Berbagai Kandungan yang Dapat Atasi Kulit Jerawat Meradang

Jerawat masih jadi salah satu masalah kulit yang susah-susah gampang untuk diobati. Terlebih jerawat meradang. Jerawat meradang adalah kondisi dimana kulit wajah mengalami pembengkakan serta kemerahan di area wajah yang berjerawat. Beberapa jenis jerawat meradang:

1. Papula

Papula memiliki ciri benjolan merah pada jerawat namun tidak memiliki bintik putih menonjol di tengah jerawat. Biasanya ukurannya bervariasi.

2. Pustula

Ciri jerawat meradang yang satu ini mirip dengan papula namun memiliki bintik putih atau kuning menonjol di tengah jerawat. Terdapat juga warna kemerahan pada area sekitar jerawat.

3. Nodul

Nodul merupakan jerawat yang mengalami benjolan yang cukup besar akibat terdapat nanah didalamnya. Jerawat jenis ini umumnya sakit saat dipegang.

4. Kista

Kista hampir mirip dengan nodul, namun bedanya kista terbentuk jauh di dalam kulit. Kemudian, kista biasanya memiliki warna yang sedikit lebih merah daripada nodul namun akan tergantung juga pada tingkat keparahannya. 

Apa sebenarnya penyebab jerawat meradang bisa timbul?

Kulit yang sehat akan melepaskan sel-sel kulit mati setiap harinya. Nantinya sel-sel kulit ini akan naik ke permukaan kulit melalui pori-pori pada wajah. Saat seseorang memiliki kulit yang rentan berjerawat (berminyak), proses ini bisa berlangsung lebih cepat dan akhirnya mampu menyebabkan penumpukan sel kulit mati pada pori-pori wajah. Sel-sel kulit mati yang bercampur dengan minyak ini kemudian membuat pori kekurangan oksigen sehingga mudah menciptakan rumah bagi bakteri penyebab meradangnya jerawat. 

Kandungan yang dinilai dapat atasi kulit jerawat meradang

Ada beberapa kandungan yang dinilai ampuh untuk mengatasi jerawat serta jerawat yang meradang pada kulit wajah. Beberapa diantaranya adalah:

1. Salicylic acid

Salycid acid bekerja mengobati jerawat dengan membuka pori-pori tersumbat. Ia akan memudahkan pelepasan pori-pori wajah sehingga resiko pori-pori tersumbat dapat diminimalisir. Kemudian, ia juga bisa menurunkan kadar minyak berlebih pada kulit wajah sehingga resiko jerawat meradang akibat minyak yang bercampur bakteri dapat sedikit dikurangi.

2. Benzoil peroksida

Kandungan benzoil peroksida bekerja sangat baik untuk mengobati serta mencegah jerawat. Ia mampu membunuh bakteri di dalam permukaan kulit serta membantu mengurangi pori-pori tersumbat yang dapat memperparah jerawat dan menyebabkan peradangan pada kulit wajah. 

3. Tea tree oil

Tea tree oil adalah salah satu kandungan yang sudah sangat terkenal kemanjurannya dalam mengobati masalah jerawat. Tea tree oil memiliki sifat anti mikroba yang dapat membunuh bakteri penyebab jerawat meradang. Kemudian, ia juga dapat mengobati gejala peradangan yang terjadi dengan menenangkan kemerahan serta mengurangi pembengkakan pada kulit wajah. 

4. Centella asiatica

Kandungan centella asiatica dipercaya dapat mengurangi peradangan yang terjadi pada kulit wajah berjerawat. Selain itu di dalam kandungannya juga terdapat senyawa baik yang dapat mempercepat penyembuhan luka akibat jerawat. 

5. Niacinamide

Niacinamide juga sangat ampuh untuk mengobati keluhan jerawat terlebih jerawat parah dan meradang. Ia mengandung antioksidan yang bekerja mengobati peradangan yang terjadi. Selain itu, niacinamide juga ampuh untuk menyamarkan dan memudarkan bekas jerawat pada kulit wajah.

Azarine skincare Acne Spot Gel

Salah satu skincare dengan kandungan yang ampuh untuk mengobati dan mengurangi masalah jerawat meradang adalah Azarine skincare acne spot gel. Didalamnya terkandung kandungan salicylic acid, canadian willowherb, purslane, serta turkish rhubarb yang bekerja sangat baik untuk mengatasi berbagai keluhan jerawat meradang. Beberapa manfaat azarine skincare acne spot gel:

– Membantu meredakan jerawat meradang

– Mengontrol minyak berlebih penyebab jerawat

– Membersihkan dan menenangkan kulit wajah

Cukup oleskan azarine acne spot gel pada permukaan kulit yang berjerawat setelah dibersihkan. Gunakan produk 1-2 x sehari atau sesuai dengan anjuran dokter. Selain menggunakan azarine acne spot gel, jangan lupa juga untuk perhatikan kebersihan kulit wajah, ruangan terlebih kasur, serta kelola stres agar jerawat tak menjadi semakin parah kondisinya.

Pilihan Pelembab Purbasari untuk Dipakai Sehari-hari

Salah satu kunci kulit wajah yang sehat adalah kulit yang lembab. Kulit lembab bisa membuat wajah kita terlihat awet muda, kenyal, dan tentunya terhindar dari berbagai macam permasalahan kulit. Selain meminum air yang cukup dan makan makanan bergizi, penggunaan moisturizer juga penting. 

Terdapat banyak pilihan moisturizer lokal maupun produk lokal dengan harga dan kegunaan yang berbeda-beda. Pelembab Purbasari merupakan salah satu pelembab lokal dengan harga murah, namun kualitas yang tidak murahan. Formulasinya juga ringan sehingga bisa digunakan untuk sehari-hari. 

Rekomendasi pelembab Purbasari

Berikut ini dua pelembab Purbasari yang bisa menjadi pilihanmu. 

Purbasari Moisturizer Daily Series

Purbasari Moisturizer Daily Series merupakan rangkaian perawatan kulit harian dari Purbasari yang memiliki fungsi double moisturizer sehingga memberi kelembaban ekstra pada kulit wajah. 

Produk ini mengandung hydroviton dan squalane untuk melembabkan dan mencegah kekeringan pada kulit wajah, serta diperkaya vitamin E sebagai antioksidan untuk membantu mencegah penuaan dini akibat polusi dan radikal bebas. 

Meski memiliki efek sangat melembabkan, Purbasari Moisturizer Daily Series mengandung ekstrak markisa yang dapat mengontrol kelebihan minyak. Selain itu juga dilengkapi UV Filter untuk melindungi wajah dari efek buruk sinar matahari. 

Purbasari Moisturizer Daily Seris cocok digunakan sehari-hari atau sebelum make up. Meski memiliki UV Filter, namun jangan lupa melengkapi rangkaian skincaremu dengan sunscreen

Purbasari Face Lotion Putih

Purbasari Face Lotion Putih merupakan pelembab yang bisa digunakan pada wajah bahkan tubuh. Minyak squalane yang terkandung didalamnya dikenal mampu menyerupai minyak alami kulit sehingga kelembabannya senantiasa terjaga. 

Produk ini juga mengandung ekstrak bengkoang dan akar manis yang dapat membantu menutrisi sekaligus mencerahkan kulit, termasuk menyamarkan flek hitam dan membuat warna kulit lebih rata. Selain itu, lotion wajah Purbasari ini juga dilengkapi dengan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. 

Purbasari Face Lotion Putih bisa digunakan di pagi hari, sebelum menggunakan make up, dan malam hari agar hasilnya maksimal.

Cara menggunakan pelembab wajah dengan benar

Moisturizer penting dan dapat membuat kulit lebih lembab. Tapi, cara penggunaan yang tidak tepat bisa membuat hasilnya tidak maksimal, membuat kulit tetap kering. 

Berikut ini cara menggunakan moisturizer di wajah dengan tepat.

Oleskan pada kulit yang lembab

Moisturizer biasanya dioleskan setelah mencuci muka atau sebagai penutup dari rangkaian skincare harianmu. Saat menggunakan moisturizer, jangan tunggu hingga kulit wajah menyerap semua produk skincare. Sebaliknya, segera aplikasikan moisturizer segera setelah menggunakan toner, esens, atau serum sebelum kulitmu benar-benar kering. Dengan begini, moisturizer efektif mengunci kelembaban kulit serta memaksimalkan cara kerja dari produk yang kamu gunakan.

Aplikasikan sambil memijat wajah dengan halus

Beberapa orang meratakan pelembab di telapak tangan kemudian mengoleskannya ke wajah, yang berarti banyak produk pelembab yang menyerap ke wajah. Sebaliknya pompa sedikit ke punggung tangan, lalu ambil produk dengan jari manis dan oleskan ke seluruh wajah sambil memijatnya dengan lembut. 

Gunakan moisturizer secukupnya

Mengaplikasikan terlalu banyak moisturizer ke wajah tidak akan membuat kulitmu semakin lembab. Cara itu justru membuat produk tidak menyerap dengan baik dan produk yang diaplikasikan setelahnya, seperti tabir surya atau kosmetik, tidak berfungsi sebagaimana mestinya. 

Gunakan moisturizer hanya seujung jari (sebesar biji jagung) atau sesuai dengan saran pemakaian yang tertera pada label kemasan. 

Pelembab Purbasari memiliki semua hal yang diperlukan oleh kulit untuk menjaga kelembabannya. Selain itu, Purbasari juga terbuat dari bahan alami, bersertifikat BPOM, dan halal MUI sehingga aman digunakan.

Rekomendasi Vitamin C yang Baik untuk Kesehatan

Rekomendasi Vitamin C

Vitamin C sudah sejak lama dipercaya sebagai salah satu nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Biasanya, Anda bisa mendapatkan rekomendasi vitamin C dalam bentuk suplemen maupun makanan dari dokter.

Ketika akan memilih suplemen vitamin C, sebaiknya selalu ingat untuk mempertimbangkan beberapa hal, agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunaannya.

Memilih rekomendasi vitamin C

Biasanya, dokter akan memberikan rekomendasi vitamin C sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Dokter mungkin tidak hanya akan menyebutkan satu suplemen, tetapi beberapa pilihan suplemen sebagai alternatif. 

Untuk memilih di antara sejumlah suplemen yang direkomendasikan, Anda perlu memahami perbedaan dari setiap suplemen. Umumnya, suplemen vitamin C hadir dalam bentuk asam askorbat.

Tapi, ada juga suplemen vitamin C yang hadir dalam bentuk lain, seperti natrium askorbat, kalsium askorbat, atau asam askorbat dengan bioflavonoid.

Apapun bentuknya, semua suplemen ini sama-sama bisa mendatangkan manfaat bagi Anda. Akan tetapi, perlu diperhatikan, masing-masing kandungan bisa saja menimbulkan reaksi negatif ketika digunakan bersamaan dengan suplemen atau obat lainnya.

Oleh sebab itu, selalu ikuti anjuran dari dokter Anda ketika membeli suplemen vitamin C. Apabila tidak memungkinkan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter, Anda bisa meminta bantuan ke apoteker.

Rekomendasi vitamin C berdasarkan bentuknya

Bukan hanya kandungan suplemen vitamin C saja yang berbeda-beda. Wujud fisik dari suplemen ini juga beragam. 

Ada beberapa cara untuk mengkonsumsi suplemen vitamin C, yaitu:

  • Permen karet
  • Kapsul
  • Tablet
  • Semprotan
  • Bubuk
  • Cairan
  • Tablet effervescent

Anda bisa memilih bentuk yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Beberapa orang kesulitan mengonsumsi suplemen vitamin C dalam bentuk tablet atau kapsul. Karena itu, mereka lebih memilih menggunakan suplemen berbahan bubuk atau cairan. 

Apa pun jenis yang Anda pilih, semuanya sama-sama bisa memberikan asupan vitamin C yang cukup bagi tubuh Anda. 

Mengapa perlu memilih rekomendasi vitamin C dari dokter?

Sebenarnya, vitamin C bisa Anda dapatkan secara bebas di apotek, tanpa memerlukan resep dari dokter. Hanya saja, ketika berkonsultasi dengan dokter, Anda bisa mendapatkan kepastian jenis suplemen yang paling aman untuk kondisi Anda. 

Hal ini guna menghindari kemunculan efek samping yang tidak diinginkan, serta interaksi negatif dengan obat lain. Berikut ini beberapa aspek yang perlu diperhatikan ketika dokter memberi rekomendasi vitamin C:

  • Dosis

Vitamin C memang sangat aman untuk dikonsumsi dalam bentuk suplemen, namun dosis yang terlalu tinggi juga bisa menimbulkan efek samping. Contohnya seperti mual, sakit perut, sakit kepala, dan diare.

Dosis ini ditentukan berdasarkan usia dan kondisi kesehatan setiap orang. Biasanya, dosis tertinggi yang paling tidak dianjurkan adalah 2.000 miligram.

Vitamin C aman diminum dengan dosis yang sesuai untuk ibu hamil. Jika dosisnya berlebihan, akan membahayakan kesehatan bayi dalam kandungan.

  • Interaksi dengan obat lain

Hal ini juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Vitamin C dapat memperlambat ekskresi estrogen dalam tubuh. Jadi, jika Anda mengonsumsi vitamin C bersamaan dengan obat kontrasepsi berbasis estrogen, dapat meningkatkan risiko efek samping hormonal.

Selain itu, reaksi negatif juga bisa timbul bila vitamin C dikonsumsi bersamaan dengan beberapa jenis obat antipsikotik. Hal ini akan mengurangi kemanjuran obat. 

Sebaiknya, ikuti rekomendasi vitamin C dari dokter atau apoteker dengan baik. Dengan begitu, Anda bisa terhindar dari risiko berbahaya yang tidak diinginkan. 

Alami Hipopigmentasi? Ini Penyebabnya

Sesuai namanya, hipopigmentasi adalah sebuah kondisi ketika tubuh Anda memiliki kadar pigmen yang rendah. Pigmen yang rendah membuat tubuh tidak mampu menghasilkan cukup melanin untuk memberi warna pada kulit, mata, maupun rambut. Kondisi ini pun akhirnya memicu munculnya sebagian atau bahkan keseluruhan kulit terlihat pucat atau menyerupai bercak putih.

Hipopigmentasi dapat terjadi pada orang dari semua ras. Namun, kondisi kekurangan pigmen ini akna lebih mudah terlihat pada orang berkulit lebih gelap karena kontrasnya warna kulit alami dan bercak putih akibat hipopigmentasi. Pada hipopigmentasi menyeluruh, keseluruhan kulit Anda akan terlihat pucat dan umumnya ini merupakan bawaan genetik yang didapati sedari lahir. Sementara itu pada hipopigmentasi lokal atau sebagian, Anda akan menyadari kekurangan melanin karena muncul bercak pada area kulit yang tampak lebih putih dibandingkan area kulit lainnya.

Mungkin Anda bertanya-tanya, sebenarnya apa yang memicu kondisi hipopigmentasi pada diri seseorang? Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat memicu rendahnya kandungan pigmen sehingga membuat kulit Anda tampak memiliki bercak putih atau pucat secara keseluruhan.

  1. Bekas Luka Bakar

Hipopigmentasi sangat mudah tercipta ketika seseorang mengalami inflamasi pada kulitnya. Namun tidak sembarang inflamasi, kondisi inflamasi yang kerap memunculkan bercak putih akibat menghilangnya melanin di area kulit tersebut adalah luka bakar.

Luka bakar yang dimaksud dapar berasal dari melepuhnya kulit karena air panas ataupun luka akibat terkena benda padat yang panas, seperti knalpot. Luka bakar tersebut membuat munculnya jaringan parut yang tidak terpigmentasi secara maksimal. Jaringan parut tersebutlah yang memiliki warna lebih terang dibandigkan area kulit lain di sekitarnya.

  • Infeksi Kulit

Ketika Anda mengalami infeksi kulit, kemungkinan mengalami hipopigmentasi juga tinggi. Beberapa infeksi kulit yang kerap memunculkan kondisi hipopigmentasi, antara lain panu yang disebabkan oleh infeksi jamur pada permukaan kulit dan kusta yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Saat menderita berbagai infeksi kulit tersebut, bagian kulit yang terserang jamur dan bakteri akan menampilkan bercak putih yang terang dibandingkan warna kulit di area sekitarnya. Hipopigmentasi yang disebabkan oleh infeksi kulit rata-rata bersifat menyebar dengan ukuran yang tidak terlalu besar.

  • Penyakit Autoimun

Adalah psoriasis, yang menjadi penyakit autoimun penyebab munculnya hipopigmentasi. Psoriaris merupakan peradangan pada kulit yang kerap ditandainya dengan munculnya ruam merah kulit yang bersisik, sampai mengelupas. Orang-orang dengan usia produktif kerap lebih mudah diserang oleh jenis penyakit yang satu ini.

Alasan psoriasis dapat menjadi pemicu hipopigmentasi terkait dengan produksi sel yang tidak wajar. Pada penderita penyakit autoimun ini, produksi sel baru akan lebih cepat dibandingkan yang seharusnya. Pembentukan yang lebih cepat ini memunculkan area keabua-abuan yang kerap diikuti oleh samar merah. Di mana area ini lebih terang dibandingkan area kulit di sekitarnya.

  • Faktor Genetik

Faktor genetik menjadi pemicu kuat lain yang bisa membawa seseorang pada kondisi hipopigmentasi. Biasanya, orang-orang yang mengalami hipopigmentasi akibat faktor genetik sudah memiliki tanda-tanda penampakan sejak dilahirkan.

Banyak jenis hipopigmentasi yang disebabkan oleh faktor genetik. Contohnya ada albinisme yang membuat kulit seseorang tampak pucat secara menyeluruh, bahkan sampai ke bagian mata dan rambut. Ada juga kondisi yang dikenal dengan sebutan medis sebagai vitiligo. Penderita vitiligo uumnya memiliki warna kulit yang tidak merata karena menjalarnya area-area yang tampak puncat akibat kekurangan pigmen.

Beberapa kondisi hipopigmentasi masih dapat dipulihkan dengan penggunaan obat ataupun terapi laser. Namun untuk kasus yang disebabkan oleh faktor genetik, penanganannya menjadi sangat sulit.