Makanan dan Minuman Penyebab Keguguran 

Saat Anda hamil, tubuh Anda mengalami banyak perubahan dengan sangat cepat, jadi Anda pasti ingin memberikan dan mendapatkan yang terbaik untuk Anda dan bayi Anda. Namun ternyata tahukah Anda bahwa ada beberapa minuman yang berbahaya dan harus dihindari saat Anda hamil? Hal ini demi keselamatan Anda dan bayi Anda, karena ternyata ada beberapa minuman penyebab keguguran.

Kehamilan bisa menyebabkan wanita menginginkan jenis makanan dan minuman tertentu. Namun, penting bagi wanita untuk memperhatikan pantangan makanan dan minuman, terutama selama kehamilan. Hal Ini karena pola makan dan gaya hidup memiliki peran utama dalam menentukan kesehatan ibu dan anak.


Wanita pada umumnya disarankan untuk memantau apa yang mereka makan atau minum karena beberapa minuman dapat berdampak buruk pada kesehatan anak baik karena jenis minuman itu sendiri atau karena kandungan yang ada dalam minuman tersebut. Berikut minuman yang perlu dihindari dan bisa menjadi penyebab keguguran:

  • Alkohol

Minuman ini adalah salah satu minuman dengan ketentuan paling tinggi dalam daftar yang perlu Anda hindari. Anda disarankan untuk menghindari minuman beralkohol yang berbahaya agar Anda dan bayi Anda tetap aman dan sehat. Minum alkohol saat hamil dapat menjadi penyebab keguguran, lahir mati, dan gangguan sindrom alkohol janin, serangkaian disabilitas fisik, intelektual, dan perilaku yang mempengaruhi bayi sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, wanita sangat tidak disarankan untuk mengkonsumsi minuman beralkohol saat hamil.

  • Kafein

Jika Anda sedang hamil, Anda masih bisa bangun dengan secangkir kopi, tetapi batasi hanya 12 ons sehari. 200 mg kafein adalah jumlah maksimal yang aman dikonsumsi orang hamil setiap hari. Karena janin tidak dapat memetabolisme kafein dalam jumlah yang sama seperti tubuh Anda, jadi sebaiknya jaga asupan kafein seminimal mungkin. Ketahuilah bahwa kafein dapat bersembunyi di dalam es teh, minuman ringan, coklat, dan bahkan es krim kopi. Periksa kadar kafein di beberapa sumber ini untuk memastikan Anda menjaga asupan di bawah 200 mg.

  1. Kopi seduh, 8 oz. | 95 – 165 mg
  2. Kopi seduh, tanpa kafein, 8 oz. | 2 – 5 mg
  3. Espresso, 1 ons. | 47 – 64 mg
  4. Latte, 8 oz. | 63 – 126 mg
  5. Diet Coke (32 oz) 124 mg
  6. Coca-Cola (32 oz) 92 mg
  7. Cokelat Baker (1 oz) 26 mg
  8. Teh hijau (6 oz) 40 mg
  9. Teh hitam (6 oz) 45 mg

Selain minuman, ada juga makanan yang bisa menjadi penyebab keguguran seperti:

  • Daging

Alasan utama untuk berhati-hati saat makan daging adalah karena beberapa jenis dapat menjadi tuan rumah bakteri yang sangat berbahaya yang disebut Listeria. Bakteri ini sangat berbahaya bagi calon ibu dan janin dan dapat menyebabkan keguguran jika tertular.

  • Keju

Keju juga menjadi makanan yang perlu dihindari selama kehamilan. Jenis keju yang sebaiknya dihindari adalah feta, Brie, Camembert, blue cheese, queso fresco, queso blanco, dan panela. Keju ini, meski lezat, dianggap makanan berbahaya selama kehamilan karena dibuat dengan susu yang tidak dipasteurisasi. Susu yang tidak dipasteurisasi belum dipanaskan untuk membunuh semua bakteri, seperti Listeria atau E. coli, yang mungkin hidup di dalamnya.

Masih ada beberapa daftar makanan dan minuman yang bisa menjadi penyebab keguguran. Meskipun terlihat banyak pantangan, tetapi ada banyak makanan dan minuman aman yang dapat dinikmati wanita hamil. Oleh karena itu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai asupan makanan dan minuman yang aman.

Tanda-tanda dan Solusi Panggul Sempit bagi Ibu Hamil

Salah satu faktor yang mempermudah proses kehamilan dan kelahiran pada wanita adalah memiliki bentuk panggul yang lebih lebar ketimbang laki-laki. Namun demikian, tidak semua perempuan memiliki panggul seperti itu dan justru memiliki panggul sempit. Padahal bentuk panggul seperti ini berpotensi mempersulit persalinan yang normal.

Bentuk panggul perempuan pada umumnya memang lebih lebar dan luas serta lentur, panggul juga memiliki banyak fungsi. Salah satunya sebagai jalan keluar bayi ketika persalnan, hal inilah yang menjadi perhatian mengapa ukuran dan kondisi panggul juga menjadi hal yang memengaruhi proses kelahiran.

Tanda-tanda Panggul Sempit

Dalam istilah medis, panggul yang sempit disebut sebagai CPD yakni Cephalopelvic Disporpotion, kondisi ini juga diartikan sebagai keadaan di mana kepala atau tubuh bayi terlalu besar dan tidak muat untuk melewati panggul. Selain itu, kondisi ini juga diduga terjadi karena kepala bayi gagal untuk turun ke dalam panggul.

Keadaan ini sulit untuk dihindari, namun juga tergantung pada bentuk tubuh atau ukuran kepala bayi yang seiring berjalannya waktu dapat semakin membesar. Mengetahui kondisi panggul yang sempit bisa dilakukan saat masa kehamilan melalui bantuan USG. Ibu hamil yang mulai memeriksakan atau berkonsultasi ke dokter dengan tanda seperti berikut ini.

  • Adanya abnormalitas terhadap perkembangan kehamilan.
  • Serviks berhenti melebar hingga tidak kunjung melahirkan.
  • Kondisi bayi yang tidak turun melalui panggul.

Adanya pemeriksaan USG digunakan untuk memperkirakan ukuran dari bayi, USG panggul dilajukan selama masa kehamilan. Proses ini juga dapat digunakan sebagai prosedur diagnostik non-invasif, sehingga mampu menghasilkan gambar dari organ hingga struktur panggul. Sementara itu, kondisi panggul yang sempit dapat disebabkan beberapa faktor, seperti berikut.

  • Kelainan bentuk panggul yang diakibatkan cacat lahi, faktor genetik seperti memiliki ibu dengan bentuk panggul yang sempit dan wanita dengan tinggi badan tak lebih dari 145 cm.
  • Cedera yang ditimbulkan karena kondisi klinis, seperti patah tulang panggul, patah tulang pinggul, prolaps organ panggul, radang hingga tumor panggul.
  • Adanya kondisi di mana kadar hormon androgen dalam tubuh menjadi berlebih dan menyebabkan panggul kecil.
  • Malnutrisi, gangguan tulang seperti rakitis dan osteomalacia yang menyebabkan tulang panggul menjadi tidak normal.

Solusi Panggul Sempit

  • Ikut Kelas Persalinan

Kelas persiapan sebelum persalinan bukan menjadi hal asing bagi ibu hamil, tujuan mengikuti kelas ini agar ibu hamil dapat mempersiapkan persalinan secara fisik dan juga mental. Selain itu, kelas ini juga dapat memberikan lebih banyak pengetahuan bagi ibu hamil, termasuk kondisi panggul.

  • Gunakan Jasa Doula

Doula merupakan pendamping dalam proses persalinan yang bisa meningkatkan kenyamanan ketika berada di rumah sakit. Jasa yang diberikan doula juga mampu membantu dalam memberi fasilitas agar posisi janin tetap optimal dan mendorong agar bisa melahirkan dengan posisi tegak.

  • Mengenal Posisi Janin

Posisi janin juga menjadi salah satu faktor penentu proses persalinan berjalan lancar, umumnya posisi dalam keadaan sudah benar. Namun juga tidak sedikit kasus persalinan dengan posisi janin yang belum optimal dan menyulitkan jalan lahirnya. Rajin jalan kaki dan jongkok, menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini.

Perlu diketahui bahwa ibu hamil dengan panggul yang sempit tetap berpeluang untuk melahirkan normal, meskipun juga tergantung pada kondisi ibut dan berat badan atau ukuran janin yang ada di dalam kandungan.