Bagaimana Pencegahan Pneumonia pada Anak-anak?

Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang terkena pneumonia. Karena itu, pencegahan pneumonia pada mereka merupakan hal yang sangat penting mengingat mereka adalah kelompok yang sangat rentan terkena.

Data WHO pada 2017 menunjukkan bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus, jamur, dan bakteri ini menyumbang 15% kematian pada anak-anak terutama di bawah 5 tahun.

Anak-anak mudah terserang pneumonia karena sistem kekebalan dalam tubuh mereka yang masih lemah dan belum terbentuk.

Mereka mudah terserang juga karena berbagai faktor seperti lingkungan, genetik, dan beberapa faktor risiko lainnya.

Apabila anak sudah terkena salah satu penyakit yang menginfeksi paru ini tentunya harus dilakukan tindakan perawatan berupa pemberian antibiotik tertentu, yaitu amoksilin.

Pada sebagian besar kasus pneumonia memerlukan antibiotik oral yang sering dijadikan resep di rumah sakit, klinik, dan puskesmas.

Antibiotik oral ini juga dapat diberikan dengan harga murah terhadap kelompok tertentu oleh para petugas terlatih dari kelompok tersebut. Apabila pneumonia menunjukkan keparahan, hendaknya penderita harus melakukan rawat inap.

Lalu bagaimana cara mencegah pneumonia pada anak?

Apabila Anda tidak menginginkan si buah hati terkena pneumonia, Anda tentunya harus melakukan langkah-langkah pencegahan pneumonia sebagai berikut:

Vaksinasi

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan vaksinasi kepada si buah hati. Vaksinasi yang diberikan akan membentuk sistem kekebalan tubuh pada anak yang masih rapuh, dan untuk melindungi mereka dari pneumonia di kemudian hari.

Vaksin pneumonia sudah bisa diberikan sejak usia dini tepatnya di usia 2 bulan. Selain vaksin pneumonia, juga ada vaksin lain yang perlu diberikan pada anak, yaitu vaksin flu. Diketahui bahwa pneumonia malah bisa menjadi flu jika dibiarkan terus-menerus.

Jangan lupa untuk selalu memperbarui jadwal vaksinasi anak yang diperlukan dalam masa tumbuh-kembang mereka.

Jauhi Anak-anak dari Kemungkinan Terinfeksi

Pneumonia adalah penyakit yang bisa menyebar melalui apa pun seperti droplet, kontak fisik, dan benda-benda mati.

Karena itu Anda harus selalu aktif untuk mengajarkan anak Anda pentingnya mencuci tangan saat melakukan kegiatan apa pun kemudian selalu mengajarkan untuk menerapkan etika batuk dan bersin yang benar dengan menutup mulut memakai tangan atau masker dan membuang bekas batuk atau bersin dengan tisu.

Jangan Biasakan Merokok di Depan Anak

Apabila Anda merokok, usahakan jangan membiasakannya di depan anak karena secara tidak disadari asap rokok yang Anda embuskan terhirup oleh anak, dan hal itu bisa berpengaruh besar pada sistem pernapasan mereka.

Begitu juga Anda harus selalu siaga jika Anda bersama anak Anda sedang bepergian untuk menghindari tempat-tempat yang boleh untuk merokok.

Jauhi Anak dari Orang-orang Sakit

Karena anak mudah terkena penyakit dalam masa tumbuh-kembangnya Anda harus menjauhi mereka dari orang-orang yang sakit sebagai salah satu bentuk pencegahan pneumonia.

Lalu ketika anak Anda ternyata mengalami gejala pneumonia, Anda juga harus menjauhkan dia dari anak-anak yang sehat supaya mereka tidak tertular.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Anak Mengalami Pneumonia?

Anda bisa menjadwalkan untuk konsultasi baik langsung maupun tidak untuk meminta rekomendasi tindakan yang perlu diambil.

Apabila pneumonia yang dialami anak Anda belum begitu parah dan masih bisa Anda tangani, Anda bisa merawat anak Anda di rumah.

Namun jika ternyata gejala yang ditunjukkan parah, Anda harus segera mungkin membawa anak ke rumah sakit untuk dirawat inap.

Berikut adalah tips yang perlu Anda lakukan saat merawat anak yang terkena pneumonia di rumah:

  • Berilah antibiotik dengan tepat sesuai yang diresepkan dokter. Pemberian ini harus terus-menerus dilakukan bahkan ketika anak Anda sudah merasa lebih baik. Jangan khawatirkan mengenai efek samping yang ditimbulkan 
  • Konsultasi kepada dokter mengenai obat batuk dan pilek yang dijual bebas dan direkomendasikan sebelum memberikannya kepada anak
  • Periksa suhu anak dengan termometer dengan patokan jika lebih besar dari 100,4 Fahrenheit sudah pasti demam, dan jangan menebak-nebak ia terkena demam hanya karena badannya panas
  • Upayakan anak untuk tetap terhidrasi sebagai salah satu kunci melawan penyakit
  • Perbanyak istirahat untuk anak
  • Sediakan humidifier untuk melembapkan udara sehingga membantu anak bernapas lebih baik
  • Segera lakukan tindakan ke UGD apabila anak mengalami kesulitan bernapas
  • Periksa bibir dan kuku anak. Apabila biru atau abu-abu pertanda anak tidak mendapat cukup oksigen. Anda harus segera memeriksakan anak ke dokter
  • Segera rawat inap anak jika memang pneumonia yang dialami sudah parah

Sekian mengenai pencegahan pneumonia pada anak dan penanganannya jika sudah terkena pneumonia. Namun alangkah baiknya Anda melakukan pencegahan karena hal itu lebih daripada mengobati.