Mengatasi Nyeri Sendi dengan Neo Rheumacyl Neuro

Ada banyak penyebab nyeri sendi. Dan perawatan akan bergantung pada apa yang menyebabkannya. Biasanya, Neo Rheumacyl Neuro sudah cukup untuk mengatasi nyeri sendi dalam kasus yang ringan. Bagi banyak orang, nyeri sendi disebabkan karena suatu bentuk arthritis (peradangan sendi). Sementara itu, bagi orang lain, nyeri sendi dapat disebabkan karena fibromyalgia atau thyroid yang kurang aktif, atau nyeri terjadi karena tidak adanya peradangan dan kerusakan khusus. 

Nyeri sendi dapat bersifat ringan hingga parah, seperti adanya sensasi terbakar, atau tertusuk pada satu atau beberapa sendi. Dalam kasus lain, nyeri sendi juga dapat ditemani dengan gejala lain, seperti pembengkakan atau kekakuan, kulit yang merah dan terasa hangat, dan gejala seluruh tubuh seperti kelelahan, turunnya berat badan, dan demam. Neo Rheumacyl Neuro dapat mengatasi kasus nyeri sendi ringan. 

Penyebab yang berhubungan dengan arthritis

Dalam kasus-kasus nyeri sendi yang berhubungan dengan arthritis, peradangan dan/atau kerusakan di dalam ruang sendi bertanggungjawab atas rasa nyeri yang Anda derita. Ada beberapa jenis arthritis, dan penyebabnya berbeda-beda. 

  • Osteoarthritis. Disingkat OA, ini adalah bentuk arthritis yang paling sering dijumpai. OA berkembang akibat rusaknya tulang rawan akibat proses penuaan tubuh. Jenis arthritis ini biasanya akan memengaruhi lutut, pinggul, leher, punggung bagian bawah, dan juga jari. Rasa nyeri OA, yang sering berkembang dari  rasa nyeri tajam menjadi rasa nyeri terus menerus terjadi, akan terasa memburuk apabila Anda bergerak dan akan mereda apabila Anda beristirahat. Kekakuan persendian dan terbatasnya rentang gerak juga menjadi karakteristik nyeri sendi OA. Meskipun OA klasik sesungguhnya adalah arthritis non-peradangan, jenis OA yang agresif, disebut erosive osteoarthritis, adalah sebuah peradangan. Erosive OA biasanya terjadi pada wanita pasca menopause dan menyebabkan nyeri sendi, kekakuan, dan pembengkakan pada sendi jari. 
  • Encok. Encok adalah jenis peradangan arthritis yang terjadi pada orang-orang dengan asam urat  yang tinggi di dalam darah mereka. Saat asam urat menumpuk, hal ini dapat membentuk kristal pada beberapa ruang sendi tertentu, seperti ibu jari kaki, pergelangan kaki, dan juga lutut. Serangan encok klasik mengacu pada episode nyeri sendi terbakar dan parah yang tiba-tiba yang biasanya terjadi pada satu sendi (misalnya pada ibu jari). Nyeri sendi akibat serangan encok sering bersifat ekstrim dan berhubungan dengan gejala lain, seperti kemerahan, pembengkakan, dan sensasi hangat di sendi. Tanpa perawatan, nyeri yang akut akan memakan waktu mulai dari 3 hari hingga 2 minggu untuk sembuh dengan sendirinya. Penyebab nyeri sendi akibat encok disebabkan karena adanya respon peradangan terhadap sistem kekebalan tubuh yang cepat, saat sistem imun mencoba mencerna kristal asing dan tidak diinginkan. 
  • Septic arthritis. Dalam kasus septic arthritis, sendi menjadi terinfeksi, bisanya disebabkan oleh bakteri, jamur (contohnya Candida), dan mycobacteria (seperti TB). Septic arthritis cenderung memengaruhi satu sendi, biasanya pada lutut, pergelangan kaki, pergelangan tangan, dan pinggul. Sendi yang terkena kondisi ini akan membengkak, hangat, dan kaku, dan demam juga dapat menemani kondisi ini. 

Setelah Anda menerima diagnosis, Anda dan dokter dapat bekerjasama untuk membuat rencana perawatan yang tepat sesuai dengan apa yang menyebabkan nyeri sendi. Biasanya, Neo Rheumacyl Neuro sudah cukup untuk mengatasi rasa nyeri yang dirasakan. Selain penggunaan obat-obatan, perawatan nyeri sendi juga meliputi terapi fisik dan juga operasi, meskipun operasi merupakan prosedur yang sangat jarang dijumpai untuk kasus ini.

Ini Perbedaan Pengeroposan dan Pengapuran Tulang

Pengapuran tulang (osteoarthritis) dan pengeroposan tulang (osteoporosis) adalah dua kondisi yang seringkali dianggap sama oleh kebanyakan orang. Kedua masalah tulang ini  merupakan kondisi kronis yang terjadi pada tulang tetapi berbeda mulai dari penyebab dan gejalanya. Yuk, simak artikel kali ini untuk memahami perbedaan dari pengapuran tulang dan pengeroposan tulang.

Apa itu pengapuran tulang?

Pengapuran tulang atau osteoartritis merupakan penyakit tulang dan persendian yang berkaitan dengan penuaan. Pada pengapuran tulang terjadi penipisan pada tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan antar tulang yang satu dengan yang lain dan menjaga agar pergerakan antar sendi dapat berlangsung dengan lancar dan mudah.

Kondisi ini paling sering terjadi di tulang-tulang besar yang berfungsi sebagai penyangga berat badan tubuh seperti lutut, panggul, tulang belakang, dan pergelangan kaki. Pengapuran tulang dapat terjadi secara perlahan dengan penyebab yang hingga kini tidak diketauhi. Namun, ada beberapa faktor resiko seperti obesitas, lemah otot, aktivitas fisik berlebih atau kurang, trauma sendi, dan faktor keturunan turut menyumbang terjadinya pengapuran tulang.

Pada pengapuran tulang, gejala utama yang biasanya dialami penderitanya adalah nyeri sendi, gangguan pergerakan, kaku sendi pada pagi hari atau setelah beristirahat, dan bengkak di sekitar persendian. Nyeri sendi umumnya diperparah jika seseorang makin banyak bergerak dan kadang terdengar bunyi “klik” pada saat bergerak.

Akibat pengeroposan tulang yang bisa dirasakan

Pengeroposan tulang berbeda dengan pengapuran tulang. Apabila pengapuran terjadi pada tulang rawan, pada pengeroposan tulang terjadi pengurangan kepadatan dan kualitas tulang secara perlahan dan terus menerus. Pengeroposan tulang dapat terjadi pada siapa saja, tetapi wanita, orang dengan lanjut usia, dan orang dari ras kaukasia lebih beresiko mengalami pengeroposan tulang.

Pada wanita menopause pengeroposan tulang dapat terjadi lebih cepat. Tidak seperti pengapuran tulang yang menimbulkan gejala nyeri, pada pengeroposan tulang gejala tidak dirasakan hingga terjadi patah tulang. Hal ini menyebabkan pengeroposan tulang disebut sebagai silent disease. Baik pengapuran dan pengeroposan tulang merupakan kondisi kronis yang terjadi pada tulang. Meskipun terlihat mirip, tetapi keduanya memiliki gejala dan penyebab yang sangat berbeda.