Tidak Melulu Pilek, Berikut 5 Penyebab Bersin yang Unik

Seringkali bersin dikaitkan dengan penyakit pilek, flu, dan sejenisnya. Tidak hanya karena virus influenza, penyebab bersin ada banyak. Tidak jarang penyebabnya pun unik. Mulai dari serbuk sari pada tanaman hingga terpapar sinar matahari, masih banyak lagi yang menjadi penyebab seseorang menjadi bersin. Hal tersebut turut membuktikan bahwa bersin merupakan respon alami tubuh pada manusia.  

Berbagai penyebab bersin

Oleh karena itu, menjadi hal yang lumrah apabila Anda merasakan bersin meski sedang tidak menderita flu dan pilek. Berikut situasi yang memungkinkan seseorang untuk merasakan gejala bersin:

Serbuk sari tanaman

Serbuk sari pada tanaman merupakan salah satu jenis  iritan selain debu dan kuman yang bisa masuk ke hidung manusia. Apabila serbuk sari masuk ke dalam tenggorokan, maka saraf akan merespon dan mengirim pesan ke pusat bersin. Pusat tersebut kemudian mengirimkan sinyal ke bagian tubuh yang lain seperti pita suara, diafragma, otot dada, hingga otot di belakang tenggorokan sehingga terjadi bersin. Meski tidak berbahaya, ada baiknya untuk terus menggunakan masker sebagai bentuk pencegahan masuknya berbagai kemungkinan alergi dari iritan. 

Alergi Makanan

Berhati-hatilah saat memilih dan mengonsumsi makanan, ternyata alergi makanan juga memicu terjadinya gejala bersin. Selain itu, reaksi lainnya yang muncul adalah hidung berair, area mata gatal-gatal, hingga timbul ruam kemerahan di sekitar kulit. Beberapa contoh makanan yang sering memicu terjadinya alergi diantaranya adalah kedelai, telur, susu, kacang hingga hewan air tawar yang memiliki cangkang. 

Alergi Bulu Hewan

Menjadi hal yang menyedihkan apabila pecinta hewan peliharaan harus mengalami alergi yang satu ini. Betul, beberapa kasus menunjukkan bahwa seseorang yang alergi dengan bulu hewan berpotensi merasakan gejala bersin. Hal yang umum apabila seseorang bersin-bersin saat berada dekat dengan hewan berbulu. Sebab ada kemungkinan besar hewan berbulu lebat seperti anjing dan kucing mengalami kerontokan pada bulunya. Tidak hanya itu, alergi bulu hewan juga menyebabkan gatal di area kulit, pembengkakan, peradangan, hingga sesak napas.

Konsumsi Makanan Pedas

Secara spesifik, alergi yang dipicu dari mengonsumsi jenis makanan tertentu disebut dengan gustatory rhinitis. Salah satu penyebab bersin dan hidung berair disebabkan mengonsumsi beberapa jenis makanan seperti: sup pedas, wasabi, salsa, bubuk cabai, sambal, hingga kari pedas. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali makanan apa saja yang menimbulkan reaksi alergi.

Terpapar Cahaya Sinar Matahari

Pernahkan Anda tanpa sengaja terkena paparan sinar matahari kemudian bersin-bersin? Kondisi tersebut disebut dengan refleks nasokuler. Dalam dunia medis, kondisi tersebut melibatkan respon antara hidung dan mata. Ada reaksi terjadi pada saraf dalam selaput lendir hidung sehingga menimbulkan gejala bersin. Scientific American mencatat bahwa refleks nasokuler dialami sekitar 18-35 persen populasi dan biasanya dialami oleh perempuan. 

Lima penyebab bersin di atas memanglah unik. Seseorang bisa mengalami gejala bersin meski tidak sedang sakit pilek dan flu. Apabila Anda memiliki alergi terhadap iritan tertentu, tidak ada salahnya untuk mencari tahu apa saja yang bisa dilakukan. 

Itulah 5 penyebab bersin yang unik dan sering terjadi di sekitar kita. Solusi dapat dimulai dengan rutin menggunakan masker dan kacamata hitam saat keluar rumah. Selain itu, jika gejala bersin timbul dalam waktu yang lama, segera konsultasikan dengan dokter terdekat dan gunakan obat untuk meredakannya. 

Bahaya Alergi Terhadap Bulu Kucing yang Perlu Dipahami

Kucing menjadi salah satu binatang lucu dan menggemaskan yang kerap kali merupakan pilihan banyak orang untuk dipelihara di rumah. Namun, bagi sebagian masyarakat juga merupakan ancaman karena memiliki alergi terhadap bulu kucing. Karena dampak yang ditimbulkan alergi kucing terhadap orang muncul berbeda-beda.

Alergi terhadap bulu kucing merupakan kondisi di mana tubuh mengalami reaksi atau gejala ketika terpapar bulu kucing sebagai pemicu munculnya alergi. Bahaya dari bulu kucing tergantung pada kondisi setiap orang yang mengalaminya, jika reaksi yang ditimbulkan ringan maka dapat ditangani dengan mudah, berbeda dengan reaksi berat yang termasuk kategori berat.

Gejala Alergi Kucing

Secara umum alergi terhadap bulu kucing memiliki tanda yang mirip dengan gejala alergi pada umumnya. Terdapat beberapa yang sifatnya ringan dan berlangsung sebentar, tetapi tak menutup kemungkinan reaksi alergi yang ada cukup serius perlu penanganan medis segera mungkin, berikut beberapa gejala alergi yang biasa muncul.

  1. Bersin

Bersin-bersin merupakan gejala yang paling mudah dikenali, gejala ini seringkali luput dari perhatian banyak orang. Banyak orang menganggap jika bersin yang muncul adalah karena reaksi alergi terhadap debu, padahal di saat bersamaan juga tengah memelihara kucing, kondisi ini sangat perlu diperhatikan.

  1. Gatal-gatal

Gatal-gatal ini muncul pada beberapa bagian tubuh, seperti mata dan kulit dari kucing, reaksi alergi ini muncul sesaat setelah menyentuh bulu kucing. Namun, ada juga yang merasakan beberapa jam atau hari setelahnya , bergantung pada kemampuan respons sistem imun masing-masing seseorang.

  1. Pembengkakan

Pembengkakan bisa terjadi pada mata, sama seperti gatal kondisi ini yang terjadi pada mata bisa muncul beberapa menit setelah terpapar bulu kucing, atau dalam kurun waktu beberapa jam hingga hari kemudian.

  1. Peradangan

Tanda alergi selanjutnya bisa dilihat ketika sinus yang meradang setelah menyentuh kucing, gejala ini bahkan tergolong cukup serius serta bergantung pada seberapa besar sensitivitas sistem imun tubuh. Apabila mengalami gejala ini, seseorang perlu memeriksakan diri ke dokter.

  1. Sesak Napas

Potensi syok anafilaksis juga ada, reaksi yang tergolong parah dan bahkan bisa mengancam jiwa ketika penderita tidak segera ditangani. Kondisi ini diakibatkan karena penyumbatan pada tenggorokan yang kemudian mengakibatkan sesak napas, sehingga pasien harus segera mendapat penanganan medis karena kondisi ini mengancam jiwa.

Penyebab Alergi Bulu Kucing

Perlu diketahui jika kondisi ini tidak sepenuhnya disebabkan karena bulu kucing, beberapa di antaranya muncul karena kontak sel kulit mati atau dander, air liur dan urine yang telah terkontaminasi bakter dan virus merupakan penyebab sesungguhnya.

Saat kucing melepaskan sel kulit mati atau menjilati tubuh dengan air liur, pada saat itulah bakteri dan virus yang ada pada kulit mati dan air liur berpindah ke bulu kucing. Kemungkinan besar saat tangan menyentuh bulu ini, tanpa disadari bulunya terlepas hingga menempel atau terhirup hidung dan masuk ke dalam tubuh.

Alergi kucing terjadi ketika sistem imun akan mendeteksi bahaya dari bakteri yang terhirup tadi, kondisi ini membuat tubuh memproduksi zat antibodi untuk melakukan perlawanan. Akibat yang muncul, reaksi alergi bisa terjadi setelah atau beberapa jam usai penderita melakukan kontak langsung dengan kucing.

Mengenal bahaya dan memahami cara merawat kucing yang benar memang perlu dilakukan, sehingga nantinya seseorang bisa meminimalisasi risiko terhadap bahaya yang ditimbulkan bulu kucing.