan

Ahli geriatri menyelesaikan sekolah kedokteran dan residensi selain mendapatkan lisensi medis dan menjadi dewan bersertifikat. Langkah-langkah untuk menjadi dokter geriatri meliputi:

  •  Menyelesaikan empat tahun sekolah kedokteran
  •  Selesaikan tiga hingga lima tahun dalam program pelatihan residensi penuh waktu
  •  Dapatkan lisensi medis tak terbatas untuk berpraktik di AS dan Kanada
  •  Lulus ujian yang dibuat oleh dewan anggota Dewan Spesialisasi Medis Amerika

Kondisi Apa yang Diobati oleh Dokter Geriatri?

Dokter geriatri memiliki keahlian dalam banyak kondisi dan penyakit terkait usia yang dihadapi orang dewasa yang lebih tua.  Kondisi yang biasa ditangani oleh geriatri meliputi:

Cedera jatuh 

Orang tua sering mengalami masalah keseimbangan dan mobilitas. Karena itu, dokter geriatri banyak menangani kasus jatuh. Tiga dari 10 orang di atas usia 70 tahun jatuh setiap tahun, dan 90% patah pinggul pada orang di atas 70 tahun disebabkan oleh jatuh.  Untungnya, ada cara dokter geriatri dapat membantu mengurangi risiko jatuh.

Semua dokter yang melihat pasien yang lebih tua harus melakukan penilaian jatuh. Alat ini membantu dokter geriatri menemukan dan mengatasi faktor risiko jatuh Anda, yang dapat mencakup obat yang Anda minum dan kondisi seperti:

  •  Masalah penglihatan
  •  Penyakit kronis
  •  Masalah kaki
  •  Gangguan kognitif
  •  Kelemahan
  •  Vertigo,
  •  Bahaya lingkungan (karpet licin, pencahayaan yang buruk, tangga, dll.)

Demensia 

Demensia adalah istilah yang menggambarkan beberapa penyakit otak yang disertai dengan kehilangan ingatan yang cukup parah hingga mengganggu kehidupan sehari-hari Anda.  Penyakit Alzheimer menyumbang 60% hingga 80% dari kasus demensia. Dokter geriatri ahli dalam mendiagnosis penyebab demensia. Menggunakan kombinasi tes memori, kemampuan,dan suasana hati bersama dengan kerja darah dan pemindaian otak, dokter geriatri dapat menawarkan opsi perawatan dan membantu Anda (dan pengasuh Anda) merencanakan masa depan. 

Inkontinensia

Inkontinensia urin (kencing yang tidak disengaja) adalah masalah umum di antara orang dewasa yang lebih tua. Itu juga salah satu yang mereka tidak selalu ingin beri tahu dokter mereka. Ini mungkin karena rasa malu atau keyakinan bahwa itu adalah bagian normal dari penuaan. Dokter geriatri terbiasa menangani kondisi ini.  Mereka dapat menggunakan alat bantu, jadwal buang air kecil, latihan, biofeedback, dan banyak lagi. 

Obat-obatan dan operasi juga merupakan pilihan. Depresi Studi telah menemukan bahwa 29% sampai 52% dari orang dewasa yang lebih tua di panti jompo mengalami depresi. Orang yang lebih tua cenderung tidak mengalami depresi jika mereka masih tinggal di komunitas mereka, di mana tingkatnya lebih seperti 1% hingga 5%.

Ahli geriatri dilatih untuk menilai suasana hati pasien mereka. Depresi pada orang tua tidak selalu terlihat sama dengan depresi pada orang dewasa yang lebih muda. Gejalanya sering muncul sebagai akibat dari kondisi medis lainnya. Misalnya, pusing atau sesak napas bisa menjadi tanda depresi pada pasien yang lebih tua, tetapi bisa dengan mudah disalahartikan sebagai penyakit jantung

Penyakit kardiovaskular

Dokter geriatri melihat banyak orang dengan penyakit kardiovaskular atau yang sudah mengalami stroke atau serangan jantung.

Dokter harus membuat keputusan perawatan dengan hati-hati, terutama jika Anda sudah minum banyak obat atau memiliki masalah medis rumit lainnya.  Ahli geriatri harus mempertimbangkan kelemahan perawatan seperti operasi atau obat-obatan terhadap kualitas hidup Anda.

Alasan Mengunjungi Dokter Geriatri

Meskipun tidak ada usia yang ditetapkan untuk mulai menemui dokter geriatri, sebagian besar menemui pasien yang berusia 65 tahun ke atas.  Anda harus mempertimbangkan untuk pergi ke salah satu jika Anda:

  •  Menjadi lemah atau cacat
  •  Memiliki beberapa kondisi yang memerlukan perawatan kompleks dan rutinitas pengobatan
  •  Tidak bisa lagi mendapatkan dukungan yang memadai dari pengasuh Anda

Bagaimana Pencegahan Pneumonia pada Anak-anak?

Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang terkena pneumonia. Karena itu, pencegahan pneumonia pada mereka merupakan hal yang sangat penting mengingat mereka adalah kelompok yang sangat rentan terkena.

Data WHO pada 2017 menunjukkan bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus, jamur, dan bakteri ini menyumbang 15% kematian pada anak-anak terutama di bawah 5 tahun.

Anak-anak mudah terserang pneumonia karena sistem kekebalan dalam tubuh mereka yang masih lemah dan belum terbentuk.

Mereka mudah terserang juga karena berbagai faktor seperti lingkungan, genetik, dan beberapa faktor risiko lainnya.

Apabila anak sudah terkena salah satu penyakit yang menginfeksi paru ini tentunya harus dilakukan tindakan perawatan berupa pemberian antibiotik tertentu, yaitu amoksilin.

Pada sebagian besar kasus pneumonia memerlukan antibiotik oral yang sering dijadikan resep di rumah sakit, klinik, dan puskesmas.

Antibiotik oral ini juga dapat diberikan dengan harga murah terhadap kelompok tertentu oleh para petugas terlatih dari kelompok tersebut. Apabila pneumonia menunjukkan keparahan, hendaknya penderita harus melakukan rawat inap.

Lalu bagaimana cara mencegah pneumonia pada anak?

Apabila Anda tidak menginginkan si buah hati terkena pneumonia, Anda tentunya harus melakukan langkah-langkah pencegahan pneumonia sebagai berikut:

Vaksinasi

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan vaksinasi kepada si buah hati. Vaksinasi yang diberikan akan membentuk sistem kekebalan tubuh pada anak yang masih rapuh, dan untuk melindungi mereka dari pneumonia di kemudian hari.

Vaksin pneumonia sudah bisa diberikan sejak usia dini tepatnya di usia 2 bulan. Selain vaksin pneumonia, juga ada vaksin lain yang perlu diberikan pada anak, yaitu vaksin flu. Diketahui bahwa pneumonia malah bisa menjadi flu jika dibiarkan terus-menerus.

Jangan lupa untuk selalu memperbarui jadwal vaksinasi anak yang diperlukan dalam masa tumbuh-kembang mereka.

Jauhi Anak-anak dari Kemungkinan Terinfeksi

Pneumonia adalah penyakit yang bisa menyebar melalui apa pun seperti droplet, kontak fisik, dan benda-benda mati.

Karena itu Anda harus selalu aktif untuk mengajarkan anak Anda pentingnya mencuci tangan saat melakukan kegiatan apa pun kemudian selalu mengajarkan untuk menerapkan etika batuk dan bersin yang benar dengan menutup mulut memakai tangan atau masker dan membuang bekas batuk atau bersin dengan tisu.

Jangan Biasakan Merokok di Depan Anak

Apabila Anda merokok, usahakan jangan membiasakannya di depan anak karena secara tidak disadari asap rokok yang Anda embuskan terhirup oleh anak, dan hal itu bisa berpengaruh besar pada sistem pernapasan mereka.

Begitu juga Anda harus selalu siaga jika Anda bersama anak Anda sedang bepergian untuk menghindari tempat-tempat yang boleh untuk merokok.

Jauhi Anak dari Orang-orang Sakit

Karena anak mudah terkena penyakit dalam masa tumbuh-kembangnya Anda harus menjauhi mereka dari orang-orang yang sakit sebagai salah satu bentuk pencegahan pneumonia.

Lalu ketika anak Anda ternyata mengalami gejala pneumonia, Anda juga harus menjauhkan dia dari anak-anak yang sehat supaya mereka tidak tertular.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Anak Mengalami Pneumonia?

Anda bisa menjadwalkan untuk konsultasi baik langsung maupun tidak untuk meminta rekomendasi tindakan yang perlu diambil.

Apabila pneumonia yang dialami anak Anda belum begitu parah dan masih bisa Anda tangani, Anda bisa merawat anak Anda di rumah.

Namun jika ternyata gejala yang ditunjukkan parah, Anda harus segera mungkin membawa anak ke rumah sakit untuk dirawat inap.

Berikut adalah tips yang perlu Anda lakukan saat merawat anak yang terkena pneumonia di rumah:

  • Berilah antibiotik dengan tepat sesuai yang diresepkan dokter. Pemberian ini harus terus-menerus dilakukan bahkan ketika anak Anda sudah merasa lebih baik. Jangan khawatirkan mengenai efek samping yang ditimbulkan 
  • Konsultasi kepada dokter mengenai obat batuk dan pilek yang dijual bebas dan direkomendasikan sebelum memberikannya kepada anak
  • Periksa suhu anak dengan termometer dengan patokan jika lebih besar dari 100,4 Fahrenheit sudah pasti demam, dan jangan menebak-nebak ia terkena demam hanya karena badannya panas
  • Upayakan anak untuk tetap terhidrasi sebagai salah satu kunci melawan penyakit
  • Perbanyak istirahat untuk anak
  • Sediakan humidifier untuk melembapkan udara sehingga membantu anak bernapas lebih baik
  • Segera lakukan tindakan ke UGD apabila anak mengalami kesulitan bernapas
  • Periksa bibir dan kuku anak. Apabila biru atau abu-abu pertanda anak tidak mendapat cukup oksigen. Anda harus segera memeriksakan anak ke dokter
  • Segera rawat inap anak jika memang pneumonia yang dialami sudah parah

Sekian mengenai pencegahan pneumonia pada anak dan penanganannya jika sudah terkena pneumonia. Namun alangkah baiknya Anda melakukan pencegahan karena hal itu lebih daripada mengobati.

Amankah Ibu dengan Peripartum Cardiomyopathy Hamil Kembali?

Pada dasarnya kondisi ibu hamil dengan peripartum cardiomyopathy sangatlah membahayakan. Salah satu indikasi keseriusan pada kondisi ini dapat diukur dengan sesuatu yang disebut fraksi ejeksi, yaitu persentase darah yang dipompa jantung dengan setiap detak. Jumlah fraksi ejeksi yang normal adalah sekitar 55%-60%. Jika fraksi ejeksi lebih rendah dari itu bisa dikatakan bahwa jantung bekerja kurang baik.

Pada PPCM, bilik ventrikel kiri menjadi membesar. Saat ventrikel menjadi lebih besar dari biasanya, dinding otot menjadi tegang dan lebih tipis. Hal ini membuat otot lebih lemah, dan bekerja kurang baik. Hal ini menyebabkan lebih sedikit darah yang dipompa keluar dari jantung dan dipompa keluar dengan kekuatan yang lebih kecil dari biasanya. 

Karena darah tidak bersirkulasi secara efektif, hal ini dapat menyebabkan cairan menumpuk di jaringan, terutama paru-paru, yang memiliki lebih sedikit oksigen yang sampai ke organ tubuh. Kondisi ini menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk dan kelelahan ekstrim yang disebut sebagai ‘gagal jantung’ karena jantung gagal memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen. 

Dalam kasus peripartum cardiomyopathy ringan, gejala khas seperti pembengkakan di kaki dan tungkai, dan beberapa sesak napas bisa mirip dengan gejala trimester ketiga kehamilan normal, sehingga gejala ini mungkin tidak terdiagnosis. 

Namun, pada kasus yang berat berat gejalanya muncul dengan sendirinya ketika pasien mengalami sesak napas dan kaki bengkak setelah melahirkan. Saat jantung tidak memompa dengan baik, cairan dapat menumpuk di dalam tubuh, terutama di paru-paru dan kaki. Ekokardiogram dapat mendeteksi kardiomiopati dengan menunjukkan penurunan fungsi jantung. PPCM dapat mengancam jiwa dan perlu segera diobati. Jika ibu tidak sembuh dengan baik, maka harus tetap melanjutkan pengobatan. 

Jika seorang wanita memiliki PPCM selama kehamilan, penelitian menunjukkan bahwa dia memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mendapatkannya lagi di kehamilan berikutnya, bahkan jika sebelumnya sembuh total. Dalam merencanakan kehamilan di masa depan, disarankan untuk mendiskusikan hal ini dengan ahli jantung untuk menjelaskan risiko potensial apa yang mungkin terjadi, dan pemantauan apa yang diperlukan selama kehamilan. 

Pertanyaan memiliki anak tambahan biasanya tergantung pada sejauh mana ibu telah pulih dari peripartum cardiomyopathy.

Jika kondisi, dalam hal ini kapasitas kerja, jantung tidak sepenuhnya pulih, maka kehamilan selanjutnya tidak dianjurkan. Meskipun tidak ada risiko langsung pada bayi, menjalani kehamilan dengan fungsi jantung yang tidak normal dapat menyebabkan kerusakan jantung tambahan bagi ibu, yang pada gilirannya dapat membahayakan janin yang sedang berkembang.

Jika jantung telah pulih sepenuhnya dari kehamilan sebelumnya, maka kehamilan selanjutnya dapat dicoba, asalkan jantung ibu terus dipantau secara berkala dengan ekokardiogram dan tes stres. Pemantauan kondisi jantung dengan ekokardiogram di sini dapat membantu menunjukkan bagaimana jantung berfungsi saat istirahat dan tes stres mengukur bagaimana jantung bekerja di bawah tekanan.

Meskipun peripartum cardiomyopathy merupakan kondisi yang serius, perlu diingat bahwa banyak wanita berhasil pulih dari penyakit ini. Lebih dari separuh wanita dengan PPCM akan memiliki fungsi jantung  normal kembali enam bulan setelahnya melahirkan. 

Untuk beberapa wanita, pemulihan dapat memakan waktu beberapa tahun karena tingkat keparahan gejala yang mereka alami, dan seberapa baik jantung mereka dapat pulih dari gagal jantung. Apabila setelah kehamilan atau menjelang kehamilan berikutnya peripartum cardiomyopathy kembali muncul dengan gejala yang terus mengkhawatirkan, maka kamu memerlukan perawatan yang berkelanjutan, karena kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut.

Penyebab Telinga Panas Selain Emosi

Apakah pembaca mengetahui kalau telinga panas bisa terjadi akibat dari respons emosi? Emosi dalam hal ini tidak hanya ketika sedang marah saja, melainkan juga di saat kita sedang merasa malu atau bahkan khawatir. Dalam beberapa kasus, kondisi telinga terasa panas diiringi dengan perubahan warna pada permukaan kulit yang menjadi agak kemerahan. 

Namun demikian, jika telinga panas disebabkan karena respons terhadap suatu emosi, maka kondisi itu lambat laun akan menghilang sendirinya seiring dengan meredanya emosi. Dengan kata lain, penyebab telinga terasa panas ini berhubungan erat dengan sisi emosional diri manusia.

Di sisi lain, dihimpun dari berbagai sumber, diketahui kalau ada beragam hal yang bisa menyebabkan telinga terasa panas. Beberapa di antaranya mungkin dapat dikatakan normal. Akan tetapi, sebagian penyebab lainnya tidak boleh dipandang remeh karena bisa jadi salah satu gejala dari penyakit tertentu. Lantas apa saja penyebab telinga panas? Demi menjawab pertanyaan dasar itu, maka artikel sederhana ini ditulis.

  • Paparan sinar matahari

Apabila pembaca banyak melakukan aktivitas di luar ruangan, maka kemungkinan merasakan telinga panas semakin besar. Hal ini disebabkan karena dampak dari terpaparnya sinar matahari dalam waktu yang lama bisa membuat kulit pada telinga seakan-akan seperti terbakar. 

Apabila kondisi tersebut terjadi, biasanya warna permukaan kulit menjadi agak merah dan seiring dengan itu, terasa efek panas di sekitar telinga. Dalam proses penyembuhannya sendiri, biasanya hawa panas itu akan menghilang dengan sendirinya apabila kita sudah berada di lokasi yang sejuk atau terhalau dari paparan sinar matahari.

Namun demikian, jika telinga panas karena efek dari terbakar sinar matahari, bukan tidak mungkin sensasi panas itu baru mereda beberapa hari kemudian. Di sisi lain yang tidak bisa diabaikan begitu saja, apabila tingkatan kulit terbakar sinar matahari parah, maka disarankan agar segera berkonsultasi ke dokter terkait. Sebab, bisa saja dalam proses penyembuhannya memerlukan bantuan medis.

  • Mastoiditis

Kata tersebut merupakan istilah medis yang dapat diartikan sebagai kondisi di mana terdapat infeksi yang terjadi pada tulang mastoid. Apabila kita mengalami infeksi itu, maka efek yang dirasakan adalah sensasi telinga panas. Sebagai informasi, posisi tulang mastoid ini mengelilingi telinga pada bagian tengah dan dalam. 

  • Perubahan hormonal

Jika di antara pembaca sedang mengkonsumsi obat dalam proses pemulihan dari suatu penyakit atau tengah menjalani kemoterapi, maka hal itu bisa membuat terjadinya perubahan hormonal. Apabila perubahan itu terjadi, maka bisa membuat telinga panas. Kendati demikian, hawa panas yang disebabkan kondisi ini bisa dihindari dengan pelbagai cara. Beberapa di antaranya adalah dengan menghindari makanan yang pedas, makanan dan minuman mengandung alkohol, dan kafein.

  • Infeksi telinga

Infeksi pada telinga bisa membuat telinga panas. Perlu menjadi perhatian bersama, infeksi telinga ini bisa terjadi pada siapa saja alias tidak mengenal batasan usia. Jika kondisi itu terjadi pada anak-anak, maka dampak yang bisa dirasakan bukan hanya telinga terasa panas, tetapi juga menimbulkan gejala lain, yaitu demam, sakit kepala, bahkan sampai menurunkan nafsu makan. 

Dalam mengatasi infeksi telinga, lebih bijak pembaca agar segera menghubungi tenaga ahli kesehatan terkait. Sebab, infeksi bila dibiarkan begitu saja bisa mengakibatkan munculnya penyakit lain yang bukan tidak mungkin lebih parah. 

Dari penjelasan di atas, paling tidak kita mengetahui empat penyebab telinga panas. Perlu diketahui, meskipun di antara penyebab tersebut hawa panas pada telinga bisa mereda dengan sendirinya, tetapi jangan sampai diabaikan jika sensasi panas berlangsung dalam beberapa hari. Sangat disarankan agar segera konsultasi kepada dokter apabila telinga panas tak kunjung hilang.

Cara Mengatasi Sakit Pinggang Tanpa Harus ke Dokter

Tidak semua kondisi sakit mengharuskan Anda pergi ke dokter. Walaupun memang tidak bisa dimungkiri, untuk kondisi yang serius, penanganan medis yang tepat perlu segera dilakukan guna mencegah risiko yang fatal. 

Sakit pinggang menjadi salah satu penyakit yang sebenarnya bisa ditangani di rumah, tanpa bantuan dokter, jika memang kondisinya tidak terlalu parah. Cara mengatasi sakit pinggang tanpa harus ke dokter pun sebenarnya sangat simpel dan tidak membuat pusing. 

Jadi buat Anda yang sering atau sedang mengalami sakit pinggang, cobalah beberapa tips di bawah ini. Siapa tahu, ini merupakan cara mengatasi sakit pinggang terbaik untuk Anda. 

  1. Perbaiki Postur Tubuh 

Masalah sakit pinggang kerap kali bersumber dari kebiasaan Anda berdiri dan duduk sehingga membuat postur tubuh kurang ideal, contohnya membungkuk dan miring. Posisi inilah yang akhirnya menjadi keluhan nyeri di pinggang. Cara mengatasi sakit pinggang tinggal di balik saja. Anda harus memperbaiki postur tubuh. Anda bisa memulainya dengan melakukan cara duduk yang benar. Biasakan duduk secara tegak dengan bahu rileks. Pastikan pula kaki menyentuh lantai agar pinggang tidak terlalu terbebani. 

  1. Kompres Dingin dan Hangat 

Pemberian es secara teratur ke area yang nyeri di pinggang Anda dapat membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Coba cara mengatasi sakit pinggang ini beberapa kali sehari dengan durasi 20 menit setiap sesi. Anda hanya perlu sebungkus kantong es batu yang dilapisi dengan handuk tipis sebagai bahannya. Selain itu, cobalah pula mengompres pinggang dengan bantal pemanas atau kompres air hangat. Ini berguna membantu mengendurkan otot dan meningkatkan aliran darah ke area pinggang, sehingga nyeri perlahan memudar. Anda juga bisa mencoba mandi air hangat untuk membantu relaksasi otot-otot di tubuh Anda, tidak terkecuali di pinggang. 

  1. Perbaiki Kuantitas dan Kualitas Tidur 

Saat Anda mengalami sakit pinggang, tidur bisa jadi sulit. Ini bisa menjadi lingkaran setan karena ketika Anda tidak cukup tidur, sakit pinggang Anda dapat terasa lebih buruk. Cobalah memperbaiki kuantitas dan kualitas tidur dengan berbaring miring. Letakkan bantal di antara kedua lutut Anda untuk menjaga tulang belakang Anda dalam posisi netral dan mengurangi ketegangan pada punggung dan pinggang Anda. Jika perlu tidur telentang, selipkan bantal di bawah lutut. Pastikan untuk tidur di atas kasur yang kokoh dan nyaman. Dijamin, nyeri pinggang bisa berkurang. 

  1. Pijatan Lembut 

Memijat otot yang sakit atau tegang dengan lembut adalah salah satu cara paling efektif untuk mengendurkan dan meredakan nyeri. Ini termasuk cara mengatasi sakit pinggang yang cukup efektif. Namun tentunya ketika melakukan ini, lakukan pijatan lembut di sekitar pinggang. Jika takut memijat sendiri, Anda bisa memanggil tukang pijat profesional untuk mengaplikasikan cara mengatasi sakit pinggang yang satu ini.

  1. Berolahraga 

Olahraga dapat membuat otot menjadi lebih lentur dan mengurangi risiko cedera, tidak terkecuali di pinggang Anda. Jika Anda sedang berhadapan dengan sakit pinggang, jangan lantas diam. Anda justru harus aktif berolahraga setidaknya 20-30 menit dalam sehari. Olahraga yang sangat efektif meredakan nyeri di pinggang adalah renang. Ini karena renang termasuk olahraga yang minim dampak. 

  1. Bersenang-senanglah!

Stres bisa memperparah sakit pinggang Anda. Sebaliknya, ketika Anda merasa senang, sakit pinggang bisa berkurang. Cobalah untuk terus meningkatkan produksi hormon endorfin agar perasaan senang bisa menghalangi sinyal rasa sakit dari pinggang ke otak. Cara meningkatkan hormon ini tidaklah sulit. Anda hanya perlu bersantai dan melakukan yang Anda suka. Berolahraga, melakukan hobi, sampai bercinta adalah jawaban untuk meningkatkan produksi hormon endorfin yang berpengaruh baik ke kondisi pinggang Anda. 

Tidak sulit bukan mengatasi sakit pinggang tanpa harus ke dokter? Namun tentunya, jika rasa sakit semakin parah dan membuat Anda sulit bergerak, pilihan ke dokter tidak bisa dielakkan dan harus dilakukan.

Mudah, Ini Cara Mengatasi Nyeri di Pipi

Mengalami nyeri di pipi dan area wajah bisa menyiksa dan mengganggu. Apalagi jika nyeri di pipi ini disertai dengan gejala lain seperti sakit kepala.  

Penyebab nyeri di pipi dan area wajah bisa disebabkan oleh berbagai hal, terutama masalah pada gigi, mulut, dan kepala. Berikut ini beberapa hal yang bisa jadi penyebab nyeri di pipi: 

  • Infeksi mulut 
  • Sakit kepala
  • Cedera pada wajah
  • Sakit gigi
  • Herpes zoster
  • Migrain
  • Sinusitis
  • Gangguan saraf
  • Virus herpes simpleks 1 (HVS-1)
  • Neuralgia trigeminal
  • Septum menyimpang
  • Sendi temporomandibular (TMJ)
  • Kanker mulut
  • Infeksi kelenjar ludah
  • Arteritis sel raksasa
  • Sialadenitis 

Agar Anda bisa mengetahui penyebabnya secara pasti, pemeriksaan ke dokter memang sangat disarankan. Meski begitu, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk meredakan rasa nyeri di pipi. 

Kompres Dingin

Kompres dingin menggunakan es batu merupakan cara mudah untuk mengatasi nyeri di pipi akibat bengkak sakit gigi. Tindakan ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit yang muncul pada daerah tersebut.

Pasalnya, kompres dingin bisa mempersempit pembuluh darah untuk memperlambat aliran darah ke daerah yang terkena.

Namun, pastikan Anda untuk menghindari menempel es batu secara langsung pada kulit. Hal tersebut justru akan merusak jaringan dan memperburuk keadaan.

Sebaiknya,  Anda menempelkan es batu yang sudah dibungkus dengan kain atau handuk ke pipi yang bengkak selama 10 hingga 20 menit, lalu istirahat selama 20 menit sebelum menempelkannya kembali. Ulangi hingga Anda merasa nyaman.

Kumur Air Garam

Jika nyeri di pipi disebabkan oleh sakit gigi, maka Anda bisa berkumur dengan air garam hangat. Cara ini juga dikenal ampuh mengobati gusi bengkak. 

Pasalnya, air garam dapat mengurangi kadar bakteri di dalam mulut. Ini karena bakteri tidak dapat bertahan hidup di air asin.

Anda bisa menggunakan air garam ini dengan mencampurkan 2 sendok garam ke dalam air hangat lalu aduk, kemudian kumur secara perlahan. Lakukan kegiatan ini 3 kali sehari sampai rasa sakit berkurang dan Anda merasa nyaman.

Antibiotik

Jika penyebab nyeri di pipi berasal dari infeksi gigi, maka obat antibiotik dapat mengurangi pembengkakan pada wajah. 

Namun, diperlukan pemeriksaan secara langsung terlebih dahulu dan atas rekomendasi oleh dokter gigi. 

Hilangkan Stress

Selain itu, Anda juga bisa cobalah teknik menghilangkan stres untuk mengurangi mengatupkan rahang. Caranya bisa termasuk:

  • yoga
  • penjurnalan
  • meditasi

Aktivitas ini dapat membantu Anda mengurangi nyeri di pipi jika disebabkan oleh stres.

Hindari Makanan Kenyal 

Makanan yang kenyal, keras, atau renyah dapat membuat sendi rahang Anda terlalu tegang dan menyebabkan rasa nyeri di pipi dan ketidaknyamanan di kemudian hari. Makanan yang harus dihindari meliputi:

  • apel
  • dendeng
  • mengunyah permen karet
  • Es

Periksa ke Dokter 

Jika nyeri di pipi terasa tak tertahankan, apalagi jika pembengkakan pada pipi disertai rasa sakit yang hebat, demam, menggigil dan sakit saat membuka mulut, maka memeriksakan diri ke dokter adalah solusi yang tepat. 

Gejala-gejala tersebut dapat terkait dengan infeksi gigi yang bila dibiarkan akan merusak gusi serta jaringan dan menyebar ke tulang rahang. Kondisi ini bahkan bisa menyebabkan infeksi darah atau sepsis yang mengancam jiwa. 

Dokter akan mengevaluasi segala kemungkinan sehingga menemukan apa penyebab dari kondisi ini.Selain itu, kehadiran dokter diperlukan jika nyeri makin parah, memburuk, atau terjadi terus-menerus. Bantuan medis juga dibutuhkan jika terjadi gejala-gejala infeksi seperti di bawah ini:

  • Demam
  • Kemerahan
  • Terkelupas
  • Sakit gigi parah
  • Nyeri di pipi parah
  • Terjadi pembengkakan
  • Merasa kelelahan tanpa sebab

Pembedahan dapat dilakukan untuk mengobati tumor atau penekanan pada saraf akibat pembuluh darah, atau pengobatan lainnya dapat dilakukan jika tidak efektif.

Jenis pembedahannya termasuk terapi radiasi tanpa melakukan operasi, stimulasi elektrik, penyuntikan atau pembedahan terbuka untuk menghilangkan penekanan pada saraf.

Leukosit Tinggi Tanda Terkena Leukemia?

Jumlah leukosit tinggi merupakan salah satu tanda terkena penyakit leukemia. Leukemia adalah salah satu jenis kanker darah yang menyerang sel darah putih. Penderita leukemia umumnya memproduksi sel darah putih secara abnormal dan dalam jumlah yang tidak wajar. 

Normalnya, produksi leukosit tinggi biasanya terjadi saat tubuh diserang oleh virus atau bakteri yang masuk, dengan tujuan melindungi tubuh dari serangan virus dan bakteri. Namun, pada kasus leukemia, leukosit tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga penderita leukimia akan mudah terinfeksi virus atau bakteri karena tidak memiliki perlindungan yang baik. 

Penyakit leukemia biasanya lebih banyak menyerang anak-anak. Namun, penyakit ini juga bisa menyerang siapa saja, jika sel darah putih tumbuh abnormal dan berlebihan. 

Gejala leukemia

Gejala yang muncul dari penyakit leukemia biasanya berbeda-beda, bergantung dari jenis leukemia yang dideritanya. Berikut ini beberapa gejala umum dari leukemia yang sering terjadi.

  • Demam atau kedinginan
  • Merasa lelah terus-menerus
  • Mengalami infeksi yang cukup parah
  • Berat badan turun drastis
  • Ada pembengkakan pada kelenjar getah bening
  • Mudah berdarah dan memar
  • Sering mimisan
  • Ada bintik merah kecil pada kulit
  • Sering berkeringat, terutama pada malam hari
  • Nyeri pada tulang

Biasanya, penyakit leukemia tidak memiliki gejala yang spesifik dan gejalanya muncul seperti sakit demam atau flu biasa, sehingga penderitanya sering tidak menyadari dan mengabaikan. 

Jadi, saat kamu merasakan beberapa gejala di atas, sebaiknya segera menghubungi dokter untuk pemeriksaan lebih detail, ya.

Jenis leukemia

Leukemia terbagi ke dalam beberapa jenis dengan gejala dan diagnosa yang berbeda-beda. Dokter biasanya membagi jenis-jenis leukemia berdasarkan kecepatan perkembangannya dan juga jenis sel yang terlibat.

Berikut ini jenis leukemia berdasarkan kecepatan leukemia berkembang.

1. Leukemia akut

Pada kondisi ini, sel darah yang tumbuh abnormal adalah sel darah muda yang belum matang. Sel darah muda ini tidak bisa berfungsi normal dan tumbuh dengan cepat sehingga memperburuk kondisi tubuh. 

2. Leukemia kronis

Kondisi ini terjadi karena sel darah dewasa memiliki jumlah yang terlalu banyak, dan beberapa lainnya memiliki jumlah yang terlalu sedikit. Sel darah dewasa ini juga bereplikasi lebih lambat dari biasanya. Biasanya, leukemia kronis tidak menimbulkan gejala, dan baru bisa terdeteksi setelah bertahun-tahun. 

Jenis leukemia yang kedua dikategorikan berdasarkan jenis sel darah putih yang terserang. 

1. Leukemia limfositik

Jenis leukemia ini mempengaruhi sel limfoid yang berfungsi membentuk kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening memiliki fungsi yang cukup penting dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh. 

2. Leukemia myelogenous

Jenis leukemia ini memengaruhi sel myeloid yang memiliki peran untuk berkembang menjadi sel darah merah, sel darah putih, dan juga trombosit. 

Berikut ini jenis utama leukemia yang terbagi ke dalam 4 jenis.

1. Leukemia limfositik akut (ALL)

Jenis leukemia ini adalah jenis yang paling sering ditemukan, khususnya pada anak-anak. Jenis ini juga bisa ditemukan pada orang dewasa.

2. Leukemia myelogenous akut (AML)

Jenis leukemia AML adalah leukemia yang paling umum terjadi, yakni bisa menyerang anak-anak dan juga orang dewasa.

3. Leukemia limfositik kronis (CLL)

Jenis leukemia ini sering terjadi pada orang dewasa. Leukemia ini umumnya juga sulit terdeteksi selama bertahun-tahun karena tidak memiliki gejala yang spesifik. 

4. Leukemia myelogenous kronis (CML)

Jenis leukemia ini biasanya menyerang orang dewasa. Penderita CML biasanya tidak merasakan gejala apapun selama bertahun-tahun, hingga fase sel-sel leukemia berkembang dengan sangat cepat. 

Orang yang berisiko mengalami leukemia

Leukemia memang bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, seseorang dengan ciri berikut ini memiliki risiko yang lebih besar. 

  • Pernah menjalani pengobatan kanker

Seseorang yang pernah menjalani pengobatan kanker seperti kemoterapi jenis tertentu biasanya rentan terkena leukemia jenis tertentu.

  • Gangguan genetik

Adanya kelainan genetik juga bisa menyebabkan seseorang terserang leukemia, seperti penderita down syndrome.

  • Paparan bahan kimia

Paparan bahan kimia seperti benzena juga bisa meningkatkan risiko terkena leukemia.

  • Merokok

Memiliki gaya hidup yang tidak baik seperti merokok bisa meningkatkan risiko leukemia myelogenous akut.

  • Riwayat keluarga

Jika ada anggota keluarga yang terkena leukemia, maka kamu juga bisa memiliki risiko terkena leukemia. 

Jika kamu mengalami beberapa gejala yang tidak biasa seperti di atas, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan darah lengkap untuk mengetahui produksi leukosit tinggi atau normal. Jika ternyata leukosit tinggi, kamu bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.