7 Bahan Alami yang Bisa Lembapkan Bibir Kering

Bibir pecah-pecah sungguh tidak menyenangkan. Bukan cuma mengganggu penampilan, bibir pecah-pecah juga membuat risiko terkena infeksi mulut lebih besar karena kuman maupun bakteri bisa masuk lewat pecahan bibir. Bibir kering sendiri merupakan penyebab utama terjadinya bibir pecah-pecah yang sangat menyebalkan. 

image Mulut Kering

Bibir memang merupakan bagian tubuh yang paling mudah mengalami kekeringan. Ini karena kulit di bibir sangat tipis sehingga rentan mengelupas dan mengering saat terkena udara yang terlalu panas, terlalu dingin, ataupun penyebab lain. Di sisi lain, kelenjar minyak di bibir sangat minim sehingga tidak dapat menghasilkan kelembapan sendiri. 

Bibir pecah-pecah hanya satu dari gejala dan risiko yang timbul dari bibir kering. Gejala lain dari masalah ini, antara nyer lidah sampai suara serak. Pergi Ke dokter merupakan langkah bijak untuk memulihkan kondisi bibir kering. Namun sebelum itu, mencoba mengembalikan kelembapan bibir dengan bahan-bahan alami di bawah ini juga patut dicoba. 

  • Lidah Buaya 

Merebus tanaman lidah buaya dan mengambil gelnya dapat menjadi cara untuk memulihkan kondisi bibir kering. Pasalnya, gel yang ada dalam daun tanaman ini tinggi antioksidan dan vitamin yang mampu menghidrasi kulit secara maksimal. Gel lidah buaya juga memiliki sifat anti peradangan yang bisa mencegah bibir kering menjadi terinfeksi. 

  • Minyak Kelapa 

Minyak kelapa memiliki sangat banyak manfaat, tidak terkecuali untuk melembapkan bibir kering atau bagian kulit yang rentan lainnya. Ini karena minyak kelapa memiliki sifat emolien yang menenangkan dan melembutkan kulit. Anda bisa membuat minyak kelapa murni dengan merebus santan kelapa sampai kering dan tersisa minyak jernih. 

  • Madu 

Kemampuan madu untuk kesehatan sudah tidak perlu diragukan. Madu juga ampuh membuat bibir kering menjadi lembap kembali. Kandungan antioksidan dan sifat antibakteri yang terdapat pada madu juga mencegah munculnya infeksi berkembang di bibir yang sangat kering atau pecah-pecah. 

  • Gula 

Gula merupakan bahan alami yang mungkin tidak Anda sangka sebelumnya dapat membuat bibir kering menjadi lembap kembali. Kemampuan gula bahkan bisa disetarakan dengan beragam jenis minyak pelembap. Namun, Anda mesti berhati-hati ketika memakai gula untuk mengobati bibir kering. Umumna gula dipakai dalam bentuk masker di bibir. Namun jika tidak hati-hati ketika mengelupasnya, bibir kering Anda justru bisa mengalami pecah-pecah. 

  • Mentimun 

Coba cek apakah di kulkas Anda masih tersedia mentimun atau tidak. Jika ada, irislah mentimun tersebut tipis-tipis atau blender sampai halus. Setelah itu, Anda bisa menggunakan mentimun sebagai masker bibir. Mentimun memberikan rasa segar dan lembut pada bibir karena mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk melembapkan. Penampilan bibir kering Anda pun akan membaik ketika rajin memakai masker mentimun tersebut. 

  • Teh Hijau 

Teh hijau memiliki segala kandungan yang Anda butuhkan untuk memulihkan bibir kering. Ada antioksidan dan mineral pada teh hijau yang membuat infeksi dan peradangan pada bibir mereda. Ada pula kandungan polifenol pada bahan alami ini yang membantu melembutkan bibir. Cara pengaplikasian teh hijau untuk melembapkan bibir kering pun tidak sulit. Anda hanya perlu merendam sekantong teh hijau dalam air hangat. Setelah itu, usapkan dengan lembut ke bibir untuk menghilangkan kulit kering yang mengganggu. 

  • Alpukat 

Alpukat memiliki kandungan vitamin E yang baik untuk kulit, tidak terkecuali untuk melembapkan bibir kering yang Anda alami. Tidak hanya itu, alpukat juga memiliki kandungan asam oleat dan linoleat yang mampu mempertahankan hidrasi kulit lebih lama sehingga masalah serupa tidak muncul di kemudian hari. Jika Anda kesulitan memakai alpukat utuh untuk masker bibir, Anda bisa mencoba membeli mentega alpukat yang memiliki daya serap lebih baik di kulit. 

Sekarang cek dapur Anda, dari beragam bahan alami di atas mana yang tersedia? Segera ambil bahan tersebut dan praktikkan cara melembapkan bibir Anda untuk menghilangkan bibir kering yang mengganggu penampilan dan kesehatan.

Pengobatan untuk Burning Mouth Syndrome

Burning mouth syndrome adalah sebutan untuk nyeri terbakar di mulut Anda yang tidak diketahui penyebabnya. Paling sering, rasa sakit ada di ujung lidah atau langit-langit mulut Anda. Tapi terkadang di depan mulut Anda atau di bagian dalam bibir Anda. Kondisi itu sering berlangsung selama bertahun-tahun.

Sekitar sepertiga orang yang mengalami burning mouth syndrome mengatakan, kondisi tersebut dimulai setelah beberapa jenis perawatan gigi, penyakit, atau pengobatan. Tetapi sebagian besar tidak dapat mengetahui penyebabnya.

Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang menyebabkan burning mouth syndrome. Namun, diyakini, penyakit ini sebagai bentuk nyeri neuropatik. Kondisi ini berarti serabut saraf di mulut Anda, untuk saat ini, berfungsi secara tidak normal dan mengirimkan rasa sakit meskipun sebenarnya tidak ada rangsangan yang menyakitkan. Telah disarankan bahwa saraf di mulut yang bertanggung jawab untuk merasakan nyeri mudah terangsang dan bergairah. 

Faktor yang berkontribusi mungkin termasuk menopause (meskipun kita tidak tahu mengapa), kejadian buruk dalam hidup (kehilangan pekerjaan, kematian anggota keluarga atau pasangan), gangguan kejiwaan (seperti kecemasan, depresi, dan gangguan stres pasca trauma), sindrom kelelahan kronis dan fibromyalgia. Beberapa pasien juga akan melaporkan kesulitan untuk tidur dan tetap tertidur sepanjang malam. 

Penderita dengan burning mouth syndrome juga sering melaporkan gejala lain seperti sakit kepala, kelelahan, nyeri bahu, nyeri punggung, sindrom iritasi usus besar, kulit terbakar atau area genital, serangan panik, jantung berdebar dan telinga berdenging. Burning mouth syndrome tidak disebabkan oleh gigi palsu atau infeksi meskipun memakai gigi palsu terkadang memperburuk rasa terbakar. 

Tidak ada satu tes pun yang dapat menentukan apakah Anda menderita burning mouth syndrome. Sebaliknya, dokter Anda akan mencoba mengesampingkan masalah lain sebelum mendiagnosis burning mouth syndrome. Dokter atau dokter gigi Anda kemungkinan besar akan:

  1. Tinjau riwayat kesehatan dan pengobatan Anda
  2. Periksa mulut Anda
  3. Meminta Anda untuk mendeskripsikan gejala, kebiasaan oral dan rutinitas perawatan mulut Anda.

Selain itu, dokter Anda kemungkinan akan melakukan pemeriksaan kesehatan umum untuk mencari tanda-tanda kondisi lain. Karena burning mouth syndrome dikategorikan menjadi dua, perawatan tergantung pada apakah Anda menderita burning mouth syndrome primer atau sekunder.

  • Burning mouth syndrome sekunder

Untuk burning mouth syndrome sekunder, pengobatan bergantung pada kondisi mendasar yang mungkin menyebabkan ketidaknyamanan mulut Anda. Misalnya, mengobati infeksi mulut atau mengonsumsi suplemen untuk kekurangan vitamin dapat meredakan ketidaknyamanan Anda. Itulah mengapa penting untuk mencoba menentukan penyebabnya. Setelah penyebab yang mendasari diobati, gejala sindrom mulut terbakar Anda akan membaik.

  • Burning mouth syndrome primer

Tidak ada obat yang diketahui untuk burning mouth syndrome primer dan tidak ada cara pasti untuk mengobatinya. Penelitian yang solid tentang metode yang paling efektif masih kurang. Perawatan tergantung pada gejala khusus Anda dan ditujukan untuk mengendalikannya. Anda mungkin perlu mencoba beberapa metode perawatan sebelum menemukan satu atau kombinasi yang membantu mengurangi ketidaknyamanan mulut Anda. Dan mungkin perlu waktu untuk perawatan untuk membantu mengelola gejala.

Burning mouth syndrome bisa membuat Anda tidak nyaman dan membuat frustasi. Kualitas hidup Anda bisa berkurang jika Anda tidak mengambil langkah untuk tetap positif. Jika Anda mengalami masalah pada bagian sekitar mulut dan gigi Anda, segera kunjungi dokter.