Apakah Efek Samping Vaksin Sinovac Berbahaya? Ini Penjelasannya!

Vaksin Sinovac merupakan salah satu dari enam jenis vaksin yang akan diberikan di Indonesia. Mengenali apa saja efek samping vaksin Sinovac yang akan timbul tentu penting untuk menghindari risiko yang serius.

Beberapa ahli dan pemerintah Indonesia mengklaim vaksin Sinovac memiliki efek samping yang kecil atau minim. Walaupun begitu, apakah tetap ada risiko efek samping yang berbahaya?

Syarat untuk bisa mendapatkan vaksin corona salah satunya harus sehat tanpa penyakit penyerta

Panduan Pemberian Vaksin Sinovac

Vaksin Sinovac atau yang disebut dengan CoronaVac merupakan salah satu upaya untuk mencegah infeksi penularan Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Pemberian vaksin Sinovac adalah sebanyak dua dosis, yang diberikan dalam interval 28 hari.

Saat penyuntikkan dosis pertama, Anda bisa mendapatkan perlindungan dari virus Covid-19. Penyuntikkan dosis kedua akan memberikan perlindungan yang terbaik, di mana tubuh akan memproduksi antibodi yang mencegah virus Covid-19 masuk ke dalam tubuh atau menimbulkan gejala yang serius bila terinfeksi.

Proses pembentukan antibodi tersebut baru efektif setelah 14 hari usai pemberian vaksin dosis kedua. Uji klinis fase ketiga CoronaVac yang dilakukan di Turki dan Indonesia memiliki efikasi, atau efek perlindungan terhadap COVID-19, sebesar 65,3 persen.

Bagi mereka yang sudah divaksin dan terpapar atau kontak dengan orang yang mengidap Covid-19 harus tetap menjalani tes dan menjalani karantina. Untuk saat ini, WHO menyarankan untuk tidak menggunakan bukti vaksinasi atau imunisasi sebagai syarat bepergian dan tidak membebaskan individu yang divaksinasi dari tindakan pengurangan risiko perjalanan apa pun. 

Meskipun sudah banyak negara yang melakukan vaksinasi massal untuk menanggulangi pandemi Covid-19, namun penelitian dan pengujian masih terus dilakukan guna mengetahui informasi yang lanjut dari vaksin-vaksin tersebut, termasuk efek samping dan risiko yang bisa terjadi. 

Adakah Efek Samping Berbahaya dari Vaksin Sinovac yang Bisa Terjadi?

Sebelum diberikan vaksin, semua individu akan melalui pengamatan. Tenaga kesehatan atau dokter yang akan melakukan vaksinasi akan melakukan skrining baik pada riwayat kesehatan maupun kondisi kesehatan saat itu juga.

Selama memenuhi syarat, seseorang dapat dinyatakan layak vaksinasi. Selain itu risiko timbul efek samping juga akan menurun.

Secara umum efek samping yang timbul bisa beragam, yang lebih sering muncul biasanya efek samping yang ringan dan bersifat sementara. Selain itu, tidak semua orang akan mengalaminya, karena semua bergantung pada kondisi subuh saat vaksinasi.

Di sisi lain, banyak juga yang mengkhawatirkan akan timbulnya efek samping dari vaksin Covid-19, salah satunya Sinovac. Sejauh ini belum ada laporan efek samping berbahaya dan serius yang terjadi.

Namun dalam pengujian fase 1 dan 2 yang sudah dilakukan pada vaksin Sinovac atau CoronaVac, dapat mengalami reaksi alergi terhadap satu atau lebih bahan yang terdapat dalam vaksin. Walau langka, reaksi alergi ini bisa menimbulkan gatal-gatal atau ruam pada kulit, bengkak, dan masalah pernapasan.

Kemudian disebutkan juga ada kemungkinan kecil bahwa CoronaVac bisa menimbulkan reaksi alergi yang cukup parah. Reaksi alergi yang parah atau disebut anafilaksis biasanya ditandai dengan sesak napas, bengkak di wajah dan tenggorokan, detak jantung cepat, ruam di seluruh tubuh, sakit kepala, dan badan lesu.

Tak cuma pada CoronaVac, anafilaksis merupakan efek samping serius yang sangat jarang terjadi setelah penyuntikkan vaksin apapun. Sebagai pencegahan, pada lokasi vaksinasi harus disediakan kit anafilaktik. 

Selain itu untuk mengantisipasi terjadinya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang serius, penerima vaksin akan diminta untuk tetap tinggal di tempat layanan vaksinasi selama 30 menit sesudah divaksin.

Apabila Anda mengalami efek samping yang serius setelah vaksinasi menggunakan CoronaVac, segera periksa dan laporkan ke dokter atau tenaga kesehatan lainnya.

Efek samping ADE (Antibody-Dependent Enhancement) yang dikhawatirkan juga masih belum ditemukan pada penerima vaksin. ADE adalah fenomena yang mungkin terjadi pada pemberian antibodi dari vaksin atau antibodi lain berupa reaksi yang memperkuat infeksi sehingga terjadinya suatu kejadian imunopatologis yang berat. 

Untuk mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman pada lokasi penyuntikkan di lengan, kompres menggunakan kain bersih yang dibasahi di area tersebut. Gerakkan lengan secara perlahan, dan minum cukup air.

Perlu diperhatikan bahwa tubuh memerlukan waktu untuk membangun imunitas setelah divaksin. Ini berarti Anda masih bisa berisiko terinfeksi virus penyebab Covid-19 sebelum dan setelah vaksinasi. 

Maka dari itu, vaksin bukanlah obat, namun hanya sebuah upaya untuk membentuk kekebalan dari penyakit Covid-19 agar terhindar dari penularan atau kemungkinan sakit berat.

Di luar efek samping vaksin Sinovac yang mungkin terjadi, manfaat yang kita terima jauh lebih besar dibanding risiko sakit yang bisa terjadi bila tidak divaksin. Sampai vaksin yang lebih aman dan efektif ditemukan, terus lakukan upaya perlindungan dan pencegahan melalui disiplin 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak dan jauhi kerumunan, dan Mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.