Ini Perbedaan Pengeroposan dan Pengapuran Tulang

Pengapuran tulang (osteoarthritis) dan pengeroposan tulang (osteoporosis) adalah dua kondisi yang seringkali dianggap sama oleh kebanyakan orang. Kedua masalah tulang ini  merupakan kondisi kronis yang terjadi pada tulang tetapi berbeda mulai dari penyebab dan gejalanya. Yuk, simak artikel kali ini untuk memahami perbedaan dari pengapuran tulang dan pengeroposan tulang.

Apa itu pengapuran tulang?

Pengapuran tulang atau osteoartritis merupakan penyakit tulang dan persendian yang berkaitan dengan penuaan. Pada pengapuran tulang terjadi penipisan pada tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan antar tulang yang satu dengan yang lain dan menjaga agar pergerakan antar sendi dapat berlangsung dengan lancar dan mudah.

Kondisi ini paling sering terjadi di tulang-tulang besar yang berfungsi sebagai penyangga berat badan tubuh seperti lutut, panggul, tulang belakang, dan pergelangan kaki. Pengapuran tulang dapat terjadi secara perlahan dengan penyebab yang hingga kini tidak diketauhi. Namun, ada beberapa faktor resiko seperti obesitas, lemah otot, aktivitas fisik berlebih atau kurang, trauma sendi, dan faktor keturunan turut menyumbang terjadinya pengapuran tulang.

Pada pengapuran tulang, gejala utama yang biasanya dialami penderitanya adalah nyeri sendi, gangguan pergerakan, kaku sendi pada pagi hari atau setelah beristirahat, dan bengkak di sekitar persendian. Nyeri sendi umumnya diperparah jika seseorang makin banyak bergerak dan kadang terdengar bunyi “klik” pada saat bergerak.

Akibat pengeroposan tulang yang bisa dirasakan

Pengeroposan tulang berbeda dengan pengapuran tulang. Apabila pengapuran terjadi pada tulang rawan, pada pengeroposan tulang terjadi pengurangan kepadatan dan kualitas tulang secara perlahan dan terus menerus. Pengeroposan tulang dapat terjadi pada siapa saja, tetapi wanita, orang dengan lanjut usia, dan orang dari ras kaukasia lebih beresiko mengalami pengeroposan tulang.

Pada wanita menopause pengeroposan tulang dapat terjadi lebih cepat. Tidak seperti pengapuran tulang yang menimbulkan gejala nyeri, pada pengeroposan tulang gejala tidak dirasakan hingga terjadi patah tulang. Hal ini menyebabkan pengeroposan tulang disebut sebagai silent disease. Baik pengapuran dan pengeroposan tulang merupakan kondisi kronis yang terjadi pada tulang. Meskipun terlihat mirip, tetapi keduanya memiliki gejala dan penyebab yang sangat berbeda.

Perawatan untuk Penderita Mioma Uteri

Mioma uteri adalah tumor jinak di dinding rahim yang seringkali tidak menunjukan gejala yang tidak berarti. Namun, pada beberapa kasus tertentu mioma uteri dapat menimbulkan gejala yang mengganggu, seperti perdarahan berat dan nyeri di perut yang hebat. Jika mioma uteri sudah menimbulkan gejala serius, maka penderitanya membutuhkan perawatan dari ahli kandungan.

Tindakan perawatan pada mioma uteri dapat dilakukan dengan berbagai macam cara bergantung pada gejala yang timbul, letak mioma uteri, dan rencana persalinan di kemudian hari. Pada kasus mioma uteri yang ringan, pemberian obat-obatan dapat digunakan untuk mengatasi mioma uteri. Sedangkan pada kasus mioma uteri sedang hingga berat, operasi merupakan pilihan utama untuk perawatan mioma uteri.

Macam-macam operasi mioma uteri

  1. Ablasi endometrium

Operasi ini dilakukan pada mioma uteri yang berukuran kecil dengan gejala yang berat. Ablasi endometrium dilakukan melalui vagina dan bertujuan untuk menghancurkan lapisan rahim yang mengandung mioma uteri dengan laser, listrik, panas, atau pembekuan. keuntungan dari ablasi endometrium adalah perdarahan yang minimal dan pemulihan yang cepat paska operasi.

  • Miolisis

Operasi ini dapat menghilangkan mioma uteri yang berukuran kecil dengan memotong suplai darah ke tumor sampai menyusut dan mati. Energi dari frekuensi radio, pemanasan, dan pembekuan bisa digunakan pada prosedur miolisis. Prosedur ini dapat menyebabkan infeksi dan timbulnya jaringan parut yang dapat mempengaruhi kesuburan. Oleh karena itu, Anda perlu diskusikan lebih lanjut jika Anda merencanakan kehamilan di kemudian hari sebelum melakukan miolisis.

  • Embolisasi arteri uterus

Operasi ini dilakukan jika mioma uterus menimbulkan gejala perdarahan atau nyeri hebat. Tabung tipis dimasukkan ke dalam arteri rahim dan disuntikkan zat yang dapat memotong suplai darah ke mioma untuk mengecilkan ukuran mioma uteri.

  • Miomektomi

Prosedur menghilangkan mioma uteri dengan meninggalkan jaringan yang sehat. Prosedur ini disarankan pada wanita yang ingin hamil di kemudian hari. Terdapat tiga pilihan miomektomi, yaitu abdominal, histeroskopi, dan laparaskopi yang pemilihannya dilakukan berdasarkan ukuran, jumlah, dan letak mioma uteri.

  • Histerektomi

Prosedur pengangkatan rahim sebagian atau seluruhnya. Umumnya, histerektomi dilakukan pada mioma uteri yang berukuran besar dan menunjukkan gejala perdarahan hebat. Histerektomi total dapat mencegah timbulnya mioma uteri kembali.

Catat Makanan Penambah Darah Berikut untuk Penderita Anemia

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Anemia Convention pada tahun 2017, disebutkan bahwa angka prevalensi penderita anemia di Asia Tenggara, termasuk Indonesia di dalamnya, mencapai angka 85%.

Anemia adalah kondisi ketika tubuh tidak memiliki jumlah sel darah merah sebanyak yang dibutuhkan oleh tubuh. Sel darah merah ini berperan penting dalam mengantarkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Penyebab umum dari anemia adalah kurangnya zat besi yang dapat membantu pertumbuhan sel darah merah. Maka dari itu, memilih makanan yang kaya akan zat besi dapat mencegah terjadinya anemia.

Seseorang yang mengidap anemia akan merasakan beberapa gejala, seperti letih, lesu, lemas, sulit untuk berkonsentrasi, jantung berdebar secara tidak teratur, napas pendek, dan juga merasakan kepala pusing. Jika anemia dibiarkan terjadi terus menerus, maka kesibukan sehari-hari seseorang akan terganggu.

Anemia dapat diatasi dengan hal sederhana, seperti memasukkan makanan tertentu yang kaya akan kandungan zat besi ke dalam menu makanan sehari-hari keluarga. Makanan apa saja yang perlu Anda tahu? Mari simak informasi lengkapnya berikut ini.

  • Daging merah

Sudah bukan rahasia lagi, bahwa daging merah mengandung zat besi tinggi. Setidaknya per 100 gram daging merah memiliki 2.8 miligram zat besi. Kandungan zat besi dalam daging merah cenderung mudah diserap oleh tubuh. Gizi zat besi ini dapat dioptimalkan dengan menambahkan makanan dengan kandungan vitamin C yang tinggi, seperti tomat, paprika, atau brokoli sebagai pendamping hidangan. Cara sederhana untuk membuat kombinasi makanan ini adalah dengan membuat hidangan tumis daging.

  • Hati sapi dan ayam

Di dalam hati sapi terdapat setidaknya 17 miligram zat besi tiap 100 gram ukuran. Sementara itu, hati ayam yang berukuran 100 gram memiliki sekitar 9 miligram zat besi. Namun, kedua jenis makanan ini terkenal dapat memicu kolesterol, sehingga tidak direkomendasikan bagi Anda untuk mengonsumsi jeroan terlalu sering.

  • Sayuran hijau tua

Sayuran hijau tua yang mudah Anda temui, seperti bayam, kangkung, daun singkong, dan brokoli, ternyata menjadi salah satu sumber makanan zat besi yang tinggi. 100 gram bayam atau kangkung memiliki sekitar 2.7 miligram zat besi. Sementara itu, 100 gram brokoli setara dengan 0.7 miligram zat besi.

Zat besi yang berasal dari makanan ini tergolong sebagai zat besi non-heme, yang mana lebih sulit diserap oleh tubuh. Namun, jenis makanan ini dapat menjadi alternatif yang ideal bagi Anda yang menghindari konsumsi daging.

Mengenal Kardiomegali, Kondisi Jantung yang Membesar

Jantung memiliki peran vital dalam tubuh untuk memompa darah. Namun sama seperti organ tubuh lainnya, jantung manusia juga memiliki kemungkinan untuk mengalami kondisi yang tidak Anda inginkan. Salah satu kondisi masalah pada jantung adalah kardiomegali. Apa itu kardiomegali dan apa yang menjadi penyebabnya?

Kardiomegali merupakan sebuah kondisi dimana jantung mengalami pembengkakan atau pembesaran yang tidak normal. Kondisi kardiomegali ini bukan seperti suatu penyakit, melainkan bisa menjadi pertanda dari penyakit atau kondisi medis tertentu.

Penyebab terjadinya kardiomegali

Terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya pembesaran pada jantung. Contohnya, kardiomegali dapat dipicu oleh suatu kondisi dimana jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya. Kardiomegali juga bisa disebabkan oleh kelainan pada otot jantung. Ada juga kasus dimana jantung dapat membesar dan menjadi lebih lemah tanpa sebab yang jelas disebut dengan kondisi idiopatik. Beberapa kondisi medis di dalam tubuh manusia dapat berkaitan dengan kardiomegali. Kondisi medis tersebut di antaranya adalah:

  • Valvular heart, yaitu penyakit katup jantung
  • Hipertensi pulmonal atau hipertensi arteri paru, yaitu kondisi terjadinya penyumbatan pembuluh nadi yang menuju ke paru-paru
  • Tekanan darah tinggi
  • Kardiomiopati, yaitu kelainan yang terjadi pada otot jantung
  • Anemia atau kurangnya sel darah merah
  • Hemokromatosis, kondisi medis dimana tubuh kelebihan zat besi
  • Menumpuknya cairan pada pericardium (kantong yang menyelimuti jantung)
  • Gangguan pada kelenjar tiroid, seperti hipotiroid atau kurangnya hormone serta kebalikannya, hipertiroiditis atau kelebihan hormon tiroid dalam tubuh.
  • Kelainan jantung bawaan seperti, anomali ebstein, koarktasio aorta, defek septum ventrikel, defek septum ventrikel, patent ductus arteriosus, dan tetralogy of fallot.
  • Penyakit langka yang bisa berdampak pada jantung seperti amiloidosis atau kondisi dimana berkumpulnya zat protein amyloid di organ-organ tubuh.

Faktor risiko terjadinya kardiomegali

Seseorang yang memiliki faktor terserang penyakit jantung, memiliki potensi untuk mengalami kardiomegali. Beberapa faktor risiko tersebut meliputi:

  • Obesitas atau kegemukan
  • Hipertensi
  • Memiliki keluarga yang juga menderita kardiomegali
  • Pernah mengalami serangan jantung
  • Mempunyai gangguan metabolic, seperti penyakit tiroid
  • Gaya hidup pasif atau malas bergerak

Kenali Gejala Hemangioma pada Bayi

Melihat anak tumbuh dengan kondisi yang sehat tentu menjadi impian setiap orang tua. Meskipun demikian, orang tua juga harus tetap mengerti dan mengenali beberapa penyakit yang umum menyerang anak dan bayi. Hemangioma pada bayi menjadi salah satu abnormalitas yang menyerang buah hati Anda yang biasanya dapat muncul sejak tahun pertama kelahiran mereka.

Mengenal hemangioma

Hemangioma pada bayi adalah pertumbuhan pembuluh darah abnormal yang terjadi di kulit anak dan bayi. Kondisi ini tidak ganas serta tidak menyebabkan kanker. Umumnya tidak ada gejala khusus saat dan sesudah terbentuknya hemangioma. Ketika muncul, hemangioma di kulit bayi tersebut timbul dalam bentuk goresan atau bisa jadi berupa benjolan kecil berwarna merah.

Hemangioma tidak memiliki penyebab yang pasti. Meskipun demikian, keturunan menjadi faktor yang paling mungkin berpengaruh pada munculnya abnormalitas ini. Selain itu, beberapa kondisi seperti bayi yang lahir prematur, atau berjenis kelamin perempuan.

Gejala hemangioma

Hemangioma pada kulit biasanya akan dikenali dengan tanda lahir yang berwarna ungu atau merah gelap, sehingga seringkali disebut sebagai hemangioma stroberi. Pada tahun pertama Si Kecil, tanda merah ini akan tumbuh dan membentuk massa dengan cepat yang muncul menyerupai spons pada kulit. Setelahnya, hemangioma akan memasuki fase istirahat. Secara perlahan, hemangioma akan menghilang dengan sendirinya setelah fase istirahat tersebut.

Selain di kulit, hemangioma juga bisa muncul di organ dalam tubuh seperti pada lambung, paru-paru, otak, dan usus besar. Hemangioma ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, kecuali jika ukurannya membesar atau jumlahnya bertambah banyak dan menjadi hemangioma multiple. Untuk kasus hemangioma internal yang membesar atau bertambah banyak tersebut, buah hati biasanya akan mengalami gejala berupa mual, muntah, rasa tidak nyaman pada perut, penurunan berat badan, hilang nafsu makan, serta perasaan penuh pada perut.

Hemangioma pada umumnya tidak menimbulkan masalah yang membahayakan Si Kecil. Namun, orang tua perlu tetap waspada karena di beberapa kasus, ukuran hemangioma bisa menjadi sangat besar atau menyebabkan rasa sakit.

Golongan Darah O? Berikut Tips Diet yang Dapat Diterapkan

Pernahkah Anda mendengar tentang diet golongan darah? Peter J. D’Adamo, seorang naturopath merupakan orang pertama yang mengenalkan pola diet ini. Ia beranggapan bahwa pola diet golongan darah O, B, A, dan AB, akan memberikan hasil yang lebih optimal untuk kesehatan tubuh.

Hal tersebut terjadi, karena makanan yang dikonsumsi akan memberikan reaksi secara kimia dengan darah yang ada dalam tubuh. Dengan mengikuti pola diet golongan darah ini, tubuh dapat menyerap makanan yang dikonsumsi secara lebih baik. Maka dari itu, pola diet ini dianggap lebih ideal untuk kebutuhan tubuh.

Bagi yang memiliki golongan darah O, berikut ini tips diet golongan darah O yang dapat Anda terapkan sehari-hari.

Asupan apa saja yang direkomendasikan untuk diet golongan darah O?

Khusus untuk pola diet golongan darah O, makanan utama yang direkomendasikan untuk dikonsumsi adalah sumber protein hewani rendah lemak, seperti daging sapi tanpa lemak, ikan, dan unggas. Di samping itu, sayuran juga diharuskan untuk selalu dikonsumsi sebagai penyeimbang gizi.

Pemilik golongan darah O umumnya memiliki masalah dengan sistem pencernaan. Beberapa dari mereka bahkan direkomendasikan untuk mengonsumsi suplemen makanan khusus untuk mengatasi masalah tersebut.

Larangan untuk diet golongan darah O

Jika Anda sedang menerapkan diet golongan darah O, maka sebaiknya Anda mulai untuk mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang terbuat dari kacang-kacangan, biji-bijian, dan juga berbagai produk susu. Pantangan lain yang perlu Anda hindari adalah makanan berlemak, seperti ikan salmon, bebek, dan juga gurita. Sementara itu, terdapat pula beberapa jenis sayuran yang sebaiknya dihindari:

  • Kol
  • Kembang kol
  • Jamur shiitake
  • Terong
  • Kentang
  • Jagung

Sebagai tambahan, Anda juga direkomendasikan untuk menghindari buah-buahan seperti alpukat, melon, dan jeruk, ketika sedang dalam program diet golongan darah O. Anda juga direkomendasikan untuk menghindari konsumsi kopi, bir, dan teh hitam.

Setelah mengetahui tips sumber makanan yang tepat untuk diet golongan darah O, Anda dapat mulai mengatur menu hidangan sehari-hari. Sebelum memutuskan untuk melakukan program diet ini, Anda perlu untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

Penyebab Badan Lemas Ngantuk Sepanjang Hari

Saat terbangun di pagi hari tentu saja kita berharap tubuh akan sega agar siap menjalani aktivitas. Tapi, bagaimana jika saat bangun justru kita merasa badan lemas ngantuk? Mungkin kita merasa bahwa kita masih kurang tidur. Waktu tidur yang diperlukan orang dewasa pada umumnya mulai dari 6 hingga 10 jam dalam sehari. Tentu saja, selain waktu tidur, kualitas tidur pun sangat berpengaruh dalam kondisi tubuh saat bangun di pagi hari.

Penyebab badan lemas ngantuk sepanjang hari

Kualitas tidur dipengaruhi banyak hal. Mulai dari kebiasaan sebelum tidur seperti makan, olahraga, penggunaan gadget, hingga kondisi kamar tidur seperti kasur, suhu, dan pencahayaan. Namun, tahukah Anda jika kamar tidur yang terang bisa menyebabkan badan lemas ngantuk ketika bangun atau beraktivitas di siang hari? Berikut beberapa penyebab yang menjelaskan mengapa kamar tidur yang terang bisa menyebabkan badan lemas ngantuk.

  1. Tubuh dapat merespon cahaya

Saat ingin tidur disarankan untuk mematikan lampu atau memastikan keadaan kamar gelap. Mungkin Anda berpikir bahwa dengan memejamkan mata saja cukup untuk membuat tubuh mengira lingkungan Anda berada gelap. Sayangnya tubuh Anda tidak dapat dikelabuhi dengan mudah. Walaupun Anda menutup mata, tubuh tetap dapat mendeteksi adanya cahaya.

Saat malam hari, pastikan lampu kamar atau benda lain seperti tv, monitor komputer, dan hp Anda sudah dimatikan agar tidak menghasilkan cahaya. Bagi Anda yang bekerja shift malam dan akan tidur pada paginya, pastikan Anda menutup tirai di kamar Anda untuk meminimalisasi cahaya matahari yang masuk.

  • Sinar biru mengganggu hormon tubuh

Cahaya berperan membuat tubuh seseorang tetap terjaga. Saat malam hari, seseorang lebih mudah tertidur dibanding siang hari karena hormon melatonin yang membantu untuk tidur diproduksi saat malam. Cahaya memiliki efek menekan produksi hormon ini, sehingga saat malam hari dalam kondisi ruangan yang terang, seseorang dapat tetap terjaga atau sulit tertidur.

Sinar biru merupakan sinar yang memiliki efek besar dalam mengganggu produksi hormon melatonin. Sumber sinar biru yang paling besar yaitu cahaya matahari. Selain itu, lampu LED, tv, monitor komputer, dan hp juga menjadi sumber lainnya.

Hal yang Perlu Anda Tahu Sebelum Mengonsumsi Asam Traneksamat

Apakah Anda pernah mendengar tentang obat asam traneksamat? Beberapa orang yang sering mengalami mimisan mungkin sudah akrab dengan obat ini. Secara umum, penggunaan asam traneksamat (Tranexamic Acid) yang termasuk dalam golongan obat antifibrinolitik, ditujukkan untuk menghentikan pendarahan ketika terjadi mimisan, operasi, maupun menstruasi.

Asam traneksamat dapat ditemui pada beberapa merek obat yang beredar di Indonesia, seperti Asamnex, Clonex, Haemostop, Tranfib, Nexitra, Ronext, Kalnex, Traxcid, dan lainnya. Obat dengan kandungan asam traneksamat dijual dalam bentuk tablet, kapsul, dan juga suntik.

Bagaimana aturan pemakaian obat asam traneksamat?

Jika obat asam traneksamat dikemas dalam bentuk suntik, maka suntikan tersebut hanya dapat diberikan oleh dokter. Selain itu, obat tablet atau kapsul dapat Anda konsumsi dengan maupun tanpa makanan. Walaupun begitu, Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter atau apoteker jika memutuskan untuk mengonsumsi obat ini.

Apabila Anda menggunakan obat ini ketika sedang datang bulan, tunggu hingga periode menstruasi Anda benar-benar dimulai. Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi obat ini lebih dari lima hari secara berturut-turut.

Efek samping apa sajakah yang mungkin dapat muncul dari mengonsumsi asam traneksamat?

Beberapa efek samping yang mungkin muncul ketika Anda mengonsumsi asam traneksamat, antara lain:

  • Pusing
  • Hipotensi (sesaat setelah disuntik)
  • Tromboembolik (sesaat setelah disuntik)
  • Diare
  • Mual atau muntah
  • Gangguan pada penglihatan

Tidak semua orang dapat mengonsumsi asam traneksamat, walau memang obat ini diperbolehkan untuk dikonsumsi baik untuk orang tua maupun anak-anak. Namun, bagi orang dengan kondisi medis seperti di bawah ini, mereka perlu untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu jika ingin mengonsumsi obat ini:

  • Penyakit jantung (detak jantung tidak teratur)
  • Masalah ginjal (darah dalam urin)
  • Hematuria
  • Riwayat penyakit tromboembolik
  • Pendarahan menstruasi yang tidak teratur
  • Riwayat pembekuan darah, baik pada kaki, paru-paru, otak, maupun mata
  • Pendarahan subaraknoid

Di samping itu, beberapa orang dengan kondisi seperti berikut ini, tidak direkomendasikan untuk mengonsumsi asam traneksamat:

  • Gagal ginjal berat
  • Gangguan penglihatan warna
  • Pendarahan subaraknoid
  • Penyumbatan pembuluh darah
  • Pembekuan intravaskular aktif.