Benarkah Gorengan Bisa Sebabkan Panas Dalam, Ini Penjelasannya!

Setelah mengkonsumsi gorengan, makanan berminyak atau berlemak, kadang tenggorokan menjadi gatal dan terasa panas. Bahkan dengan minum air pun kadang tak dapat menghilangkan sensasinya.

Lalu kita akan sering menyebutnya dengan panas dalam dan mencap bahwa gorengan bisa membuat kita panas dalam dan sebaiknya dihindari. Sebenarnya panas dalam sendiri tidak dikenal dalam istilah medis di dunia barat. 

Istilah ini muncul dari filosofi pengobatan Tiongkok. Lantas benarkah gorengan dan makanan berlemak lainnya dapat menyebabkan panas dalam? Berikut penjelasannya.

Apa itu panas dalam?

Panas dalam dikenal dalam filosofi pengobatan Tiongkok terkait dengan panas dan dingin yang berkonsep pada Yin dan Yang. Mengutip dari Health Hub, Yan Yew Wai, ahli akupunktur di Complementary Integrative Medicine Clinic di Rumah Sakit Tan Tock Seng mengatakan bahwa dalam pengobatan tradisional Tiongkok, panas dan dingin bertindak sebagai sistem klasifikasi untuk menggambarkan gejala dan karakteristik makanan tertentu dan efeknya pada tubuh kita.

Nah, panas dalam sendiri berasal dari makanan ‘panas’ yang memiliki kemampuan untuk menghangatkan dan meningkatkan sirkulasi, menghilangkan dingin dan merangsang tubuh. Tapi saat dikonsumsi secara berlebihan, yang akan timbul hanyalah panas yang mengakibatkan gejala seperti demam, sakit tenggorokan, sariawan, jerawat, rasa haus yang berlebihan, kemerahan pada kulit dan lekas marah. 

Makanan ini biasanya tinggi kalori dan mengalami suhu memasak yang tinggi. Contohnya adalah gorengan, durian, cokelat, serta hidangan pedas seperti kari.​​ Dari sinilah timbul bahwa gorengan dapat membuat kita panas dalam.

Panas dalam di dunia medis

Dalam dunia medis sendiri tidak ada istilah panas dalam. Kondisi tersebut bisa jadi adalah tanda dari beberapa penyakit atau gangguan, di antaranya flu, refluks asam atau GERD, radang tenggorokan, sindrom mulut terbakar, dan lainnya. 

Panas dalam disebabkan oleh penyakit bukan karena makanan. Namun, makanan bisa menjadi penyebab penyakit, seperti GERD atau radang tenggorokan. Melansir dari Medical News Today, Para ahli menyatakan bahwa makanan berlemak dan gorengan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.

Ini dapat meningkatkan tekanan pada sfingter esofagus (cincin otot pada kerongkongan), yang kemudian sfingter terbuka, dan asam mengalir ke tenggorokan. Akibatnya akan muncul sakit maag yang jika dalam keadaan intens menyebabkan GERD.

Mengutip dari Kompas, menurut pakar herbal dr Abrijanto dalam sebuah talkshow obat herbal, yang terjadi setelah makan makanan yang mengandung banyak lemak, seperti gorengan adalah peradangan pada tenggorokan.   

Makanan berlemak ini dapat menyebabkan rasa panas di tenggorokan, terlebih jika tidak diimbangi dengan hidrasi yang cukup, maka akan muncul rasa kering dan timbul peradangan.

Hal ini juga diperjelas oleh dr. Adhisti Pritalina, dokter dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, seperti dikutip dari Dream, lemak tak sehat yang terkandung dalam gorengan dapat mengiritasi lapisan mukosa tenggorokan, sehingga memicu nyeri dan gatal yang mengganggu di tenggorokan.

Jadi sebenarnya, yang selama ini kita katakan panas dalam adalah gejala dari penyakit-penyakit tersebut di mana bisa disebabkan karena mengonsumsi makanan berlemak, seperti gorengan. 

Cara mengatasi panas dalam

Cara mengatasi atau mengobati panas dalam dapat tergantung dari penyebabnya karena ada beragam penyakit yang menyebabkan panas dalam. Untuk panas dalam yang terjadi karena penyakit radang tenggorokan karena mengonsumsi gorengan, Anda mungkin sudah tahu jawabannya.

Ya, Anda harus mengurangi mengonsumsi gorengan dan imbangi dengan minum banyak cairan terlebih air putih. Anda bisa menggunakan metode memasak yang lebih sehat dan mengganti gorengan dengan makanan yang tentunya lebih sehat.

Gorengan sendiri tak hanya bisa menyebabkan radang tenggorokan tapi penyakit lainnya, seperti kenaikan berat badan, obesitas, penyakit jantung, diabetes, kembung, diare, jerawat, dan gangguan fungsi otak. Anda tentu tidak mau, kan, mengalaminya.

Gorengan bukanlah penyebab langsung dari panas dalam, tapi gorengan dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan yang menyebabkan radang tenggorokan. Radang tenggorokan merupakan salah satu penyebab panas dalam.

Panas dalam juga tidak ditemukan dalam istilah medis, tapi ini berkembang dari filosofi pengobatan tradisional Tiongkok. Untuk itu, terapkan gaya hidup sehat dan makan makanan yang sehat untuk terhindar dari panas dalam.

Anda bisa mengetahui lebih banyak tentang panas dalam di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga bisa berdiskusi dengan dokter terkait topik ini. Download aplikasi SehatQ di App Store atau Play Store. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *