Perbedaan BPJS dan KIS, Mulai Dari Konsep Hingga Fasilitasnya

Perbedaan KIS dan BPJS dapat dilihat dari kepesertaannya

Perbedaan BPJS dan KIS, mulai dari konsep hingga fasilitasnya. BPJS (Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial) dan KIS (Kartu Indonesia Sehat) adalah program layanan kesehatan dari pemerintah. 

Namun, sejatinya kedua program ini memiliki beberapa perbedaan mendasar, mulai dari konsep, fungsi, prosedur, hingga layanan fasilitas kesehatannya.

Jadi, berikut adalah beberapa perbedaan BPJS dan KIS, mulai dari konsep hingga fasilitasnya.

Konsep, Fungsi, dan Manfaat BPJS dan KIS

Secara konsep dan fungsi, kedua program ini sangat berbeda. BPJS secara konsep adalah sebuah Badan Hukum Publik yang menyelenggarakan program jaminan kesehatan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Sementara KIS dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan untuk semua peserta program JKN. Dengan kata lain, bisa disimpulkan bahwa KIS merupakan bagian dari program BPJS.

Secara spesifik, KIS memiliki sasaran peserta yang lebih khusus. KIS diprioritaskan untuk warga negara Indonesia yang tidak mampu secara ekonomi atau fakir miskin. 

Sementara BPJS merupakan program untuk memberikan akses layanan kesehatan dengan sasaran peserta seluruh warga negara Indonesia.

Secara manfaat, BPJS sangat bermanfaat saat peserta jaminan membutuhkan penanganan medis atau dalam kondisi sakit. 

Sedangkan KIS, bisa digunakan tidak hanya sebagai kartu akses pengobatan semata, tapi juga sebagai langkah pencegahan.

Secara manfaat medis, tidak ada perbedaan bagi peserta program JKN segmen manapun, termasuk KIS. Perbedaan ada di sisi manfaat non-medis misalnya hak ruang kelas rawat inap.

Kepesertaan dan Pendaftaran

Seperti yang sudah disebut tadi, Seluruh masyarakat diwajibkan memiliki BPJS baik itu miskin atau kaya. Dengan ini, BPJS akan memberikan akses dan kesempatan yang sama untuk mendapat layanan kesehatan.

Sementara KIS, sasaran pesertanya lebih spesifik. KIS diprioritaskan untuk PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti tidak mampu secara ekonomi atau fakir miskin.

Pendaftaran BPJS bisa dilakukan dengan beberapa cara, baik itu secara mandiri maupun secara kolektif melalui perusahaan tempat bekerja yang memiliki fasilitas BPJS. Anda juga bisa mendaftar secara online melalui situs resmi BPJS Kesehatan.

Untuk KIS, Kartu Indonesia Sehat secara otomatis diberikan kepada fakir miskin dan orang tidak mampu yang sudah terdaftar dalam PPLS (Pendataan Program Perlindungan Sosial). 

Apabila Anda tidak tahu apakah nama Anda sudah terdaftar atau belum di KIS, Anda bisa periksa ke Puskesmas atau Kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat Anda.

Kalau belum terdaftar namun Anda merasa sebagai warga tidak mampu, Anda bisa mendaftar dengan membawa syarat-syarat berikut.

  • Membawa KTP dan KK
  • Membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di kelurahan setempat, jangan lupa disertai surat pengantar dari RT/RW setempat
  • Membawa surat pengantar pendaftaran BPJS sebagai peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) 
  • Pendaftaran dilakukan di kantor cabang BPJS terdekat 

Pelayanan dan Fasilitas

Pada prinsipnya, pelayanan medis bagi peserta BPJS dan KIS tidak memiliki perbedaan pelayanan medis. Keduanya mendapatkan layanan kesehatan dengan menggunakan rujukan berjenjang.

Peserta BPJS dan KIS akan mendapatkan semua layanan kesehatan, termasuk persalinan.

BPJS digunakan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes I) yang sudah terdaftar dan puskesmas. Jika memerlukan perawatan lanjutan, akan diberi surat rujukan untuk dapat ke rumah sakit.

Sedangkan KIS dapat digunakan di fasilitas kesehatan tingkat pertama manapun seperti klinik kesehatan, puskesmas, dokter umum, dan rumah sakit manapun di Indonesia.

Selain itu, peserta KIS juga berhak mendapat layanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan tingkat lanjutan setelah mendapat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Demikian adalah beberapa perbedaan BPJS dan KIS, mulai dari konsep hingga fasilitasnya. Perbedaan paling mendasar ada pada sasaran BPJS yang diperuntukan bagi seluruh warga Indonesia, sementara KIS hanya diperuntukan bagi warga Indonesia yang tidak mampu dan fakir miskin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *