Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner adalah kondisi yang mana ada penyempitan pada saluran pembuluh darah jantung atau arteri koroner. Penyempitan tersebut bisa terjadi karena adanya timbunan lemak. Apabila kondisi itu dialami oleh seseorang, maka yang dapat terjadi kemudian adalah membuat aliran darah ke area bagian jantung menjadi berkurang. 

Tentu saja kondisi tersebut perlu dihindari karena aliran darah yang berkurang ke bagian jantung akan memicu terjadinya penyakit jantung koroner, misal sesak napas. Untuk diketahui, sesak napas tidak boleh diremehkan. Pasalnya, apabila penyumbatan arteri dibiarkan hingga tersumbat sepenuhnya, maka yang dapat dirasakan oleh pasien bukan hanya sesak napas, tetapi juga serangan jantung. 

Gejala jantung koroner tidak sulit untuk dideteksi

Agar kita bisa melakukan pencegahan terkena penyakit jantung koroner, langkah utama yang diperlukan adalah dengan mencari tahu hal-hal umum penyakit tersebut. Dirangkum dari berbagai sumber, selain sesak napas, gejala dari penyakit yang satu ini adalah nyeri di bagian leher, bahu, rahang, perut sebelah kiri, tangan bagian kiri, dan punggung. Adapun sensasi nyeri yang dirasakan bisa sangat ringan atau bahkan masuk dalam kategori berat. 

Gejala Penyakit Jantung Koroner

Di samping itu, gejala penyakit jantung koroner adalah detak jantung yang tidak stabil dan pasien merasakan keringat dingin, muntah, dan cepat merasa capek. Lalu apa sih yang menyebabkan penyakit jantung koroner? Dari beberapa sumber yang sama, menyebutkan kalau penyebab penyakit jantung koroner ini banyak sekali. Akan tetapi, yang paling umum adalah kolesterol, darah tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, dan diabetes. 

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Merujuk beberapa penyebab umum penyakit jantung koroner, kita dapat tarik kesimpulan bahwasannya itu semua balik lagi sama kebiasaan pola hidup, khususnya dalam makan dan minum. Pada dasarnya, menjaga pola makan dan minum memang penting. Jika tidak, maka bukan hanya penyakit jantung koroner saja yang bisa mengingati, tetapi juga penyakit lain. 

Ambil contoh, misalnya diabetes. Penyakit tersebut kita tahu disebabkan karena konsumsi gula berlebih baik dari makanan, maupun minuman. Selain meningkatkan risiko terserang penyakit jantung koroner, diabetes juga bisa memicu komplikasi penyakit lain. Oleh karena itu, menjaga asupan gula memang perlu dilakukan. 

Contoh berikutnya ialah kolesterol. Meskipun kolesterol dibutuhkan oleh tubuh, tetapi jika berlebihan malah bisa menumpuk di pembuluh darah dan bisa mengganggu aliran darah. Kondisi tersebut, selain meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, juga dapat memicu serangan stroke. 

Sementara untuk obesitas sendiri, kita pun telah sadar apabila kondisi tersebut memang tidak menyehatkan. Pasalnya, selain rawan terserang penyakit jantung koroner, obesitas mungkin juga menjadi awal timbulnya penyakit lain, seperti diabetes dan kolesterol. Sehingga, menjaga berat tubuh ideal juga penting. Untuk tahu berapa berat badan ideal caranya sangat sederhana karena tinggal dibandingkan dengan tinggi badan. Hal itu dapat dengan mudah anda ketahui karena sudah banyak artikel yang menjelaskannya. 

Namun demikian, selain penyebab di atas, ada pula yang meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit jantung koroner. Faktor yang dimaksud adalah berkaitan dengan usia. Pasalnya semakin tua seseorang, maka arteri kian menyempit dan lama-kelamaan jadi rapuh. Di samping itu, beberapa sumber menyebut laki-laki juga lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner daripada perempuan. 

Lebih lanjut, faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner berikutnya adalah kebiasaan merokok karena nikotin memang tidak bagus untuk arteri. Lalu, trauma berat dalam waktu yang lama juga menjadi faktor peningkatan risiko terkena penyakit tersebut. 

Itulah hal-hal ringkas yang dapat disampaikan terkait penyakit jantung koroner. Besar harapan gejala, penyebab, dan peningkatan risiko yang telah dikemukakan bisa membantu pembaca sekalian untuk melakukan upaya pencegahan sejak dini. Bagaimanapun menjaga pola hidup sehat sangatlah menguntungkan untuk diri kita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *