Tanda-tanda dan Solusi Panggul Sempit bagi Ibu Hamil

Salah satu faktor yang mempermudah proses kehamilan dan kelahiran pada wanita adalah memiliki bentuk panggul yang lebih lebar ketimbang laki-laki. Namun demikian, tidak semua perempuan memiliki panggul seperti itu dan justru memiliki panggul sempit. Padahal bentuk panggul seperti ini berpotensi mempersulit persalinan yang normal.

Bentuk panggul perempuan pada umumnya memang lebih lebar dan luas serta lentur, panggul juga memiliki banyak fungsi. Salah satunya sebagai jalan keluar bayi ketika persalnan, hal inilah yang menjadi perhatian mengapa ukuran dan kondisi panggul juga menjadi hal yang memengaruhi proses kelahiran.

Tanda-tanda Panggul Sempit

Dalam istilah medis, panggul yang sempit disebut sebagai CPD yakni Cephalopelvic Disporpotion, kondisi ini juga diartikan sebagai keadaan di mana kepala atau tubuh bayi terlalu besar dan tidak muat untuk melewati panggul. Selain itu, kondisi ini juga diduga terjadi karena kepala bayi gagal untuk turun ke dalam panggul.

Keadaan ini sulit untuk dihindari, namun juga tergantung pada bentuk tubuh atau ukuran kepala bayi yang seiring berjalannya waktu dapat semakin membesar. Mengetahui kondisi panggul yang sempit bisa dilakukan saat masa kehamilan melalui bantuan USG. Ibu hamil yang mulai memeriksakan atau berkonsultasi ke dokter dengan tanda seperti berikut ini.

  • Adanya abnormalitas terhadap perkembangan kehamilan.
  • Serviks berhenti melebar hingga tidak kunjung melahirkan.
  • Kondisi bayi yang tidak turun melalui panggul.

Adanya pemeriksaan USG digunakan untuk memperkirakan ukuran dari bayi, USG panggul dilajukan selama masa kehamilan. Proses ini juga dapat digunakan sebagai prosedur diagnostik non-invasif, sehingga mampu menghasilkan gambar dari organ hingga struktur panggul. Sementara itu, kondisi panggul yang sempit dapat disebabkan beberapa faktor, seperti berikut.

  • Kelainan bentuk panggul yang diakibatkan cacat lahi, faktor genetik seperti memiliki ibu dengan bentuk panggul yang sempit dan wanita dengan tinggi badan tak lebih dari 145 cm.
  • Cedera yang ditimbulkan karena kondisi klinis, seperti patah tulang panggul, patah tulang pinggul, prolaps organ panggul, radang hingga tumor panggul.
  • Adanya kondisi di mana kadar hormon androgen dalam tubuh menjadi berlebih dan menyebabkan panggul kecil.
  • Malnutrisi, gangguan tulang seperti rakitis dan osteomalacia yang menyebabkan tulang panggul menjadi tidak normal.

Solusi Panggul Sempit

  • Ikut Kelas Persalinan

Kelas persiapan sebelum persalinan bukan menjadi hal asing bagi ibu hamil, tujuan mengikuti kelas ini agar ibu hamil dapat mempersiapkan persalinan secara fisik dan juga mental. Selain itu, kelas ini juga dapat memberikan lebih banyak pengetahuan bagi ibu hamil, termasuk kondisi panggul.

  • Gunakan Jasa Doula

Doula merupakan pendamping dalam proses persalinan yang bisa meningkatkan kenyamanan ketika berada di rumah sakit. Jasa yang diberikan doula juga mampu membantu dalam memberi fasilitas agar posisi janin tetap optimal dan mendorong agar bisa melahirkan dengan posisi tegak.

  • Mengenal Posisi Janin

Posisi janin juga menjadi salah satu faktor penentu proses persalinan berjalan lancar, umumnya posisi dalam keadaan sudah benar. Namun juga tidak sedikit kasus persalinan dengan posisi janin yang belum optimal dan menyulitkan jalan lahirnya. Rajin jalan kaki dan jongkok, menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini.

Perlu diketahui bahwa ibu hamil dengan panggul yang sempit tetap berpeluang untuk melahirkan normal, meskipun juga tergantung pada kondisi ibut dan berat badan atau ukuran janin yang ada di dalam kandungan.

Program Hamil Tak Kunjung Sukses, Mungkin Ini Sebabnya

Power Pregnancy – Workouts & pelvic Health Tips for Every Stage of ...

Tak dapat dimungkiri bahwa salah satu tujuan dari pernikahan dan perkawinan merupakan mendapatkan generasi penerus. Namun, kadang ada saja hal-hal yang membuat pasangan tak kunjung mendapatkan anak. Atas dasar itu, muncullah apa yang disebut program hamil.

Pasangan yang menjalani program hamil biasanya akan lebih fokus dalam tujuan utama mereka. Hal ini disebabkan karena apa yang diniatkan di awal adalah terjadinya pembuahan. Banyak dari pasangan yang langsung berhasil dalam program hamil, meski tak sedikit juga yang tak kunjung sukses.

Ada beberapa kemungkinan mengapa program hamil tak juga berbuah hasil, seperti halnya ada banyak kemungkinan juga di balik keberhasilan program hamil. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini beberapa kemungkinan yang bisa saja menjadi penyebab program hamil tak kunjung sukses: 

  • Menjalani Gaya Hidup Tidak Sehat

Peluang hamil tak bisa terlepas dari kondisi kesehatan pasangan. Hal ini tentu saja berbanding lurus dengan gaya hidup yang dijalankan seseorang. Kebiasaan-kebiasaan buruk seperti pola makan yang tidak sehat, merokok, serta konsumsi alkohol, dan obat-obatan terlarang, tentu punya peran dalam ketidaksuburan seseorang.

Meski tak terlalu signifikan, tetapi pikiran yang sehat juga memainkan peran yang penting dalam program hamil. Oleh karenanya, hindari stress dan menjaga diri untuk tetap rileks juga penting. Stres dan depresi dapat memengaruhi peluang kesuburan.

  • Tidak Punya Jadwal Berhubungan Intim

Salah satu kesalahan utama yang dilakukan oleh pasangan suami istri saat program hamil adalah jadwal hubungan intim yang tidak teratur. Pasalnya, melakukan hubungan intim sebelum dan selama masa ovulasi adalah waktu terbaik untuk proses konsepsi.

Ketika suami istri abai dan tidak memiliki jadwal yang tersusun dengan rapi, ada peluang besar mereka melewatkan waktu yang tepat untuk mendapat kesuksesan yang besar. Peluang hamil pun justru menjadi stagnan atau bahkan menurun.

Cobalah untuk melakukan hubungan intim sekitar 2-3 kali seminggu. Ini guna mendapatkan peluang yang lebih besar untuk berada di waktu yang tepat, dibandingkan jika pasangan hanya melakukannya sekali dalam seminggu.

  • Mengabaikan Masa Subur

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa ini merupakan kesalahan fundamental dalam kegagalan program hamil. Aktivitas seksual yang paling baik untuk terjadinya pembuahan adalah 3-5 hari sebelum ovulasi dan pada hari ovulasi.

Oleh karenanya menjadi penting untuk mengetahui masa subur pasangan dan melakukan hubungan intim selama periode tersebut.

  • Tak Kunjung Periksa ke Dokter

Jangan anggap remeh pentingnya berkonsultasi ke dokter saat merencanakan program hamil. Terutama jika Anda dan pasangan berusia di bawah 35 tahun dan belum kunjung dikaruniai momongan setelah menikah dalam kurun waktu minimal satu tahun.

Apabila kondisi tersebut sudah terjadi, sudah saatnya untuk segera cek ke dokter spesialis fertilitas. Nanti akan dilakukan beberapa pemeriksaan khusus, guna mengetahui kondisi Anda dan pasangan.

Saat melakukan kunjungan ke dokter, usahakan untuk datang berdua dengan pasangan. Tujuannya agar pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh pada kedua belah pihak. Ketidaksuburan seringkali dianggap sebagai kesalahan dari pihak perempuan, padahal nyatanya tidak selalu demikian.

  • Kerap Menggunakan Pelumas

Kebiasaan menggunaan cairan lubrikasi atau pelumas saat berhubungan intim merupakan salah satu hal yang bisa menggagalkan program hamil seseorang. Pasalnya, sebagian besar cairan lubrikasi tidak ramah sperma dan dapat mengurangi peluang mereka bertahan sebelum melakukan pembuahan. 

Pada dasarnya, vagina sudah mampu menghasilkan cairan lubrikasi sendiri yang berfungsi melancarkan sperma mencapai sel telur. Jadi, jika kerap kesulitan dalam melakukan penetrasi, mungkin ada yang salah dalam prosesnya.

***

Meski tidak selalu dan masih ada banyak peluang atau faktor lain yang dapat menggagalkan program hamil, tetapi beberapa hal di atas bisa dijadikan sebagai bahan refleksi. Jika Anda dan pasangan seperti yang ditulis di atas, sebaiknya segera perbaiki demi datangnya buah hati yang selama ini ditunggu-tunggu.