Waspadai Penyebab Gatal di Area Bibir Vagina Luar

Pernahkah Anda mengalami gatal di area bibir vagina luar? Rasa gatal tersebut bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Mungkin saja, ada kondisi medis tertentu yang menyerang tubuh Anda. 

Untuk mengetahui cara mengatasi rasa gatal itu, Anda perlu terlebih dahulu memahami apa penyebabnya. Dokter bisa membantu melakukan diagnosa untuk mengidentifikasi penyebab rasa gatal Anda.

Hal-hal yang bisa menyebabkan gatal di area bibir vagina luar

Penyebab rasa gatal di area bibir vagina luar ada bermacam-macam. Beberapa penyebab yang umum adalah sebagai berikut:

1. Bacterial Vaginosis

Bacterial vaginosis merupakan kondisi yang paling umum menyebabkan infeksi vagina pada wanita. Secara khusus, kondisi ini lebih mungkin terjadi pada wanita dalam rentang usia 15-44 tahun.

Pada dasarnya, bakteri memang ada pada vagina secara alami. Akan tetapi, pertumbuhan bakteri yang berlebihan bisa menyebabkan bacterial vaginosis. 

Rasa gatal pada bibir vagina merupakan salah satu gejala dari kondisi ini. Jika Anda aktif secara seksual, kondisi ini lebih rentan terjadi. 

2. Iritasi

Beberapa kandungan bisa menyebabkan iritasi ketika terpapar ke vagina. Salah satu gejala utama dari iritasi adalah gatal.

Iritasi juga bisa menjadi reaksi alergi yang menyebabkan gatal di berbagai area tubuh, termasuk di vagina. Hal ini terjadi ketika kulit vagina Anda terpapar oleh bahan kimia yang merupakan iritan.

Beberapa sumber iritan yang mengandung bahan kimia dan bisa menyebabkan gatal adalah sabun, krim pelembab, alat kontrasepsi topikal, deterjen, salep, dan lain-lain.

3. Infeksi jamur

Infeksi jamur juga bisa memicu rasa gatal di area bibir vagina luar. Sama seperti bakteri, jamur pada dasarnya ada pada vagina secara alami. Pertumbuhan jamur yang tidak terkendali akan menyebabkan infeksi jamur.

Pertumbuhan jamur pada vagina bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Salah satu gejalanya adalah rasa gatal. 

Jika Anda mengalami infeksi jamur pada vagina, Anda tidak perlu khawatir. Kondisi ini sangat umum dialami oleh para wanita di seluruh dunia dan bisa diobati dengan pengobatan tepat dari dokter.

4. Penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual adalah penyakit yang pemaparannya terjadi ketika melakukan hubungan seksual. Ada banyak sekali berbagai jenis penyakit menular seksual. Beberapa gejala umum dari kondisi-kondisi tersebut adalah rasa gatal di vagina.

Terkadang, rasa gatal akibat penyakit menular seksual bisa menjadi semakin parah di malam hari. Selain gatal, Anda juga mungkin akan merasakan gejala tambahan berupa sensasi terbakar di vagina, aroma vagina yang tidak sedap, dan lain-lain.

5. Eksim atau dermatitis

Eksim merupakan penyakit kulit jangka panjang yang bisa terjadi pada kulit di bagian tubuh mana saja, termasuk di vagina. Kondisi ini akan membuat kulit menjadi kering, pecah-pecah, bersisik, dan gatal.

Apabila Anda mengalami dermatitis, bagian luar vagina juga akan terlihat meradang dan berwarna merah. Rasa gatal akibat eksim atau dermatitis akan semakin parah di malam hari.

Pengobatan untuk kondisi ini bermacam-macam. Salah satu cara untuk meredakan rasa gatal di area bibir vagina luar akibat eksim adalah menggunakan air dan sabun yang lembut, kemudian menggunakan pelembab pada kulit yang bermasalah.

Itulah beberapa macam penyebab gatal di area bibir vagina luar yang cukup umum. Bisa saja, setelah melakukan pemeriksaan ke dokter, dokter mengidentifikasi adanya faktor penyebab lain yang belum disebutkan di atas. 

7 Cara Mengatasi Suami yang Marah Tapi Bersikap Diam

Di dalam pernikahan, perdebatan antara suami atau istri tidak bisa dihindari. Beberapa perilaku yang muncul saat perdebatan adalah seperti silent treatment atau mendiamkan salah satu pasangan. Jika ini terjadi pada pernikahan, pentingnya peran istri untuk mengetahui cara mengatasi suami yang marah namun bersikap diam. Setiap pasangan sebaiknya perlu tahu apakah mendiamkan seseorang ini menjadi berperilaku kasar karena sudah melewati batas. Jika dibiarkan, hal ini dapat menjadi semacam kekerasan yang bersifat emosional.

Cara Atasi Suami yang Marah tapi Sikapnya Diam

Seringkali istri merasa bingung saat suami memilih diam saat sedang marah. Beberapa cara untuk mengatasi situasi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Memberikan respon yang lembut

Jika suami tidak biasa memberikan respon yang diam, bisa saja akar masalahnya cukup besar. Pentingnya respon lembut yang Anda berikan saat mengajaknya berbicara mengenai konflik ini.

Sampaikan bahwa Anda menyadari sikap suami tidak seperti biasanya dan Anda ingin mengetahui alasan nya. Berikan pengertian jika Anda ingin menyelesaikan konflik yang terjadi.

  • Berikan waktu untuk sendiri

Biasanya, dalam menghadapi masalah bagi seseorang yang cenderung diam adalah waktu yang tepat untuk dapat sendiri sejenak. Terlebih bagi suami yang cenderung memilih untuk memikirkan masalahnya sendiri terlebih dahulu. Mereka cenderung khawatir jika bertindak yang dapat menimbulkan penyesalan jika membahas konflik masalah dalam kondisi yang emosi. Anda dapat mengabaikannya dan memberinya ruang untuk berpikir hingga masalah tersebut dapat berlalu dengan sendirinya. Alihkan perhatiannya dengan mengajaknya menghabiskan waktu dengan pergi keluar rumah bersama.

  • Hindari untuk selalu memberi solusi

Cara mengatasi suami yang marah berikutnya adalah untuk tidak selalu memberikan masukan atas masalah yang dialami. Anda boleh saja memberikan masukan, namun bukan berarti masukan dari Anda perlu dilakukan oleh suami. Hindari memberikan solusi yang terus-menerus tanpa pertimbangan serta merasa paling benar, sehingga tidak ingin mendengarkan suami berbicara. Justru hal ini dapat membuat suasana hati suami Anda kian memburuk.

  • Menjadi pendengar yang baik

Menjadi pendengar yang baik bagi seorang istri bukanlah hal yang mudah. Istri kerap kali mengabaikan pendapat suami karena menganggap bahwa dirinya sudah mengerti dan paham akan situasi yang dihadapi tanpa memikirkan pendapat suami yang diucapkan selanjutnya. Jika suami sudah mulai terbuka untuk menceritakan dan mengungkapkan apa yang sedang dihadapinya, Anda dapat mendengarkan terlebih dahulu hingga benar-benar tuntas. Hindari hal-hal yang dapat mengganggu fokus Anda, terutama ponsel dan televisi agar dapat menjadi pendengar yang baik bagi suami Anda.

  • Meminta Maaf

Setiap permasalahan yang dihadapi, pentingnya permintaan maaf terlebih dahulu dilakukan jika adanya perbuatan atau ucapan yang dapat melukai hati pasangan. Hal ini menjadi penting untuk cara mengatasi suami yang marah. Perlu diingat, meminta maaf bukan berarti memaafkan perilaku yang sedang dilakukan. Bisa saja, hal ini menjadi treatment yang dilakukan untuk dapat memberikan waktu dan kesempatan bagi pasangan untuk meminta maaf.

  • Bersabar menunggu

Meskipun sulit untuk dijalani, bersabar sangat penting diperlukan untuk mengatasi suami yang marah dan diam. Anda perlu memahami situasi sulit yang sedang dihadapi oleh suami. Jika suami Anda tampak menjauh dan memilih diam daripada biasanya, cobalah untuk memahami dan mengerti. Berikan suami Anda waktu untuk dapat tenang kembali. Jika nanti mood suami Anda sudah terkendali, ia akan dengan sendirinya bercerita dan lebih terbuka atas masalah yang dihadapinya. Selama Anda menunggu waktu tersebut, berikan perhatian lebih kepadanya dengan menunjukkan rasa sayang dan peduli terhadapnya. Pentingnya komunikasi antar pasangan menjadi kunci dalam hubungan pernikahan, termasuk saat pasangan Anda sedang menghadapi masalah untuk menghindari pertengkaran kedepannya.

  • Pendampingan

Jika kondisi ini terus-menerus terjadi dan tidak dapat diselesaikan oleh kedua pasangan tanpa adanya komunikasi yang baik oleh kedua belah pihak, pendampingan atau konseling bisa menjadi solusi. Konselor akan membantu kedua pasangan untuk dapat menceritakan dan mengekspresikan masalah yang terjadi sehingga permasalahan akan dapat terselesaikan dengan cara yang tepat dan sehat. Namun, dapat diketahui konseling atau pendampingan bukanlah jawaban atas permasalahan yang terjadi, karena itu semua kembali kepada keyakinan dan komitmen pasangan yang sudah dijalani.

Itulah beberapa cara mengatasi suami yang marah. Diamnya pasangan bukan berarti itu menjadi salah Anda. Hanya saja, meminta maaf dan peran komunikasi yang baik bagi pasangan penting dilakukan apabila ada kesalahan adalah cara yang bijak.

5 Manfaat Menelan Sperma

Salah satu bagian penting dalam berhubungan intim dan program memiliki anak adalah air mani pria, meskipun tak sedikit orang yang benar-benar memahami seluk beluk air mani. Secara umum orang menyebutnya dengan sperma, padahal air mani memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya berbeda dari sperma, termasuk manfaat menelan sperma.

Menelan sperma mungkin terdengar aneh bagi kebanyakan orang awam, namun bagi beberapa orang dengan mencicipi atau menelan sperma pasangannya mungkin adalah hal yang lumrah dilakukan ketika menjalani hubungan seksual. Bahkan tak sedikit orang yang percaya menelan sperma memberi manfaat kesehatan.

Manfaat Menelan Sperma

  1. Jaga Kesehatan Jantung

Sebuah penelitian menunjukkan jika menelan sperma secara teratur dapat menurunkan tekanan darah hingga terhindar dari stroke dan penyakit jantung. Kandungan hormon prostaglandin yang terdapat di dalam cairan sperma memiliki peran dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk konstraksi dan relaksasi otot polos.

Selain itu dilatasi dan penyempitan pembuluh darah, kontrol tekanan darah dan modulasi peradangan. Hasil penelitan juga mengungkapkan jika perempuan yang menelan sperma pasangan mereka jauh lebih rendah terkena preeklamsia, yakni komplikasi yang terjadi pada minggu ke-20 kehamilan, tekanan darah naik yang disertai munculnya protein di urin.

  • Mengandung Protein

Meskipun sperma memang mengandung protein, tetapi jumlahnya sangat sedikit dan sebuah studi dari tahun 2013 membuktikan jika setiap 100 ml sperma hanya mengandung 5.040 mg protein. Secara rata-rata ketika pria ejakulasi, sperma yang muncul hanya mencapai 5 ml, artinya hanya ada 252 mg protein di sana.

  • Mengandung Kalori

Sperma ternyata juga mengandung kalori,sama seperti keju, cokelat hitam hingga telur, meskipun jumlahnya sedikit. Setiap satu sendok sperma, hanya mengandung sebanyak lima sampai tujuh kalori.

  • Meningkatkan Suasana Hati

Siapa sangka jika ternyata menelan sperma memiliki potensi meningkatkan suasana hati, hal ini ditunjukkan pada beberapa penelitian yang menyebut jika sperma mengandung zat-zat antidepresan. Seperti endorfin, estrone, prolaktin, oksitosin , hormon pelepas tirotropin hingga serotonin.

Meski demikian, untuk menjelaskan mekanisme menelan sperma dalam meningkatkan suasana hati seseorang ini masih membutuhkan lebih lanjut. Karena memang hal tersebut diklaim sangat bermanfaat bagi orang.

  • Menyembuhkan Luka

Sperma dipercaya mampu mempercepat penyembuhan luka karena mengandung zat besi, ditambah dengan kandungan vitamin C pada air mani yang berfungsi mencegah munculnya infeksi pada luka. Selain itu sperma juga dapat membersihkan luka dari kuman-kuman serta bakteri, kandungan kalium berperan sangat penting untuk pertumbuhan normal tubuh dan mengganti jaringan rusak.

Nutrisi berupa asam dan fluktosa yang terkandung dalam cairan sperma memiliki manfaat untuk membantu metabolisme dan sistem pencernaan tubuh dalam mencerna gula. Hal ini membuat sperma dapat menjaga kadar gula darah agar tetap terkontrol, dalam sebuah penelitian juga ditemukan jika sperma memiliki efek anti kanker.

Manfaat menelan sperma yang satu ini sangat berguna bagi perempuan karena diklaim mampu mencegah munculnya kanker payudara. Selain itu zat antidepresan, mineral dan protein dalam sperma efektif memperbaiki kualitas tidur seseorang, sangat cocok dicoba bagi mereka yang memiliki kualitas tidur yang buruk.

Beberapa hal yang berpengaruh positif bagi meningkatkan kualitas tidur seperti suasana hati yang baik dan meningkatnya daya tahan tubuh dari serangan penyakit karena kandungan magnesium dari sperma. Meski demikian, banyaknya manfaat dari menelan sperma di atas masih memerlukan penelitian lebih banyak.

Berhubungan Seks dengan BDSM, Sehat atau Tidak?

BDSM merupakan salah satu isu terkait hubungan seksual yang banyak menuai kontroversi di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia. Sebagian besar orang menilai bahwa BDSM merupakan bentuk dari kelainan seksual. Lantas, apa sebenarnya BDSM itu?

Mengenal pengertian BDSM

BDSM merupakan singkatan dari Bondage, Dominance, Sadism, and Masochism. Atau, dalam bahasa Indonesia, BDSM merupakan praktik seksual yang melibatkan perbudakan, dominasi, sadisme, dan masokisme.

Praktik BDSM dilakukan dengan mengambil peran tertentu, dimana salah satu pasangan akan menjadi pihak yang dominan sementara pasangan lainnya tunduk pada yang dominan. Biasanya, penerapannya akan melibatkan kekerasan.

Seringkali, BDSM diasosiasikan dengan kelainan seksual. Akan tetapi, menurut penelitian, praktik ini sangat wajar dilakukan pada pasangan.

Pengaruh BDSM terhadap kondisi kesehatan

Sadar atau tidak, praktik BDSM sebenarnya bisa juga memberikan manfaat bagi kesehatan. Menurut penelitian, pasangan yang pernah atau senang melakukan praktik BDSM akan mendapat keuntungan berupa:

  • Peningkatan kesehatan mental

Banyak orang mengira praktik BDSM justru akan menganggu kondisi emosional. Akan tetapi, berdasarkan penelitian, praktik ini justru bisa meningkatkan kesehatan mental pasangan.

Orang-orang yang terlibat dalam aktivitas seksual BDSM mengaku merasa hubungannya dengan pasangan lebih aman, lebih terbuka untuk mencoba pengalaman baru, penurunan kecemasan, serta peningkatan rasa kesejahteraan.

Akan tetapi, perlu diingat, praktik ini hanya akan meningkatkan kesehatan mental apabila dijalankan berdasarkan persetujuan dari kedua belah pihak.

  • Hubungan asmara yang lebih baik

Selain meningkatkan kesehatan mental, peneliti juga menemukan bahwa pasangan yang melakukan BDSM saat berhubungan seksual memiliki hubungan asmara yang lebih baik.

Setelah menjalankan praktik BDSM, keterikatan dan keintiman pasangan akan semakin terbangun. Selain itu, aktivitas ini juga memicu hormon dopamin dan meningkatkan perasaan senang terhadap satu sama lain.

  • Mengurangi stres

Praktik BDSM juga bisa membantu untuk mengurangi stres. Kadar hormon stres dalam tubuh akan berkurang dengan sendirinya, seiring dengan pelaksanaan kegiatan ini.

Biasanya, pasangan yang mengambil peran dominan lebih mungkin untuk merasakan penurunan stres setelah praktik BDSM. Hal ini karena perannya sebagai pihak yang dominan merangsang penurunan kadar hormon kortisol, yaitu hormon yang menyebabkan stres.

Apakah BDSM merupakan gangguan kesehatan mental?

BDSM tidak bisa selalu dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental. Pada orang dewasa dan pasangan, kegiatan BDSM yang dilakukan berdasarkan persetujuan kedua belah pihak dianggap sebagai hal yang normal dan tidak bertentangan dengan nilai psikologis.

Akan tetapi, orang yang senang melakukan BDSM di luar persetujuan pasangan, bisa saja dianggap memiliki gangguan kesehatan mental.

Ada jenis kelainan seksual lain yang praktiknya hampir serupa dengan BDSM. Kelainan ini disebut dengan gangguan sadisme seksual, dimana seseorang memberikan penderitaan fisik dan psikologis pada orang lain demi memuaskan hasrat seksualnya.

Selain itu, ada juga gangguan seksual masokisme, dimana seseorang dengan sengaja memposisikan diri sebagai pihak yang dihina, dipukuli, dan dilecehkan untuk membangkitkan gairah seksual.

Kedua gangguan ini berbeda dengan BDSM. BDSM dilakukan atas dasar kesepakatan dan tidak menyebabkan masalah signifikan bagi kesehatan. Sementara, gangguan seksual sadisme dan masokisme dilakukan dengan benar-benar melakukan kekerasan, sehingga memicu kerusakan fungsi tubuh.

Bagi pasangan yang sudah menikah, BDSM bisa menjadi variasi berhubungan seksual yang tepat untuk meningkatkan kedekatan hubungan dengan pasangan. Akan tetapi, pastikan bahwa Anda dan pasangan telah sama-sama setuju untuk melakukan praktik tersebut.