Daftar Obat Keras untuk Atasi Penyakit Jantung

Obat keras adalah golongan obat yang dalam penggunaannya harus sesuai resep dan pengawasan dari dokter. Beberapa obat keras biasanya diperuntukkan untuk obat antibiotik, obat penenang, obat yang mengandung hormon, dan beberapa jenis lainnya. 

Untuk mengatasi penyakit jantung, obat yang biasanya diberikan oleh dokter juga tergolong ke dalam obat keras. Hal ini karena pengobatan penyakit jantung tidak bisa sembarangan dan harus dalam pengawasan dokter.

Berikut ini daftar obat keras untuk mengatasi penyakit jantung, dosis, dan efek sampingnya. 

Digoxin Tablet

Digoxin Tablet merupakan salah satu golongan obat keras yang bermanfaat untuk pengobatan gagal jantung kronis dan akut. 

Cara kerja obat ini yakni dengan memperbaiki irama jantung yang abnormal serta memperkuat detak jantung.

Kandungan seperti zat aktif digoksin bekerja dengan memengaruhi mineral seperti natrium dan kalium yang memiliki peran penting untuk mengembalikan kerja jantung.

Penggunaan obat ini harus disertai dengan resep dan petunjuk dokter, dengan dosis sebagai berikut ini:

  • Bayi dengan berat badan sampai 1,5 kg: 25 mcg/kg BB/hari sebagai dosis awal.
  • Bayi dengan berat badan 1,5-2,5 kg: 30 mcg/kg BB/hari sebagai dosis awal.
  • Bayi dengan berat badan di atas 2,5 kg dan berusia 1-24 bulan: 45 mcg/kg/BB/hari sebagai dosis awal.
  • Dewasa: 0,75-1,5 mg sebanyak 1 kali per hari, selama 1 minggu.
  • Dosis untuk pemeliharaan: 0,125-0,250 mg/hari sebanyak 1 kali sehari.

Pada beberapa kondisi, obat ini bisa menimbulkan efek samping seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, dan juga cemas.

Digoxin Tablet 0,25 mg isi 10 tablet dijual dengan harga Rp1.570. 

Diovan Tablet

Diovan Tablet mengandung valsartan yang berkhasiat mengatasi masalah seperti tekanan darah tinggi, gagal jantung, dan juga penyumbatan aliran darah ke jantung. 

Dosis yang diberikan biasanya berdasarkan gejala yang muncul, seperti:

  • Hipertensi: 80 mg/hari, dapat ditingkatkan menjadi 160 mg/hari jika diperlukan. Maksimal: 320 mg/hari.
  • Infark post-miokard: 20 mg/hari, dapat ditingkatkan pada beberapa minggu hingga 160 mg/hari.
  • Gagal jantung: 40 mg/hari, dapat ditingkatkan menjadi 160 mg/hari.

Obat ini hanya bisa dibeli dengan menggunakan resep dokter dan tidak boleh dikonsumsi sembarangan. 

Pada kondisi tertentu, obat ini bisa menyebabkan efek samping seperti pusing, sakit punggung, infeksi virus, kelelahan, hingga penglihatan jadi kabur. 

Diovan Tablet 160 mg isi 14 tablet dijual dengan harga Rp414.938.

Candesartan Novell Tablet

Obat ini memiliki manfaat untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan juga gagal jantung. Candesartan Novell Tablet mengandung candesartan 16 mg.

Dosis yang diberikan dokter biasanya disesuaikan dengan gejala atau penyakit yang dialami, seperti:

1. Gagal jantung

  • Dewasa: dosis awal, 4 mg/hari, bisa ditambahkan dengan jarak tidak kurang dari 2 minggu. Maksimal: 32 mg/hari.

2. Hipertensi

  • Dewasa: dosis awal 8 mg/hari disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Perawatan: 8 mg/hari. Maksimal: 32 mg/hari sebagai dosis tunggal atau 2 dosis terbagi.
  • Pasien dengan penurunan volume intravaskular: dosis awal, 4 mg/hari.

Pada kondisi tertentu, obat ini memiliki efek samping, seperti mual, diare, nyeri sendi, nyeri punggung, dan pusing. 

Candesartan Novell Tablet 16 mg isi 10 tablet dijual dengan harga mulai dari Rp175.048.

Fargoxin Tablet

Fargoxin Tablet memiliki manfaat untuk mengobati gagal jantung dan juga aritmia. Obat ini memiliki kandungan zat digoxin yang efektif mengembalikan irama jantung agar normal serta memperkuat detak jantung. 

Penggunaan obat ini harus disesuaikan dengan resep dari dokter, dengan dosis sebagai berikut ini:

  • Dewasa: dosis awal 0,75-1,5 mg dan diberikan dalam waktu 24 jam sebagai dosis tunggal, atau jika dosis terbagi diberikan setiap 6 jam sekali. Untuk dosis pemeliharaan sebesar 0,125 – 0,25 mg per hari.
  • Bayi dengan berat badan 1,5 kg: dosis awal sebanyak 25 mcg/kgBB per hari.
  • Bayi dengan berat badan 1,5–2,5 kg: dosis awal sebanyak 30 mcg/kgBB perhari.
  • Bayi dengan berat badan di atas 2,5 kg dan berusia  1–24 bulan: dosis awal sebanyak 45 mcg/kgBB per hari.
  • Anak usia 2–5 tahun: dosis awal sebanyak 35 mcg/kgBB per hari.
  • Anak usia 5–10 tahun: dosis awal sebanyak 25 mcg/kgBB per hari.

Pada kondisi tertentu, obat ini bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti muntah, cemas, sakit kepala, mual, pusing, diare, penglihatan kabur, dan juga bingung. 

Fargoxin Tablet 0,25 mg isi 10 tablet dijual dengan harga Rp2.700. 

Itu dia beberapa daftar obat keras untuk mengatasi penyakit jantung. Untuk mendapatkannya, kamu bisa membelinya di apotek terdekat atau secara online melalui Toko SehatQ. Namun pastikan kamu sudah mendapatkan resep dari dokter, ya. Sebab, obat di atas hanya bisa didapatkan dengan resep dari dokter. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *