Kenali Betul Penyebab Mata Ikan untuk Atasi Sampai ke Akar

Anda tahu tentang mata ikan? Secara fisik, bentuknya serupa dengan kutil atau daging putih kasar yang umumnya tumbuh di telapak kaki. Mungkin Anda penasaran apa yang menjadi penyebab mata ikan tumbuh di telapak kaki Anda. Informasi lebih jelas mengenai mata ikan, dapat Anda simak berikut ini.

Apa yang menjadi penyebab mata ikan dan apakah ia menular?

Ternyata, yang menjadi penyebab mata ikan adalah infeksi virus Human Papilloma atau yang disingkat dengan virus HPV. Mungkin, Anda akan terbayang tentang kanker serviks sesaat ketika memikirkan virus HPV. Untungnya, virus HPV penyebab mata ikan tidak meningkatkan risiko kanker pada manusia.

Sayangnya, mata ikan ternyata dapat menular dengan mudah, seperti melalui sentuhan. Seseorang dapat tertular ketika ia menyentuh mata ikan secara langsung dari penderita. Selain itu, risiko tertular juga terdapat pada penggunaan handuk atau baju yang dikenakan secara bersamaan dengan orang yang mengalami mata ikan.

Seperti apa gejala mata ikan dan apa perbedaan antara mata ikan dengan kapalan?

Mata ikan tidak hanya dapat tumbuh di telapak kaki, namun juga di tangan. Hanya saja, bentuk fisik dari mata ikan yang tumbuh di kaki dan di tangan, tidaklah sama. Mata ikan yang tumbuh di telapak kaki, cenderung memiliki bentuk fisik yang pipih atau datar akibat seringkali tertekan ketika berjalan dan berdiri.

Ketika seseorang memiliki mata ikan, biasanya ia tidak menunjukkan kepala apa pun. namun, jika mata ikan timbul pada telapak kaki, seseorang dapat merasakan sesuatu yang berbeda ketika sedang berjalan maupun berdiri. Penderita mata ikan akan merasakan sensasi seperti menginjak batu jika mata ikan tumbuh di telapak kaki.

Membedakan mata ikan dengan kapalan dapat dilakukan dengan menekan benjolan tersebut. Mata ikan akan terasa sakit jika ditekan, sementara kapalan tidak.

Seperti apa cara pencegahan mata ikan?

Beberapa hal berikut dapat Anda lakukan untuk mencegah tumbuhnya mata ikan:

  • Hindari menyentuh mata ikan orang lain.
  • Jika melakukan perawatan pedicure di salon, pastikan bahwa alat yang digunakan tidaklah sama dengan alat yang digunakan oleh orang lain.
  • Jika mata ikan terlanjur tumbuh, usahakan untuk menjaga kaki agar tetap kering, sehingga mata ikan tidak menyebar ke area lain.

Ini Perbedaan Pengeroposan dan Pengapuran Tulang

Pengapuran tulang (osteoarthritis) dan pengeroposan tulang (osteoporosis) adalah dua kondisi yang seringkali dianggap sama oleh kebanyakan orang. Kedua masalah tulang ini  merupakan kondisi kronis yang terjadi pada tulang tetapi berbeda mulai dari penyebab dan gejalanya. Yuk, simak artikel kali ini untuk memahami perbedaan dari pengapuran tulang dan pengeroposan tulang.

Apa itu pengapuran tulang?

Pengapuran tulang atau osteoartritis merupakan penyakit tulang dan persendian yang berkaitan dengan penuaan. Pada pengapuran tulang terjadi penipisan pada tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan antar tulang yang satu dengan yang lain dan menjaga agar pergerakan antar sendi dapat berlangsung dengan lancar dan mudah.

Kondisi ini paling sering terjadi di tulang-tulang besar yang berfungsi sebagai penyangga berat badan tubuh seperti lutut, panggul, tulang belakang, dan pergelangan kaki. Pengapuran tulang dapat terjadi secara perlahan dengan penyebab yang hingga kini tidak diketauhi. Namun, ada beberapa faktor resiko seperti obesitas, lemah otot, aktivitas fisik berlebih atau kurang, trauma sendi, dan faktor keturunan turut menyumbang terjadinya pengapuran tulang.

Pada pengapuran tulang, gejala utama yang biasanya dialami penderitanya adalah nyeri sendi, gangguan pergerakan, kaku sendi pada pagi hari atau setelah beristirahat, dan bengkak di sekitar persendian. Nyeri sendi umumnya diperparah jika seseorang makin banyak bergerak dan kadang terdengar bunyi “klik” pada saat bergerak.

Akibat pengeroposan tulang yang bisa dirasakan

Pengeroposan tulang berbeda dengan pengapuran tulang. Apabila pengapuran terjadi pada tulang rawan, pada pengeroposan tulang terjadi pengurangan kepadatan dan kualitas tulang secara perlahan dan terus menerus. Pengeroposan tulang dapat terjadi pada siapa saja, tetapi wanita, orang dengan lanjut usia, dan orang dari ras kaukasia lebih beresiko mengalami pengeroposan tulang.

Pada wanita menopause pengeroposan tulang dapat terjadi lebih cepat. Tidak seperti pengapuran tulang yang menimbulkan gejala nyeri, pada pengeroposan tulang gejala tidak dirasakan hingga terjadi patah tulang. Hal ini menyebabkan pengeroposan tulang disebut sebagai silent disease. Baik pengapuran dan pengeroposan tulang merupakan kondisi kronis yang terjadi pada tulang. Meskipun terlihat mirip, tetapi keduanya memiliki gejala dan penyebab yang sangat berbeda.

Perawatan untuk Penderita Mioma Uteri

Mioma uteri adalah tumor jinak di dinding rahim yang seringkali tidak menunjukan gejala yang tidak berarti. Namun, pada beberapa kasus tertentu mioma uteri dapat menimbulkan gejala yang mengganggu, seperti perdarahan berat dan nyeri di perut yang hebat. Jika mioma uteri sudah menimbulkan gejala serius, maka penderitanya membutuhkan perawatan dari ahli kandungan.

Tindakan perawatan pada mioma uteri dapat dilakukan dengan berbagai macam cara bergantung pada gejala yang timbul, letak mioma uteri, dan rencana persalinan di kemudian hari. Pada kasus mioma uteri yang ringan, pemberian obat-obatan dapat digunakan untuk mengatasi mioma uteri. Sedangkan pada kasus mioma uteri sedang hingga berat, operasi merupakan pilihan utama untuk perawatan mioma uteri.

Macam-macam operasi mioma uteri

  1. Ablasi endometrium

Operasi ini dilakukan pada mioma uteri yang berukuran kecil dengan gejala yang berat. Ablasi endometrium dilakukan melalui vagina dan bertujuan untuk menghancurkan lapisan rahim yang mengandung mioma uteri dengan laser, listrik, panas, atau pembekuan. keuntungan dari ablasi endometrium adalah perdarahan yang minimal dan pemulihan yang cepat paska operasi.

  • Miolisis

Operasi ini dapat menghilangkan mioma uteri yang berukuran kecil dengan memotong suplai darah ke tumor sampai menyusut dan mati. Energi dari frekuensi radio, pemanasan, dan pembekuan bisa digunakan pada prosedur miolisis. Prosedur ini dapat menyebabkan infeksi dan timbulnya jaringan parut yang dapat mempengaruhi kesuburan. Oleh karena itu, Anda perlu diskusikan lebih lanjut jika Anda merencanakan kehamilan di kemudian hari sebelum melakukan miolisis.

  • Embolisasi arteri uterus

Operasi ini dilakukan jika mioma uterus menimbulkan gejala perdarahan atau nyeri hebat. Tabung tipis dimasukkan ke dalam arteri rahim dan disuntikkan zat yang dapat memotong suplai darah ke mioma untuk mengecilkan ukuran mioma uteri.

  • Miomektomi

Prosedur menghilangkan mioma uteri dengan meninggalkan jaringan yang sehat. Prosedur ini disarankan pada wanita yang ingin hamil di kemudian hari. Terdapat tiga pilihan miomektomi, yaitu abdominal, histeroskopi, dan laparaskopi yang pemilihannya dilakukan berdasarkan ukuran, jumlah, dan letak mioma uteri.

  • Histerektomi

Prosedur pengangkatan rahim sebagian atau seluruhnya. Umumnya, histerektomi dilakukan pada mioma uteri yang berukuran besar dan menunjukkan gejala perdarahan hebat. Histerektomi total dapat mencegah timbulnya mioma uteri kembali.

Mengenal Kardiomegali, Kondisi Jantung yang Membesar

Jantung memiliki peran vital dalam tubuh untuk memompa darah. Namun sama seperti organ tubuh lainnya, jantung manusia juga memiliki kemungkinan untuk mengalami kondisi yang tidak Anda inginkan. Salah satu kondisi masalah pada jantung adalah kardiomegali. Apa itu kardiomegali dan apa yang menjadi penyebabnya?

Kardiomegali merupakan sebuah kondisi dimana jantung mengalami pembengkakan atau pembesaran yang tidak normal. Kondisi kardiomegali ini bukan seperti suatu penyakit, melainkan bisa menjadi pertanda dari penyakit atau kondisi medis tertentu.

Penyebab terjadinya kardiomegali

Terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya pembesaran pada jantung. Contohnya, kardiomegali dapat dipicu oleh suatu kondisi dimana jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya. Kardiomegali juga bisa disebabkan oleh kelainan pada otot jantung. Ada juga kasus dimana jantung dapat membesar dan menjadi lebih lemah tanpa sebab yang jelas disebut dengan kondisi idiopatik. Beberapa kondisi medis di dalam tubuh manusia dapat berkaitan dengan kardiomegali. Kondisi medis tersebut di antaranya adalah:

  • Valvular heart, yaitu penyakit katup jantung
  • Hipertensi pulmonal atau hipertensi arteri paru, yaitu kondisi terjadinya penyumbatan pembuluh nadi yang menuju ke paru-paru
  • Tekanan darah tinggi
  • Kardiomiopati, yaitu kelainan yang terjadi pada otot jantung
  • Anemia atau kurangnya sel darah merah
  • Hemokromatosis, kondisi medis dimana tubuh kelebihan zat besi
  • Menumpuknya cairan pada pericardium (kantong yang menyelimuti jantung)
  • Gangguan pada kelenjar tiroid, seperti hipotiroid atau kurangnya hormone serta kebalikannya, hipertiroiditis atau kelebihan hormon tiroid dalam tubuh.
  • Kelainan jantung bawaan seperti, anomali ebstein, koarktasio aorta, defek septum ventrikel, defek septum ventrikel, patent ductus arteriosus, dan tetralogy of fallot.
  • Penyakit langka yang bisa berdampak pada jantung seperti amiloidosis atau kondisi dimana berkumpulnya zat protein amyloid di organ-organ tubuh.

Faktor risiko terjadinya kardiomegali

Seseorang yang memiliki faktor terserang penyakit jantung, memiliki potensi untuk mengalami kardiomegali. Beberapa faktor risiko tersebut meliputi:

  • Obesitas atau kegemukan
  • Hipertensi
  • Memiliki keluarga yang juga menderita kardiomegali
  • Pernah mengalami serangan jantung
  • Mempunyai gangguan metabolic, seperti penyakit tiroid
  • Gaya hidup pasif atau malas bergerak