Program Hamil Tak Kunjung Sukses, Mungkin Ini Sebabnya

Power Pregnancy – Workouts & pelvic Health Tips for Every Stage of ...

Tak dapat dimungkiri bahwa salah satu tujuan dari pernikahan dan perkawinan merupakan mendapatkan generasi penerus. Namun, kadang ada saja hal-hal yang membuat pasangan tak kunjung mendapatkan anak. Atas dasar itu, muncullah apa yang disebut program hamil.

Pasangan yang menjalani program hamil biasanya akan lebih fokus dalam tujuan utama mereka. Hal ini disebabkan karena apa yang diniatkan di awal adalah terjadinya pembuahan. Banyak dari pasangan yang langsung berhasil dalam program hamil, meski tak sedikit juga yang tak kunjung sukses.

Ada beberapa kemungkinan mengapa program hamil tak juga berbuah hasil, seperti halnya ada banyak kemungkinan juga di balik keberhasilan program hamil. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini beberapa kemungkinan yang bisa saja menjadi penyebab program hamil tak kunjung sukses: 

  • Menjalani Gaya Hidup Tidak Sehat

Peluang hamil tak bisa terlepas dari kondisi kesehatan pasangan. Hal ini tentu saja berbanding lurus dengan gaya hidup yang dijalankan seseorang. Kebiasaan-kebiasaan buruk seperti pola makan yang tidak sehat, merokok, serta konsumsi alkohol, dan obat-obatan terlarang, tentu punya peran dalam ketidaksuburan seseorang.

Meski tak terlalu signifikan, tetapi pikiran yang sehat juga memainkan peran yang penting dalam program hamil. Oleh karenanya, hindari stress dan menjaga diri untuk tetap rileks juga penting. Stres dan depresi dapat memengaruhi peluang kesuburan.

  • Tidak Punya Jadwal Berhubungan Intim

Salah satu kesalahan utama yang dilakukan oleh pasangan suami istri saat program hamil adalah jadwal hubungan intim yang tidak teratur. Pasalnya, melakukan hubungan intim sebelum dan selama masa ovulasi adalah waktu terbaik untuk proses konsepsi.

Ketika suami istri abai dan tidak memiliki jadwal yang tersusun dengan rapi, ada peluang besar mereka melewatkan waktu yang tepat untuk mendapat kesuksesan yang besar. Peluang hamil pun justru menjadi stagnan atau bahkan menurun.

Cobalah untuk melakukan hubungan intim sekitar 2-3 kali seminggu. Ini guna mendapatkan peluang yang lebih besar untuk berada di waktu yang tepat, dibandingkan jika pasangan hanya melakukannya sekali dalam seminggu.

  • Mengabaikan Masa Subur

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa ini merupakan kesalahan fundamental dalam kegagalan program hamil. Aktivitas seksual yang paling baik untuk terjadinya pembuahan adalah 3-5 hari sebelum ovulasi dan pada hari ovulasi.

Oleh karenanya menjadi penting untuk mengetahui masa subur pasangan dan melakukan hubungan intim selama periode tersebut.

  • Tak Kunjung Periksa ke Dokter

Jangan anggap remeh pentingnya berkonsultasi ke dokter saat merencanakan program hamil. Terutama jika Anda dan pasangan berusia di bawah 35 tahun dan belum kunjung dikaruniai momongan setelah menikah dalam kurun waktu minimal satu tahun.

Apabila kondisi tersebut sudah terjadi, sudah saatnya untuk segera cek ke dokter spesialis fertilitas. Nanti akan dilakukan beberapa pemeriksaan khusus, guna mengetahui kondisi Anda dan pasangan.

Saat melakukan kunjungan ke dokter, usahakan untuk datang berdua dengan pasangan. Tujuannya agar pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh pada kedua belah pihak. Ketidaksuburan seringkali dianggap sebagai kesalahan dari pihak perempuan, padahal nyatanya tidak selalu demikian.

  • Kerap Menggunakan Pelumas

Kebiasaan menggunaan cairan lubrikasi atau pelumas saat berhubungan intim merupakan salah satu hal yang bisa menggagalkan program hamil seseorang. Pasalnya, sebagian besar cairan lubrikasi tidak ramah sperma dan dapat mengurangi peluang mereka bertahan sebelum melakukan pembuahan. 

Pada dasarnya, vagina sudah mampu menghasilkan cairan lubrikasi sendiri yang berfungsi melancarkan sperma mencapai sel telur. Jadi, jika kerap kesulitan dalam melakukan penetrasi, mungkin ada yang salah dalam prosesnya.

***

Meski tidak selalu dan masih ada banyak peluang atau faktor lain yang dapat menggagalkan program hamil, tetapi beberapa hal di atas bisa dijadikan sebagai bahan refleksi. Jika Anda dan pasangan seperti yang ditulis di atas, sebaiknya segera perbaiki demi datangnya buah hati yang selama ini ditunggu-tunggu.