Pentingkah Vaksin Typoid Diberikan pada Anak?

Pentingkah Vaksin Typoid Diberikan pada Anak?

Vaksin typoid menjadi satu dari beberapa jenis imunisasi yang harus diberikan kepada anak.Vaksin ini untuk mencegah penyakit demam tifoid (tipes) yang sering menyerang anak-anak dan orang dewasa.

Demam typhoid (tifoid) atau tipes adalah penyakit infeksi akut yang disertai demam yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. 

Penyebab munculnya bakteri ini karena kebersihan makanan atau minuman, lingkungan, dan diri sendiri yang yang tidak terawat. Penyakit ini juga bisa ditularkan melalui feses orang yang sudah terinfeksi. 

Lantas, apakah vaksin typoid ini diperlukan? 

Seberapa Efektif Vaksin Typoid untuk Mencegah Tifus? 

Vaksinasi typoid dilakukan sebagai upaya pencegahan serta mengobati penderita demam tifoid sampai tuntas sehingga mereka tidak menjadi pembawa kuman atau carrier. 

Indonesia membutuhkan imunisasi ini karena termasuk wilayah endemis thypoid, yang mana setiap tahun kejadian thypoid masih tinggi.

Efektivitas vaksin typoid dalam mencegah tifus cukup tinggi yakni 50-80%. Dengan penjelasan sebagai berikut:

  • Vaksin oral memiliki efektivitas sebesar 36-66 persen untuk mencegah demam tifoid.
  • Vaksin jenis suntik mampu perlindungan sebesar 60-70 persen  pada anak di atas 5 tahun dan orang dewasa.

Namun, selain vaksin hal yang tidak kalah untuk mencegah penyakit tifus yaitu menjaga asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi, tersedianya air bersih, jarak septic tank dengan sumber air kurang dari 10 meter, serta selalu rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir terutama sebelum makan. 

Mereka yang Harus Divaksin

Setiap orang sebisa mungkin melindungi dirinya dengan vaksin typoid. Adapun mereka yang sangat dianjurkan diberikan vaksin ini yaitu anak usia sekolah.

Selain anak-anak, beberapa orang yang sangat diwajibkan untuk mendapatkan vaksin ini di antaranya:

  • Orang yang bekerja di laboratorium dan menangani bakteri S. typhi
  • Bekerja atau bepergian di daerah endemik (penularannya penyakitnya cukup tinggi)
  • Memiliki kontak dekat dengan pasien demam tifoid
  • Tinggal di lingkungan yang air atau tanahnya berisiko terkontaminasi bakteri
  • Petugas kuliner (yang berhubungan dengan makanan dan minuman)

Orang yang Tidak Dianjurkan Melakukan Vaksin Typoid 

Sekalipun vaksin typoid mampu mencegah penyakit tifus, tetapi beberapa kondisi yang membuat seseorang harus menunda pemberian vaksin. Orang-orang berikut sebaiknya tidak melakukan imunisasi typoid: 

  • Alergi terhadap bahan di dalam vaksin
  • Mereka yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya mengidap HIV/AIDS)
  • Sedang mengonsumsi antibiotik atau obat antimalaria
  • Ibu hamil dan menyusu
  • Memiliki reaksi alergi berat pada riwayat pemberian vaksin thypoid sebelumnya
  • Orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh atau menderita kanker, atau dalam pengobatan kanker.

Sementara itu, untuk anak yang sedang sakit ringan, seperti demam ringan, batuk, atau pilek, masih bisa diberikan imunisasi typoid. Namun, pastikan Anda bertanya dulu kepada dokter sebelum vaksin ini dilakukan. 

Cara Kerja Vaksin Typoid

Saat ini ada tiga jenis vaksin tifoid yang direkomendasikan WHO, yakni:

  • Vaksin konjugat tifoid suntik (TVC) yang diperuntukkan bagi anak berusia 6 bulan hingga orang dewasa berusia 45 tahun
  • Vaksin polisakarida tak terkonjugasi bagi anak berumur 2 tahun ke atas
  • Vaksin Ty21a yang diberikan berupa kapsul dan diberikan secara oral bagi yang berusia di atas 6 tahun

Vaksin suntik tifoid jenis polisakarida dapat diberikan pada orang dewasa dan anak di atas usia 2 tahun. Vaksin ini harus diberikan setidaknya 2 minggu sebelum perjalanan ke daerah endemik dilakukan.

Dosis lanjutan diperlukan jika orang tersebut memiliki risiko terinfeksi lagi di kemudian hari. Jangka waktu pemberiannya adalah 3 tahun setelah suntikan pertama. 

Kemudian, vaksin jenis oral bisa diberikan pada anak usia 6 tahun dan orang dewasa.

Meski begitu, saat seorang anak sudah mendapatkan vaksin tifoid, kemudian ia terserang demam tifoid di kemudian hari maka gejala yang dialaminya akan lebih ringan daripada anak lainnya yang belum mendapatkan vaksin tifoid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *