Leukosit Tinggi Tanda Terkena Leukemia?

Jumlah leukosit tinggi merupakan salah satu tanda terkena penyakit leukemia. Leukemia adalah salah satu jenis kanker darah yang menyerang sel darah putih. Penderita leukemia umumnya memproduksi sel darah putih secara abnormal dan dalam jumlah yang tidak wajar. 

Normalnya, produksi leukosit tinggi biasanya terjadi saat tubuh diserang oleh virus atau bakteri yang masuk, dengan tujuan melindungi tubuh dari serangan virus dan bakteri. Namun, pada kasus leukemia, leukosit tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga penderita leukimia akan mudah terinfeksi virus atau bakteri karena tidak memiliki perlindungan yang baik. 

Penyakit leukemia biasanya lebih banyak menyerang anak-anak. Namun, penyakit ini juga bisa menyerang siapa saja, jika sel darah putih tumbuh abnormal dan berlebihan. 

Gejala leukemia

Gejala yang muncul dari penyakit leukemia biasanya berbeda-beda, bergantung dari jenis leukemia yang dideritanya. Berikut ini beberapa gejala umum dari leukemia yang sering terjadi.

  • Demam atau kedinginan
  • Merasa lelah terus-menerus
  • Mengalami infeksi yang cukup parah
  • Berat badan turun drastis
  • Ada pembengkakan pada kelenjar getah bening
  • Mudah berdarah dan memar
  • Sering mimisan
  • Ada bintik merah kecil pada kulit
  • Sering berkeringat, terutama pada malam hari
  • Nyeri pada tulang

Biasanya, penyakit leukemia tidak memiliki gejala yang spesifik dan gejalanya muncul seperti sakit demam atau flu biasa, sehingga penderitanya sering tidak menyadari dan mengabaikan. 

Jadi, saat kamu merasakan beberapa gejala di atas, sebaiknya segera menghubungi dokter untuk pemeriksaan lebih detail, ya.

Jenis leukemia

Leukemia terbagi ke dalam beberapa jenis dengan gejala dan diagnosa yang berbeda-beda. Dokter biasanya membagi jenis-jenis leukemia berdasarkan kecepatan perkembangannya dan juga jenis sel yang terlibat.

Berikut ini jenis leukemia berdasarkan kecepatan leukemia berkembang.

1. Leukemia akut

Pada kondisi ini, sel darah yang tumbuh abnormal adalah sel darah muda yang belum matang. Sel darah muda ini tidak bisa berfungsi normal dan tumbuh dengan cepat sehingga memperburuk kondisi tubuh. 

2. Leukemia kronis

Kondisi ini terjadi karena sel darah dewasa memiliki jumlah yang terlalu banyak, dan beberapa lainnya memiliki jumlah yang terlalu sedikit. Sel darah dewasa ini juga bereplikasi lebih lambat dari biasanya. Biasanya, leukemia kronis tidak menimbulkan gejala, dan baru bisa terdeteksi setelah bertahun-tahun. 

Jenis leukemia yang kedua dikategorikan berdasarkan jenis sel darah putih yang terserang. 

1. Leukemia limfositik

Jenis leukemia ini mempengaruhi sel limfoid yang berfungsi membentuk kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening memiliki fungsi yang cukup penting dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh. 

2. Leukemia myelogenous

Jenis leukemia ini memengaruhi sel myeloid yang memiliki peran untuk berkembang menjadi sel darah merah, sel darah putih, dan juga trombosit. 

Berikut ini jenis utama leukemia yang terbagi ke dalam 4 jenis.

1. Leukemia limfositik akut (ALL)

Jenis leukemia ini adalah jenis yang paling sering ditemukan, khususnya pada anak-anak. Jenis ini juga bisa ditemukan pada orang dewasa.

2. Leukemia myelogenous akut (AML)

Jenis leukemia AML adalah leukemia yang paling umum terjadi, yakni bisa menyerang anak-anak dan juga orang dewasa.

3. Leukemia limfositik kronis (CLL)

Jenis leukemia ini sering terjadi pada orang dewasa. Leukemia ini umumnya juga sulit terdeteksi selama bertahun-tahun karena tidak memiliki gejala yang spesifik. 

4. Leukemia myelogenous kronis (CML)

Jenis leukemia ini biasanya menyerang orang dewasa. Penderita CML biasanya tidak merasakan gejala apapun selama bertahun-tahun, hingga fase sel-sel leukemia berkembang dengan sangat cepat. 

Orang yang berisiko mengalami leukemia

Leukemia memang bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, seseorang dengan ciri berikut ini memiliki risiko yang lebih besar. 

  • Pernah menjalani pengobatan kanker

Seseorang yang pernah menjalani pengobatan kanker seperti kemoterapi jenis tertentu biasanya rentan terkena leukemia jenis tertentu.

  • Gangguan genetik

Adanya kelainan genetik juga bisa menyebabkan seseorang terserang leukemia, seperti penderita down syndrome.

  • Paparan bahan kimia

Paparan bahan kimia seperti benzena juga bisa meningkatkan risiko terkena leukemia.

  • Merokok

Memiliki gaya hidup yang tidak baik seperti merokok bisa meningkatkan risiko leukemia myelogenous akut.

  • Riwayat keluarga

Jika ada anggota keluarga yang terkena leukemia, maka kamu juga bisa memiliki risiko terkena leukemia. 

Jika kamu mengalami beberapa gejala yang tidak biasa seperti di atas, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan darah lengkap untuk mengetahui produksi leukosit tinggi atau normal. Jika ternyata leukosit tinggi, kamu bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *