Jangan Salah Pilih Roti Gandum untuk Diet

Roti gandum untuk diet bisa membantu Anda untuk menurunkan berat badan. Namun, tentu Anda harus memilih roti gandum utuh yang benar-benar tepat.

Ada begitu banyak jenis roti yang tersedia di pasaran, khususnya roti tawar susu putih. Pilihan roti gandum juga sangat banyak, tergantung merek.

Nah karena banyaknya pilihan ini, Anda bisa rawan keliru memilih roti gandum. Tidak semua roti gandum benar-benar murni.

Artinya, jika salah memilih roti gandum untuk diet, Anda tidak bisa mendapatkan manfaat maksimal yang seharusnya ada. Untuk itu, yuk simak panduan memilih roti gandum yang tepat di bawah ini!

Roti gandum terenak untuk bantu diet

Jangan salah pilih!

Anda mungkin tahu bahwa roti gandum utuh (whole grains) adalah pilihan roti terbaik. Namun, jangan salah pilih, Anda tidak bisa menentukannya hanya berdasarkan warna.

Biasanya roti gandum utuh memang berwarna coklat tua, tapi warna bukan petunjuk mutlak. Ada banyak roti lain yang mencoba meniru warna coklat dengan menambahkan karamel.

Jadi sebaiknya pilih roti gandum yang terpercaya, lihat label dan kandungan nutrisinya. Roti gandum utuh relatif tinggi protein dan serat.

Banyak orang salah menduga bahwa roti dapat membuat gemuk. Justru sebaliknya, roti gandum utuh dapat sangat membantu jika Anda ingin menurunkan berat badan.

Roti gandum untuk diet cenderung rendah lemak dan tinggi serat. Makanan ini juga serba bisa, Anda bisa memadukannya dengan bahan makanan apa pun yang Anda.

Tentu ada batasannya, jangan menambahkan sembarang selai atau isian manis lainnya. Percuma Anda mengonsumsi roti gandum untuk diet jika isiannya mengandung gula dan lemak tinggi.

Manfaat kesehatan

Roti gandum utuh, secara umum bagus bagi kesehatan Anda karena sejumlah alasan. Pilihan roti ini tinggi karbohidrat kompleks, rendah lemak jenuh, sumber protein, serta menjadi gudang nutrisi dan serat.

Nah untuk memahami mengapa roti gandum utuh begitu spesial, Anda harus memahami apa itu gandum utuh (whole wheat) secara keseluruhan.

Perlu diingat, sebenarnya ini berlaku untuk semua biji-bijian, bahkan termasuk beras. Hanya yang lebih sering digunakan untuk roti adalah gandum.  

Biji-bijian seperti gandum dan beras terdiri dari tiga lapis: endosperm, germ (lembaga), dan bran (kulit luar). Nah dalam beras atau gandum yang diolah dengan digiling, lapisan dalam dan lapisan dedak luar dibuang, hanya menyisakan endosperm.

Sayangnya, sebagian besar serat terdapat pada bran (kulit luar/dedak) dan sekitar tiga perempat vitamin dan mineral ada pada germ (lembaga).

Intinya penggilingan menghilangkan nutrisi dan komponen-komponen lain yang penting. Menyisakan biji bagian dalam yang sebenarnya tidak kaya nutrisi.

Jadi, jika Anda memilih roti susu daripada roti gandum utuh, sebenarnya Anda kehilangan banyak nutrisi penting dan serat.

Roti gandum untuk diet

Poin utama dalam membeli roti gandum untuk diet adalah mencari tulisan 100% whole wheat di tabel kandungan nutrisi. Jika tidak ada kata whole atau utuh, kemungkinan gandum yang digunakan sudah melalui proses pengolahan.

Lalu bagaimana dengan roti gandum biasa yang dijual bebas? Ini cukup berisiko, Anda sebaiknya benar-benar membaca label dengan teliti. Harus ada tulisan 100% whole wheat atau gandum utuh.

Setelahnya, cek tanggal kadaluarsa sebelum Anda membeli roti gandum untuk diet. Banyak roti gandum yang tidak menggunakan bahan pengawet.

Untuk memperlambat proses roti menjadi basi, pisahkan roti yang akan Anda konsumsi dalam 1-2 hari, taruh dalam plastik dan biarkan aman pada suhu ruangan. Anda bisa menaruh roti sisanya di dalam freezer dan mengeluarkannya untuk 1-2 hari berikutnya.

Jika Anda melihat jamur pada roti, segera buang seluruh roti. Jamur biasanya terlihat kecil, tapi sebenarnya spora jamur sudah menyebar dengan cepat ke seluruh bagian roti.

Nah itu dia panduan singkat memilih roti gandum untuk diet. Jangan salah pilih ya!