Proses Melahirkan Bayi Kembar, Operasi Caesar atau Normal?

Banyak wanita beranggapan bahwa proses melahirkan bayi kembar harus dilalui melalui operasi caesar. Akan tetapi, hal itu sebenarnya tidak benar. Wanita yang mengandung bayi kembar memiliki kesempatan untuk melahirkan bayi secara normal selama kondisi kesehatan sang ibu memungkinkan.

Sebelum menjalani proses melahirkan, dokter akan memeriksa kondisi kesehatan sang ibu terlebih dahulu. Tidak hanya itu, kondisi bayi dalam kandungan pun turut menjadi pertimbangan. Operasi caesar hanya akan dilakukan bila Anda menginginkan metode tersebut atau terjadi kelainan yang tidak memungkinkan kelahiran secara normal.

Perbedaan proses melahirkan bayi kembar dengan proses melahirkan biasa

Ketika mengandung bayi kembar, Anda memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi selama proses persalinan. Karena itu, sebelum menentukan proses persalinan yang akan dijalani, konsultasikan dulu kondisi Anda dengan dokter atau bidan.

Salah satu komplikasi yang mungkin timbul adalah sobeknya tali pusat ketika Anda mengalami pecah ketuban. Selain itu, komplikasi lainnya adalah pendarahan postpartum, yaitu pendarahan yang terjadi setelah persalinan yang ditandai dengan keluarnya darah di jalan lahir tepat setelah melahirkan.

Bila Anda ingin menjalani persalinan secara normal untuk bayi kembar, sebaiknya pertimbangkan hal-hal berikut:

  • Memilih dokter yang telah berpengalaman dalam melahirkan bayi kembar secara normal
  • Menjalani proses persalinan di rumah sakit atau klinik dengan fasilitas memadai
  • Memilih rumah sakit dengan fasilitas neonatal untuk bayi prematur atau bayi kembar
  • Melakukan USG sebelum persalinan untuk mengetahui posisi bayi

Selama proses persalinan, para tenaga medis akan memasang suatu alat elektronik yang digunakan untuk memantau janin. Pemantauan akan dilakukan secara terus menerus sampai proses persalinan selesai.

Faktor yang mempengaruhi persalinan normal untuk bayi kembar

Proses melahirkan bayi kembar tetap bisa dilakukan secara normal selama dokter tidak menemukan adanya gangguan yang menghambat proses tersebut. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertimbangan dalam menentukan proses persalinan. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Sang ibu dalam kondisi sehat

Pertimbangan utama ketika akan menjalani persalinan anak kembar secara normal adalah kesehatan sang ibu. Selama sang ibu sehat dan tidak memiliki masalah medis tertentu, persalinan normal kemungkinan besar bisa dijalankan.

Ada kondisi-kondisi medis tertentu yang tidak memungkinkan Anda untuk melahirkan bayi secara normal. Beberapa di antaranya meliputi preeklamasia dan diabetes gestasional, yaitu diabetes yang muncul pada masa kehamilan.

  • Posisi kepala bayi di bawah

Posisi kepala kedua bayi yang berada di bagian bawa kandungan merupakan posisi yang paling kooperatif untuk mendukung persalinan. Khususnya, posisi ini sangat memungkinkan agar Anda tetap bisa melahirkan bayi kembar secara normal.

Meski begitu, perlu diperhatikan bahwa proses melahirkan bayi kembar mungkin tetap perlu melalui jalan operasi karena ada faktor medis lainnya.

  • Kepala bayi pertama berada di bawah

Apabila hanya salah satu dari kedua bayi yang kepalanya berada pada posisi bawah, khususnya bayi pertama, Anda tetap bisa menjalani persalinan secara normal. Hal ini dilakukan dengan melahirkan bayi pertama terlebih dahulu, kemudian dokter mencoba mengubah posisi bayi kedua sebelum dilahirkan.

Pengubahan posisi bayi kedua dilakukan dengan memberikan tekanan secara manual ke perut sang ibu. Tidak hanya itu, proses ini juga bisa dilakukan secara internal dengan menjangkau bagian dalam rahim.

Apabila dokter menemukan adanya kondisi yang menyebabkan sulitnya persalinan normal, proses melahirkan bayi kembar mungkin terpaksa dilakukan dengan operasi caesar.