Mengatasi Chronic Kidney Disease (CKD) dengan Nephrisol Susu

Ginjal merupakan salah satu organ terpenting tubuh. Ia terletak pada bagian atas perut yang berdekatan dengan otot punggung belakang. Organ ini memiliki peran penting bagi tubuh, mulai dari mengatur sel darah merah dalam tubuh, menyaring racun, mengembalikan vitamin dan zat penting pada aliran darah, hingga menjaga kadar air dan mineral didalam tubuh. 

Saat ginjal mengalami masalah dan tidak berjalan dengan semestinya, racun yang seharusnya dibuang menumpuk pada tubuh dan dapat menyebabkan masalah ginjal kronik atau yang disebut dengan chronic kidney disease. Saat terus dibiarkan dak tak diatasi, hal tersebut mampu membahayakan nyawa penderita. 

Tahapan Chronic kidney disease (CKD):

1.  Stadium 1 (GFR > 90 ml/min)

Pada tahap ini, ginjal masih bisa berfungsi dengan baik namun sebenarnya sudah muncul beberapa tanda kerusakan ginjal yang ringan tanpa disadari. Kondisi ginjal stadium 1 masih berada di sekitar 90% sehingga tidak menimbulkan gejala parah. Hal ini bisa diketahui jika Anda melakukan tes darah atau tes urine pada tubuh.

2. Stadium 2 (GFR 60-89ml/min)

Di tahap ini gejala sudah mulai bisa dirasakan sebab ginjal mulai mengalami penurunan fungsi. Penderita akan mulai mudah mengalami kelelahan, kehilangan nafsu makan, hingga masalah tidur. 

3. Stadium 3 (GFR 30-59/min)

Pada tahap 3, ginjal dapat dikatakan mengalami kerusakan sedang. Ia mulai tak menyaring limbah, racun, dan cairan dengan baik di tahap ini sehingga mulai terdapat penumpukan racun dalam tubuh. Kondisi tubuh juga mengalami beberapa perubahan seperti kondisi tangan dan kaki yang mulai bengkak, semakin sering lelah, hingga buang air kecil yang lebih banyak atau bahkan lebih sedikit dari biasanya. 

4. Stadium 4 (GFR 15-29/min)

Ginjal mulai mengalami kerusakan berat pada stadium 4 Akan semakin banyak racun yang menumpuk di dalam tubuh akibat kerja ginjal yang semakin buruk. Saat seseorang mengidap penyakit ginjal kronik stadium 4, transplantasi ginjal mulai dianjurkan oleh dokter. 

5. Stadium 5 (GFR <15ml/min)

Di Tahap ini ginjal sudah mengalami kerusakan total dan dapat disebut gagal ginjal. Ginjal hanya berfungsi kurang dari 15% pada stadium 5. Kemudian, penumpukan limbah dan racun dalam tubuh juga dapat  membahayakan jiwa.

Hal apa yang harus dilakukan saat tubuh menunjukan tanda Chronic kidney disease (CKD)?

1. Segera periksakan ke dokter

Segera lakukan pemeriksaan pada dokter saat Anda mengalami beberapa keluhan ginjal kronik. Karena semakin dini diatasi, resiko keparahan yang terjadi juga lebih bisa diminimalisir. Baiknya, lakukan pemeriksaan rutin tiap 3-6 bulan pada dokter agar tidak terjadi keterlambatan penanganan.

2. Lakukan diet

Setidaknya Anda harus mulai mengurangi lemak, garam, dan protein secara perlahan. Hal ini akan membantu tubuh untuk lebih mengontrol tekanan darah dalam tubuh serta dapat mencegah kelebihan cairan terjadi. 

3. Stop merokok

Merokok hanya akan memperparah penyakit ginjal yang diderita. Sebab, rokok mampu memperlambat aliran darah ke organ-organ dalam dalam tubuh yang mengakibatkan penyakit ginjal yang diderita semakin parah. 

4. Tambah asupan susu

Jangan lupa untuk terus perhatikan asupan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Anda dapat menambahkan Nephrisol susu karena susu ini memang diformulasikan untuk pasien penderita ginjal kronik agar dapat terus tercukupi kebutuhan nutrisinya. Berbagai manfaat susu:

– Mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh

– Pengganti makanan tambahan untuk penderita ginjal

– Mencukupi kebutuhan harian penderita penyakit ginjal kronik

Untuk mengkonsumsinya, pastikan Anda mendapat anjuran serta ketentuan dosis oleh dokter. 

5. Rutin olahraga ringan

Tak mesti olahraga berat dalam waktu yang lama setiap hari, cukup lakukan olahraga ringan seperti rutin berjalan kaki minimal 15 menit setiap harinya, berkebun, atau bersepeda di sekitar rumah Anda. Hal ini dipercaya mampu memperlambat penurunan fungsi ginjal yang terjadi pada penderita penyakit ginjal kronik.

Alami Gejala Pembesaran Kelenjar Prostat Jinak? Gunakan Harnal OCAS

Harnal OCAS adalah obat yang digunakan untuk meredakan gejala pembesaran kelenjar prostat jinak. Ini merupakan kondisi yang umum dialami oleh pria seiring bertambahnya usia.

Karena dikhususkan untuk pria, maka obat ini tidak dianjurkan untuk digunakan oleh pengguna wanita maupun anak-anak. Penggunaannya juga harus berdasarkan anjuran dari dokter, sehingga Anda tidak bisa mendapatkannya tanpa resep dari dokter.

Cara kerja obat Harnal OCAS

Obat ini memiliki kandungan utama berupa tamsulosin. Kandungan ini tergolong sebagai jenis obat alpha blocker, yaitu jenis obat yang bekerja dengan memengaruhi kondisi otot.

Tamsulosin, sebagai obat alpha blocker, bekerja dengan melemahkan otot-otot di sekitar prostat dan leher kandung kemih. Hal ini memungkinkan Anda untuk lebih lancar buang air kecil, karena kesulitan mengeluarkan urin adalah salah satu gejala dari pembesaran kelenjar prostat jinak.

Dalam beberapa kasus, obat dengan kandungan tamsulosin juga bisa digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. 

Perlu diketahui, tamsulosin mungkin tidak cocok digunakan oleh orang-orang dengan kondisi medis tertentu. Misalnya bagi Anda yang mengalami katarak dan baru saja melakukan operasi. Karena, tamsulosin bisa memengaruhi kondisi pupil mata Anda. 

Karena itu, sebelum menggunakan obat Harnal OCAS, sangat penting bagi Anda untuk menginformasikan pada dokter mengenai riwayat medis secara keseluruhan. Jika Anda pernah mengalami kanker prostat atau menderita gangguan hati dan ginjal, Anda juga diharuskan untuk menghindari obat dengan kandungan tamsulosin. 

Cara mengonsumsi obat

Obat ini sebaiknya dikonsumsi apabila Anda sudah merasakan gejala dari pembesaran kelenjar prostat jinak, dan sudah mendapatkan izin dari dokter. Untuk mengonsumsinya, sebaiknya perhatikan hal berikut ini:

  • Konsumsi obat dengan dosis ½ sampai 1 tablet per hari, sesuai petunjuk dokter
  • Dikonsumsi bersama makanan atau sesudah makan
  • Tablet harus ditelan sepenuhnya, tidak boleh dihancurkan atau dikunyah

Jika Anda tidak mengikuti instruksi di atas, maka pemakaian obat Harnal OCAS akan kurang maksimal. Usahakanlah untuk mengonsumsi obat di sekitar jam yang sama setiap harinya.

Karena obat ini juga bekerja dengan menurunkan tekanan darah, maka Anda mungkin akan merasa pusing setelah mengonsumsinya. Bila hal ini terjadi, cobalah untuk duduk atau berbaring sampai rasa pusing membaik.

Waspadai juga kemungkinan efek samping yang lain, seperti mual dan sakit kepala. Untuk menghindari mual akibat pemakaian obat, pastikan Anda mengonsumsinya tidak dalam keadaan perut kosong.

Jika rasa sakit kepala sangat parah, Anda diperbolehkan untuk mengonsumsi paracetamol guna meredakan rasa sakit tersebut. Tapi, hal ini sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu.

Siapa saja yang tidak boleh menggunakan obat ini?

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, obat ini dikhususkan bagi penderita pria yang mengalami gejala pembesaran kelenjar prostat jinak. Anda tidak diperbolehkan mengonsumsi obat ini apabila Anda merupakan:

  • Wanita dan anak-anak
  • Ibu hamil atau menyusui
  • Memiliki riwayat kanker prostat
  • Menderita tekanan darah rendah
  • Memiliki masalah pada mata, seperti glaukoma atau katarak
  • Penderita masalah hati dan ginjal

Meskipun Anda termasuk ke dalam golongan di atas, bisa saja Anda mendapat pengecualian jika dokter memperbolehkan Anda menggunakan obat berjenis tamsulosin.

Jika penggunaan Harnal OCAS tablet menimbulkan efek samping yang cukup parah, maka segera hentikan pemakaian obat tersebut dan konsultasikan masalah tersebut dengan dokter Anda.