Pengujian Tes Rapid Antigen untuk Covid-19

Tes rapid antigen menjadi salah satu metode pemeriksaan yang direkomendasikan untuk mendeteksi virus korona. Metode tersebut digunakan untuk diagnosis patogen pernapasan, termasuk syncytial pernapasan. Food and Drug Administration (FDA) AS diikuti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah memberikan otorisasi penggunaan darurat (EUA) untuk tes antigen yang dapat mengidentifikasi Covid-19.  

Kini Anda dapat menjalani tes yang sudah resmi tersebut di tempat perawatan, berbasis laboratorium, dan tes mandiri, ataupun di fasilitas kesehatan lainnya. Penerapannya pun bisa dilakukan oleh orang-orang dari segala usia.  

Tes antigen relatif murah sehingga sebagian besar dapat digunakan di tempat perawatan. Untuk mengetahui hasilnya, besar tes resmi saat ini mengembalikan hasil dalam waktu sekitar 15 hingga 30 menit.

Bagaimana pengujian tes rapid Antigen untuk Covid-19? 

Tes rapid antigen sebagai immunoassays yang bisa mendeteksi keberadaan antigen virus tertentu. Meski begitu, tes rapid antigen untuk mendeteksi virus korona umumnya kurang sensitif daripada reaksi rantai polimerase transkripsi balik waktu nyata (RT-PCR) dan tes amplifikasi asam nukleat (NAAT) lainnya untuk mendeteksi keberadaan asam nukleat virus. 

Sebab, sensitivitas tes rapid antigen memang bervariasi, meski pada umumnya lebih rendah daripada kebanyakan NAAT berbasis laboratorium. Tingkat antigen dalam spesimen yang dikumpulkan baik sebelum timbulnya gejala, atau di akhir perjalanan infeksi, mungkin di bawah batas deteksi tes. Hal itu dapat menghasilkan hasil tes antigen negatif, sementara tes yang lebih sensitif, seperti kebanyakan NAAT, dapat mengembalikan hasil positif. 

Namun, NAAT dapat tetap positif selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah infeksi awal dan dapat mendeteksi kadar asam nukleat virus, bahkan ketika virus tidak dapat dibiakkan. Hal itu menunjukkan bahwa keberadaan asam nukleat virus mungkin tidak selalu menunjukkan penularan. 

Lebih lanjut, hasil tes rapid antigen dan NAAT dinilai penting untuk manajemen klinis yang akurat dari pasien atau orang yang diduga terinfeksi Covid-19. Selain itu, digunakan untuk identifikasi orang yang terinfeksi saat digunakan untuk skrining. 

 Kinerja klinis tes diagnostik sangat tergantung pada keadaan. Baik tes rapid antigen maupun NAAT bekerja paling baik pada orang yang bergejala. 

Tak hanya itu, dalam beberapa hari tertentu sejak timbulnya gejala, tes rapid antigen sering digunakan pada orang yang bergejala. Tes tersebut juga mungkin informatif dalam situasi pengujian diagnostik di mana orang tersebut diketahui telah terpapar dengan seseorang yang telah terpapar Covid-19. 

Tes rapid antigen sebagai pengujian skrining Covid-19 

Tes rapid antigen telah digunakan untuk pengujian skrining Covid-19 di lingkungan perumahan umum hingga panti jompo. Pengujian berulang tersebut dengan cepat mengidentifikasi orang dengan Covid-19 serta menginformasikan tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi, sehingga mencegah penularan. 

Dalam hal itu, dan di mana waktu penyelesaian tes cepat sangat penting. Sebab, terdapat nilai dalam memberikan hasil langsung dengan tes rapid antigen meski mereka mungkin memiliki sensitivitas yang lebih rendah daripada NAAT. 

Semua pengujian mendeteksi virus korona, termasuk pengujian antigen, tergantung pada integritas spesimen, yang dipengaruhi oleh prosedur pengumpulan dan penanganan spesimen. 

Pengumpulan spesimen yang tidak tepat, seperti menyeka lubang hidung terlalu cepat, dapat menyebabkan pengumpulan spesimen yang tidak mencukupi, yang mengakibatkan terbatasnya jumlah materi genetik atau antigenik virus untuk dideteksi. Waktu dari pengumpulan spesimen hingga pengujian harus diminimalkan, dan suhu spesimen selama waktu ini harus dikontrol.   

Karena itu, penyedia fasilitas layanan kesehatan serta tenaga kesehatan masyarakat harus memahami karakteristik kinerja tes. Sebab, itu bertujuan untuk mengenali hasil tes yang berpotensi negatif palsu ataupun positif palsu/ selain itu, berguna untuk memandu pengujian konfirmasi tambahan serta manajemen pasien. 

Sangat disarankan bagi profesional laboratorium maupun penguji yang melakukan tes rapid antigen harus memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keakuratan pengujian antigen tersebu demi hasil yang optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *