6 Ciri-Ciri Ibu dan Anak Perempuan Memiliki Hubungan yang Sehat

bahagia ibu dan anak asia bersenang-senang di luar ruangan - orang-orang keluarga cina menghabiskan waktu bersama di luar - cinta, hubungan dan konsep gaya hidup orang tua - mom and daughter potret stok, foto, & gambar bebas royalti

“Memiliki hubungan yang sehat antara ibu dan anak perempuan bukanlah suatu yang mudah. Diperlukan kerjasama anata keduanya agar tujuan tersebut tercapai. Hubungan sehat bisa dibuktikan dengan 6 ciri-ciri hubungan sehat.”

Di setiap hubungan harus terjalin secara sehat, termasuk pula hubungan ibu dengan anak perempuannya. Hubungan sehat adalah hubungan yang bisa menunjukkan cinta, bahkan di dalam konflik sekalipun.

Jika ibu atau anak perempuan ingin memiliki hubungan yang sehat, maka diperlukan kerja sama di antaranya, tidak bisa hanya dilakukan secara sepihak. Memulainya bisa sejak anak Anda kecil, sebab jika tidak dilakukan sejak dini, dan terlanjur menjadi hubungan tidak sehat, maka akan lebih sulit mengubah dan menjalin hubungan sehat tersebut.

Apabila ibu dan anak perempuan sudah merasa menjalin hubungan sehat, Anda bisa melihat 6 ciri-cirinya di bawah ini.

1.Sering menghabiskan waktu bersama

Di dalam hubungan yang sehat, ibu dan anak perempuannya tahu seberapa banyak jumlah waktu yang harus mereka habiskan bersama-sama untuk menjaga hubungan tersebut tetap sehat. Jumlah waktu tersebut tentunya akan berbeda di setiap orang.

Jika hubungan berjalan dengan baik, maka menghabiskan waktu bersama bukanlah suatu hal yang sulit dan tidak menimbulkan konflik, rasa tegang, dan lainnya. Anda bisa saling bertukar cerita dan pendapat, atau melakukan hobi bersama.

2.Tidak membuat satu sama lain merasa bersalah

Di dalam hubungan apapun, menggunakan rasa bersalah sebagai senjata bukanlah hal yang tepat saat terjadi pertikaian. Hubungan yang sehat akan tahu kapan mereka harus saling menurunkan ego dan memaafkan.

Mengungkit masa lalu secara terus-menerus hanya akan membuat pertikaian menjadi semakin tegang. Sehingga salah satu dari ibu atau anak tidak ingin lagi menghabiskan waktu bersama. Oleh karena itu, manfaatkan hubungan Anda sebaik-baiknya dengan memaafkan luka lama dan menghilangkan “ucapan rasa bersalah” dari hubungan ibu dan anak perempuan Anda. 

3.Tidak memaksa untuk mengubah satu sama lain

Seorang ibu dan anak perempuan yang berada di dalam hubungan sehat tidak berusaha untuk mengubah satu sama lain yang berbeda dari versi mereka sendiri. Mereka akan saling terbuka dan menerima apa adanya.

Jika ibu menginginkan dan memaksa anaknya untuk menjadi seperti dirinya, maka keinginan tersebut harus dilepaskan.

Begitu pula sebaliknya, jika seorang anak perempuan berusaha mengubah ibunya menjadi sesuai keinginannya, ini juga akan menimbulkan hubungan yang tidak sehat. Menghargai dan menerima adalah kunci utamanya.

4.Saling diam saat terjadi konflik

Terjadi konflik adalah hal yang wajar dalam hubungan ibu dan anak perempuan. Saat ini terjadi, maka tidak lagi terfokus pada sebab konflik, tetapi bagaimana cara menangani konflik tersebut. Apabila hanya dilakukan dengan cara saling mendiamkan, maka hal itu bisa memperburuk keadaan.

Bendungan amarah yang tidak dikeluarkan dan dibicarakan saat terjadi konflik suatu saat akan bisa meluap, dan konflik lama pun akan ikut terungkit.

Tanganilah masalah yang terjadi dengan cara yang positif, seperti tidak berbicara satu sama lain, merendahkan, atau tidak sopan. Sampaikanlah kedua argumen dan luangkan waktu untuk saling mendengar dan mencari jalan keluar.

5.Keduanya terlibat untuk menjaga hubungan

Hubungan yang sehat tidak akan bisa terjadi jika hanya dilakukan oleh satu pihak. Tidak ada pihak yang harus melakukan semua pekerjaan atau memberikan semua kontribusi untuk hubungan tersebut.

6.Saling mendukung saat mengalami kegagalan

Sebagai makhluk sosial, maka orang akan membutuhkan orang lain di keadaan tertentu, termasuk pula hubungan ibu dan anak perempuan. Peran ibu menjadi sangat penting ketika anak Anda mengalami masa sulit dan menjadi sandaran untuk mereka. Hal serupa juga terjadi sebaliknya.

Hubungan yang bijak akan membiarkan salah satu dari mereka mengambil keputusannya sendiri dan menerima apapun hasil dari keputusan tersebut. Seorang ibu tidak harus selalu melarang anaknya hanya karena alasan takut anak mengalami kegagalan. Justru, kegagalan tersebut dibutuhkan sang anak agar mereka dapat tumbuh dan belajar.

Jadi, apakah keenam ciri-ciri hubungan sehat ibu dan anak perempuan di atas sudah terlihat pada keluarga Anda? Selalu usahakan untuk memiliki hubungan yang sehat di dalam anggota keluarga Anda agar keharmonisan tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *