Pengobatan Kelopak Mata Bawah Bengkak Paling Manjur Tanpa Kambuh Lagi

Kelopak mata bawah kamu bengkak secara tiba-tiba padahal kamu sedang tidak menangis? Waspada, ya. Kondisi kelopak mata bawah yang bengkak memang bisa saja sembuh sendiri. Akan tetapi, bila juga tidak diobati maka bisa saja menimbulkan resiko kesehatan yang lebih serius. Oleh karena itu, kamu perlu mempercepat penyembuhannya dengan berbagai macam cara. 

Kelopak mata bengkak gejala yang timbul berupa mata selalu berair, merah dan rasa sakit pada kelopak mata.


Apa Penyebab Kelopak Mata Bawah Bengkak?

Kelopak mata bawah bengkak bisa diakibatkan oleh berbagai macam hal. Diantaranya adalah:

1. Alergi: Gejala mata bengkak akibat alergi ditandai dengan hidung tersumbat, bersin, serta mata gatal. 

2. Bintitan: Ditandai dengan benjolan yang muncul di sudut kelopak bawah mata. 

3. Kalazion: Ukuran bengkak akibat kalazion biasanya terasa besar dan lunak saat dipegang. 

4. Infeksi mata: Infeksi mata juga bisa menimbulkan rasa sakit, seperti misalkan streptococcus serta staphylococcus. 

5. Blefaritis: Blefaritis sebenarnya hampir sama dengan bintitan. Hanya saja, bakteri yang berkembang pada blefaritis biasanya terjadi di dasar bulu mata karena serpihan mirip ketombe. 

6. Selulitis orbital: Penyakit Ini dinamakan sesuai namanya, yaitu menyerang bagian orbital septum.

7. Penyakit graves: Kondisi penyakit graves terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang bagian tiroid leher. 

8. Kanker mata: pembengkakan kelopak mata bawah juga bisa terjadi akibat gejala kanker mata. Bila dibiarkan, bisa mengakibatkan penglihatan menurun serta mata kabur. 

Pengobatan Mata Bengkak

Segera obati mata bengkak agar tidak semakin tambah parah. Mata bengkak bisa berujung pada penglihatan kabur bila tidak segera ditangani.  Berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya kamu lakukan. 

1. Kompres Bagian Mata

Bila pembengkakan sudah terasa, segera obati dengan air dingin untuk membilasnya. Hindari menggunakan air yang terlalu panas atau menggunakan kompresan air dingin tanpa kain. 

Cukup gunakan air hangat untuk mengompres guna mengurangi peradangan. Kompresan air hangat bisa membantu memperlancar aliran darah sehingga kelopak mata pun tidak tersumbat. 

Cukup siapkan air hangat atau es dingin dalam sebuah wadah, serta kain. Kemudian, kain bersih tersebut dimasukkan ke dalam air. Peras sebentar, kemudian usapkan pada bagian bawah mata yang bengkak. 

2. Gunakan Obat Tetes Mata

Segera gunakan obat tetes mata yang mengandung antihistamin agar bengkak segera kempes. Antihistamin sendiri merupakan kategori obat yang fungsinya berguna untuk meredakan keluhan atau berbagai macam gejala akibat reaksi alergi. 

Sebelum mengaplikasikan obat tetes mata, ada baiknya bagi kamu untuk membersihkan tangan serta area mata agar gejala bengkak bisa semakin berkurang. 

3. Bilas Menggunakan Air Bersih

Pembengkakan mata juga bisa saja terjadi ketika kamu menggunakan air kotor untuk mencuci muka. Hal ini terjadi karena kotoran pada mata bisa memicu reaksi alergi muncul. Usahakan untuk menggunakan air bersih agar bagian bawah kelopak mata tidak membengkak. 

4. Tidurlah dengan Posisi yang Pas

Posisi tidur yang pas untuk penderita kelopak mata bawah bengkak adalah dengan meninggikan kepala supaya tidak menumpuk di sekitar mata. 

5. Menggunakan Obat Tertentu

Bila terasa ada gejala lain selain bengkak, seperti halnya penglihatan buram, mata terasa mengganjal serta adanya bercak-bercak putih, maka sudah sebaiknya kamu mengunjungi dokter agar diberikan pengobatan tertentu. 

6. Mengubah Gaya Hidup

Kemungkinan besar kelopak mata bawah bengkak karena gaya hidup kamu yang terlalu jorok. So, pastikan untuk memperbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi. Pasalnya, kekurangan cairan bisa membuat bagian kelopak mata jadi semakin membesar.

Kedutan Di tangan Kanan Serta Jari, Sebenarnya Bahaya Atau Tidak?

Kedutan di tangan kanan atau yang biasa dikenal dengan istilah twitching pada tangan merupakan hal yang sering terjadi tanpa tanpa bisa kita kontrol. Meski kerap kali dikaitkan dengan mitos dan primbon, nyatanya kedutan di tangan kanan yang terjadi pada tangan ini dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang terjadi pada tubuh mulai dari pengaruh aktivitas fisik sehari-hari, stres dan kecemasan, adanya stimulan, kekurangan nutrisi, dehidrasi, pengaruh nikotin, ketidakseimbangan elektrolit, hingga kurang tidur. 

Kedutan jempol tangan kiri dapat disebabkan oleh berbagai macam kondisi medis.

1. Aktivitas fisik

Aktifitas fisik yang dilakukan setiap hari bisa jadi salah satu penyebab kedutan di tangan serta jari terjadi. Mengangkat barang terlalu berat, mengetik dengan waktu yang lama, hingga olahraga adalah beberapa contohnya. Saat saat tangan atau bagian tubuh lainnya mendapati gerakan yang berlebihan, otot tubuh akan berkontraksi dan mampu sebabkan gerakan seperti kedutan tanpa kita sadari. 

2. Stres dan kecemasan

Pernah dengar bahwa stres tak hanya mampu serang mental namun juga fisik seseorang? Hal ini memang benar adanya. Saat seseorang stres, otot tubuh mampu dipengaruhi untuk jadi lebih tegang, nyeri, hingga mengalami kedutan.  

2. Kafein

Kafein bisa jadi salah satu stimulan yang mampu pengaruhi otot. Saat mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang banyak otot di bagian tubuh tertentu bisa mengalami kedutan, tak terkecuali pada tangan dan jari. 

3. Kekurangan nutrisi

Kekurangan vitamin D, vitamin B, hingga kalsium juga mampu sebabkan kedutan termasuk kedutan pada tangan dan jari. Tak hanya mampu sebabkan kedutan, kedutan yang diiringi dengan kram juga bisa muncul akibat nutrisi yang dibutuhkan tersebut rendah jumlahnya dalam tubuh. Namun biasanya kedutan dan kram yang dialami akibat hal ini hanya terjadi beberapa saat dan hilang dengan sendirinya saat nutrisi kembali cukup. 

4. Dehidrasi

Kurangnya kadar air dalam tubuh mampu mempengaruhi fungsi otot seseorang. Kram hingga kedutan pun bisa jadi salah satu akibat yang ditimbulkan saat tubuh mengalami dehidrasi. 

5. Pengaruh nikotin

Selain buruk bagi kesehatan jantung dan paru, nikotin yang terdapat dalam rokok mampu meningkatkan resiko masalah pada otot. Itulah sebabnya mengapa perokok dinilai lebih beresiko untuk terkena peradangan otot seperti cedera berulang, mudah jatuh, kehilangan kekuatan pada otot, hingga nyeri.  

6. Ketidakseimbangan elektrolit

Ketidakseimbangan elektrolit bisa disebabkan oleh hilangnya cairan tubuh akibat muntah atau diare berkepanjangan, demam tinggi, berkeringat secara intens, hingga kekurangan sumber vitamin akibat diet yang salah. Saat tubuh mengalami ketidakseimbangan elektrolit, tubuh dapat mengalami beberapa keluhan seperti:

– Otot nyeri dan berkedut

– Gelisah

– Sakit kepala

– Haus

– Demam

– Detak jantung tidak teratur

– Mengalami masalah pencernaan

– Kelelahan

– Mati rasa di area sendi tertentu

7. Kurang tidur

Ada banyak hal negatif yang bisa dihasilkan saat seseorang kurang tidur. Selain gangguan kesehatan, kurang tidur juga dinilai mampu sebabkan masalah pada otot. Kurang tidur selama beberapa hari dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan pada lemak hingga akhirnya memicu kerusakan pada otot yang dibarengi dengan keluhan kedutan, ketegangan, hingga rasa nyeri pada otot.

Lalu apakah kedutan di tangan kanan serta jari berbahaya?

Sebenarnya kedutan yang terjadi dibagian tubuh tertentu dan hanya berlangsung beberapa saat lalu kemudian menghilang bukanlah suatu hal yang harus dikhawatirkan. Namun di beberapa kondisi, kedutan yang terjadi bisa dibarengi dengan berbagai keluhan lain seperti nyeri, timbul rasa terbakar, hingga mati rasa. Inilah yang dinilai lebih berbahaya. Sebab, bisa jadi kedutan yang terjadi merupakan indikasi suatu penyakit tertentu. Saat ini sudah terjadi, pemeriksaan dengan dokter spesialis dibutuhkan untuk mengetahui penyebab kedutan yang terjadi dan mendasarinya. Dokter mungkin akan menanyakan kapan gejala kedutan di tangan kanan dan jari mulai dirasakan, seberapa sering kedutan terjadi, berapa lama kedutan berlangsung, dan apakah terdapat gejala lain selain kedutan yang  Anda alami. terjadi. Saat sudah diketahui penyebabnya, kedutan yang terjadi kemudian dapat diatasi sesuai dengan penyebabnya sehingga lebih cepat proses penyembuhannya.

Mencegah Mengalami Penyebab Osteoporosis

Menghindari osteoporosis atau pengeroposan tulang di usia senja sejak dini memang perlu dilakukan. Adapun cara sederhana yang bisa kita lakukan adalah menjaga pola hidup sehat. Dengan gaya hidup sehat, niscaya kita bisa menghindari diri dari penyebab osteoporosis. Tentu upaya tersebut merupakan pencegahan sejak dini yang bisa kita lakukan. 

Dalam mencegah mengalami penyebab osteoporosis, sebetulnya kita tak perlu berpikir yang tidak-tidak. Sebab, selain sederhana, sebetulnya upaya pencegahan ini juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh, dan bukan hanya menghindari kita dari osteoporosis. 

Mengapa demikian? Karena sebagai upaya menghindari osteoporosis, cara nan bisa kita lakukan adalah dengan menjaga berat badan ideal. Hal ini dikemukakan karena salah satu penyebab osteoporosis adalah berat badan yang terlalu rendah. Walaupun demikian, bukan berarti kita bisa seenaknya menaikan berat badan. Tentu kita sudah ketahui bersama kalau obesitas juga tidak bagus untuk kesehatan. 

Salah satu penyebab osteoporosis lainnya adalah jarang olahraga. Oleh karena itu agar terhindar dari penyebab penyakit pengeroposan tulang ini, maka kita wajib rutin olahraga. Dalam berolahraga, kita juga tak diwajibkan untuk terlalu lama. Sebab, yang penting adalah dilakukan secara rutin. 

Adapun olahraga yang bisa melatih kepadatan tulang adalah latihan angkat beban dan latihan ketahanan. Jika pembaca belum mengerti dengan jenis olahraga tersebut, maka tak ada salahnya untuk mencari referensi lain atau langsung datang ke tempat pusat kebugaran untuk melakukan gym bersama ahlinya. 

Lebih lanjut, agar kita tak mengalami penyebab osteoporosis, maka kita perlu mengonsumsi vitamin D. Sebagai informasi, vitamin D ini penting sekali perannya karena membantu tubuh menyerap kalsium. Adapun sumber vitamin D yang bisa dengan mudah kita peroleh adalah dengan memakan telur, susu, jamur, ikan salmon, ikan tuna, dan lain-lain. Sementara cara lain agar dapat vitamin D adalah berjemur di pagi hari maksimal 15 menit. 

Karena osteoporosis berkaitan erat dengan kalsium, maka agar terhindar mengalami penyebab osteoporosis, kita perlu menjaga asupan kalsium. Dari beberapa sumber kesehatan, dikatakan bahwa orang yang berusia 18 sampai 50 tahun, disarankan konsumsi kalsium sebanyak 1000 mg per hari. Adapun kalsium bisa kita dapatkan dari susu atau produk olahan susu yang rendah lemak. 

Di samping itu, kita bisa juga mendapatkan asupan kalsium dari kedelai, sayuran hijau, salon, ikan sarden, dan lain-lain. Tentu sumber kalsium di atas sangat mudah, terlebih kedelai yang merupakan bahan utama pembuatan tempe dan tahu. Namun demikian, jika asupan tersebut dirasa masih kurang, untuk menjaga kebutuhan kalsium, anda bisa mendapatkan tambahan dari suplemen. 

Tahukah anda kalau penyebab osteoporosis adalah kebiasaan merokok? Nah jika kita semua ingin terhindar dari penyebab penyakit pengeroposan tulang ini, maka mulai sekarang kita harus menghindari rokok. Pasalnya, kandungan rokok memang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Jika ada yang bertanya kenapa rokok menyebabkan osteoporosis, maka jawabannya adalah karena rokok menghambat tubuh menyerap kalsium. 

Demikianlah keterangan yang bisa disampaikan. Kita sudah tahu cara apa yang dapat dilakukan agar tidak mengalami penyebab osteoporosis. Tentunya membuat diri kita terhindar dari penyebab penyakit tersebut adalah upaya pencegahan terbaik. Dan bagaimanapun juga, lebih baik kita mencegah daripada mengobati. 

Akhir kata, semoga kita tidak mengalami kondisi yang termasuk penyebab osteoporosis. Jika di antara kita masih ada yang menjalani kebiasaan penyebab penyakit tersebut, sangat disarankan agar anda mengubah pola hidup. Ingatlah, meski osteoporosis penyakit yang identik dengan usia senja, tapi bukan berarti orang nan di usia produktif bisa bebas dari penyakit tersebut.

Penyebab dan Cara Mengatasi Telapak Tangan Gatal Muncul Bintik Berair pada Bayi dan Anak

Jika dibandingkan dengan orang dewasa, maka bayi akan lebih rentan untuk terkena permasalahan kulit. Sebab bayi dan anak-anak memiliki kulit yang lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa. Salah satu gangguan kulit yang bisa terjadi oleh siapa saja baik dewasa hingga anak-anak adalah telapak tangan gatal muncul bintik berair.

Munculnya telapak tangan gatal muncul bintik berair ini bisa disebabkan oleh banyak hal dan pada umumnya tidak menimbulkan kondisi serius. Meskipun begitu, Anda tetap perlu mengetahui apa penyebab telapak tangan gatal muncul bintik berair pada anak Anda agar dapat diatasi dengan tepat dan tidak mengganggu anak dengan rasa gatal yang tidak nyaman.

anak alergi

Penyebab tangan gatal dan muncul bintik berair pada anak 

Berikut ini beberapa penyebab yang bisa menyebabkan timbulnya rasa telapak tangan gatal muncul bintik berair pada anak-anak Anda. 

1. Dermatitis atopik

Anak-anak yang mengalami gatal-gatal disebabkan karena dermatitis atopik atau eksim sebanyak 15-20%. Penyakit ini memang sangat umum terjadi pada anak, khususnya bayi yang baru lahir hingga berumur 2 tahun.

Ada banyak jenis eksim yang bisa menimbulkan rasa telapak tangan gatal muncul bintik berair, salah satunya eksim dishidrotik.

2. Alergi 

Alergi sangat rentan terjadi pada bayi dan anak-anak karena kulit yang sensitif dan sistem imun yang belum sempurna. Bentuk alergi yang paling umum terjadi adalah anak akan merasakan telapak tangan gatal muncul bintik berair. 

Oleh karena itu, jika anak Anda menunjukkan gejala alergi, maka Anda perlu melakukan pemeriksaan agar dapat mengetahui alergi atau zat pemicu alergi apa yang harus dihindari.

3. Skabies 

Skabies atau yang lebih dikenal dengan kudis adalah munculnya bintik atau bentol berair yang disebabkan karena adanya tungau yang bersembunyi dan bersarang di bawah kulit. Selain menimbulkan bentol berair, skabies ini juga akan terasa gatal pada saat malam hari.

Jadi, ketika anak Anda terkena skabies maka sangat memungkinkan untuk terjadi rasa telapak tangan gatal muncul bintik berair.

4. Sirosis 

Penyebab telapak tangan gatal muncul bintik berair selanjutnya adalah gangguan autoimun yang biasa disebut sebagai kolangitis bilier primer atau sirosis bilier primer.

Penyakit ini juga bisa mempengaruhi kinerja saluran empedu yang menghubungkan antara hati dan lambung sehingga terjadi kerusakan jaringan pusat.

Gejala lain yang bisa ditimbulkan penyakit sirosis ini adalah rasa mual, sakit tulang, diare, penyakit kuning, dan lainnya.

5. Pemfigoid bulosa

Pemfigoid bulosa merupakan kelainan dari autoimun yang bisa menyebabkan timbulnya telapak tangan gatal muncul bintik berair.

Autoimun sendiri merupakan kelainan pada sistem kekebalan tubuh di mana ia bekerja terlalu aktif dan keliru dalam menyerang jaringan sehat.

Jika penyakit autoimun ini terjadi pada buah hati Anda, maka diperlukan penanganan dokter agar bisa diberikan resep yang sesuai dengan kondisi anak Anda.

Itulah beberapa penyakit kulit yang bisa tunjukkan dengan gejala telapak tangan gatal muncul bintik berair. Selanjutnya, sembari menunggu hasil konsultasi dengan dokter maka Anda bisa melakukan beberapa cara untuk meredakan gatal.

Pengobatan telapak tangan gatal dan bintik berair

Perlu Anda perhatikan bahwa jika gangguan kulit muncul disertai dengan rasa gatal, maka Anda perlu menahan anak Anda agar tidak menggaruk area tersebut. Sebab, dengan menggaruk akan bisa menimbulkan infeksi dan kondisi yang lebih serius. 

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meredakan telapak tangan gatal muncul bintik berair.

1. Kompres air dingin

Dengan melakukan kompres menggunakan air dingin, maka Anda bisa meredakan gejala gatal yang timbul sekaligus kemerahan akibat rasa gatal tersebut.

2. Memakai produk pelembap

Jika telapak tangan gatal muncul bintik berair disebabkan karena eksim, maka Anda bisa menggunakan produk pelembap untuk mengurangi rasa gatal yang timbul. Sebab, pada kulit yang terkena eksim biasanya akan menjadi lebih kering dan timbullah gatal.

3. Terapi sinar ultraviolet 

Melakukan terapi sinar ultraviolet khusus bisa membantu meredakan telapak tangan gatal muncul bintik berair akibat eksim tangan atau iritasi yang sudah terlalu parah.

Jadi, itulah penyebab dan bagaimana cara mengatasi telapak tangan gatal muncul bintik berair. Meskipun pada umumnya tidak memerlukan perawatan yang teramat khusus, akan tetapi bila gejala tersebut hanya dibiarkan tanpa tindak penanganan juga bisa menyebabkan gejala semakin parah.

Jangan Diremehkan, Ketahui Gejala Parkinson yang Harus Diwaspadai

Penyakit Parkinson adalah kondisi yang ditandai dengan gangguan pada saraf. Kondisi ini akan memengaruhi gerakan, salah satunya menyebabkan tangan bergetar atau tremor. Gejala Parkinson umumnya berkembang secara progresif atau bertahap, mulai dari gejala ringan hingga parah. 

Diagnosa kondisi Parkinson biasanya terjadi ketika gejalanya sudah berkembang dengan cukup signifikan. Pada tahap awal, gejalanya cenderung ringan dan tak terlalu mudah dideteksi. 

Mewaspadai tanda-tanda gejala Parkinson

Ada beberapa tanda yang umum terjadi pada penderita Parkinson. Jika Anda merasakan tanda-tanda berikut ini, sebaiknya mulai mewaspadai adanya kemungkinan Anda mengidap penyakit ini. 

  • Tremor

Tremor merupakan gejala paling utama dari Parkinson. Gejala ini akan membuat anggota tubuh Anda bergetar, termasuk ketika sedang beristirahat sekalipun. Biasanya, pada tahap awal, getaran akan berkembang pada bagian tangan dan kaki terlebih dahulu. 

Karena tremor terjadi pada tahap awal, biasanya tidak selalu terdeteksi oleh orang lain. Hanya penderita Parkinson yang bisa menyadari adanya gejala tremor ini. 

  • Gangguan tidur

Pada penderita Parkinson, gangguan tidur yang dialami mungkin cukup mengganggu. Meskipun, sulit untuk tidur tidak selalu menandakan bahwa Anda menderita kondisi ini, namun bisa juga disebabkan oleh berbagai kondisi lain. 

Hanya saja, gejala Parkinson akan membuat bagian tubuh Anda bergerak tanpa bisa dikendalikan, bahkan ketika akan tidur. Ini akan memengaruhi kemampuan Anda untuk tidur, menyebabkan gangguan tidur. 

  • Keseimbangan yang buruk

Parkinson bisa juga menyerang sel-sel saraf pada bagian terdalam otak, termasuk saraf ganglia basal. Saraf ini adalah saraf yang memiliki fungsi untuk mengatur keseimbangan dan fleksibilitas. 

Apabila saraf ini mengalami kerusakan akibat penyakit Parkinson, maka Anda juga bisa merasakan gejala berupa keseimbangan yang kian hari kian memburuk. Ketidakseimbangan ini bisa dikenali ketika Anda mudah terjatuh, bahkan ketika berjalan di permukaan yang luas dan datar sekalipun. 

  • Tulisan tangan yang kian mengecil

Menurut para ahli, gejala Parkinson awal akan melibatkan perubahan ukuran ketika menulis dengan tangan. Tulisan tangan penderita Parkinson akan semakin mengecil karena adanya perubahan pada fungsi otak. 

Tidak sedikit penderita Parkinson yang kesulitan untuk menulis, khususnya menulis dengan tangan sendiri. Sebaiknya, waspadalah apabila Anda mengalami gejala ini, karena ini merupakan gejala awal dari Parkinson. 

  • Kehilangan kemampuan untuk menunjukkan ekspresi

Ekspresi seseorang seharusnya bisa dengan mudah dikenali melalui raut wajahnya. Tapi, pada penderita Parkinson, ekspresi tidak mudah ditunjukkan. Justru, raut wajah para penderita seringkali berbanding terbalik dengan ekspresi yang sebenarnya. 

Kondisi ini disebut dengan facial masking, salah satu gejala Parkinson yang cukup umum dan parah. Selain ketidakmampuan untuk menunjukkan ekspresi, penderita juga mungkin tidak bisa mengontrol kedipan pada mata, membuat gerakan mengedip menjadi lebih lambat dari biasanya. 

  • Perubahan nada bicara

Ketika nada bicara mengalami perubahan secara signifikan, mungkin saja Anda tengah mengalami tanda-tanda awal dari Parkinson. Perubahan yang dirasakan meliputi volume dan kualitas suara. 

Anda mungkin akan berbicara dengan volume yang lebih lembut tanpa disadari. Ketika berbicara dalam waktu yang lama pun, volume suara Anda bisa saja berubah-ubah terus-menerus, dari kecil ke besar dan sebaliknya.

Jika Anda merasakan adanya tanda-tanda di atas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Jangan remehkan gejala Parkinson, karena jika Anda bisa mendeteksinya lebih cepat, Anda pun bisa mendapatkan perawatan medis sedini mungkin.

Penyebab Benjolan di Lubang Telinga Serta Tips Merawat Telinga

Benjolan atau yang kerap disebut dengan nodul merupakan kondisi penyakit yang bisa terjadi dibagian tubuh mana saja, termasuk di lubang telinga. Penyebab benjolan di lubang telinga pun beragam. Infeksi dan peradangan, traumatis, dan bahkan tumor pada telinga bisa menyebabkan benjolan dapat terjadi. Saat seseorang mengalami benjolan di lubang telinga, benjolan bisa hanya satu atau terdiri dari  beberapa benjolan, dan bisa nyeri atau bahkan tidak nyeri sama sekali.

Benjolan di daun telinga dapat hilang dengan sendirinya

Infeksi dan peradangan

Benjolan dilubang telinga akibat infeksi dan peradangan biasanya muncul seperti bisul atau abses. Kondisi ini akan membuat telinga kerap kali merasa nyeri dan sakit saat  benjolan tak sengaja tersentuh. Infeksi dan peradangan biasanya bersifat sementara. Namun meski begitu, pemeriksaan ke dokter adalah hal yang dianjurkan agar infeksi bisa segera ditangani dengan cara yang tepat. 

Traumatis

Kondisi ini bisa disebabkan oleh gigitan serangga yang mengakibatkan luka pada bagian telinga hingga menghasilkan kumpulan darah di jaringan telinga. Penggunaan obat yang tepat dapat meminimalisir benjolan yang terjadi akibat traumatis pada telinga.

Tumor

Tumor juga bisa jadi salah satu penyebab terjadinya benjolan dilubang telinga. Penyakit ini akan mempengaruhi kulit hingga jaringan lunak pada telinga yang kemudian membuat telinga mengalami benjolan. Jika penyebab benjolan dilubang telinga adalah tumor, biopsi dan pengangkatan benjolan harus dilakukan dengan segera agar kondisinya tidak semakin parah. 

Pada dasarnya, benjolan dilubang telinga dapat disebabkan oleh berbagai hal dan penanganannya juga berbeda-beda. Meskipun tak semua benjolan di lubang telinga berbahaya, penting untuk memeriksakan benjolan pada dokter spesialis untuk mengetahui penyebab serta perawatan yang tepat agar benjolan dapat segera diatasi. Selain memeriksakan telinga, penting juga untuk terus merawat telinga dengan baik dan benar agar kesehatan telinga tetap terjaga. 

1. Jangan mengorek telinga

Mengorek telinga dengan memasukkan benda ke dalamnya hanya akan membuat kotoran dapat lebih masuk ke dalam lubang telinga. Jika Anda ingin membersihkanya, cukup bersihkan bagian luar telinga menggunakan kain lembut yang ditetesi baby oil untuk mengangkat kotoran secara perlahan. Hal ini  lebih aman dilakukan dari pada memasukkan benda asing seperti cotton bud dalam telinga. 

2. Hindari suara yang terlalu keras

Terlalu sering mendengarkan suara keras diluar kemampuan telinga nyatanya bisa berakibat fatal. Selain mampu meningkatkan risiko gangguan pendengaran, terus membiarkan telinga mendengar suara keras dapat mengakibatkan pecahnya gendang telinga. 

4. Rutin bersihkan headset

Headset adalah benda yang berhubungan langsung dengan telinga setiap hari. Membiarkan headset kotor sama saja dengan membiarkan kuman-kuman bebas masuk kedalam telinga. Pastikan Anda membersihkannya dengan rutin mengelap headset menggunakan kain bersih maksimall seminggu sekali.

3. Gunakan ear plug untuk lindungi telinga

Pelindung telinga dapat Anda jadikan alat untuk melindungi telinga agar lebih meredam suara yang masuk pada. Alat ini memang tak dianjurkan untuk digunakan setiap waktu, namun penggunaannya di waktu-waktu tertentu dapat menginvestasikan telinga Anda agar jauh lebih sehat. 

4. Pastikan telinga tetap kering dan tidak lembab

Telinga yang lembab hanya akan memicu pertumbuhan bakteri. Jika hal ini terus terjadi pada telinga, telinga bisa saja mengalami infeksi yang membahayakan. Untuk itu, pastikan telinga tetap kering dan tidak lembab terlebih saat Anda habis mandi atau setelah melakukan aktivitas olahraga dengan mengeringkannya menggunakan kain bersih berdaya serap air tinggi secara perlahan. 

5. Lakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin

Pemeriksaan telinga secara rutin penting dilakukan untuk bisa mengetahui kesehatan telinga secara keseluruhan. Kemudian jika terdapat masalah pada telinga, penanganan yang tepat bisa segera dilakukan untuk meminimalisir kondisi penyakit yang jadi lebih parah. 

Kesehatan telinga penting untuk terus dijaga sebab indera satu ini memang memiliki peran yang krusial bagi tubuh. Menjaga dan merawat telinga dengan baik dapat meminimalisir resiko telinga terkena berbagai penyakit seperti gangguan pendengaran hingga masalah telinga lainnya seperti benjolan di lubang telinga.

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner adalah kondisi yang mana ada penyempitan pada saluran pembuluh darah jantung atau arteri koroner. Penyempitan tersebut bisa terjadi karena adanya timbunan lemak. Apabila kondisi itu dialami oleh seseorang, maka yang dapat terjadi kemudian adalah membuat aliran darah ke area bagian jantung menjadi berkurang. 

Tentu saja kondisi tersebut perlu dihindari karena aliran darah yang berkurang ke bagian jantung akan memicu terjadinya penyakit jantung koroner, misal sesak napas. Untuk diketahui, sesak napas tidak boleh diremehkan. Pasalnya, apabila penyumbatan arteri dibiarkan hingga tersumbat sepenuhnya, maka yang dapat dirasakan oleh pasien bukan hanya sesak napas, tetapi juga serangan jantung. 

Gejala jantung koroner tidak sulit untuk dideteksi

Agar kita bisa melakukan pencegahan terkena penyakit jantung koroner, langkah utama yang diperlukan adalah dengan mencari tahu hal-hal umum penyakit tersebut. Dirangkum dari berbagai sumber, selain sesak napas, gejala dari penyakit yang satu ini adalah nyeri di bagian leher, bahu, rahang, perut sebelah kiri, tangan bagian kiri, dan punggung. Adapun sensasi nyeri yang dirasakan bisa sangat ringan atau bahkan masuk dalam kategori berat. 

Gejala Penyakit Jantung Koroner

Di samping itu, gejala penyakit jantung koroner adalah detak jantung yang tidak stabil dan pasien merasakan keringat dingin, muntah, dan cepat merasa capek. Lalu apa sih yang menyebabkan penyakit jantung koroner? Dari beberapa sumber yang sama, menyebutkan kalau penyebab penyakit jantung koroner ini banyak sekali. Akan tetapi, yang paling umum adalah kolesterol, darah tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, dan diabetes. 

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Merujuk beberapa penyebab umum penyakit jantung koroner, kita dapat tarik kesimpulan bahwasannya itu semua balik lagi sama kebiasaan pola hidup, khususnya dalam makan dan minum. Pada dasarnya, menjaga pola makan dan minum memang penting. Jika tidak, maka bukan hanya penyakit jantung koroner saja yang bisa mengingati, tetapi juga penyakit lain. 

Ambil contoh, misalnya diabetes. Penyakit tersebut kita tahu disebabkan karena konsumsi gula berlebih baik dari makanan, maupun minuman. Selain meningkatkan risiko terserang penyakit jantung koroner, diabetes juga bisa memicu komplikasi penyakit lain. Oleh karena itu, menjaga asupan gula memang perlu dilakukan. 

Contoh berikutnya ialah kolesterol. Meskipun kolesterol dibutuhkan oleh tubuh, tetapi jika berlebihan malah bisa menumpuk di pembuluh darah dan bisa mengganggu aliran darah. Kondisi tersebut, selain meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, juga dapat memicu serangan stroke. 

Sementara untuk obesitas sendiri, kita pun telah sadar apabila kondisi tersebut memang tidak menyehatkan. Pasalnya, selain rawan terserang penyakit jantung koroner, obesitas mungkin juga menjadi awal timbulnya penyakit lain, seperti diabetes dan kolesterol. Sehingga, menjaga berat tubuh ideal juga penting. Untuk tahu berapa berat badan ideal caranya sangat sederhana karena tinggal dibandingkan dengan tinggi badan. Hal itu dapat dengan mudah anda ketahui karena sudah banyak artikel yang menjelaskannya. 

Namun demikian, selain penyebab di atas, ada pula yang meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit jantung koroner. Faktor yang dimaksud adalah berkaitan dengan usia. Pasalnya semakin tua seseorang, maka arteri kian menyempit dan lama-kelamaan jadi rapuh. Di samping itu, beberapa sumber menyebut laki-laki juga lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner daripada perempuan. 

Lebih lanjut, faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner berikutnya adalah kebiasaan merokok karena nikotin memang tidak bagus untuk arteri. Lalu, trauma berat dalam waktu yang lama juga menjadi faktor peningkatan risiko terkena penyakit tersebut. 

Itulah hal-hal ringkas yang dapat disampaikan terkait penyakit jantung koroner. Besar harapan gejala, penyebab, dan peningkatan risiko yang telah dikemukakan bisa membantu pembaca sekalian untuk melakukan upaya pencegahan sejak dini. Bagaimanapun menjaga pola hidup sehat sangatlah menguntungkan untuk diri kita sendiri.

Waspada Sebelum Terlambat, Ini Cara Penularan Influenza

Sejak pandemi, semua orang jadi lebih mawas diri dan waspada terhadap kebersihan diri sendiri. Kewaspadaan ini datang karena persebaran Covid-19 yang mirip dengan cara penularan influenza. Penyakit flu memang bukan sesuatu yang cukup berat, apalagi kini sudah ada vaksin untuk flu musiman dan biasanya influenza memang bisa sembuh dengan mengonsumsi obat-obatan biasa.

Akan tetapi, dengan adanya potensi virus Corona dalam influenza yang diidap seseorang, maka mencegah penyebarannya tentu jadi opsi yang lebih baik ketimbang harus berobat. Lalu, seperti apa cara penularan influenza dan apa yang bisa dilakukan untuk menghindarinya?

Memahami Cara Penularan Influenza

Sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus, biasanya masa inkubasi setelah terpapar virus tersebut berada dalam kurun waktu 5 hari sebelum akhirnya menunjukkan beberapa gejala. Karenanya, orang bisa jadi tidak menyadari bahwa ia sudah menularkan influenza jika ia berinteraksi dengan orang lain dalam masa inkubasi tersebut.

Influenza ditularkan melalui droplet atau percikan air liur yang keluar saat seseorang bersin, berbicara, dan batuk. Orang yang terinfeksi influenza juga dapat menularkan penyakit ini ketika berpelukan atau bahkan melakukan aktivitas seksual karena adanya kedekatan antara ia dan orang yang ditulari. Selain itu, jika orang sehat terpapar dengan permukaan yang sudah terkontaminasi virus, maka bukan tidak mungkin ia juga akan tertular influenza. Sebab, virus seperti influenza bisa bertahan hingga 48 jam di atas permukaan benda. Karenanya, Anda perlu mengikuti beberapa cara untuk mencegah penularan influenza pada orang lain.

Ragam Cara Mencegah Penularan Influenza

Karena kemungkinan penularan yang cukup tinggi dan seringkali tidak disadari, maka baik yang sedang mengidap influenza maupun yang sehat perlu sama-sama waspada akan bahaya virus ini. Jika Anda merasa sehat, tentu kondisi ini harus dijaga dengan mengonsumsi asupan yang bergizi dan memastikan kebutuhan air putih tercukupi setiap harinya.

Anda juga bisa memastikan keamanan diri sendiri dengan menjaga jarak dari orang yang dirasa mengidap influenza. Menggunakan masker atau rutin mengonsumsi multivitamin untuk memperkuat imun tubuh bisa jadi salah satu cara pencegahan bagi diri sendiri. Selain itu, jaga kebersihan diri dengan tetap mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

Apabila Anda yang merasa menderita influenza, maka beberapa langkah pencegahan penting dilakukan agar tidak menularkannya ke orang lain. Langkah paling sederhana adalah dengan menggunakan masker setiap kali harus beraktivitas dan bertemu dengan orang lain. Dengan begitu, orang lain tidak akan terpapar droplet saat Anda batuk, bersin, atau sesederhana berbicara.

Pun jika memang sedang tidak menggunakan masker karena tidak tahu sedang flu, pastikan untuk menutup mulut dan hidung saat bersin ataupun batuk. Anda bisa bersin atau batuk dan menutupinya dengan pakaian atau siku. Jangan gunakan telapak tangan karena ia juga merupakan area yang bisa dengan mudah menularkan flu ke orang lain lewat salaman.

Ketika gejala influenza sudah terasa, pastikan untuk tetap diam di dalam rumah agar bisa menekan penyebaran flu dan mempercepat proses pemulihan. Periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan obat-obatan yang tepat. Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi agar imunitas tubuh lebih kuat dan bisa membantu obat menyerang virus influenza. Pastikan juga untuk menjaga kebersihan diri dan sanitasi agar virus tidak lama-lama hinggap di tubuh, ya.

Berbagai Penyebab Dari Munculnya Benjolan Di Leher

Kulit bagian belakang tepat pada leher dan rambut yang sering bersentuhan dengan sampo, keringat, atau produk perawatan rambut dapat menyebabkan benjolan di leher serta masalah kulit lainnya yang sering terjadi. 

Benjolan bisa mengkhawatirkan, terutama jika tidak terlihat. Tetapi ada banyak penyebab lainnya yang membuat benjolan pada bagian belakang leher, termasuk penyebab yang tidak berbahaya seperti jerawat maupun iritasi. Satu penyebab terkadang mengarah ke yang lain. Seperti, bisul dapat menjadi penyebab kelenjar getah bening membengkak. 

Benjolan kecil di leher dapat diakibatkan oleh berbagai penyakit dan kondisi medis


Sebagian besar benjolan pada leher tidak berbahaya. Sebagian besar juga jinak, atau non-kanker. Jika pada leher Anda muncul benjolan bisa menjadi salah satu tanda dengan kondisi yang serius, seperti infeksi dan pertumbuhan kanker. 

Jika Anda memiliki benjolan pada leher, dokter Anda harus segera mengevaluasinya. Temui dokter apabila terjadi benjolan pada leher yang tidak dapat dijelaskan. 

Kondisi yang menyebabkan benjolan pada leher

Mononukleosis menular

  • Mononukleosis ini dapat menular dan disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV)
  • Gejalanya berupa demam, sakit kepala, kelelahan, keringat pada malam, nyeri tubuh, serta terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Gejala dapat berlangsung hingga 2 bulan

Bisul

Benjolan merah dan menyakitkan mungkin bisul. Bisul merupakan infeksi lokal yang hanya terjadi di satu tempat dan tidak pada kulit disekitarnya. Terjadinya bisul yaitu dari kista, jerawat, serta folikel rambut yang tersumbat dapat terinfeksi. 

Jika Anda memencet bisul bisa menyebabkan terjadinya infeksi dan menjadi lebih buruk maupun menyebar. Namun untuk menyembuhkannya yaitu dengan mengompres hangat serta menjaga area bisul tetap bersih. 

Anda harus menemui dokter apabila terjadi demam yang menyebar, serta bisul yang sangat menyakitkan dan tidak bisa hilang dalam beberapa hari. Dokter akan coba melakukan tindakan seperti mengeringkan bisul serta meresepkan antibiotik. 

Jerawat

Jerawat, termasuk komedo dan jerawat kistik dalam, bisa membuat benjolan di leher  serta pembengkakan pada bagian belakang leher. 

Jerawat ini akan berkembang disaat keringat, bakteri, serta minyak menyumbat pori-pori. Meski perubahan hormonal pada masa remaja sering memicu jerawat, namun bisa muncul pada usia berapa pun.

Leher merupakan tempat yang umum untuk jerawat tumbuh. Berbagai penyebab bagian belakang leher teriritasi dan membuat jerawat semakin parah seperti produk rambut, keringat, serta pakaian. 

Berbagai macam obat bebas (OTC) dapat membantu, seperti mengganti sampo, menjaga leher tetap bersih dan kering, dan menjaga rambut dari leher.

Jika jerawat parah, sangat menyakitkan, atau tidak merespon pengobatan rumahan, dokter kulit mungkin akan meresepkan obat yang lebih kuat.

Reaksi alergi dan iritasi kulit

Banyak zat yang dapat mengiritasi bagian belakang leher.

Berbagai produk perawatan, deterjen pakaian, serta tabir surya bisa membuat iritasi kulit dan menjadi reaksi alergi. Terjadinya gesekan dari pakaian bisa membuat iritasi dan ruam pada kulit. 

Jika benjolan kecil dan gatal atau ada bercak kering di leher, ini bisa mengindikasikan kulit yang teriritasi atau reaksi alergi.

Seseorang mungkin menemukan bahwa itu membantu untuk mengganti deterjen, menjaga leher tetap bersih, menjaga rambut dari leher, dan mengurangi jumlah produk yang mereka gunakan pada kulit dan rambut.

Jika berbagai tindakan tidak membuat sembuh, maka pergi ke dokter menjadi jalan keluar untuk memeriksakan alergi serta ruam, untuk memastikan tidak ada hal lainnya yang menyebabkannya. 

Kapan Harus Menghubungi Profesional Medis

Hubungi dokter jika terjadi pembengkakan leher yang tidak normal serta adanya benjolan di leher Anda.

Kenali Gejala Klamidia dan Komplikasinya

Klamidia adalah salah satu jenis penyakit menular seksual. Gejala klamidia dalam beberapa kasus sering tidak mudah diketahui dan disadari oleh para penderitanya sendiri.

Adapun Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis yang menyebar melalui hubungan seksual yang tidak aman alias tidak memakai kondom, lewat mulut atau oral, dan anal. 

Penyebab lainnya adalah ibu hamil yang mengidap Klamidia dapat menyebabkan bayi yang dikandung dan dilahirkannya terkena penyakit menular seksual ini.

Sehingga ketika Anda dan pasangan ingin berhubungan seksual pastikan dulu salah satunya tidak menderita atau pernah menderita penyakit ini.

Biasanya penyakit ini menyerang wanita terutama di rentang usia 15-24 tahun. Meski begitu laki-laki juga dapat terserang klamidia.

Mengenai gejala penyakit ini, CDC menyatakan bahwa seseorang sangat mungkin sekali akan mempunyainya, dan memang kebanyakan tidak disadari karena gejala-gejala tersebut tidak begitu saja muncul setelah berhubungan seksual tanpa pengaman.

Gejala-gejala ini dapat bertahan dan hilang dengan sendirinya. Namun untuk hal ini Anda jangan sampai lengah.

Sebab, bukan berarti gejala hilang infeksi juga akan hilang karena bagaimanapun infeksi tetap akan berbahaya jika tidak dibersihkan sama sekali.

Adapun pertanda Anda terkena Klamidia setelah berhubungan badan adalah berbeda bagi perempuan dan laki-laki.

Berikut ini adalah perbedaan gejala klamidia pada dua jenis kelamin tersebut.

Gejala pada perempuan

Pada perempuan gejala yang sering dirasakan adalah sering mengalami keputihan atau perdarahan pada periode haid, merasakan nyeri atau sensasi terbakar ketika buang air kecil.

Gejala-gejala lainnya adalah merasakan sakit pada perut, nyeri ketika berhubungan seksual, sering buang air kecil, dan mengalami keluarnya cairan atau perdarahan rektal. 

Gejala pada laki-laki

Pada laki-laki gejala-gejala yang dirasakan adalah penis mengeluarkan cairan yang tidak biasanya, merasakan nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, adanya bengkak atau nyeri pada penis.

Gejala-gejala lainnya adalah adanya cairan atau perdarahan rektal, sering kencing, dan mengalami sakit tenggorokan.

Apakah gejala penyakit dapat menyebabkan komplikasi?

Ya, dapat. Klamidia kenyataannya dapat menyebabkan beberapa komplikasi jika tidak segera ditangani. Adapun komplikasinya adalah sebagai berikut:

Penyakit radang panggul

Atau disebut juga dengan pelvic inflammatory disease, yaitu penyakit yang terjadi pada rahim dan saluran tuba yang mengakibatkan nyeri panggul dan demam.

Penyakit ini dapat merusak saluran tuba, ovarium, dan rahim termasuk serviks. Untuk mengatasinya Anda memerlukan antibiotik intravena.

Epididimitis

Atau infeksi dekat testis yang menyebabkan radang pada tabung melingkar yang berada di samping testis. Penyakit ini dapat menyebabkan demam, nyeri skrotum, dan pembengkakan.

Infeksi kelenjar prostat

Penyakit ini akan menyebabkan nyeri selama atau setelah berhubungan badan, demam, menggigil, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri pada punggung bagian bawah.

Infeksi pada newborn

Bayi baru lahir atau newborn juga dapat mengalami komplikasi dari klamidia selama proses persalinan melalui vagina.

Ketika bayi diketahui terkena komplikasi, ia akan menderita penyakit yang berhubungan dengan pernapasan atau mengalami infeksi pada mata.

Kehamilan di luar kandungan

Ini adalah kehamilan yang diakibatkan oleh sel telur yang telah dibuahi oleh sperma tumbuh di luar rahim terutama di dekat tuba falopi.

Sehingga harus segera diangkat karena dapat menyebabkan tabung pecah yang membahayakan keselamatan ibu dan anak.

Kemandulan

Kenyataannya klamidia juga dapat menyebabkan kemandulan yang biasanya ditandai dengan timbulnya jaringan parut dan tersumbatnya saluran tuba.

Artritis reaktif

Atau disebut juga sebagai sindrom Reiter, yang biasanya bisa berpengaruh pada persendian, mata, dan uretra sehingga salah satu komplikasi dari gejala klamidia ini harus segera diatasi.