8 Fakta soal Pijat Perineum Sebelum Persalinan

Jangan takut dengan waktu persalinan yang semakin dekat. Bayang-bayang adanya robekan di perineum waktu proses melahirkan pun sebaiknya Anda tepis. Sebagai gantinya, carilah cara untuk meminimalkan risiko tidak nyaman ketika proses melahirkan. Salah satunya dengan pijat perineum. 

Sesuai namanya, pijat perineum adalah pijatan yang dilakukan pada bagian perineum Anda. Perineum sendiri merupakan otot dasar panggul yang terletak di antara simfisis pubis (di depan), tulang ekor (di belakang), dan paha. Lebih simpelnya, Anda bisa menemukannya dari bagian atas klitoris sampai tepat di belakang anus. 

Fakta tentang pijat perineum

Banyak fakta menarik mengenai pijat perineum sebelum persalinan ini. Namun pada dasarnya, persalinan akan terasa lebih nyaman karena pijatan perineum membuat perineum Anda menjadi lebih fleksibel. Berikut ini adalah fakta-fakta yang mesti Anda tahu sebelum melakukan pijatan perineum. 

Cegah Robekan 

Dalam persalinan pervaginam, risiko perineum Anda sobek ternyata cukup besar. Faktanya, sekitar 79 persen persen mengalami robekan akibat persalinan pervaginam. Robekan tersebut terjadi umumnya karena area perineum tidak cukup elastis. Keelastisan perineum bisa dirangsang dengan pijatan perineum. 

 Lebih Sedikit Nyeri 

Manfaat lain dari pijatan perineum disebut-sebut akan langsung terasa pasca melahirkan. Perempuan yang kerap mempraktikkan pijatan perineum cenderung merasa nyeri vagina yang lebih sedikit pada minggu-minggu awal setelah melahirkan. Pasalnya, area perineum yang elastis membuat sensasi terbakar dan perih ketika persalinan dapat dikurangi. 

Sejak 35 Minggu 

Pijat perineum direkomendasikan untuk mulai dilakukan sejak usia kehamilan 35 minggu. Tidak perlu terlalu sering, Anda hanya perlu melakukan pijatan prapersalinan ini 1-2 kali dalam seminggu guna bisa memberikan efek perlindungan dari risiko sobekan perineum ketika melahirkan. 

Dilakukan Sendiri 

Pijatan perineum sejatinya dilakukan oleh ibu hamil sendiri. Anda bisa melakukannya di mana dan kapan saja ketika Anda merasa nyaman. Pijatan yang diarahkan ke bagian vagina ini pada awalnya memang sulit dilakukan sendiri. Anda bisa menggunakan cermin sebagai bantuan untuk menemukan celah vagina yang tepat ketika hendak memijat. Pilihan lainnya, Anda bisa meminta bantuan partner Anda untuk melakukan pijatan di bagian perineum. 

Biasakan Pakai Pelumas 

Bersiaplah karena pijatan perineum awalnya akan memberikan sensasi tidak nyaman. Beberapa pengalaman bahkan menyebutkan pijatan ini cukup menyakitkan. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman tersebut, biasakanlah memakai pelumas ketika hendak melakukan pijatan perineum. Banyak pelumas yang larut dalam air yang bisa digunakan untuk pemijatan ini, seperti minyak zaitun ataupun minyak kelapa murni. 

Kompres Bantu Relaksasi 

Anda bisa jadi tegang ketika hendak melakukan pijatan perineum. Kondisi ini membuat otot makin kaku dan rasa sakit ketika pijatan dilakukan semakin terasa. Cobalah untuk lebih rileks agar rasa nyaman ketika pijatan dilakukan bisa didapatkan. Salah satu cara untuk memperoleh kondisi rileks tersebut adalah mandi air hangat atau mengompres area perineum dengan air hangat selama 10 menit sebelum pemijatan. 

Batas Kedalaman Jari 

Pijatan perineum pada dasarnya adalah melakukan dorongan di bagian perineum sampai ke bagian bawah dekat anus kemudian tarikan sampai ke klitoris. Anda bisa menggunakan ibu jari untuk melakukan pijatan tersebut. Namun, hati-hatilah agar ibu jari yang dimasukkan ke vagina tidak terlalu dalam. Batas maksimal masuknya ibu jari ke vagina adalah 5 sentimeter. 

Jangan Lama-lama 

Lama-kelamaan Anda mungkin akan terbiasa melakukan pijatan perineum dan rasa tidak nyamannya menjadi berkurang. Akan tetapi, tetap saja jangan terlalu lama mengendurkan area perineum. Untuk tiap kali sesi pijatan, Anda sebenarnya hanya butuh waktu 2-5 menit. 

Pada dasarnya, pijatan perineum menguntungkan bagi Anda yang sedang mempersiapkan persalinan. Tidak perlu takut karena jika dilakukan dengan aman, rasa pijatan ini tidak akan terlalu nyeri.

Seperti Apa Trimester 2 pada Masa Kehamilan?

Jika Anda hamil, ada berbagai hal yang perlu Anda perhatikan, salah satunya termasuk proses kehamilan. Proses kehamilan dibagi menjadi 3 tahap atau trimester, antara lain trimester 1, trimester 2, dan trimester 3. Trimester 2 terjadi di antara minggu ke-13 hingga minggu ke-28 masa kehamilan.

Trimester 2 kehamilan merupakan tahap yang dapat membuat banyak perubahan pada bayi. Meskipun demikian, Anda juga perlu waspada karena trimester 2 dapat menyebabkan komplikasi pada tubuh Anda.

Penampilan fisik bayi semakin membesar dan organ-organ vitalnya seperti jantung dan paru-paru semakin berkembang. Untuk mengetahui perkembangan fisik bayi, dokter menggunakan USG.

Perkembangan Janin pada Trimester 2

Berikut adalah perkembangan yang dialami janin ketika ibu hamil memasuki trimester 2:

  • 4 bulan

Ketika usia janin 4 bulan atau 16 minggu, panjang bayi akan mencapai sekitar 15 cm, dan berat badannya mencapai sekitar 110 gram.

Selain itu, jari tangan dan kaki terbentuk lebih jelas. Tulang-tulangnya, termasuk gigi, menjadi lebih padat. Penampilan fisik lain seperti rambut juga mulai terbentuk. Anda dapat mengetahui jenis kelamin janin Anda pada awal trimester 2 (atau bulan keempat).

  • 5 bulan

Ketika usia janin 5 bulan atau 20 minggu, panjang bayi akan mencapai sekitar 25 cm, dan berat badannya mencapai sekitar 220 hingga 450 gram.

Selain itu, rambut janin semakin terbentuk atau memanjang. Bayi juga akan memiliki rambut-rambut halus (lanugo) dan lapisan yang melindungi kulit janin (vernix caseosa). Anda akan merasakan bayi bergerak karena bayi dapat melatih ototnya.

  • 6 bulan

Ketika usia janin 6 bulan atau 24 minggu, panjang bayi akan mencapai sekitar 30 cm dan berat badannya mencapai sekitar 900 gram.

Sidik jari dan kaki berkembang. Kelopak mata dan mata janin dapat dibuka. Anda dan bayi Anda juga bisa semakin berinteraksi karena bayi dapat mendengar suara dari luar dan merespons suara tersebut dengan bergerak atau meningkatkan denyut nadinya. Anda dapat merasakan bayi cegukan ketika Anda memasuki masa kehamilan selama 6 bulan.

Perubahan Pada Trimester 2

Ketika Anda memasuki trimester 2, berikut adalah perubahan yang terjadi pada Anda:

  • Penampilan fisik

Ketika Anda memasuki trimester tersebut, perut dan payudara Anda membesar. Selain itu, garis guratan (stretch mark) muncul pada bagian perut dan bercak kecokelatan akan muncul pada kulit.

  • Kondisi yang Anda alami

Trimester 2 pada masa kehamilan juga dapat menimbulkan kondisi berupa pusing, gusi berdarah, sakit pinggang dan punggung, dan kaki kram.

Komplikasi

Komplikasi yang terjadi pada ibu hamil di trimester 2 adalah sebagai berikut:

  • Pendarahan.
  • Preeklampsia.
  • Ketuban pecah terjadi lebih cepat.
  • Keguguran.
  • Kelahiran secara prematur.
  • Masalah pada plasenta.

Memeriksa Kondisi Janin

Jika Anda memasuki trimester 2 dan ingin menjaga kondisi janin, berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan:

  • Berat badan

Berat badan perlu dilakukan untuk menjaga kondisi janin supaya tidak lahir dengan berat badan rendah. Ada berbagai cara untuk menjaga berat badan supaya tidak berkurang, salah satunya termasuk mengkonsumsi cemilan sehat.

  • USG

USG dapat dilakukan untuk mengetahui perkembangan bayi.

  • Tekanan darah

Tekanan darah dapat diukur untuk mengetahui apakah Anda mengalami preeklampsia atau tidak.

  • Tes urine

Tes urine dapat dilakukan untuk mengetahui kadar protein. Kadar protein berkaitan dengan preeklampsia.

  • Kadar glukosa darah

Kadar glukosa darah dapat diperiksa untuk mengetahui apakah Anda mengalami diabetes gestasional atau tidak.

Cara Menjaga Kesehatan Di Trimester 2

Selain memeriksa kondisi tubuh, berikut adalah beberapa cara untuk menjaga kesehatan tubuh:

  • Mengkonsumsi makanan sehat.
  • Mengkonsumsi air putih secara rutin.
  • Mengkonsumsi vitamin.
  • Berolahraga seperti senam.

Kesimpulan

Trimester 2 merupakan masa kehamilan yang cukup banyak untuk dipertimbangkan. Anda juga perlu lakukan cara-cara yang disebutkan di atas secara rutin untuk menjaga kesehatan Anda dan janin Anda. Untuk informasi lebih lanjut tentang trimester 2, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Ketahui Kebutuhan Kalori Ibu Hamil

Seperti yang Anda tahu, tubuh mengalami banyak perubahan fisik dan hormon pada saat hamil. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda dan bayi yang sedang berkembang di dalam janin, Anda harus membuat pilihan makanan dari berbagai sumber. Makan makanan yang sehat dengan gizi seimbang akan membantu Anda yang sedang hamil merasa lebih baik, sekaligus menyediakan semua yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan janin. Makanan yang Anda makan merupakan sumber utama nutrisi bayi, sehingga sangat penting Anda mendapatkan semua nutrisi yang didapatkan serta mengetahui kebutuhan kalori ibu hamil

Memastikan Anda memenuhi kebutuhan kalori ibu hamil merupakan salah satu hal terpenting dalam menjaga kesehatan pertumbuhan bayi di dalam janin. Apabila berat Anda normal atau rata-rata dan Anda adalah seorang yang aktif sebelum hamil, asupan kalori harian yang direkomendasikan adalah sekitar 2000 kalori setiap harinya. Berikut adalah yang perlu Anda ketahui seputar kebutuhan kalori ibu hamil. 

  • Trimester pertama. Anda mungkin tidak membutuhkan kalori tambahan pada trimester pertama. Pada masa ini, Anda perlu berfokus dalam memilih makanan bernutrisi yang dapat memberikan energi saat Anda mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. 
  • Trimester kedua. Naikkan asupan kalori harian sekitar 300 hingga 350 kali setiap harinya. Anda bisa melakukannya dengan menambahkan dua gelas susu skim atau semangkuk oatmeal. 
  • Trimester ketiga. Anda membutuhkan ekstra 500 kalori setiap harinya. 
  • Apabila Anda hamil bayi kembar. Anda membutuhkan tambahan 300 kalori per hari untuk setiap bayi yang ada di dalam kandungan. 

Tentu saja ada pengecualian tersendiri untuk formula yang tersebut di atas, misalnya apabila Anda adalah seorang remaja atau terlalu kurus. Dalam kasus tersebut, Anda membutuhkan lebih banyak kalori. Dan begitu pula sebaliknya. Apabila Anda memiliki kelebihan berat badan atau obesitas sebelum hamil, Anda perlu mendapatkan asupan kebutuhan kalori ibu hamil yang lebih rendah. 

Bagaimana mengetahui Anda sudah mendapatkan kalori yang cukup?

Cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda sudah mendapatkan cukup kalori bukan dengan memantau apa yang Anda makan, melainkan melihat timbangan berat badan setiap minggunya. Apabila sebelum hamil Anda memiliki berat badan yang normal, saat hamil idealnya Anda akan mengalami penambahan berat badan sebanyak 1,3 hingga 1,8 kilogram pada trimester pertama, dengan pertambahan 0,5 kilogram setiap minggunya pada trimester kedua dan ketiga. Tentu saja angka tersebut akan bergantung pada indeks masa tubuh (BMI) pra-kehamilan dan faktor-faktor lainnya. 

  • Apabila Anda tidak memiliki pertambahan berat badan yang signifikan saat memasuki trimester kedua, ada kemungkinan Anda tidak mendapatkan cukup makanan yang penting untuk kesehatan kehamilan, misalnya makanan kaya protein, makanan tinggi kalsium, makanan yang mengandung vitamin C, sayur-sayuran hijau, buah, makanan tinggi zat besi, dan lain-lain. Apabila Hal ini terjadi pada Anda, cobalah untuk menambahkan jumlah makanan setiap harinya. Jika Anda masih kesulitan menambah berat badan, hubungi dokter. 
  • Di sisi lain, apabila Anda bertambah berat badan dengan sangat cepat, berarti Anda mendapatkan lebih banyak kalori daripada yang Anda butuhkan. Kunjungi dokter dan buat penyesuaian yang sehat. Hindari makanan olahan yang tinggi kalori namun sedikit memiliki nilai nutrisi. 

Cara terbaik dalam memenuhi kebutuhan kalori ibu hamil adalah dengan mendapatkan rekomendasi dokter tentang makanan apa saja yang perlu dikonsumsi sesuai dengan kondisi Anda. Selama Anda mengikuti diet yang seimbang dan sehat setiap hari, nutrisi ibu dan janin di dalam kandungan akan tercukupi, sehingga bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.