Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner adalah kondisi yang mana ada penyempitan pada saluran pembuluh darah jantung atau arteri koroner. Penyempitan tersebut bisa terjadi karena adanya timbunan lemak. Apabila kondisi itu dialami oleh seseorang, maka yang dapat terjadi kemudian adalah membuat aliran darah ke area bagian jantung menjadi berkurang. 

Tentu saja kondisi tersebut perlu dihindari karena aliran darah yang berkurang ke bagian jantung akan memicu terjadinya penyakit jantung koroner, misal sesak napas. Untuk diketahui, sesak napas tidak boleh diremehkan. Pasalnya, apabila penyumbatan arteri dibiarkan hingga tersumbat sepenuhnya, maka yang dapat dirasakan oleh pasien bukan hanya sesak napas, tetapi juga serangan jantung. 

Gejala jantung koroner tidak sulit untuk dideteksi

Agar kita bisa melakukan pencegahan terkena penyakit jantung koroner, langkah utama yang diperlukan adalah dengan mencari tahu hal-hal umum penyakit tersebut. Dirangkum dari berbagai sumber, selain sesak napas, gejala dari penyakit yang satu ini adalah nyeri di bagian leher, bahu, rahang, perut sebelah kiri, tangan bagian kiri, dan punggung. Adapun sensasi nyeri yang dirasakan bisa sangat ringan atau bahkan masuk dalam kategori berat. 

Gejala Penyakit Jantung Koroner

Di samping itu, gejala penyakit jantung koroner adalah detak jantung yang tidak stabil dan pasien merasakan keringat dingin, muntah, dan cepat merasa capek. Lalu apa sih yang menyebabkan penyakit jantung koroner? Dari beberapa sumber yang sama, menyebutkan kalau penyebab penyakit jantung koroner ini banyak sekali. Akan tetapi, yang paling umum adalah kolesterol, darah tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, dan diabetes. 

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Merujuk beberapa penyebab umum penyakit jantung koroner, kita dapat tarik kesimpulan bahwasannya itu semua balik lagi sama kebiasaan pola hidup, khususnya dalam makan dan minum. Pada dasarnya, menjaga pola makan dan minum memang penting. Jika tidak, maka bukan hanya penyakit jantung koroner saja yang bisa mengingati, tetapi juga penyakit lain. 

Ambil contoh, misalnya diabetes. Penyakit tersebut kita tahu disebabkan karena konsumsi gula berlebih baik dari makanan, maupun minuman. Selain meningkatkan risiko terserang penyakit jantung koroner, diabetes juga bisa memicu komplikasi penyakit lain. Oleh karena itu, menjaga asupan gula memang perlu dilakukan. 

Contoh berikutnya ialah kolesterol. Meskipun kolesterol dibutuhkan oleh tubuh, tetapi jika berlebihan malah bisa menumpuk di pembuluh darah dan bisa mengganggu aliran darah. Kondisi tersebut, selain meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, juga dapat memicu serangan stroke. 

Sementara untuk obesitas sendiri, kita pun telah sadar apabila kondisi tersebut memang tidak menyehatkan. Pasalnya, selain rawan terserang penyakit jantung koroner, obesitas mungkin juga menjadi awal timbulnya penyakit lain, seperti diabetes dan kolesterol. Sehingga, menjaga berat tubuh ideal juga penting. Untuk tahu berapa berat badan ideal caranya sangat sederhana karena tinggal dibandingkan dengan tinggi badan. Hal itu dapat dengan mudah anda ketahui karena sudah banyak artikel yang menjelaskannya. 

Namun demikian, selain penyebab di atas, ada pula yang meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit jantung koroner. Faktor yang dimaksud adalah berkaitan dengan usia. Pasalnya semakin tua seseorang, maka arteri kian menyempit dan lama-kelamaan jadi rapuh. Di samping itu, beberapa sumber menyebut laki-laki juga lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner daripada perempuan. 

Lebih lanjut, faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner berikutnya adalah kebiasaan merokok karena nikotin memang tidak bagus untuk arteri. Lalu, trauma berat dalam waktu yang lama juga menjadi faktor peningkatan risiko terkena penyakit tersebut. 

Itulah hal-hal ringkas yang dapat disampaikan terkait penyakit jantung koroner. Besar harapan gejala, penyebab, dan peningkatan risiko yang telah dikemukakan bisa membantu pembaca sekalian untuk melakukan upaya pencegahan sejak dini. Bagaimanapun menjaga pola hidup sehat sangatlah menguntungkan untuk diri kita sendiri.

Waspada Sebelum Terlambat, Ini Cara Penularan Influenza

Sejak pandemi, semua orang jadi lebih mawas diri dan waspada terhadap kebersihan diri sendiri. Kewaspadaan ini datang karena persebaran Covid-19 yang mirip dengan cara penularan influenza. Penyakit flu memang bukan sesuatu yang cukup berat, apalagi kini sudah ada vaksin untuk flu musiman dan biasanya influenza memang bisa sembuh dengan mengonsumsi obat-obatan biasa.

Akan tetapi, dengan adanya potensi virus Corona dalam influenza yang diidap seseorang, maka mencegah penyebarannya tentu jadi opsi yang lebih baik ketimbang harus berobat. Lalu, seperti apa cara penularan influenza dan apa yang bisa dilakukan untuk menghindarinya?

Memahami Cara Penularan Influenza

Sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus, biasanya masa inkubasi setelah terpapar virus tersebut berada dalam kurun waktu 5 hari sebelum akhirnya menunjukkan beberapa gejala. Karenanya, orang bisa jadi tidak menyadari bahwa ia sudah menularkan influenza jika ia berinteraksi dengan orang lain dalam masa inkubasi tersebut.

Influenza ditularkan melalui droplet atau percikan air liur yang keluar saat seseorang bersin, berbicara, dan batuk. Orang yang terinfeksi influenza juga dapat menularkan penyakit ini ketika berpelukan atau bahkan melakukan aktivitas seksual karena adanya kedekatan antara ia dan orang yang ditulari. Selain itu, jika orang sehat terpapar dengan permukaan yang sudah terkontaminasi virus, maka bukan tidak mungkin ia juga akan tertular influenza. Sebab, virus seperti influenza bisa bertahan hingga 48 jam di atas permukaan benda. Karenanya, Anda perlu mengikuti beberapa cara untuk mencegah penularan influenza pada orang lain.

Ragam Cara Mencegah Penularan Influenza

Karena kemungkinan penularan yang cukup tinggi dan seringkali tidak disadari, maka baik yang sedang mengidap influenza maupun yang sehat perlu sama-sama waspada akan bahaya virus ini. Jika Anda merasa sehat, tentu kondisi ini harus dijaga dengan mengonsumsi asupan yang bergizi dan memastikan kebutuhan air putih tercukupi setiap harinya.

Anda juga bisa memastikan keamanan diri sendiri dengan menjaga jarak dari orang yang dirasa mengidap influenza. Menggunakan masker atau rutin mengonsumsi multivitamin untuk memperkuat imun tubuh bisa jadi salah satu cara pencegahan bagi diri sendiri. Selain itu, jaga kebersihan diri dengan tetap mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

Apabila Anda yang merasa menderita influenza, maka beberapa langkah pencegahan penting dilakukan agar tidak menularkannya ke orang lain. Langkah paling sederhana adalah dengan menggunakan masker setiap kali harus beraktivitas dan bertemu dengan orang lain. Dengan begitu, orang lain tidak akan terpapar droplet saat Anda batuk, bersin, atau sesederhana berbicara.

Pun jika memang sedang tidak menggunakan masker karena tidak tahu sedang flu, pastikan untuk menutup mulut dan hidung saat bersin ataupun batuk. Anda bisa bersin atau batuk dan menutupinya dengan pakaian atau siku. Jangan gunakan telapak tangan karena ia juga merupakan area yang bisa dengan mudah menularkan flu ke orang lain lewat salaman.

Ketika gejala influenza sudah terasa, pastikan untuk tetap diam di dalam rumah agar bisa menekan penyebaran flu dan mempercepat proses pemulihan. Periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan obat-obatan yang tepat. Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi agar imunitas tubuh lebih kuat dan bisa membantu obat menyerang virus influenza. Pastikan juga untuk menjaga kebersihan diri dan sanitasi agar virus tidak lama-lama hinggap di tubuh, ya.

Berbagai Penyebab Dari Munculnya Benjolan Di Leher

Kulit bagian belakang tepat pada leher dan rambut yang sering bersentuhan dengan sampo, keringat, atau produk perawatan rambut dapat menyebabkan benjolan di leher serta masalah kulit lainnya yang sering terjadi. 

Benjolan bisa mengkhawatirkan, terutama jika tidak terlihat. Tetapi ada banyak penyebab lainnya yang membuat benjolan pada bagian belakang leher, termasuk penyebab yang tidak berbahaya seperti jerawat maupun iritasi. Satu penyebab terkadang mengarah ke yang lain. Seperti, bisul dapat menjadi penyebab kelenjar getah bening membengkak. 

Benjolan kecil di leher dapat diakibatkan oleh berbagai penyakit dan kondisi medis


Sebagian besar benjolan pada leher tidak berbahaya. Sebagian besar juga jinak, atau non-kanker. Jika pada leher Anda muncul benjolan bisa menjadi salah satu tanda dengan kondisi yang serius, seperti infeksi dan pertumbuhan kanker. 

Jika Anda memiliki benjolan pada leher, dokter Anda harus segera mengevaluasinya. Temui dokter apabila terjadi benjolan pada leher yang tidak dapat dijelaskan. 

Kondisi yang menyebabkan benjolan pada leher

Mononukleosis menular

  • Mononukleosis ini dapat menular dan disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV)
  • Gejalanya berupa demam, sakit kepala, kelelahan, keringat pada malam, nyeri tubuh, serta terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Gejala dapat berlangsung hingga 2 bulan

Bisul

Benjolan merah dan menyakitkan mungkin bisul. Bisul merupakan infeksi lokal yang hanya terjadi di satu tempat dan tidak pada kulit disekitarnya. Terjadinya bisul yaitu dari kista, jerawat, serta folikel rambut yang tersumbat dapat terinfeksi. 

Jika Anda memencet bisul bisa menyebabkan terjadinya infeksi dan menjadi lebih buruk maupun menyebar. Namun untuk menyembuhkannya yaitu dengan mengompres hangat serta menjaga area bisul tetap bersih. 

Anda harus menemui dokter apabila terjadi demam yang menyebar, serta bisul yang sangat menyakitkan dan tidak bisa hilang dalam beberapa hari. Dokter akan coba melakukan tindakan seperti mengeringkan bisul serta meresepkan antibiotik. 

Jerawat

Jerawat, termasuk komedo dan jerawat kistik dalam, bisa membuat benjolan di leher  serta pembengkakan pada bagian belakang leher. 

Jerawat ini akan berkembang disaat keringat, bakteri, serta minyak menyumbat pori-pori. Meski perubahan hormonal pada masa remaja sering memicu jerawat, namun bisa muncul pada usia berapa pun.

Leher merupakan tempat yang umum untuk jerawat tumbuh. Berbagai penyebab bagian belakang leher teriritasi dan membuat jerawat semakin parah seperti produk rambut, keringat, serta pakaian. 

Berbagai macam obat bebas (OTC) dapat membantu, seperti mengganti sampo, menjaga leher tetap bersih dan kering, dan menjaga rambut dari leher.

Jika jerawat parah, sangat menyakitkan, atau tidak merespon pengobatan rumahan, dokter kulit mungkin akan meresepkan obat yang lebih kuat.

Reaksi alergi dan iritasi kulit

Banyak zat yang dapat mengiritasi bagian belakang leher.

Berbagai produk perawatan, deterjen pakaian, serta tabir surya bisa membuat iritasi kulit dan menjadi reaksi alergi. Terjadinya gesekan dari pakaian bisa membuat iritasi dan ruam pada kulit. 

Jika benjolan kecil dan gatal atau ada bercak kering di leher, ini bisa mengindikasikan kulit yang teriritasi atau reaksi alergi.

Seseorang mungkin menemukan bahwa itu membantu untuk mengganti deterjen, menjaga leher tetap bersih, menjaga rambut dari leher, dan mengurangi jumlah produk yang mereka gunakan pada kulit dan rambut.

Jika berbagai tindakan tidak membuat sembuh, maka pergi ke dokter menjadi jalan keluar untuk memeriksakan alergi serta ruam, untuk memastikan tidak ada hal lainnya yang menyebabkannya. 

Kapan Harus Menghubungi Profesional Medis

Hubungi dokter jika terjadi pembengkakan leher yang tidak normal serta adanya benjolan di leher Anda.

Kenali Gejala Klamidia dan Komplikasinya

Klamidia adalah salah satu jenis penyakit menular seksual. Gejala klamidia dalam beberapa kasus sering tidak mudah diketahui dan disadari oleh para penderitanya sendiri.

Adapun Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis yang menyebar melalui hubungan seksual yang tidak aman alias tidak memakai kondom, lewat mulut atau oral, dan anal. 

Penyebab lainnya adalah ibu hamil yang mengidap Klamidia dapat menyebabkan bayi yang dikandung dan dilahirkannya terkena penyakit menular seksual ini.

Sehingga ketika Anda dan pasangan ingin berhubungan seksual pastikan dulu salah satunya tidak menderita atau pernah menderita penyakit ini.

Biasanya penyakit ini menyerang wanita terutama di rentang usia 15-24 tahun. Meski begitu laki-laki juga dapat terserang klamidia.

Mengenai gejala penyakit ini, CDC menyatakan bahwa seseorang sangat mungkin sekali akan mempunyainya, dan memang kebanyakan tidak disadari karena gejala-gejala tersebut tidak begitu saja muncul setelah berhubungan seksual tanpa pengaman.

Gejala-gejala ini dapat bertahan dan hilang dengan sendirinya. Namun untuk hal ini Anda jangan sampai lengah.

Sebab, bukan berarti gejala hilang infeksi juga akan hilang karena bagaimanapun infeksi tetap akan berbahaya jika tidak dibersihkan sama sekali.

Adapun pertanda Anda terkena Klamidia setelah berhubungan badan adalah berbeda bagi perempuan dan laki-laki.

Berikut ini adalah perbedaan gejala klamidia pada dua jenis kelamin tersebut.

Gejala pada perempuan

Pada perempuan gejala yang sering dirasakan adalah sering mengalami keputihan atau perdarahan pada periode haid, merasakan nyeri atau sensasi terbakar ketika buang air kecil.

Gejala-gejala lainnya adalah merasakan sakit pada perut, nyeri ketika berhubungan seksual, sering buang air kecil, dan mengalami keluarnya cairan atau perdarahan rektal. 

Gejala pada laki-laki

Pada laki-laki gejala-gejala yang dirasakan adalah penis mengeluarkan cairan yang tidak biasanya, merasakan nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, adanya bengkak atau nyeri pada penis.

Gejala-gejala lainnya adalah adanya cairan atau perdarahan rektal, sering kencing, dan mengalami sakit tenggorokan.

Apakah gejala penyakit dapat menyebabkan komplikasi?

Ya, dapat. Klamidia kenyataannya dapat menyebabkan beberapa komplikasi jika tidak segera ditangani. Adapun komplikasinya adalah sebagai berikut:

Penyakit radang panggul

Atau disebut juga dengan pelvic inflammatory disease, yaitu penyakit yang terjadi pada rahim dan saluran tuba yang mengakibatkan nyeri panggul dan demam.

Penyakit ini dapat merusak saluran tuba, ovarium, dan rahim termasuk serviks. Untuk mengatasinya Anda memerlukan antibiotik intravena.

Epididimitis

Atau infeksi dekat testis yang menyebabkan radang pada tabung melingkar yang berada di samping testis. Penyakit ini dapat menyebabkan demam, nyeri skrotum, dan pembengkakan.

Infeksi kelenjar prostat

Penyakit ini akan menyebabkan nyeri selama atau setelah berhubungan badan, demam, menggigil, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri pada punggung bagian bawah.

Infeksi pada newborn

Bayi baru lahir atau newborn juga dapat mengalami komplikasi dari klamidia selama proses persalinan melalui vagina.

Ketika bayi diketahui terkena komplikasi, ia akan menderita penyakit yang berhubungan dengan pernapasan atau mengalami infeksi pada mata.

Kehamilan di luar kandungan

Ini adalah kehamilan yang diakibatkan oleh sel telur yang telah dibuahi oleh sperma tumbuh di luar rahim terutama di dekat tuba falopi.

Sehingga harus segera diangkat karena dapat menyebabkan tabung pecah yang membahayakan keselamatan ibu dan anak.

Kemandulan

Kenyataannya klamidia juga dapat menyebabkan kemandulan yang biasanya ditandai dengan timbulnya jaringan parut dan tersumbatnya saluran tuba.

Artritis reaktif

Atau disebut juga sebagai sindrom Reiter, yang biasanya bisa berpengaruh pada persendian, mata, dan uretra sehingga salah satu komplikasi dari gejala klamidia ini harus segera diatasi.

Tidak Melulu Pilek, Berikut 5 Penyebab Bersin yang Unik

Seringkali bersin dikaitkan dengan penyakit pilek, flu, dan sejenisnya. Tidak hanya karena virus influenza, penyebab bersin ada banyak. Tidak jarang penyebabnya pun unik. Mulai dari serbuk sari pada tanaman hingga terpapar sinar matahari, masih banyak lagi yang menjadi penyebab seseorang menjadi bersin. Hal tersebut turut membuktikan bahwa bersin merupakan respon alami tubuh pada manusia.  

Berbagai penyebab bersin

Oleh karena itu, menjadi hal yang lumrah apabila Anda merasakan bersin meski sedang tidak menderita flu dan pilek. Berikut situasi yang memungkinkan seseorang untuk merasakan gejala bersin:

Serbuk sari tanaman

Serbuk sari pada tanaman merupakan salah satu jenis  iritan selain debu dan kuman yang bisa masuk ke hidung manusia. Apabila serbuk sari masuk ke dalam tenggorokan, maka saraf akan merespon dan mengirim pesan ke pusat bersin. Pusat tersebut kemudian mengirimkan sinyal ke bagian tubuh yang lain seperti pita suara, diafragma, otot dada, hingga otot di belakang tenggorokan sehingga terjadi bersin. Meski tidak berbahaya, ada baiknya untuk terus menggunakan masker sebagai bentuk pencegahan masuknya berbagai kemungkinan alergi dari iritan. 

Alergi Makanan

Berhati-hatilah saat memilih dan mengonsumsi makanan, ternyata alergi makanan juga memicu terjadinya gejala bersin. Selain itu, reaksi lainnya yang muncul adalah hidung berair, area mata gatal-gatal, hingga timbul ruam kemerahan di sekitar kulit. Beberapa contoh makanan yang sering memicu terjadinya alergi diantaranya adalah kedelai, telur, susu, kacang hingga hewan air tawar yang memiliki cangkang. 

Alergi Bulu Hewan

Menjadi hal yang menyedihkan apabila pecinta hewan peliharaan harus mengalami alergi yang satu ini. Betul, beberapa kasus menunjukkan bahwa seseorang yang alergi dengan bulu hewan berpotensi merasakan gejala bersin. Hal yang umum apabila seseorang bersin-bersin saat berada dekat dengan hewan berbulu. Sebab ada kemungkinan besar hewan berbulu lebat seperti anjing dan kucing mengalami kerontokan pada bulunya. Tidak hanya itu, alergi bulu hewan juga menyebabkan gatal di area kulit, pembengkakan, peradangan, hingga sesak napas.

Konsumsi Makanan Pedas

Secara spesifik, alergi yang dipicu dari mengonsumsi jenis makanan tertentu disebut dengan gustatory rhinitis. Salah satu penyebab bersin dan hidung berair disebabkan mengonsumsi beberapa jenis makanan seperti: sup pedas, wasabi, salsa, bubuk cabai, sambal, hingga kari pedas. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali makanan apa saja yang menimbulkan reaksi alergi.

Terpapar Cahaya Sinar Matahari

Pernahkan Anda tanpa sengaja terkena paparan sinar matahari kemudian bersin-bersin? Kondisi tersebut disebut dengan refleks nasokuler. Dalam dunia medis, kondisi tersebut melibatkan respon antara hidung dan mata. Ada reaksi terjadi pada saraf dalam selaput lendir hidung sehingga menimbulkan gejala bersin. Scientific American mencatat bahwa refleks nasokuler dialami sekitar 18-35 persen populasi dan biasanya dialami oleh perempuan. 

Lima penyebab bersin di atas memanglah unik. Seseorang bisa mengalami gejala bersin meski tidak sedang sakit pilek dan flu. Apabila Anda memiliki alergi terhadap iritan tertentu, tidak ada salahnya untuk mencari tahu apa saja yang bisa dilakukan. 

Itulah 5 penyebab bersin yang unik dan sering terjadi di sekitar kita. Solusi dapat dimulai dengan rutin menggunakan masker dan kacamata hitam saat keluar rumah. Selain itu, jika gejala bersin timbul dalam waktu yang lama, segera konsultasikan dengan dokter terdekat dan gunakan obat untuk meredakannya. 

Mengenal Penyakit Gonore dan Pengobatannya

Penyakit gonore adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kontak seksual. Namun kontak sosial tidak hanya mencakup hubungan seksual tanpa penggunaan kondom, namun, juga termasuk seks oral, ciuman dan penggunaan mainan seks seperti vibrator. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) setiap tahun terjadi 1,14 juta infeksi baru di Amerika Serikat.

Penyakit gonore atau kencing nanah adalah penyakit menular seksual yang dapat dialami oleh pria dan wanita

Pada wanita, tempat infeksi yang paling umum terjadi pada leher rahim. Sedangkan pada pria, terjadi di uretra yang merupakan tabung yang membantu urin keluar dari tubuh.

Gejala Penyakit Gonore

Pada pria maupun wanita penyakit gonore memiliki gejala yang sama, rasa sakit dan nyeri di tenggorokan, sakit saat buang air kecil serta meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Sedangkan gejala yang berbeda pada pria meliputi:

  • Gatal di sekitar anus
  • Testis yang sakit atau bengkak
  • Keluar nanah atau cairan putih, kuning, atau hijau dari penis
  • Testis nyeri dan membengkak
  • Pembukaan uretra merah atau bengkak

Dan gejala penyakit gonore pada wanita yaitu:

  • Keputihan yang tidak biasa (putih dan kuning)
  • Nyeri di perut bagian bawah atau panggul
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Pendarahan di antara periode haid

Diagnosa Penyakit Gonore

Jika Anda merasakan beberapa gejala diatas, Anda harus segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sebelum gonore menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Diagnosa gonore dilakukan dengan tes urin guna mengidentifikasi bakteri di uretra Anda.

Dan tes usap di bagian yang terinfeksi seperti vagina, tenggorokan, uretra atau rektum. Nantinya melalui uji laboratorium, 

Tes terbaru untuk mendiagnosis gonore melibatkan penggunaan probe DNA atau teknik amplifikasi (misalnya, reaksi berantai polimerase , atau PCR) untuk mengidentifikasi materi genetik bakteri.

Pengobatan Penyakit Gonore

Gonore bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Pengobatan yang ada hanya dapat menghentikan infeksi dan tidak dapat memperbaiki kerusakan permanen yang disebabkan oleh penyakit gonore.

Selain itu, penderita gonore akan mendapatkan suntikan antibiotik ceftriaxone satu kali di bokong dan satu dosis azitromisin melalui mulut. Namun sayangnya saat ini muncul strain gonore yang resisten antibiotik.

Kasus tersebut mungkin memerlukan perawatan yang lebih ekstensif, dengan pemberian antibiotik oral selama 7 hari atau terapi ganda dengan dua antibiotik yang berbeda, biasanya dengan total terapi selama 7 hari.

CDC juga merekomendasikan pada kelompok orang di bawah ini untuk melakukan tes gonore secara teratur.

  • Wanita berusia dibawah 25 tahun atau diatas 25 tahun yang aktif secara seksual harus diuji setahun sekali.
  • Semua wanita hamil harus melakukan tes di awal kehamilan.
  • Penderita HIV harus menjalankan tes gonore setidaknya setahun sekali.

Faktor Risiko Gonore

Satu-satunya cara untuk mencegah tertular penyakit gonore adalah dengan tidak melakukan seks bebas. Anda yang tidak berganti-ganti pasangan memiliki risiko rendah terkena gonore. Anda bisa berisiko tinggi terkena gonore jika:

  • Berusia dibawah usia 25 tahun dan aktif secara seksual.
  • Memiliki pasangan seks baru.
  • Memiliki banyak pasangan seks atau memiliki pasangan yang sering melakukan seks bebas.
  • Pernah menderita penyakit menular seksual lain.
  • Tidak menggunakan kondom dengan benar

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menderita Gonore

Jika Anda merasa mengalami beberapa gejala diatas, Anda tentu harus langsung menemui dokter. Lalu Anda juga harus menghindari aktivitas seksual dalam bentuk apa pun. Saat menemui dokter, Anda harus memberikan informasi jelas mengenai riwayat seksual Anda.

Jika hasilnya Anda positif gonore, maka beritahu pasangan seksual Anda untuk melakukan pengetesan. Anda dan pasangan Anda harus melakukan pengobatan hingga dinyatakan bersih dan negatif dari penyakit gonore.

Kenali Obat Herbal Diabetes Menggunakan Ginseng Korea

Berbagai upaya dilakukan oleh penderita diabetes untuk tetap sehat dan bugar. Meski tidak sepenuhnya sembuh, penderita diabetes tetap bisa hidup sehat dengan menghindari pantangan, konsumsi obat secara rutin, dan berolahraga. Tidak hanya memanfaatkan bantuan medis, obat herbal diabetes masih menjadi pilihan sebagai obat alternatif. 

Ada berbagai alasan mengapa penderita diabetes memilih obat herbal. Berbagai macam tanaman dipercaya memiliki khasiat kesehatan dan sudah ditemukan selama ribuan tahun. Tiongkok dan Korea adalah contoh negara yang populer dengan obat herbal. Mereka diwarisi berbagai ilmu pengobatan tradisional yang sebagian besar menggunakan tanaman herbal, ginseng adalah salah satunya. 

Ginseng Sebagai Obat Herbal Diabetes

Ginseng merupakan tanaman langka yang dipercaya masyarakat memiliki berbagai khasiat kesehatan. Sayangnya, tanaman tersebut tergolong langka dan tidak mudah didapatkan. Maka, bukan hal mengherankan apabila ginseng memiliki nilai jual yang sangat mahal. Harganya mulai dari ratusan ribu hingga 5 juta rupiah per kilogramnya. Semakin langka jenis ginsengnya, semakin mahal harga jual ginseng tersebut di pasaran. 

Ada dua jenis ginseng yang biasanya dipakai untuk obat herbal diabetes, yaitu ginseng putih dan ginseng merah. Perbedaan keduanya terletak dari proses pembuatannya. Ginseng putih diproses dengan cara akar ginseng yang dikeringkan saja dan tidak ada proses lainnya. Sedangkan ginseng merah dibuat dengan proses lebih lanjut berupa dipanaskan kemudian dikeringkan. Dari berbagai khasiat yang ada, studi menemukan bahwa ginseng merah bermanfaat bagi penderita diabetes terutama pasien tipe 2. Lantas, khasiat apa saja yang ada dalam kandungan ginseng merah dan bagaimana cara mengolahnya?

Khasiat Ginseng Merah

Zat utama yang terkandung dalam ginseng merah adalah ginsenoside. Zat tersebut membantu mengendalikan aktivitas hormon dan menyeimbangkan kinerja saraf. Ginsenoside juga memberikan pengaruh terhadap produksi insulin, tekanan darah, hingga meningkatkan metabolisme tubuh. Selain ginsenoside, ginseng merah juga mengandung berbagai zat berkhasiat lainnya, seperti panaxytriol, panaxynol, dan panaxydol. Lebih lengkapnya, berikut  khasiat ginseng  Korea secara umum bagi kesehatan:

  • Meningkatkan hasrat seksual dan disfungsi ereksi
  • Meningkatkan fungsi kognitif
  • Meringankan gejala penyakit paru obstruktif kronis
  • Menurunkan risiko flu
  • Menjaga kadar gula darah pada penderita diabetes

Studi yang pernah dilakukan menemukan bahwa ginseng juga membantu para penderita diabetes tipe 2. Ginseng merah  berguna meningkatkan sensitivitas insulin serta interaksinya dengan glimepiride, glipizide dan glyburide bermanfaat menurunkan kadar gula darah. 

Resep Obat Herbal Diabetes Menggunakan Ginseng 

Khasiat ginseng dapat Anda nikmati dengan berbagai pilihan penyajian. Biasanya di Korea Selatan, ginseng diolah menjadi bubuk halus, air rebusan, hingga menjadi teh. Berikut resep membuat teh ginseng yang bisa Anda coba. 

Siapkan akar ginseng yang masih segar, potong tipis-tipis hingga berjumlah 6-7 irisan. Tuang 4 gelas air panas ke dalam panci atau pot, masukkan irisan ginseng, dan tambahkan parutan jahe. Tunggu hingga 10 menit, saring teh dan tuangkan ke dalam gelas. Teh ginseng siap untuk dinikmati. 

Selain teh ginseng, anda juga bisa mengolah ginseng menjadi bubuk halus. Cara mengolah ginseng menjadi bubuk adalah dengan cara dipotong kecil-kecil dan ditumbuk hingga halus. Anda bisa menambahkan bubuk ginseng sebagai campuran masakan atau menyeduhnya dengan air panas.

Itulah resep membuat obat herbal diabetes menggunakan ginseng Korea. Tidak ada salahnya menggunakan obat alternatif selain obat-obatan medis Kehadiran obat herbal diharapkan dapat menjadi alternatif bagi para pasien untuk menikmati obat dari bahan alami. 

Apa Sih Geriatri Itu? Cari Tahu di Sini!

Dokter geriatri, juga disebut ahli geriatri, berspesialisasi dalam merawat orang dewasa yang menua yang sering memiliki masalah medis yang kompleks. Mereka fokus terutama untuk menjaga Anda tetap berfungsi dan membantu Anda mempertahankan kualitas hidup Anda.

 Dokter geriatri memahami peran pengasuh dan bekerja dengan anggota keluarga juga. AS menghadapi kekurangan dokter geriatri untuk populasi orang dewasa yang terus bertambah. 

Menurut American Geriatrics Society, kita membutuhkan sekitar 20.000 dokter geriatri untuk memenuhi kebutuhan orang dewasa yang lebih tua.  Tetapi saat ini kami memiliki kurang dari 7.300 dokter geriatri bersertifikat.

Apa yang Dilakukan Dokter Geriatri?

Dokter geriatri mendiagnosis dan mengobati masalah yang memengaruhi orang dewasa yang lebih tua.  Pasien mereka sering memiliki satu atau lebih masalah kesehatan kronis. Dewan Nasional Penuaan melaporkan bahwa 80% orang dewasa yang lebih tua memiliki setidaknya satu penyakit kronis, dan 68% memiliki setidaknya dua.

Sementara ahli geriatri umumnya akan mengelola perawatan Anda secara keseluruhan, mereka juga bekerja dengan orang lain di tim perawatan kesehatan Anda, seperti:

  •  Anggota keluarga
  •  Pengasuh
  •  Dokter keluarga
  •  Perawat
  •  Apoteker
  •  Pekerja sosial
  •  Penyedia layanan berbasis komunitas
  •  Terapis fisik
  •  Terapis

Orang tua sering menggunakan beberapa obat untuk penyakit yang berbeda.  Untuk alasan ini, dokter geriatri sangat berpengetahuan tentang efek samping obat dan interaksinya.

Pendidikan dan Pelatihan

Ahli geriatri menyelesaikan sekolah kedokteran dan residensi selain mendapatkan lisensi medis dan menjadi dewan bersertifikat. Langkah-langkah untuk menjadi dokter geriatri meliputi:

  •  Menyelesaikan empat tahun sekolah kedokteran
  •  Selesaikan tiga hingga lima tahun dalam program pelatihan residensi penuh waktu
  •  Dapatkan lisensi medis tak terbatas untuk berpraktik di AS dan Kanada
  •  Lulus ujian yang dibuat oleh dewan anggota Dewan Spesialisasi Medis Amerika

Kondisi Apa yang Diobati oleh Dokter Geriatri?

Dokter geriatri memiliki keahlian dalam banyak kondisi dan penyakit terkait usia yang dihadapi orang dewasa yang lebih tua.  Kondisi yang biasa ditangani oleh geriatri meliputi:

Cedera jatuh 

Orang tua sering mengalami masalah keseimbangan dan mobilitas. Karena itu, dokter geriatri banyak menangani kasus jatuh. Tiga dari 10 orang di atas usia 70 tahun jatuh setiap tahun, dan 90% patah pinggul pada orang di atas 70 tahun disebabkan oleh jatuh.  Untungnya, ada cara dokter geriatri dapat membantu mengurangi risiko jatuh.

Semua dokter yang melihat pasien yang lebih tua harus melakukan penilaian jatuh. Alat ini membantu dokter geriatri menemukan dan mengatasi faktor risiko jatuh Anda, yang dapat mencakup obat yang Anda minum dan kondisi seperti:

  •  Masalah penglihatan
  •  Penyakit kronis
  •  Masalah kaki
  •  Gangguan kognitif
  •  Kelemahan
  •  Vertigo,
  •  Bahaya lingkungan (karpet licin, pencahayaan yang buruk, tangga, dll.)

Demensia 

Demensia adalah istilah yang menggambarkan beberapa penyakit otak yang disertai dengan kehilangan ingatan yang cukup parah hingga mengganggu kehidupan sehari-hari Anda.  Penyakit Alzheimer menyumbang 60% hingga 80% dari kasus demensia. Dokter geriatri ahli dalam mendiagnosis penyebab demensia. Menggunakan kombinasi tes memori, kemampuan,dan suasana hati bersama dengan kerja darah dan pemindaian otak, dokter geriatri dapat menawarkan opsi perawatan dan membantu Anda (dan pengasuh Anda) merencanakan masa depan. 

Inkontinensia

Inkontinensia urin (kencing yang tidak disengaja) adalah masalah umum di antara orang dewasa yang lebih tua. Itu juga salah satu yang mereka tidak selalu ingin beri tahu dokter mereka. Ini mungkin karena rasa malu atau keyakinan bahwa itu adalah bagian normal dari penuaan. Dokter geriatri terbiasa menangani kondisi ini.  Mereka dapat menggunakan alat bantu, jadwal buang air kecil, latihan, biofeedback, dan banyak lagi. 

Obat-obatan dan operasi juga merupakan pilihan. Depresi Studi telah menemukan bahwa 29% sampai 52% dari orang dewasa yang lebih tua di panti jompo mengalami depresi. Orang yang lebih tua cenderung tidak mengalami depresi jika mereka masih tinggal di komunitas mereka, di mana tingkatnya lebih seperti 1% hingga 5%.

Ahli geriatri dilatih untuk menilai suasana hati pasien mereka. Depresi pada orang tua tidak selalu terlihat sama dengan depresi pada orang dewasa yang lebih muda. Gejalanya sering muncul sebagai akibat dari kondisi medis lainnya. Misalnya, pusing atau sesak napas bisa menjadi tanda depresi pada pasien yang lebih tua, tetapi bisa dengan mudah disalahartikan sebagai penyakit jantung

Penyakit kardiovaskular

Dokter geriatri melihat banyak orang dengan penyakit kardiovaskular atau yang sudah mengalami stroke atau serangan jantung.

Dokter harus membuat keputusan perawatan dengan hati-hati, terutama jika Anda sudah minum banyak obat atau memiliki masalah medis rumit lainnya.  Ahli geriatri harus mempertimbangkan kelemahan perawatan seperti operasi atau obat-obatan terhadap kualitas hidup Anda.

Alasan Mengunjungi Dokter Geriatri

Meskipun tidak ada usia yang ditetapkan untuk mulai menemui dokter geriatri, sebagian besar menemui pasien yang berusia 65 tahun ke atas.  Anda harus mempertimbangkan untuk pergi ke salah satu jika Anda:

  •  Menjadi lemah atau cacat
  •  Memiliki beberapa kondisi yang memerlukan perawatan kompleks dan rutinitas pengobatan
  •  Tidak bisa lagi mendapatkan dukungan yang memadai dari pengasuh Anda

Bagaimana Pencegahan Pneumonia pada Anak-anak?

Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang terkena pneumonia. Karena itu, pencegahan pneumonia pada mereka merupakan hal yang sangat penting mengingat mereka adalah kelompok yang sangat rentan terkena.

Data WHO pada 2017 menunjukkan bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus, jamur, dan bakteri ini menyumbang 15% kematian pada anak-anak terutama di bawah 5 tahun.

Anak-anak mudah terserang pneumonia karena sistem kekebalan dalam tubuh mereka yang masih lemah dan belum terbentuk.

Mereka mudah terserang juga karena berbagai faktor seperti lingkungan, genetik, dan beberapa faktor risiko lainnya.

Apabila anak sudah terkena salah satu penyakit yang menginfeksi paru ini tentunya harus dilakukan tindakan perawatan berupa pemberian antibiotik tertentu, yaitu amoksilin.

Pada sebagian besar kasus pneumonia memerlukan antibiotik oral yang sering dijadikan resep di rumah sakit, klinik, dan puskesmas.

Antibiotik oral ini juga dapat diberikan dengan harga murah terhadap kelompok tertentu oleh para petugas terlatih dari kelompok tersebut. Apabila pneumonia menunjukkan keparahan, hendaknya penderita harus melakukan rawat inap.

Lalu bagaimana cara mencegah pneumonia pada anak?

Apabila Anda tidak menginginkan si buah hati terkena pneumonia, Anda tentunya harus melakukan langkah-langkah pencegahan pneumonia sebagai berikut:

Vaksinasi

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan vaksinasi kepada si buah hati. Vaksinasi yang diberikan akan membentuk sistem kekebalan tubuh pada anak yang masih rapuh, dan untuk melindungi mereka dari pneumonia di kemudian hari.

Vaksin pneumonia sudah bisa diberikan sejak usia dini tepatnya di usia 2 bulan. Selain vaksin pneumonia, juga ada vaksin lain yang perlu diberikan pada anak, yaitu vaksin flu. Diketahui bahwa pneumonia malah bisa menjadi flu jika dibiarkan terus-menerus.

Jangan lupa untuk selalu memperbarui jadwal vaksinasi anak yang diperlukan dalam masa tumbuh-kembang mereka.

Jauhi Anak-anak dari Kemungkinan Terinfeksi

Pneumonia adalah penyakit yang bisa menyebar melalui apa pun seperti droplet, kontak fisik, dan benda-benda mati.

Karena itu Anda harus selalu aktif untuk mengajarkan anak Anda pentingnya mencuci tangan saat melakukan kegiatan apa pun kemudian selalu mengajarkan untuk menerapkan etika batuk dan bersin yang benar dengan menutup mulut memakai tangan atau masker dan membuang bekas batuk atau bersin dengan tisu.

Jangan Biasakan Merokok di Depan Anak

Apabila Anda merokok, usahakan jangan membiasakannya di depan anak karena secara tidak disadari asap rokok yang Anda embuskan terhirup oleh anak, dan hal itu bisa berpengaruh besar pada sistem pernapasan mereka.

Begitu juga Anda harus selalu siaga jika Anda bersama anak Anda sedang bepergian untuk menghindari tempat-tempat yang boleh untuk merokok.

Jauhi Anak dari Orang-orang Sakit

Karena anak mudah terkena penyakit dalam masa tumbuh-kembangnya Anda harus menjauhi mereka dari orang-orang yang sakit sebagai salah satu bentuk pencegahan pneumonia.

Lalu ketika anak Anda ternyata mengalami gejala pneumonia, Anda juga harus menjauhkan dia dari anak-anak yang sehat supaya mereka tidak tertular.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Anak Mengalami Pneumonia?

Anda bisa menjadwalkan untuk konsultasi baik langsung maupun tidak untuk meminta rekomendasi tindakan yang perlu diambil.

Apabila pneumonia yang dialami anak Anda belum begitu parah dan masih bisa Anda tangani, Anda bisa merawat anak Anda di rumah.

Namun jika ternyata gejala yang ditunjukkan parah, Anda harus segera mungkin membawa anak ke rumah sakit untuk dirawat inap.

Berikut adalah tips yang perlu Anda lakukan saat merawat anak yang terkena pneumonia di rumah:

  • Berilah antibiotik dengan tepat sesuai yang diresepkan dokter. Pemberian ini harus terus-menerus dilakukan bahkan ketika anak Anda sudah merasa lebih baik. Jangan khawatirkan mengenai efek samping yang ditimbulkan 
  • Konsultasi kepada dokter mengenai obat batuk dan pilek yang dijual bebas dan direkomendasikan sebelum memberikannya kepada anak
  • Periksa suhu anak dengan termometer dengan patokan jika lebih besar dari 100,4 Fahrenheit sudah pasti demam, dan jangan menebak-nebak ia terkena demam hanya karena badannya panas
  • Upayakan anak untuk tetap terhidrasi sebagai salah satu kunci melawan penyakit
  • Perbanyak istirahat untuk anak
  • Sediakan humidifier untuk melembapkan udara sehingga membantu anak bernapas lebih baik
  • Segera lakukan tindakan ke UGD apabila anak mengalami kesulitan bernapas
  • Periksa bibir dan kuku anak. Apabila biru atau abu-abu pertanda anak tidak mendapat cukup oksigen. Anda harus segera memeriksakan anak ke dokter
  • Segera rawat inap anak jika memang pneumonia yang dialami sudah parah

Sekian mengenai pencegahan pneumonia pada anak dan penanganannya jika sudah terkena pneumonia. Namun alangkah baiknya Anda melakukan pencegahan karena hal itu lebih daripada mengobati.

Amankah Ibu dengan Peripartum Cardiomyopathy Hamil Kembali?

Pada dasarnya kondisi ibu hamil dengan peripartum cardiomyopathy sangatlah membahayakan. Salah satu indikasi keseriusan pada kondisi ini dapat diukur dengan sesuatu yang disebut fraksi ejeksi, yaitu persentase darah yang dipompa jantung dengan setiap detak. Jumlah fraksi ejeksi yang normal adalah sekitar 55%-60%. Jika fraksi ejeksi lebih rendah dari itu bisa dikatakan bahwa jantung bekerja kurang baik.

Pada PPCM, bilik ventrikel kiri menjadi membesar. Saat ventrikel menjadi lebih besar dari biasanya, dinding otot menjadi tegang dan lebih tipis. Hal ini membuat otot lebih lemah, dan bekerja kurang baik. Hal ini menyebabkan lebih sedikit darah yang dipompa keluar dari jantung dan dipompa keluar dengan kekuatan yang lebih kecil dari biasanya. 

Karena darah tidak bersirkulasi secara efektif, hal ini dapat menyebabkan cairan menumpuk di jaringan, terutama paru-paru, yang memiliki lebih sedikit oksigen yang sampai ke organ tubuh. Kondisi ini menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk dan kelelahan ekstrim yang disebut sebagai ‘gagal jantung’ karena jantung gagal memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen. 

Dalam kasus peripartum cardiomyopathy ringan, gejala khas seperti pembengkakan di kaki dan tungkai, dan beberapa sesak napas bisa mirip dengan gejala trimester ketiga kehamilan normal, sehingga gejala ini mungkin tidak terdiagnosis. 

Namun, pada kasus yang berat berat gejalanya muncul dengan sendirinya ketika pasien mengalami sesak napas dan kaki bengkak setelah melahirkan. Saat jantung tidak memompa dengan baik, cairan dapat menumpuk di dalam tubuh, terutama di paru-paru dan kaki. Ekokardiogram dapat mendeteksi kardiomiopati dengan menunjukkan penurunan fungsi jantung. PPCM dapat mengancam jiwa dan perlu segera diobati. Jika ibu tidak sembuh dengan baik, maka harus tetap melanjutkan pengobatan. 

Jika seorang wanita memiliki PPCM selama kehamilan, penelitian menunjukkan bahwa dia memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mendapatkannya lagi di kehamilan berikutnya, bahkan jika sebelumnya sembuh total. Dalam merencanakan kehamilan di masa depan, disarankan untuk mendiskusikan hal ini dengan ahli jantung untuk menjelaskan risiko potensial apa yang mungkin terjadi, dan pemantauan apa yang diperlukan selama kehamilan. 

Pertanyaan memiliki anak tambahan biasanya tergantung pada sejauh mana ibu telah pulih dari peripartum cardiomyopathy.

Jika kondisi, dalam hal ini kapasitas kerja, jantung tidak sepenuhnya pulih, maka kehamilan selanjutnya tidak dianjurkan. Meskipun tidak ada risiko langsung pada bayi, menjalani kehamilan dengan fungsi jantung yang tidak normal dapat menyebabkan kerusakan jantung tambahan bagi ibu, yang pada gilirannya dapat membahayakan janin yang sedang berkembang.

Jika jantung telah pulih sepenuhnya dari kehamilan sebelumnya, maka kehamilan selanjutnya dapat dicoba, asalkan jantung ibu terus dipantau secara berkala dengan ekokardiogram dan tes stres. Pemantauan kondisi jantung dengan ekokardiogram di sini dapat membantu menunjukkan bagaimana jantung berfungsi saat istirahat dan tes stres mengukur bagaimana jantung bekerja di bawah tekanan.

Meskipun peripartum cardiomyopathy merupakan kondisi yang serius, perlu diingat bahwa banyak wanita berhasil pulih dari penyakit ini. Lebih dari separuh wanita dengan PPCM akan memiliki fungsi jantung  normal kembali enam bulan setelahnya melahirkan. 

Untuk beberapa wanita, pemulihan dapat memakan waktu beberapa tahun karena tingkat keparahan gejala yang mereka alami, dan seberapa baik jantung mereka dapat pulih dari gagal jantung. Apabila setelah kehamilan atau menjelang kehamilan berikutnya peripartum cardiomyopathy kembali muncul dengan gejala yang terus mengkhawatirkan, maka kamu memerlukan perawatan yang berkelanjutan, karena kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut.